
Malam terasa sangat panjang, "sial aku kenapa jadi kepikiran si kutu buku?, dia pamit mau kemana? ada urusan mendesak apa?" "Lia ngapain juga kamu mikirin dia sih, urusan mu sudah banyak, fokus....fokus....fokus Lia". ucapku sambil mengacak-acak rambutku. "Lebih baik aku tidur dan tidak memikirkan hal-hal tidak penting seperti ini". Kemudian ku tarik selimut dan berbaring di ranjang ternyamanku, tapi mataku tak mau juga terpejam. berjam-jam aku hanya bolak balik badanku di atas ranjang. "kutu buku sialan, kenapa kamu jadi menghantui pikiran ku sih". Aku pun bangkit mengambil ponsel diatas nakas dan membalas pesan si kutu buku.
"Aku memang tidak akan merindukan mu, jadi kamu tidak usah khawatir. Kamu memang mau kemana? pake pamit segala dengan ku".
"Hanya ceklist satu, apa ini sudah terlalu malam dan dia sudah tidur, pergi kemana dia sebenarnya" bathinku kembali galau melihat pesan yang ku kirim hanya cek list satu. Karena aku tidak bisa tidur akhirnya aku mengambil alat gambarku, berjam-jam berlalu aku terus asik menggambar.
"Done" ucap ku begitu selesai mendesign sebuah gaun malam couple. Dan betapa shocknya aku saat melihat hasil karyaku.
"Apa-apaan ini kenapa sketsa wajah prianya harus mirip si kutu buku sih?, Apa benar kata mama ya, dia setampan seperti di sketsa gambarku?". gumamku sambil menguap, kantuk mulai menyerangku, usai merapikan alat gambar, aku pun naik ke atas ranjang ternyaman untuk siap-siap tidur dengan nyenyak. tapi tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk. "Dia membalas pesan ku" aku kegirangan dan langsung membaca pesan dari si kutu buku. Dan jawaban si kutu buku benar-benar membuatku senyum-senyum sendiri. ntah sampai jam berapa aku dan si kutu berbalas pesan, sampai akhirnya aku terlelap sambil memegang ponselku.
#POV Ferry#
Sepanjang perjalanan aku sibuk membaca berkas-berkas yang sudah disiapkan Jerry untuk metting dengan para pemegang saham. Sepertinya hari-hariku akan sangat sibuk untuk dua minggu kedepan, semua karena ulah papi dan mami yang mereka alesan mau medical cek up. Bilang saja mau honeymoon dan menyiksaku.
"Jerry periksa jadwal ku selama papi pergi kenegara SG, kapan aku punya waktu kosong untuk datang lagi ke negara IND". Jerry langsung mengampil notebooknya dan mengecek jadwalku.
"Maaf tuan muda, tidak ada jadwal kosong sama sekali bahkan di hari Minggu?".
"Apa kata mu?, aku ini juga manusia biasa, mana bisa aku tidak ada jadwal bersantai sedikit pun" jawabku emosi sambil menatap tajam pada Jerry.
"Saya benar-benar minta maaf tapi pengalihan tugas tuan besar untuk tuan muda tidak bisa dijadwal ulang karen semua terkait dengan hubungan kontrak kerja sama dengan kolega Goucher Corp". Aku hanya bisa mengerutkan alisku dengan ekspresi dingin.
"Lalu kapan aku punya jadwal kosong?" tanyaku lagi memastikan agar aku punya waktu untuk bertemu dengan Lia.
"Dua bulan lagi tuan muda punya waktu kosong tiga hari"
"Astaga, dua bulan lagi dan itu hanya tiga hari?" , "Aku ini katanya anak orang kaya nomer satu di Negara A tapi kenapa hidupku miskin sekali, bahkan waktu untuk diriku sendiri saja aku tak punya". celoteh ku kesal.
__ADS_1
"Maaf tuan muda, hidup ratusan ribu karyawan ada di tangan anda, jika anda banyak bersantai maka nasib karyawan anda akan sangat menyedihkan" Ucapan Jerry ku balas pelototan mata dan kerutan alis dalam dengan aura sedingin gunung es membuat yang diplototin pun menunduk takut.
"Matilah aku, si singa nampak marah besar".
"Sudah sana menjauh dari pandangan ku, melihat tampang mu membuat ku makin kesal" ucap Ferry yang kembali menekuri berkas-berkas di depannya.
