Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Menjual Karya


__ADS_3

"Hooaamm" sambil mengucek mataku yang masih ingin terpejam dan terus melengket tak mau terbuka padahal sang mentari sudah menyapa tanpa malu-malu. Saat mataku sudah sepenuhnya terbuka aku mendudukan bokongku sambil bersandar di tepi ranjang duduk sambil melihat isi ponsel yang sebelumnya sudah ku ambil di atas nakas samping tempat tidur.


Senyum ku langsung terkembang, pipi ku langsung merona membaca isi pesan dari si kutu buku. "Hati ada apa dengan mu?". Kenapa makin hari makin gundah tiap berinteraksi dengan si cupu kutu buku ini? "Please jangan jatuh cinta ini bukan saat yang tepat". pikir ku sambil lanjut berselancar dengan ponselku diruang chat dengan Ferry.


"Hei cantik, apa kamu merindukan ku? sampai seperti orang minum obat pesan mu masuk tiap harinya ke ponselku, hehehehe" -Ferry-


"Aku baik-baik saja disini, dan aku sangat merindukan mu. Inginnya begitu aku dapat sinyal langsung menelphon mu, tapi sekarang pasti sudah larut disana, jadi aku kirim pesan rinduku dulu untuk mu. Begitu aku bisa, aku akan menelphon mu hari ini" -Ferry-


"Aku nggak lupa makan koq disini, kamu juga jangan lupa makan dan istirahat yang cukup, semua masalah mu, kamu bisa bagikan dengan ku. Jangan kamu pikul sendiri, oke good nite see you soon my love" -Ferry-


"Siapa yang merindukan mu, jangan geer deh jadi cowo cupu aja sudah kepedean sekali di kangenin aku...ckckckck" -Lia-


"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja, hidupku tenang dan damai tanpa mu. Jangan menelphon ku hari ini aku agak sibuk, jadwal kuliah ku ada 3 hari ini dan aku juga harus ke RS XY menjaga papa". -Lia-


"Aku makan tiga kali sehari, istirahatku cukup dan tidurku nyenyak, kamu tidak usah khawatir. Cuma ada yang mengganggu pikiran ku, kemarin aku gabung jadi member club designer, disana bukan hanya designer muda atau mahasiswa design saja isinya ternyata banyak juga designer terkenal dan pengusaha-pengusaha butik dan departemen store. Lalu aku memposting salah satu karya ku, ada yang menawar dengan harga tinggi menurut mu aku jual atau tidak ya?, Aku benar-benar bingung" -Lia-


Tak ku sangga makhluk cupu itu sudah bangun padahal baru 3 jaman lalu pesannya yang terakhir terkirim.


"Kamulah, masa sahabatmu yang merindukan ku...hahahahahaa" -Ferry-


"Syukurlah kalau begitu, aku telphon kamu sebelun tidur saja nanti malam kalau begitu, biar kamu bisa memimpikan ku" -Ferry-


"Kenapa kamu ragu menjual karya mu?, bukan kah karya dibuat untuk diperjual belikan" -Ferry-

__ADS_1


"Aku mendesign gaun malam couple itu untuk ku gunakan dengan orang yang ku cintai, bukan untuk ku perjual belikan, tapi aku membutuhkan uang itu untuk tambahan biaya hidupku selama papa masih di ICU". -Lia-


"Kalau memang harganya bagus kamu jual saja, atau kamu naik kan saja harganya jadi dua kali lipat yang ditawar orang itu, kalau dia mau ya kamu jual kalau dia tidak mau ya jangan kamu jual". -Ferry-


"Ide mu serakah sekali, tapi bagus juga aku jadi akan dapat uang lebih banyak...Hahahahaaha" -Lia-


"Ferry gitu low, kalau nggak serakah ntar kayanya lama, selama jalannya benar dan yang kamu perjual belikan barang mu sendiri kan halal mau jual harga berapa pun" -Ferry-


"Iya juga, baiklah kalau begitu aku mandi dulu aku ada kuliah pagi hari ini. Bye" -Lia-


"Hati-hati jangan ngebut-ngebut nyetirnya dan jangan lupa sarapan, kuliah itu butuh energi, apalagi kangen sama aku butuh banyak sekali tenaga untuk menekan rasa rindu...hehehehe" -Ferry-


Aku pun meletakan ponselku diatas nakas lalu bangkit untuk mandi dan siap-siap ke kampus tanpa memperdulikan bunyi notifikasi pesan masuk.


