Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Suka Lia


__ADS_3

Ting tong...ting tong


Mendengar bunyi bel pintu apartemen Lia dan Ferry saling pandang. 'Belum juga satu hari sampai sudah ada tamu tak di undang datang?' Bathin Lia agak kesal karena kebersamaan bersama sang suami ada yang intrupsi.


"Aku lihat siapa yang datang dulu?, kamu lanjut makan dengan tenang" ucap Ferry sambil bangkit menuju pintu apartemennya.


"Mami? Ada apa mi?" ucap Ferry begitu melihat wajah mami di depan pintu apartemennya.


"Anak kurang ajar, mami datang berkunjung kamu tidak menyambut kedatangan mami?" sahut mami dengan nada kesal sambil menggetokan kipas ditangannya ke kepala Ferry.


"Aaauuuch...sakit Mi" keluh Ferry yang tak di gubris, sang mami langsung masuk dan mencari keberadaan sang menantu.


"Mami?" gumam Lia saat melihat wajah mami. "Sini Mi, ikut makan siang bareng" ajak Lia dengan senyum ramah nan tulus.


"Mami tidak mau makan, itu pasti masakan anak kurang ajar. Mami nggak mau" sahut mami masih dengan nada kesal.


"Ehh...kenapa mi?"


"Tanya saja sama suami mu itu?" mendengar jawab mami Lia yakin kalau mereka berdua pasti bertengkar.


'Apa lagi sih yang Ferry buat? kenapa selalu saja bikin orang kesel sih nih bule' bathin Lia menatap wajah Ferry yang di tatap hanya mengangkat bahu merasa tak bersalah.


"Maafin Ferry ya mi, kan mami tau sendiri, Ferry emang gitu orangnya kalau ngomong suka nggak pake filter. Udah jangan di simpan dalam hati ya mi, nanti cantiknya jadi hilang" goda Lia berusaha mencairkan hati sang mami mertua agar berhenti kesal.


"Maaf Mi, Ferry tadi nggak maksud gitu cuma kaget aja. Baru sampe apartemen beberapa jam sudah muncul tamu pencet bel...Padahal Ferry belum info kalau sudah di apartemen"


"Ohh...jadi kalau mami mau kesini harus info kamu dulu ya, baiklah kalau mami tidak di terima di sini mami pulang sekarang juga"


'Ya Tuhan mulai lagi deh drama queen' gumam Lia dalam hati.


Lia memberi kode mata agar Ferry merayu sang mami biar nggak ngambek lagi dan ikut makan siang.


Susah payah Ferry merayu sang mami akhirnya drama ibu dan anak itu berakhir setelah setengah jam. Makanan di meja makan pun sudah jadi dingin karena menunggu dramanya selesai untung lah suasana hangat di meja makan membuat nafsu makan kami bertiga tidak terganggung dengan lauk yang sudah dingin, karena rasa makanannya tetap sangat enak.


Usai makan siang Lia dan mami duduk di gazebo apartemen sambil menikmati pemandangan pusat kota negara A sedangkan Ferry sibuk membersihkan meja makan dan mencuci peralatan bekas mereka makan tadi.


"Lia kamu sudah tau kan pertengahan bulan ini Shella ulang tahun?"

__ADS_1


"Sudah Mi, kan Shella minta dibuatkan gaun untuk acara pestanya, memangnya kenapa mi?"


Tanya Lia agak khawatir melihat mimik wajah mami yang agak murung.


"Lia inget nggak waktu di negara SG mami sempat mau bicara dengan mu tapi kamu lagi dikejar dateline design nyonya Magdalena"


"Ingat mi, Lia minta maaf ya mi kalau buat mami sedih saat itu"


"tidak apa-apa sayang, mami tau kesulitan mu saat itu"


"Jadi apa yang mau mami bicarakan? apa ada kaitannya sama ulang tahunnya Shella? tanya Lia penuh selidik.


"Jadi papi mau jodohin Lia dengan tuan Arjun Khan. Waktu di pelelangan papi bicara soal ini sama mami dan papi akan mengundang Arjun Khan saat ulang tahun Shella nanti".


"Mami tidak setuju dengan ide gila papi karena beda usia Shella dan Arjun Khan terpaut lebih jauh dari Ferry dan Shella" udah gitu mami dengar Arjun Khan ini juga tipenya kurang lebih sama Ferry dingin dan angker tapi dia lebih kejam dari Ferry, dia tak kenal belas kasihan. Jika suka sesuatu dia akan mendapatkannya walau harus merebutnya dengan paksa".


"Mami dengar dia mencari identitas mu waktu kalian di negara SG. Mami mau cerita ini ke Ferry tapi mami takut dia akan khilaf. kamu tau sendiri jika terkait dengan mu Ferry akan sangat sentimentil"


Lia hanya diam mendengarkan curahan isi hati mami tanpa memberi komentar sedikit pun.


"Aku nggak kenal Arjun mi, kami hanya ketemu di pelelangan waktu itu aja. Waktu dia dan Ferry berebut Villa cuma saat itu Ferry mengalah sehingga Arjun Khan lah yang jadi pemenang Villa itu. Saat menang dia melempar senyum ke arah Lia, Ferry melihatnya langsung menunjukan ke posesivan-nya pada Lia. Setelah itu kami pun meninggalkan acara pelelangan malam itu. Setelah kejadian itu Lia tidak pernah bertemu dengan Arjun Khan".