"Done" ucapku sambil merapikan berkas-berkasnya, dan meletakannya di meja samping ku. Lalu meminta pelayan membuatkan makan karena perutku lapar sekali. Saat sedang menyantap makan malam ku, simbol lampu ponsel menyala. Betapa bahagianya aku, itu artinya aku bisa mengaktifkan ponselku. Aku pun bergagas mengahabiskan makan malam ku agar bisa segera membuka ponsel. "Semoga dia membalas pesanku". bathinku penuh harapan. Betapa terkejutnya aku saat mengaktifkan ponsel, ada notifikasi masuk darinya. Dia benar-benar membalas pesanku. Lalu kami berdua pun saling berbalas pesan.
"Aku memang tidak akan merindukan mu, jadi kamu tidak usah khawatir. Kamu memang mau kemana? pake pamit segala dengan ku". -Lia-
"Yakin kamu tidak akan merindukan ku? padahal sekarang saja aku sudah sangat merindukan mu😥."
Aku pulang ke rumah, mungkin aku tidak akan ke kampus selama dua bulan ini, kamu jangan biarkan laki-laki di kampus menggoda mu, Jaga hati mu hanya untuk ku, INGAT ITU". -Ferry-
"Hei siapa kamu memerintah ku seperti itu?, ini sudah malam aku mau tidur, jangan ganggu aku lagi dengan pesan mu". -Lia-
"Sudah hentikan bualan mu, kenapa kamu harus selama itu mudik? Bagaimana dengan kuliahmu?, bukan kah bulan depan jadwal UAS" -Lia-
"Mudik? apa itu?" -Ferry-
"Dasar bodoh, kamu kan kutu buku kenapa istilah Mudik saja tidak mengerti?" -Lia-
"Sebentar aku cari tau dulu artinya" -Ferry-
"Kamu benar-benar bodoh, Mudik itu artinya pulang ke kampung halaman untuk bertemu dengan orang tua, Dasar bodoh" -Lia-
"Ooohh itu artinya, Iya karena papi mau menyiksaku" -Ferry-
__ADS_1
"Menyiksa mu?" -Lia-
"Panjang ceritanya, lain kali akan aku ceritakan pada mu, sekarang kamu sedang apa disana?" -Ferry-
"Aku tidak membual, semua yang aku ucapkan padamu itu semua dari hatiku" -Ferry-
"Soal kuliah ku kamu tidak perlu khawatir semuanya sudah ku atur dengan baik" -Ferry-
"Hallo" -Ferry-
"Hei Cantik, kamu sudah tidur ya" -Ferry-
"Good nite" -Ferry-
"Happy Nice Sleep and sweat dream baby". ucapku dalam hati karena tak lagi mendapat jawaban dari pesan-pesan ku. Lalu ku letakan kembali ponselku di meja samping, merubah posisi duduk ku menjadi posisi nyaman untuk tidur. Malam ini aku sangat bahagia akhirnya selangkah lebih dekat dengan tujuan ku. Sepanjang malam aku terus tersenyum bahkan saat aku terlelapun rasanya dia ada di hadapanku sedang tersenyum manis.
"Tuan muda, bangun tuan. Pesawat sudah akan landing 10 menit lagi" Jerry membangukan ku sambil mengguncang bahu ku.
"Sebentar lagi sayang, aku masih mengantuk" ucapku karena membayangkan Lia yang membangunkan ku.
"Tuan muda bangun lah" Jerry mengguncang tubuh ku lebih kuat, membuat ku membuka mata ku dengan susah payah.
"Aissshhh, kenapa jadi wajah mu" Dengusku kesal melihat wajah Jerry di depanku, bukannya Lia seperti dalam mimpiku.
"Maaf mengecewakan anda tuan muda, tapi pesawat sebentar lagi akan Landing, anda sebaiknya siap-siap, semua keperluan anda sudah saya siapkan di toilet, karena dari sini kita akan makan malam dengan orang kedutaan dari negara PKS" ucap Jerry langsung membuatku berdiri menuju toilet dan membersihkan diri. Tak lama waktu berselang, pesawat pun sudah mendarat dengan sempurna. Aku dan Jerry menuju mobil yang sedari tadi sudah menunggu tak jauh dari landasan pribadi miliki Authur Goucher, yaitu papiku yang ditaktor.
"Papi yang selalu Menyiksaku sejak kecil untuk jadi lebih hebat darinya, mungkin lebih tepatnya jadi robot peliharaannya bukan anaknya". Bathinku.
__ADS_1
Papi selalu menggunakan alasan "anak papi cuma kamu, kamu yang nantinya akan menggantikan papi memimpin perusahaan yang memiliki ratusan ribu karyawan. Jika kamu lembek, mental tempe, pola pikir kerdil, malas-malasan dan pantang menyerah mereka semua akan kehilangan pekerjaannya. Apa kamu mau hal itu terjadi?. Pertanyaan yang paling tak ingin ku dengar selama hidupku. gerutuku sepanjang perjalanan.