
"Lia, kamu mau kemana buru-buru sekali" teriak Mira saat aku sudah bersiap meninggalkan kelas.
"Ke perpustakan" jawabku santai sambil keluar dari kelas yang langsung dikejar Mira.
"Mau ngapain kesana?" selidik Mira heran
"Mau ketemu cowo ganteng" jawabku santai sambil terus berjalan ke arah perpustakaan.
"Kamu mau buat cowo mana lagi yang patah tangan dan kakinya" ujar Mira ketus.
"Ehh...koq aku dengar nada suara mu beda ya?, kamu kesal padaku?" tanyaku ketika melihat raut wajah kesal Mira
"Tentu saja aku kesal, karena suami mu aku jadi kerepotan tiap hari mengurus bayi besar manja di rumah sakit. Belum lagi kemarin mamanya Rendy salah paham mengira aku kekasih Rendy dan bersikap manis sekali padaku membuatku tak enak hati untuk menjelaskan hubunganku dengan Rendy. Belum lagi Rudi yang dua hari ini aku tak bisa memenuhi setiap ajakannya minta penjelasan, karena aku bingung gimana jelasinnya akhirnya aku mengakhiri hubungan ku dengannya, padahal diantara banyak pria Rudi yang paling jago memuaskan ku diatas ranjang" Papar Mira dengan terengah-engah karena sambil berlari kecil mengimbangi kecepatan langkahku.
"Ya gampangkan kamu jadian saja beneran sama Rendy, dia juga tampan dan kaya tak kalah ku rasa dari si Rudi itu" ucapku santai.
"Dia terlalu manja dan polos, bahkan aku curiga dia masih perjaka...aku takut dia tidak bisa mengimbangi ku diatas ranjang" ucap Mira membuatku geleng-geleng.
"Coba lah dulu kamu baru tau, toh nggak ada ruginya di coba. Seperti kamu sering bilang, sebelum beli mobil harus test drive dulu biar tau seberapa kencang larinya....hahaahaha" ucapku sambil tertawa membayangkan mereka berdua jadian.
"Nyonya Goucher makin pantai mesum sekarang, sudah tau enaknya ketagiahan kan?" ledek Mira membuat wajahku panas.
"Hahaahaha...kenapa kamu jadi merona begitu....ckckckckk" tawa Mira lepas puas meledek ku.
"Diam kau, atau ku sumpal pake kaos kaki mukut mu itu" ancam ku pada Mira yang tak di gubrishnya.
"Nyonya Goucher kamu sebenarnya ke perpustakaan mau ngapain sih? aku lapar nih belum sarapan" keluh Mira pada ku.
"Aku harus menemui seseorang, aku sudah janjian dengannya disana sebelum kuliah mulai tadi" jelasku yang membuat Mira melotot.
"Jadi benar kamu janjian sama cowo diperpustakaaan, Lia kamu sudah gila apa? suami mu itu posesif dan Bucin kamu masih berani ketemuan sama cowo lain dibelakangnya". Mendengar ucapan Mira aku hanya diam dan terus melangkah ke dalam perpustakaan.
Begitu masuk ke dalam perpustakaan aku memindai tiap meja untuk mencari keberadaan suamiku. Siapa sangka pria bule itu duduk manis di depan laptop ditemanin tiga wanita gatel yang duduk semeja dengannya.
"Coba kalau aku yang dia lihat dengan posisi begini...ntah apa yang akan dia lakukan" gumamku dalam hati sambil berjalan mendekati suamiku.
__ADS_1
"Sayang, kamu masih sibuk?" ucapku sambil merangkul bahu Ferry dan mendaratkan ciuman di pipinya menandakan kepemilikkan ku, membuat tiga cewe yang dari tadi asik memandangi wajah tampan suamiku memasang wajah masak dan kesal padaku.
"Lima menit lagi ya, tanggung" jawabnya tanpa menoleh kearahku sedikit pun.
"Ternyata tuan Goucher toh, aku pikir Lia buru-buru mau ketemu cowo mana?" Celoteh Mira begitu sampai di meja tempat Ferry berada. "Kalian bertiga ngapain masih disini nggak liat apa pemilik bule ini sudah datang sana bubar..bubar" Ocehan Mira membuat para gadis itu berdiri dengan kesal meninggalkan meja Ferry.
"Hhhmmmm...asik ya kerja dikelilingin cewe?" ucapku tak digubris sama sekali oleh Ferry dia tetap asik mantengin laptopnya dengan jarinya tak berhenti bergerak diatas keybord.
"Aku tidak bisa mengusir mereka, ini kan tempat umum. Bahkan ini kampus mereka, aku hanya tamu disini jadi ku biarkan saja mereka duduk toh tidak menggangguku, mereka hanya duduk memandangiku apa ruginya buat ku". jawab Fery santai sambil merapikan laptopnya.
"Kalau kamu liat pemandangan seperti tadi tapi aku yang di posisi mu gimana?" tanyaku balik.
"Tidak masalah, kan kamu dikelilingi wanita apa yang salah dengan itu?"
"Ahhh...bule ini pake pura-pura bego lagi" gumamku dalam hati. "Sudah lupakan saja, percuma mending kita ke taman aku sudah lapar sekali" ucapku sambil menarik tangan Ferry yang sudah selesai merapikan laptopnya.
"Ehhh....koq ke taman sih? mana ada yang jual makanan disana" tanya Mira bingung yang sedari tadi hanya diam.
