Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Nih Bule Kemana sih?


__ADS_3

"Ada apa sayang? Disini masih malam, kamu telphon jam segini mengganggu tidur mami aja tau".


"Maaf mi, ada yang mendesak mau Ferry tanyain ke mami?"


"Apa itu? sampai tidak bisa menunggu besok..ckck"


"Mami tau kenapa papi tiba-tiba memasukan Merry ke YZ Collection?"


"Owh soal itu, karena beberapa hari yang lalu manager produksi memberi saran untuk melakukan penyegaran pada koleksi-koleksi di YZ Collection kita harus merekrut designer baru dengan aliran yang berbeda dari designer yang sudah ada".


"Sudah ada Lia kenapa masih memasukan Merry?" Tanya Ferry mulai tak sabaran.


"Karena itu recommended dari manager YZ Collection, katanya design Merry baru saja membuat karya yang laris dipasaran sampai viral"


"Hhhmmm...designer tukang jiplak aja di percaya ..ckckkk" gerutu Ferry


"Ehh...apa maksud mu nak?" tanya mami langsung terduduk dari tidurnya karena kaget mendengar pernyataan Ferry.


"Sudah lupakan saja, mami yakin cuma karena alasan itu?"


"Iya tidak juga itu karena Merry juga kan anak dari sahabat papi mu dan dia juga teman mu dari kecil, memang kamu ada masalah apa dengan merry? ayo cerita sama mami".


"Sudah lah percuma juga dibahas tidak akan merubah apa pun sekarang"


Ferry langsung memutuskan sambungan telphonnya. 'Anak ini sudah mengganggu orang tidur sekarang ngomong nggak jelas malah tiba-tiba matiin telphon gitu aja...ckckckk'


Mami pun meletakan kembali ponselnya diatas nakas dan kembali tidur. Sedangkan papi yang dari tadi terbangun namun pura-pura tidur ingin mendengarkan percakapan istri dan anaknya.


Papi tersenyum menyeringai karena misinya untuk menggoyahkan hubungan Ferry dan Lia baru saja di mulai dan anaknya sudah panik padahal peperangan sesungguhnya belum di mulai.


Sedang kan Ferry melempar ponselnya dengan kesal karena yakin masuknya Merry ke YZ Collection pasti ada motif mengganggu hubungannya dengan Lia.

__ADS_1


'Sial...pria tua ini masih ingin menguji kesabaran ku, dia akan menyesal karena sampai mati aku tidak akan mungkin mencintai wanita lain'.


"Jerry suruh orang bersihkan ruangan ku sekarang dan sekalian belikan aku ponsel baru".


"Baik". 'Pasti pertarungan ayah dan anak ini akan banyak menyita energi ku kedepannya...huuuft'


Ferry dan Jerry kembali sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Ferry yang sibuk seharian benar-benar lupa menghubungi Lia, bukan lupa tepatnya tapi tak punya waktu bahkan makan siang dan makan malam pun dilakukannya sambil perjamuan bisnis.


Dinegara IND, Lia yang baru terbangun dari tidurnya berharap mendapat pesan dari suaminya tapi nyatanya dari sekian banyak pesan masuk tak ada satu pesan pun dari Ferry.


'Sibuk apa dia sampai tak sempat mengirimi ku pesan, apa jangan-jangan dia mulai kesal karena aku tak juga membalas pesannya dari kemarin?. Ahhh...bodo amat, mau nyuekin aku oke fine!'


Lia pun bangkit dari ranjangnya menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan bersiap sarapan lalu kampus.


Dua hari berlalu, Lia dan Ferry tak juga saling berkomunikasi. Ferry disana yang benar-benar sibuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang slama di Negara IND dia tinggalkan belum lagi permasalahan pembocoran keuangan, Ferry benar-benar tak memiliki waktu untuk menghubungi Lia sama sekali, saat pulang ke apartemen dia langsung terlelap karena kelelahan.


