
"Hai calon penganten" sapa Lia sambil mengacak-acak rambut begitu dia sampai restoran zombie.
"Liaaa" teriak Mira kesal karena rambutnya jadi berantakan padahal dia sudah susah payah ke salon dulu sebelum datang ke restoran untuk double date.
"Hehheee....calon penganten nggak boleh marah-marah nanti banyak kerutan di wajah" sahut Lia santai lalu duduk di kursi tepat di depan Mira.
"Sudah sini aku bantu rapikan, jangan ribut lagi. Kamu tetep cantik koq biar rambutnya berantakan" ucap Rendy menghibur Mira sambil membantunya untuk merapikan rambut.
"Wah, tidak ku sangka ternyata kamu perhatian banget sama Mira" goda Lia pada Rendy.
"Tentu saja, Mira kan calon istri dan ibu dari anak-anak ku" sahut Rendy penuh keyakinan.
"Permisi, selamat malam. Apa sudah siap untuk order?" tanya pelayan yang muncul.
"Dua paket pasangan zombie cinta mati dan minumnya darah perawan" mendengar jawaban Ferry membuat Lia bergidik ngeri.
"Kalau kami coba dua paket cinta dalam kubur dan minumnya soda api zombie" ujar Rendy.
setelah pelayan restoran mencatat dab mengulang pesannanya dia pun meninggalkan meja mereka.
"Kamu kenapa pilih makan malam di sini sih Mir? nama menunya serem-serem banget" tanya Lia heran.
"Pengen cari suasana berbeda buat double date kita, lagian kita belum pernah makan disini kan, dan aku lihat di webo resto ini lumayan viral. Lagian kamu bisa sudah akan ke negara A jadi aku pikir kapan lagi bisa kumpul kaya gini di sini?"
Tutur Mira membuat Lia ingat kembali kalau hari ini hari terakhirnya di negara IND. sontak wajah Lia langsung berubah sendu walau hanya sekilas karena dia langsung merubah mimik wajahnya kembali ceria.
'Aku nggak boleh ngerusak suasana, ini takdir mu Lia kamu pasti bisa' Bathin Lia menghibur diri sendiri.
"Kenapa yank? kamu takut?" Tanya Ferry yang memperhatikan wajah istrinya berubah-ubah dan mulai khawatir, istrinya tidak nyaman.
"Nggak cuma ngeri aja denger nama menunya, semoga penampilan menunya nggak seserem namanya....hihihi" sahut Lia dengan senyum manis walau pun hatinya sedang bergejolak dia tak ingin suaminya merasakan kesedihannya.
"Nama menunya kan menyesuain kan dengan konsep resto yank, biar pas sm nama restorannya zombie. Kalau kamu tidak nyaman kita pindah cari resto lain aja yuk" tawar Ferry yang langsung di tolak Lia.
"Ehh...nggak usah suam, dah order juga masa ganti resto...ckckck"
"Santuy dong bro, Lia emang penakut dari kecil. Dia sih sama gelap aja kalau sendirian pasti ketakutan, apalagi kalau mati lampu pas turun hujan dengan suara petir, bisa teriak-teriak ketakutan dia kalau sendirian"
Wajah Ferry jadi masam mendengar penuturan Rendy yang begitu mengenal istrinya.
"Rendy tau semuanya tentang aku karena kami dari kecil kan bertetangga dan satu sekolah, jadi mukanya jangan jadi jelek gitu ya. Aku kan cuma milik kamu" bisik Lia di telinga Ferry saat menyadari perubahan wajah suaminya yang pencemburu.
"Kamu harus membayar ganti rugi" bisik Ferry dengan seringai mesemu membuat Lia bergidik ngeri sekaligus wajahnya langsung merona membayangkan hukuman yang akan diberikan Ferry nanti, sepulang mereka ke rumah yang akan membuat Lia terbangun dengan sekujur tubuh pegal-pegal karena ulah suaminya yang tak pernah kenal puas.
"Kalian berdua bisa tidak menganggap keberadaan kami, jangan asik berduaan aja kita kan sekarang lagi double date"
__ADS_1
Ledek Rendy melihat Lia dan Ferry yang asik bisik-bisik saling menggoda.
"Siapa juga yang mau makan bareng kalian" sahut Ferry ketus.
"Kamu..." ucap Rendy yang terpotong dengan kehadiran pelayan membawakan makanan orderan mereka.
"Silahkan di nikmati" ucap sang pelayan lalu meninggalkan meja mereka.
Suasana jadi canggung dan mencekam melihat menu di atas meja dengan tampilan menyeramkan.
"Ini resto serem amat sih, sampe peralan makan yang mereka pake nakutin gini" Gumam Mira dan Lia bersamaan.
"Biar aku coba dulu, kalau enak baru kalian ikutan makan kalau tidak kita pindah cari restoran lain" ujar Rendy yang mulai makan di susul Lia, sedangkan Ferry masih sibuk menata hati untuk ikutan memakan apa yang disajikan di depannya.
"Hhmmm...ini enak ternyata tampilannga yang menyeramkan isinya chicken cordon blue dengan saus enoki dan mashed potato. Suami kamu coba ini" Lia menyodorkan garpu yang sebelumnya sudah dia gunakan ke depan mulut Ferry.
Ferry dengan ragu-ragu namun tetap membuka mulutnya dan memakan apa yang Lia suapkan ke dalam mulutnya.
'Hhhmm...ternyata beneran enak' gumam Ferry dalam hati.
"Gimana enak kan?" tanya Lia antusias. Ferry menganggukan kepala. "Lumayan, tidak seburuk penampilannya".