"Kami membawa bekal makan dari rumah, suami tampanku ini membuat sarapan sehat untuk ku" jawabku sombong.
"Aiiisshshhh...kenapa kamu nggak bilang dari tadi sih. Kalau gini kan aku hanya membuang-buang waktuku mengikuti mu...Huuufffft" Mira meninggalkan kami dengan kesal.
"Trus kamu gimana?" aku memakan mu saja, bisik Ferry diterigaku yang langsung ku hujani cubitan di pinggangnya.
"Aaauuu...sakit yank, Sayang aku kan cuma bercanda kenapa kamu nyubitnya serius banget sih...ckckk" ujar Ferry sambil mengelus-elus pinggangnya.
"Siapa suruh bercanda terus" jawabku kesal.
"Aku serius sayang, kalian yang butuh energi kan masih ada satu mata kuliah lagi. Aku nanti bisa ke kantin untuk makan saat kamu masuk kuliah berikutnya" ucapku Ferry akhirnya membuat ku mengejar Mira dan mengajaknya makan di taman bersama ku dan Ferry.
Aku makan berdua dengan Ferry sambil suap-suapan sedangkan Mira manyun melihat kami yang malah jadi kaya ABG lagi pacaran yang makan bekal dari mamanya.
"Ahhh...tau jadi nyamuk gini tadi mending aku makan dikantin" geruti Mira sambil makan.
'Ya sudah sana ke kantin tinggalkan ransumnya disitu" ucapku santai.
__ADS_1
"Mana tega aku membuang makanan yang sudah capek-capek tuan Goucher masak...Mubazir tau" kilah Mira, padahal memang dia nggak akan rela membuang nasi goreng seafood buatan Ferry karena rasanya enak banget kaya masakan chef restoran bintang lima.
"Alaaah bilang aja kalau kamu doyan masakan suamiku, sampai tak rela membuangnya" ledek ku pada Mira.
"Biar kamu nggak jadi nyamuk saat kami bersama lebih baik kamu jadian saja dengan Rendy" mendengar ucapanku mata si bule langsung membulat tajam memandangiku seakan bertanya kenapa aku bisa menyuruh Mira jadiab dengan Rendy.
"Kemarin mama Rendy mengira Mira pacaran dengan Rendy saat melihat Mira merawat Rendy dengan baik,, alhasil mama Rita merestui hubungan mereka dan bersikap sangat manis pada Mira" jelasku membuat Ferry mengangguk tanda paham dengan apa yang terjadi.
"Kamu saja yang jadian dengan Rendy kan kamu yang mau dilamar olehnya kenapa jadi aku yang kena imbasnya...Aku wanita bebas tak ingin terikat" celoteh Mira yang langsung mendapat tatapan dingin mematikan dari Ferry membuat Mira salah tingkah.
"Hehheehe...maksud ku bukan gitu juga Fer, kamu biasa aja dong liatin aku nya, bikin orang takut tau nggak sih" ucap Mira salah tingkah sambil cengar cengir berusaha menjelaskan maksud hatinya membuatku tertawa dalam hati.
"Udah ahhh...mending aku masuk kelas sekarang, makasih untuk sarapannya" ujar Mira sambil merapikan kotak makan dan kemudian berlari meninggalkan kami berdua, dan tawaku pun pecah.
"Hahahahahaa,,sayang kamu jahat sekali sih membuat anak gadis orang ketakutan gitu" selorohku sambil merangkul lengan suamiku.
"Kenapa kamu setuju dengan apa yang Mira usulkan?" jawab si bule dengan nada tak bersahabat
"Mana ada begitu, dengar ya tuan Goucher aku hanya mencintaimu dan mau kamu selamanya menemaniku disisiku menjadi ayah dari anak-anak ku kelak" ucapku sambil menangkup kedua pipi Ferry agar dia memandang ku dan melihat dengan jelas isi hatiku lewat pancaran mataku.
"Kalau begitu berhentilah mengkonsumsi pil kontrasepsi mu itu" pinta Ferry membuatku tersedak dan terbatuk-batuk.
Ferry menyodorkan botol air mineral "Minum lah dulu" dan aku. pun meminumnya.
"Kamu baik-baik aja?" tanya Ferry khawatir karena aku terbatuk sampai wajahku memerah. Aku hanya mengangguk.
"Maaf ya sayang, aku belum bisa mengabulkan permintaan mu sekarang. Aku belum siap untuk hamil saat ini" ujarku berharap Ferry mengerti.
"Ku harap saat kita dinegara A kamu sudah tidak mengkonsumsi pil-pil itu lagi" Pinta Ferry penuh harap.
"Semoga saja, siapa yang tau kedepannya aku siap hamil anak mu" ucapku asal membuat sorot mata Ferry berbinar penuh kebahagian dan harapan.
"Sayang aku akan balik ke perpustakaan kamu kalau sudah selesai kuliahnya telphon aku aja kita ketemu diparkiran" ucap Ferry saat mendengar bel tanda kuliah berikutnya akan segera dimulai. Aku pun memeluk pria tampan ini dan menciumi wajahnya kemudian berlari menuju kelas.
"Bagaimana aku tidak makin jatuh dalam perangkap cinta mu, kalau kamu semanis ini" gumam Ferry saat aku akan meninggalkannya.
__ADS_1
"Love you honey bunny" teriak ku sambil berlari
"Love you more my girl" teriak Ferry cukup keras sampai terdengar olehku. membuat ku senyum-senyum sendiri sampai depan kelas.