
Setibanya di bandara Ferry berjalan sangat cepat membuatku agak berlari mengimbangi langkahnya karena si bule menggandeng tangan ku.
"Sayang, kami di sini" suara mami membuat si bule menghentikan langkahnya dan membuat ku terbentur punggungnya.
"Auuuchh" teriak ku saat wajahku menabrak punggung kekar si bule.
"Ya Tuhan Lia, kamu baik-baik saja?" tanya Ferry saat melihat ku yang sedang mengusap kening dan hidung ku.
"Baru nanya keadaan ku sekarang?" jawab ku ketus karena kesal dia membuat nafas ku terengah-engah karena berlari mengimbangi langkahnya.
"Kalian baik-baik saja" tanya mami saat menghampiri kami berdua. Aku yang sedang kesal hanya dia menundukan wajah kesal ku sambil berusaha keras menetralkan perasaan ku saat ini.
"We're fine mom, don't worry" ujar Ferry sambil merangkul ku dalam pelukannya sehingga aku bisa menyembunyikan wajah kesal ku.
"Syukur lah kalau begitu, mami pikir kalian kenapa karena diam disini saat mami memanggil" ujar Mami dengan nada khawatir.
"Mami, Ferry dan Lia harus berangkat sekarang jadwal pesawatnya take off tinggal tiga puluh menit lagi" ujar Ferry dengan nada tegesa-tegasa membuat mami menarik nafas beratnya.
"Kamu itu, selalu saja seperti itu" gerutu mami, aku pun melepas pelukan Ferry agar ibu dan anak itu berpamitan dengan baik-baik. Ferry seakan mengerti maksud ku dia pun memeluk mami dan menciumi pipi kanan dan kiri mami.
"Jangan cemberut gitu dong mi, nanti nambah kerutannya" ucap Ferry membuahkan sebuah cubitan di lengannya
"Nasib Ferry sial banget dua wanita yang paling Ferry sayang hobbynya sama nyubitin Ferry kalau kesel...huuufft" gerutunya membuat mami tertawa dalam pelukan si bule.
"Kamu kurang-kurangin ngambek dan cemburuannya kasian Lia kalau harus terus-terusan menekan perasaannya menghadapi kamu"
Mendengar penuturan mami Ferry menatapku tajam seakan dia sedang menuduhku mengadukan tingkahnya pada ku.
'Ahhh...lagi-lagi aku akan jadi tumbal kemarahan si bule karena mami sembarangan ngucap...hhuuuuhh' Gumamku dalam hati sambil menghembuskan nafas dengan kasar.
__ADS_1
"Lia, mami pasti kangen kamu. Kita seatap beberapa hari tapi anak nakal itu malah terus-terusan mengurung mu di kamar dengan pekerjaan, sampai-sampai kata Shella dia ketiduran dikamar kalian. Pasti Ferry marah besar ya?" tanya Mami terkekeh membayangkan anak laki-lakinya marah karena ulah Shella. Aku hanya bisa mengangguk.
"Sudah ayo cepat kalian pamit sama papi dan Shella mereka lagi nunggu di coffee shop, nanti keburu jadwal take offnya lewat" ajak mami pada kami sambil menggandeng tangan anaknya yang juga langsung meraih tangan ku untuk di gandengnya.
"Kak Lia" teriak Shella saat melihat ku dan langsung berhambur masuk dalam pelukan ku, lalu dia berbisik "Bagaimana soal gaun pesta ulang tahun ku kak Lia bersedia buatin nggak?"
"Iya akan kakak buatkan, nanti kalau sudah jadi kaka Kirim lewat email ya gambarnya" sahutku sambil berbisik membuat mami, Ferry dan papi mengerutkan dahi mereka melihat keakraban kami berdua.
"Apa ada yang salah? kenapa semua melihat kami berdua seperti itu?" gumam Shella membuat Ferry menggetok jidat Shella, "kamu itu, aku yang kakak kandung mu kenapa Lia dulu yang kamu peluk...ckckckck".
"Kak Ferry apa-apaan sih, sakit tau" Gerutu Shella karena Jidatnya di getok Ferry.
"Sudah cukup kalian berdua, tidak di rumah tidak di public area selalu saja buat keributan" Ucap papi membuat kakak beradik yang siap untuk adu mulut langsung terdiam.
"Kami berangkat sekarang ya mi, pi" pamit Ferry sambil memeluk mereka, aku dibelakang Ferry ikutan pamit tapi hanya mencium tangan papi dan memeluk mami dan Shella.