"Kalau begitu makan lah, jangan sampai asam lambung mu kambuh lagi. Itu akan sangat menyusahkan ku" pinta Lia dengan senyum manisnya membuat Ferry mau tak mau pun memakannya sampai habis karena memang enak.
Mereka berempat pun menghabiskan makan malamnya dengan gurauan unfaedah yang membuat suasana begitu terlihat bahagian, Wajah Lia terlihat bahagia, dia tertawa lepas malam itu membuat sang bule tanpa sadar ikut tersenyum melihat wanita yang amat dia cintai terlihat sangat bahagia.
Lia agak kaget mendengarnya dia khawatir suaminya tidak menyukainya, karena mereka hanya tau kalau akan makan malam bersama. Lia memandangj wajah suaminya tapi tak terlihat ekspresi apapun di wajah Ferry.
"Ayo lah, kalian juga harus ikut ini kan 4D group musik favorite kita waktu SMA. Sayang kan tiketnya sudah di beli Rendy juga"
Bujuk Mira, Lia tak tau harus menjawab apa. Walau jauh di lubuk hatinya, dia sangat ingin menontonnya. Tapi dia tak ingin mengabaikan perasaan suaminya.
"Lagian kita kan lagi double date, mana ada kencan cuma makan malam...heehhe" Lanjut Mira merayu Lia.
"Jika kamu inget pergi aku akan ikut apa mau mu" Tiba-tiba suara bariton yang dari tadi ditunggu Lia, dia dengar juga.
"Makasih suami" ujar Lia dengan senyum manisnya.
"Sudah ku bilang ucapan saja tidak pernah cukup untuk berterima kasih" Lalu Ferry mencium bibir mungil istri tanpa malu-malu sontak wajah Lia memerah seperti kepiting rebus karen Ferry menciumnya di depan Rendy dan Mira tanpa rasa canggung sedikit pun, belum lagi di sini pengunjung restoran sangat ramai.
"Wow, tuan Goucher anda benar-benar cowo ganteng yang hot" gumam Mira melihat aksi Ferry, sontak mendapatkan jitakan di jidatnya dari Rendy.
"Kamu juga mau aku cium disini?" ujar Rendy sambil menangkup kedua pipi Mira. Mira langsung menggeleng, biar hidupnya urakan tapi bukan untuk tontonan orang banyak. Bisa jadi gosip hangat dan aib seumur hidupnya.
"Ayo kita berangkat bukannya kita masih mau nonton konser musik" ujar Ferry santai tanpa dosa dan mengurulkan tangannya pada Lia. Walau pun kesal dengan tingkah sembrono suaminya Lia tetap menyambut uluran tangan sang suami.
__ADS_1
"Hey istri ku yang cantik, kenapa wajahnya masih memberengut seperti itu? masih kesal karena ciuman tadi?" tanya Ferry sesaat sebelum melajukan mobilnya mengikutin mobil milik Rendy.
"Kamu bisa tau malu sedikit nggak sih?"
"tidak bisa sayang ku, aku mau cium ya cium, mau pukul ya pukul, apa peduli ku dengan orang lain" sahut Ferry santai.
"Kamu tidak peduli tapi aku peduli" ujar Lia setengah berteriak.
"Cium istri sendiri aja banyak aturannya...ckck" Ferry berdecak kesal.
"Lagian dari awal menikah sampai sekarang aku juga udah sering mencium mu di mana pun aku mau mencium biasanya kamu nggak marah sampai kaya sekarang. Jangan bilang karena ada Rendy ya? kamu masih ada rasa sama Rendy?"
Lia tertegun dengan pertanyaan Ferry. "Kenapa jadi belok kesitu arah pembicaraannya" Gumam Lia kesal dan melipat tangannya di dada lalu membiang wajahnya ke jendela.
"Aiiishhh..." Ferry jadi kesal dicuekin Lia, dia langsung membelokan mobilnya ke arah pulang dan tidak mengikuti mobil Rendy lagi. Lia melihat Ferry melaju melewati mobil Rendy dan berbelok ke arah rumah sontak panik.
"Sayang aku mau nonton konser" teriak Lia tapi tak diperdulilkan Ferry.
"Berhenti....berhenti...aku mau nonton konser". Lia mulai menangis. "Aku mau nonton konser"
Ferry akhirnya memberhentikan mobilnya di tepi jalan dan meminta Lia berhenti menangis.
"Oke ... oke kita nonton konser, kamu stop crying please". Rayu Ferry sambil mengelus kepala wanita yang amat dia cintai namun ngeselin.
"Beneran?" tanya Lia sambil menghapus air matanya. 'Memang air mata ini benar-benar berguna' gumam Lia dalam hati
"iya sayang iya" sahut Ferry sambil mengeluarkan ponselnya.
"Hallo bro" sahut Rendy mengawali pembicaraan.
"Udah sampe mana?"
"Hampir sampe lokasi konser"
"Kirim share loc aku meluncur sekarang"
"Oke"
Ferry memutar laju mobil dengan cepat untung saja jalan malam itu sudah sepi tapi begitu sudah dekat lokasi konser jalanan padat merayap.
"Bro udah sampe mana? kita udah di parkir timur"
"Oke tunggu kami disana, sedang macet di pintu masuk timur"
"Oke kami tunggu kalian di area food truck"
__ADS_1
"Baiklah"
Sepanjang jalan Lia dan Ferry tak saling bicara. Ferry sibuk dengan mencari keberadaan Rendy demi kesenangan sang istri dia menekan emosinya kedasar hatinya karena Ferry tidak pernah tahan melihat air mata Lia.