Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Sepertinya aku harus turun tangan


__ADS_3

Ferry benar-benar dibuat sibuk karena sebentar lagi ulang tahun perusahaan, papi Juan akan mengumumkan penyerahkan kursi presdir padanya saat acara ulang tahun perusahaan, akan tetapi papi Juan tidak akan menyerahkan saham miliknya pada Ferry, alasannya sih agar dia masih bisa mengontrol jalanannya perusahaan walau sudah tidak menjadi presdir.


Ferry benci keadaan seperti saat ini dimana Dia harus pergi lebih dulu dari Lia dan pulang saat Lia sudah tertidur. Hal ini sudah seminggu terjadi sejak kembali dari negara S. mereka berdua jarang menghabiskan waktu bersama.


Untungnya masing-masing memiliki kegiatan yang padat jadi tidak terlalu ambil pusing saat mereka tak memiliki waktu banyak untuk bersama dalam sepekan ini


Lia berusaha memahaminya karena memang dia sendiri mendengar desas-desus soal Ferry yang akan mendudukin posisi presdir menggantikan papi Juan.


"Malam sayang, maaf ya aku pulang larut lagi"


Ucap Ferry sambil menghembuskan nafas berat penuh lelah. Rasanya ingin langsung memeluk tubuh mungil yang sedang meringkuk diatas ranjang dan tertidur pulas.


Usai puas memandang wajah Lia yang terlelap, Ferry bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti baju tidur


Usai melakukan segala ritualnya Ferry akhirnya membaringkan tubuhnya diatas ranjang dan menarik tubuh Lia masuk dalam pelukannya


Mencari kenyamana dengan mencium aroma tubuh Lia agar rasa lelahnya sirna dan berganti rasa nyaman lagi menenangkan jiwanya


Begitu sudah dalam posisi ternyamannya tak memerlukan waktu lama Ferry sudah masuk kedalam alam mimpi.


Sedangkan papi Juan masih sibuk di ruang kerjanya merapikan semua berkas-berkas penting dan juga memeriksa berkas peralihan 10% saham milik nenek tua untuk Ferry membuat bocah itu kini memiliki saham sama besar dengan Juan.


"Bocah ini, akan makin keras kepala dan tak mau tunduk dengan ku. Sudah lah toh memang kelak perusahan ini akan jadi miliknya"


Papi Juan belum akan memberikan saham miliknya pada Ferry sebelum dia meninggal dunia, terlebih lagi Lia masih berstatus menantunya. Wanita yang sampai sekarang tak pernah Juan restui untuk masuk kedalam keluarganya


Juan sangat tidak rela wanita dari kalangan lebih rendah menjadi menantunya. Padahal dia sendiri dulu juga menikahi mami yang bukan dari kalangan keluarga bangsawan, ntah ada alasan apa sebenarnya yang membuat papi Juan begitu tidak menyukai Lia. Padahal Lia gadis pintar, cantik, dan sangat mudah bergaul


Tapi tetap saja papi Juan selalu menganggap Lia menantu yang tak dia harapkan, walau pun dia tidak suka Lia sampai detik ini masih saja terus melekat dan menempel dengan Ferry anak laki-laki satu-satunya itu.


padahal papi Juan sudah memberi sinyal pada beberapa wanita untuk mendekati Ferry namun tak satu pun hingga kini berhasil menjinakkan hati putranya, termasuk Merry.


"Merry gadis bodoh satu ini, apa saja sebenarnya yang sudah dia lakukan selama ini. Aku sama sekali tidak melihat ada pergerakan yang dia lakukan, padahal dia selalu bilang ingin menikah dengan Ferry, kalau terus seperti ini keburu wanita itu hamil. Akan makin sulit aku memisahkan mereka berdua kalau Lia sampai hamil anak Ferry"


"Sepertinya aku harus turun tangan" papi Juan mulai memikirkan beberapa trik untuk dilakukan Merry agar Lia mengalami kesulitan di YZ Collection.


"Carikan aku jadwal kerja dan kuliah designer Lia, serta apa saja yang sudah dia lakukan selama ini di YZ Collection"


"Dalam dua jam aku mau informasinya sudah masuk ke email ku" sambung papi Juan sebelum dia memutus sambungan telphonnya.


"Papi Juan sibuk mengetuk jari-jarinya diatas meja, menghasilkan suara-suara tak beraturan

__ADS_1


tak berapa lama sebuah email masuk, tanpa menunggu lagi papi Juan langsung membacanya dan mengirimnya pada seseorang untuk dia pelajari agar bisa membuat rencana untuk mengganggu Lia


tiba-tiba ponsel papi Juan berdering dan nama Merry tertera dilayar kaca. papi Juan pun langsung mengangkat panggilan telphon tersebut.