"sekolah yang bener jangan bikin repot mami" ujar Ferry pada Shella saat mereka berpelukan.Setelah pamit kami pun berjalan kearean VVIP dimana area itu khusus untuk penumpang peasawat jet.
"Sayang, aku minta maaf ya? kalau sejak sore tadi sikap ku sangat menyebalkan" ucap Ferry tiba-tiba membuatku agak heran kenapa tiba-tiba dia minta maaf.
"Kenapa? bingung kenapa aku tiba-tiba minta maaf?" 'wah si bule udah kaya cenayang aja tahu isi pikiran ku'.
"Sebenernya aku marah pada mu, yang pertama karena kamu ngebiarin Shella tidur dikamar kita, karena kesal dan malas tidur dikamar itu lagi akhirnya aku putusin buat pulang ke negara mu malam ini. Yang kedua karena kamu berdandan terlalu cantik malam ini, padahal sudah aku bilang tidak boleh menyanggul rambut sampai tengkuk dan leher mu terlihat tapi kamu tetap melakukannya"
'Owh ternyata karena itu wajahnya terlihat angker sekali saat melihat ku turun tadi, aku pikir aku bikin salah apa lagi'
"Yang ketiga aku marah karena kamu tidak merayukan sama sekali malah ikutan diemin aku, kamu sangat menyebalkan" ucap Ferry dengan nada merajuk.
Begitu mendengar pernyataannya Ferry alas ketiga yang bikin dia ngambek, sontak tawa ku lepas pasalnya ada gitu cowo ngambek ngarep dirayu juga? aku pikir cuma cewe yang kaya gitu...hahahaha.
__ADS_1
"Kenapa malah ketawa?" aku langsung menutup mulut ku menahan tawa karena mata si bule melotot tajam pada ku.
"Maaf suamiku kelepasan, abis kamu lucu banget ngambek karena nggak aku rayu. itu imut banget tau kaya anak gadis aja kelakuan mu" Ujarku sambil bergelayutan manja dilengannya sambil menantapnya penuh cinta...wkwkwkwkk
"Kamu kalau menatap ku seperti ini lebih lama, jangan salahkan aku jika mencium mu" mendengar kalimat Ferry aku langsung menundukan pandangan ku tak berani menatapnya.
'Dasar bule mesum paling tengil, slalu saja seperti itu..huuuhh' gerutuku dalam hati.
Kami pun lanjut melangkah kan kaki menuju jet pribadi milik Goucher Corp.
"Selamat datang tuan muda dan nyonya muda Gouher, enjoy the flight" sapa seorang pramugari.
si bule hanya menganggukan kepalanya tanpa sedikit pun senyum, bener-bener pria angker. 'terima kasih' ucapku sambil tersenyum sambil melangkah mengikuti si bule.
"Sayang kamu nggak akan langsung terbang ke negara A kan saat tiba di negara IND?" tanya ku dengan wajah penuh harap dia akan tinggal dulu di negara IND.
"Kenapa? kamu tidak mau ku tinggal?" tanya si bule sambil mendekatkan wajahnya ke wajah ku menyisakan jarak hanya satu inchi, membuat jantungku berdebar tak karuan.
"Menjauh lah sedikit, kamu yang seperti itu membuat jantungku mau loncat keluar" Ucapku sambil mendorong wajah Ferry agar menjauh dari ku.
Ferry langsung tertawa, "Kita sudah menikah beberapa minggu kamu masih tetap malu-malu seperti ini. Cuma kamu satu-satunya wanita yang tidak agresif mendekati ku, benar-benar menggemaskan" ujar si bule sambil menarik tubuhku keatas pangkuannya, membuat ku risih karena tatapan si pramugari seperti tak suka pada kemesraan kami.
"Sayang, lepaskan aku. Tak bisakaj tuan muda Goucher menjaga wibawa mu sedikit ini bukan kamar tidur" gerutuku dengan wajah tak suka dengan kelakuan Ferry.
"Baiklah, duduk lah dengan tenang disebelahku, aku tak akan mengganggu mu lagi". ucap Ferry kemudian mengeluarkan netbooknya dan sibuk dengan pekerjaannya.
'Hhhmmm...pertanyaan ku belum dia jawab juga...huuuuffft' aku cuma bisa pasrah dan menikmati perjalanan dengan berbagai hidangan cemilan yang diberikan pramugara selama perjalanan.
**************************************************
__ADS_1
hai readers semoga masih betah ya baca karya ku, dikasih like, vote dan komen dong biar author semangat nulisnya. makasih