
"Morning baby" sapa si bule melihatku bergerak dari dalam pelukannya.
"Pagi suamiku" kamu sudah bangun dari tadi?" tanyaku agak bingung karena nggak biasanya dia udah bangun dia masih malas-malasan diatas ranjang.
"Seperti biasa" jawabnya santai sambil mengelus lenganku yang masih memeluknya.
"Tumben belum mandi dan siap-siapa, biasanya sudah sibuk dengan pekerjaan"
"Lagi males ngurus kerjaan pengen peluk kamu lebih lama, lagian tiga jam lagi kita harus sudah sampe bandara untuk berangkat ke negara SG"
Perkataan Ferry menyadarkan ku kalau mulai hari ini aku harus mempersiapkan diriku untuk bertemu dengan orang tuanya, cepet atau lama hal itu pasti akan terjadi.
"Kenapa melamun? tidak rela meninggalkan hari-hari menyenangkan dimana hanya ada kita berdua?" goda Ferry membuat wajahku merona dan membenamkan wajahku ke dadanya.
"Sayang, jangan memancingku" ucap Ferry melihat tingkahku yang kaya kucing manja ngusel-ngusel majikannya.
'Dari pada dia memakan ku lagi lebih baik aku bangun dan mandi' bathinku sambil melepaskan diri dari pelukan Ferry dan berlari masuk kamar mandi.
Selesai mandi, aku tidak melihat si bule diatas ranjang dan juga tidak terlihat di dalam kamar. Namun pas aku sedang menuju walk in closed Ferry sedang menarik keluar dua buah koper yang sudah selesai dia packing.
"Baju mu sudah aku siapkan di dalam lemari, jadi tidak perlu bongkar koper lagi" mendengar ucapannya aku hanya mengangguk.
Ternyata dia menyiapkan ku sebuah dress warna maroon dengan lengan pendek dan leher berbentuk hexagon. Dress dengan model payung ramping diatas dan melebar di bawah. cantik, elegan dan seksi itu kesan yang ku dapat saat menatap tubuhku yang sudah berbalut dress pilihan Ferry.
"Wow, kamu cantik banget sayang. Aku sudah duga dress ini akan makin membuat istriku cantik"
"Gombal" Hanya kata itu yang bisa ku ucapkan sambil merias wajah ku, menghilangkan grogi karena mendengar pujian si bule.
"Sayang, kamu mau sarapan di hotel atau di bandara?"
__ADS_1
"Aku belum terlalu laper sih" Jawabku sambil tetap fokus merias wajah dan menata rambutku.
"Kalau begitu, kita sarapan di pesawat saja" Aku hanya bergumam karena sedang menggunakan lipstik, membuat si bule yang tadinya mau menarik koper keluar kamar menoleh ke arahku.
"Sayang, are you hear me?" mendengar pertanyaan Ferry membuatku menghentikan gerakan tangan ku yang sedang menata rambut.
"Dengar, kenapa?" Alis Ferry kening Ferry mengerut seperti ada yang salah dengna ucapan ku.
"Kenapa tidak menjawab pertanyaan ku?"
"Yang mana?" tanyaku bingung.
"Sudah lupa kan saja" ucap Ferry lalu berbalik badan dan menarik kedua koper keluar dari kamar.
'Bule aneh, cowo kok moodian amat. Kaya cewe lagi PMS aja' gumamku sambil membuat tatanan rambut tergerai dengan gaya messy hair yang ku beri sentuhan jepitan bulan sabit yang dihiasi mutiara dan batu permata disekelilingnya menambah cantik dan elegan penampilan ku.
'Oke sempurna' ucapku puas saat melihat diriku di pantulan cermin sambil berputar.
"Sayang, kita berangkat sekarang" tanya ku saat melihat Ferry duduk di mini bar, aku berdiri di pintu kamar memandangi Ferry yang nampak masam. Wajahnya dilipat kaya choi pan, mengkerut dan tembem.
Ferry tak menggubris pertanyaanku, dia hanya berbalik badan kearahku lalu menatapku dalam diam. 'Dia yang merajuk seperti ini menggemaskan sekali' Bathin ku sambil pelan-pelan berjalan mengikis jarak antara aku dan Ferry.