Mendengar cerita Lia dan rumor yang beredar soal Arjun mencari identitas Lia saat mami masih di Negara SG membuat mami menarik kesimpulan,


"Jangan-jangan dia suka kamu lagi?" gumam Mami yang terdengar Ferry saat dia sampai di gazebo membawa teh jahe madu hangat dan juga cake yang di panggang sebelum mulai masak makan siang.


"Siapa yang suka Lia, mi?" tanya Ferry datar.


"Ehh...itu tante Hanny" jawab mami sekenanya tapi Ferry terlalu malas menggubrisnya saat ini.


"Apa ini suam?" tanya Lia mengalihkan pembicaraan.


"Minum lah biar tubuh kalian hangat di luar agak dingin sekarang dan ini banana chocolate cake untuk teman mengobrol kalian. Aku akan ke ruang kerja dulu, Titip Lia ya mi" ucap Ferry sebelum meninggalkan dua wanita kesayangannya menuju ruang kerja.


'Siapa yang sedang mereka bicarakan sebenarnya? Siapa yang suka dengan Lia?' Ferry terus berfikir sepanjang kakinya melangkah menuju ruang kerja.


'Apa aku balik nguping pembicaraan mereka ya? Ahh...kalau mereka sampai tau aku mendengarkan pembicaraan mereka, Lia pasti ngambek. Tapi aku penasaran banget'

__ADS_1


'Ahh...sudah lah nanti aku tanya Lia langsung'. Akhirnya Ferry menyerah untuk kepo dan bekerja dengan tenang di ruang kerjanya.


Sedangkan Mami trus membahas kecurigaannya soal perasaan Arjun Khan terhadap Lia. "Mami khawatir akan terjadi pertarungan merebutkan Lia antara Ferry dan Arjun, Mami fikir lebih baik kalian melangsungkan pesta pernikahan secepatnya sebelum hal yang mami takutkan terjadi"


"Lia belum siap mi, tunggu enam bulan lagi ya mi kita bahas ini lagi nanti" sahut Lia penuh keyakinan.


"Lia, kamu yakin mau terus merahasiakan status pernikahan mu dengan Ferry?" mami merasa cemas, pilihan merahasiakan status pernikahan Lia dan Ferry hanya akan memicu banyak kesalahpahaman kedepannya.


"Lia mau nyelesain kuliah dan juga belajar jadi design di YZ Collection mi, Lia nggak mau nanti karyawan di YZ Collection mikir Lia di terima disana cuma karena status hubungan Lia dan Ferry"


"Semua tau kamu, Nama Lia Putri Aghata cukup terkenal di dunia fashion walau belum banyak yang melihat hasil nyata design buatan mu jadi pakaian tapi melihat hasil-hasil design mu semuanya sedah terkagum-kagum. Bahkan mami sebenarnya ingin minta di buatkan design baju untuk ke acara tahunan Goucher Corp dua bulan lagi, tapi mami lihat kamu sakit mami jadi tidak tega....hehehe"


"Mami minta buatin ke Lianya lewat YZ Collection aja jadi nanti untuk jahitnya Lia akan di bantu penjahit YZ Collection sehingga waktunya akan cukup"


Mendengar ide Lia mata mami berbinar, "Ide mu bagus juga, oke lah senin besok kamu baru masuk kerja kan? mami akan atur jadwal mami untuk datang ke YZ Collection setelah beberapa hari kamu masuk kerja" ucap mami sambil tersenyum.


"Oke mi, tapi inget ya mi di YZ Collection Lia bukan menantu mami hanya seorang designer" pesan Lia pada mami.


"Iya mami paham. Owh iya Lia, kata Shella kamu sedang membuat gaun untuk ulang tahunnya? apa sudah jadi?" tanya mami penasaran.


"Belum jadi mi, ketunda karena kecelakaan kemarin. Niat Lia hari ini mau di lanjut biar cepet jadi gaunnya"


"Berarti sudah proses buat gaunnya?" tanya mami kepo tingkat dewa.


"Sudah 70% Lia kerjakan mi, tinggal menjahit lengan, membuat sulaman motif dan memasang hiasan di gaunnya aja sih"


"Mami mau lihat boleh nggak? Please boleh ya...boleh ya" pinta mami memelas.


"Ayo mi ke ruang kerja Lia" ajak Lia menuju ruang kerja yang dibuat Ferry khusus untuk Lia agar nyaman saat bekerja"


"Ini mi rancangan gaun punya Shella dan ini gaunnya" Lia memberikan draf designnya dan memperlihatkan gaun yang setengah jadi yang menempel di manikin.


"Wow...ini belum jadi aja udah keliatan cantik gimana kalau sudah jadi. Pokoknya mami harus kamu buatin gaun ya untuk acara tahunan Goucher Corp"


"Siap mi" sahut Lia sambil mengangkat jempolnya tanda setuju dengan permintaan mami.


jangan lupa like, komen dan vote yesss....klik favorite yesss

__ADS_1


__ADS_2