"Om Juan apa maksud mu mengirim email itu pada ku?" tanya Merry dengan nada sangat penasaran


"Kamu pelajari dan buat sebisa mungkin kamu datang ke perusahaan bersamaan dengan kehadiran Lia, buat dia tak kerasan bekerja di YZ Collection, atau cari cara agar Ferry yang memecatnya langsung"


"tapi bagaimana caranya?" tanya Merry dengan nada polos tapi justru terdengar bodoh ditelinga papi Juan


"Kamu bukannya atasan Lia, cari kesalahannya atau buat Lia terlihat melakukan kesalahan fatal bagi perusahaan atau apalah kamu pikir sendiri"


papi Juan mulai kesal dengan Merry yang cantik tapi bodoh. 'Pantas saja Ferry tak bisa dia taklukan, apa sebenarnya isi kepala gadis ini?' bathin papi Juan


"Baik lah aku akan pikir kan caranya, om Juan tunggulah kabar baik dari ku"


Ucap Merry penuh keyakinan membuat papi Juan memiliki harapan yang sempat hampir putus asa dan yakin Merry akan memiliki ide cemerlang membuat Lia dipecat oleh Ferry dari YZ Collection.


Keesokan harinya Lia terbangun saat matahari sudah mulai menampakan dirinya dari balik tirai, maklum sudah masuk musim dingin subuh memang lebih siang dari biasanya


"Ehh...koq udah nggak ada? apa semalam Ferry nggak pulang?" Bathin Lia melihat ranjang disampingnya sudah kosong.


"Dingin, tapi ini berantakan. Apa sudah jalan ke kantor lagi?" ujar Lia sambil merapa ranjang bagian Ferry.


Lia langsung berajak dari atas ranjang menuju kamar mandi. Hari ini dia ada kuliah pagi


dua jam berlalu Lia akhirnya keluar dari apartemennya berniat untuk langsung ke lobby menemui Denny tapi saat di depan lift Lia bertemu dengan kak Hans yang ternyata baru keluar juga dari unit apartemennya.


"Hallo nyonya muda" sapa Hans saat melihat Lia berdiri disampingnya menunggu pintu lift terbuka.


"Tumben kita ketemu?" sahut Lia mengabaikan sapaan basa basi kak Hans


"Aduh nyonya muda pagi-pagi udah jutek aja abis makan sambel sekilo apa pedes banget itu mulut?"


Alih-alih menjawab cibiran Hans Lia malah mengabaikannya dan mengambil ponselnya lalu menelphon Denny


"Den, tolong beliin sarapan dong. aku on the way ke bawah nih"


"Nyonya muda mau sarapan apa?" tanya Denny sambil keluar dari mobil menuju resto di sekitar apartemen.


"Apa aja yang penting makanan halal" sahut Lia lalu memutus sambungan telphon tanpa menunggu Denny menjawab lagi.

__ADS_1


"Kita sarapan bareng yuk, kebetulan aku juga belum sarapan nih" Ajak Hans tapi tak ditanggapi Lia, karena pintu lift terbuka dia langsung bergegas masuk.


"Buru-buru amat sih?" Hans mulai kesal dari tadi terus dicuekin


"Aku tuh ada kuliah pagi, udah ya aku duluan" ucap Lia langsung keluar dari lift begitu pintu terbuka di lantai satu.


"Hei, jangan lupa jas ku nanti sore jadwal aku fitting kan?" Teriak Hans ketikan Lia berjalan cepat menuju pintu keluar gedung apartemen.


"Pagi nyonya muda, sarapannya sudah ada di dalam mobil" ucap Denny sambil membuka pintu untuk Lia


"Pagi juga, makasih ya Den" Lia langsung membuka paper box yang berisi sarapan yang diletakan Denny di atas jok mobil


"Denny agak ngebut ya, takut telat dosennya killer banget soalnya" ucap Lia sambil menggigit sandwich tuna yang dibeli Denny untuknya


"Nyonya muda, sudah liat chat tuan muda belum?"


tiba-tiba Denny bertanya soal chat Lia dengan Ferry membuat jidat Lia mengerut


"Ada apa memangnya?" tanya Lia dengan nada dingin membuat Denny jadi tak enak hati


"Saya juga tidak tau, cuma barusan tuan muda chat saya. Minta nyonya membaca chat tuan muda"


"Oh, aku pikir ada apa. Nanti lah tangan ku lagi pegang sandwich males mainan ponsel"


Mendengar jawab Lia, Denny hanya bisa menghembuskan nafas dan mengatur hatinya karena tau pasti lima menit dari sekarang jika nyonya muda masih belum membaca chat tuan muda. Ponselnya dia akan segera berdering.


dreeet .... dreeettt


sesuai dugaan Denny, panggilan telphon dari sang tuan muda datang sesuai prediksi.


"Nyonya muda sedang apa?"


"Sarapan tuan muda"


Lia mendengar suara sang suami sedang membicarakan dirinya dengan Denny, karena Denny sengaja menekan tombol loud speaker agar nyonya muda dengar pembicaraannya


"Sayang, kamu cari aku ada apa?"


Ferry terkejut mendengar suara istrinya di ucung telphon yang terdengar sambil mengunyah makanan.


"Kamu baca chat ku begitu selesai sarapan, semoga masih keburu"

__ADS_1


Lia mengerecitkan alisnya mendengar kalimat yang diucapkan sang suami sebelum memutus panggilan telphon.


__ADS_2