"Pagi ma", ku kecup pipi mama sambil menambil roti dipiring yang sudah mama siapkan lalu menenggak susu coklat kesukaan ku. "Lia berangkat dulu ya ma" pamitku sambil mencium tangan mama lalu berlalu menuju mobil.


Begitu duduk di depan kemudi langsung saja ku injak pedal gas, karena jalanan pagi selalu lenggang. Tak butuh waktu terlalu lama aku sudah sampai di kampus. Begitu aku turun dari mobil ternyata Mira pun baru sampai kampus.


"Hai cewe, cantik banget sih pagi-pagi gini. Keliatannya aura wajah mu bahagia sekali" ledek Mira begitu bertemu dengan ku.


Aku mengacuhkan ucapan dan terus saja jalan tanpa menoleh kebelakang. Mira mengejarku dengan sedikit berlari.


"Hei cewe buru-buru amat sih kuliah baru akan dimulai 20 menit lagi" dengus Mira kesal karen mengejarku dengan High heelsnya. Aku tak bergeming terus saja melangkah menuju ruang kelas.

__ADS_1


"Wah kamu nampaknya sudah tidak menganggapuku sahabat, sampai aku, kamu acuhkan seperti ini.hiks".Racau Mira akhirnya menghentikan langkahnku dan berbalik badan menatapnya tajam.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?, memangnya aku bikin salah apa?. gerutu Mira sambil takut-takut melihat wajahku yang tidak bersahabat dan alis mengerut dalam.


"Berhentilah bicara dan jalan lah seperti orang normal jangan berlarian sambil berteriak-teriak". Usai bicara aku kembali berjalan cepat menuju kelas.


Sesampainya dikelas aku mencari kursi yang posisinya nyaman untuk menerima pelajaran sekaligus ada dua kursi, satu untuk ku dan satu lagi untuk Mira. Begitu ketemukan kursi yang pas, aku pun langsung menghempaskan bokong ku, diikuti Mira yang terengah-engah karena mengejarku.


"Kamu manusia apa demit sih, jalan koq cepet banget", gerutu Mira sambil kipas-kipas karena keringat bercucuran.


"Kasian sekali siput satu ini kelelahan ya", sambil membantu mengelap keringet Mira dengan tisu yang ku ambil dari dalam tas. Bukannya dapet ucapan terima kasih Mira malah mencibik kan kedua bibirnya.


"Kamu yang demit bukan aku yang siput, sembarangan aja kalau ngatain orang" gerutu Mira ku sebut dirinya siput.


"Huaahahahaa...kamu yang duluan menyebut ku demit, masa kamu merajuk saat ku panggil balik dengan siput, sangat tidak adil, huh". keluhku pada Mira.


"Kalau kamu manusia berjalanlah yang normal, bukan terbang, sampai-sampai aku kesulitan mengejar mu". Mira terus menggerutu.


Dia masih tak terima dengan argumenku dia masih ingin adu mulut dengan ku tapi terpaksa dia tahan karena dosen masuk ke dalam kelas.


"Pagi anak-anak, keluarkan alat gambar kalian hari ini kita Quiz" Perintah sang dosan langsung membuat seisi kelas gaduh.


"Sudah jangan pada ribut di kelas ku, yang tidak mau ikut quiz silahkan keluar dari ruangan!". Ucap sang dosen membuat seisi kelas langsung terdiam tak lagi ada yang berani berucap. Dan quiz pun di mulai, kami hanya bisa mengikuti mau si dosen tanpa bantahan.

__ADS_1


__ADS_2