Aku mengalungkan lenganku di leher Ferry sambil menciumi pipi dan juga lehernya tapi Ferry tak bergeming. 'Aduh masa udah rapi gini harus ngelakuin itu biar dia nggak ngambek lagi...males banget' bathinku.
Akhirnya aku melepaskan kalungan ku pada leher Ferry dan berjalan ke arah pintu. "Aku kita jalan sekarang, aku sudah mulai laper". Dan si bule pun bangkit dari duduknya lalu berjalan sambil mengikuti ku menuju lift sambil menarik dua buah koper.
Ini pertama kalinya kami keluar berdua tapi seperti orang tak saling kenal, jalan beriringan depan belakang dan tak saling bicara. Sampai bandara pun kami tak juga saling bicara, bahkan saat sarapan di atas pesawat pun kami tetap saling diam. Ditambah lagi Ferry sibuk dengan pekerjaannya selama perjalanan ke Negara SG.
'Bener-bener nyebelin nih orang, oke kalau mau kami gitu. siapa takut?' bathinku mulai tertantang untuk juga keras kepala tak mau lagi mengalah pada si bule.
__ADS_1
Tiba-tiba dia sudah ada di depan ku. Mengagetkan ku yang sedang asik melamun memikirkan strategi mengalahkan bule ini dalam perang dingin.
"Papi dan mami yang jemput kita di bandara nanti" Begitu ku dengar kalimat yang keluar dari mulut Ferry sontak duniaku seakan runtuh seketika. Jantungku berdebar lebih cepat dari biasanya. 'koq bisa tiba-tiba banget mereka langsung muncul' gumamku yang terdengar Ferry.
"Seperti yang aku sudah bilang mereka tau aku tiba di Negara SG hari ini dan karena mereka sedang santai, tidak ada jadwal perawatan mami, jadi mereka memaksa untuk menjemput kita. lagian kata mami, mami juga kangen sama kamu"
Aku seperti di sambar petir denger penjelasan Ferry. 'maminya kangen sama aku, OMG padahal papinya benci banget sama aku. Ironis banget sih Lia hidup mu'
Tentu saja kalimat ini hanya ada di hati dan pikiran ku tidak ku ucapkan di depan Ferry. Aku nggak mampu berkata-kata rasanya semua kalimat nyangkut di tenggorokan ku.
"Sejak kapan kamu tau mereka akan jemput kita?" tanyaku membuat Ferry tergagap seperti ada yang dia tutup-tutupi dari ku.
"Sejak di hotel tadi, saat kamu mandi mami telphon belum sempat aku beri tahu kamu, kamu udah bikin aku kesel dan ngajakin perang dingin".
"Ehh...kenapa jadi aku?" tanyaku tak terima di tuduh-tuduh seenaknya aja.
"Ya kamu lah masa aku" sahut Ferry kekanak-kanak sekali.
Aku menarik nafas panjang, menekan semua emosiku agar pertengkaran ini tidak berlarut-larut atau papinya Ferry akan senang melihat hubungan kami yang tidak akur.
"Oke, kalau aku salah aku minta maaf. Tapi jujur aku nggak tau di mana salah ku. Bisa kamu kasih tau aku apa salah ku, biar besok-besok aku nggak ngelakuinnya lagi" Ucap ku dalam satu tarikan nafas.
"Kamu mengacuhkan ku, aku tanya kamu diem aja"
"Mana ada?"
"Tadi di kamar, pas kamu sedang berdandan. Aku bilang kita makan di pesawat aja. Kamu diem aja"
"Aku udah jawab 'Hhhmm' karena saat itu aku sedang memakai lipstik jadi mulutku tidak bisa bergerak, Jadi cuma karena itu kamu ngambek sampe mukanya ditekuk-tekuk kaya choi pan...ckckckck".
__ADS_1
"Kalai begitu aku minta maaf, karena aku tidak denger sama sekali suara mu. Aku pikir kamu mengacuhkan ku.
"Mana ada aku mengacuhkan suamiku...kamu boleh tidak kurang-kurangin ngambek kaya anak ABG, nggak cocok tau vice peesident ambekan...huuffftt".