Sedangkan Lia menyibukan diri mempersiapkan ujian akhir semester dan sibuk mondar mandir berkunjung ke rumah sakit menengok papanya yang masih terbaring tak berdaya hingga kini.


"Ayo pah semangat, Lia percaya papa kuat...kita akan sama-sama merebut kembali asset milik papa dari tangan om Anton, Ferry suami Lia dia sudah berjanji akan bantu Lia. Papa cepet sadar dong, Lia kangen"


'Di dunia ini kita memang tidak boleh terlalu mempercayai seseorang yang tak memiliki hutang nyawa dengan kita karena cepat atau lambat dia akan menerkam kita dari belakang. Atau pun terlalu berharap pada seseorang semua akan berujung kekecewaan'.


Setelah lama menghabiskan waktu di ruang papanya Lia pun pamit pulang. "Lia pulang dulu ya pa, kapan-kapan Lia mampir kesini lagi do'ain Lia ya sebentar lagi mau ujian akhir semester" ucap Lia sambil mengecup kening papanya dan keluar dari kamar VVIP.


"Ini untuk kalian berdua, hanya sedikit untuk membeli cemilan dan makan malam" Lia memberikan beberapa lembar uang lima puluh dollar untuk seorang bodyguard dan seorang perawat yang berdiri di luar pintu kamar sejak Lia masuk.


"te...terima kasih nyonya muda" jawab mereka berdua saat menerima uang pemberian Lia. Lia hanya mengangguk dan berlalu meninggalkan ruangan menuju lobby rumah sakit di ikutin bodyguard yang menjaganya.


"Beruntung banget kita hari ini dapet rezki nomplok" ujar si bodyguard penjaga kamar papa Lia.


"Iya, alhamdulillah aku jadi bisa kirim uang untuk adik ku di kampung kebetulan dari kemarin dia telphon terus minta uang uang untuk bayar SPP" sahut si perawat penuh rasa syukur.

__ADS_1


Ditempat Lain Ferry sudah terlelap tidur karena kelelahan, lagi-lagi dia tak sanggup menahan kantuknya karena sudah dua hari Ferry hanya tidur dua sampai tiga jam saja.


'Iissshh...nih bule kemana sih? cuek amat udah dua hari dia nggak pernah kirim pesan atau pun telphon, apa aku aja yang telphon dulua?,. aiissh...gengsi dong kan aku lagi ngambek' Lia mondar mandir di kamarnya sambil menghentak-hentakan kakinya karena kesal Ferry tak juga menghubunginya.


"Lia, kamu di dalam? buka pintunya dong. Kita makan malem yukk udah laper nih" Rengek Mira di depan pintu kamar Lia sambil menggedor-gedornya karena sudah lima menit Mira menunggu tak juga di buka kan pintunya.


"Akhirnya kamu buka juga pintunya, ayo kita makan malam, dibawa ku lihat menunya menggugah selerah sekali aku sampai mau ngeces dibuatnya"


Oceh Mira sambil menggandeng tangan Lia turun lantai satu menuju ruang makan.


"Tuh kamu lihat benerkan makannya wenak banget ngeliatnya aja udah pengen nyaplok semuanya" Celoteh Mira sambil sibuk menyendok nasi dan lauk pauk yang memang terlihat enak dan wanginya bikin perut laper.


"Malam kak Lia" sapa Bimo yang tiba-tiba muncul di ruang makan dan langsung duduk ikut nimbrung makan malam.


"Kamu dari mana tau-tau muncul disini? kamu sudah bilang mama mau kesini? kalau kamu makan disini trus siapa yang makan malem nemenin mama..ck"


"Kak Lia ya ampun, kakak kenapa jadi bawel banget gini sih. Nanya kaya lagi ngintrogasi maling aja...hhuuffft"


Bimo mendengus kesal, baru juga sampe udah langsung dibawelin padahal dia jarang-jarang main ke rumah kakak satu-satunya ini kalau nggak ada urusan mendesak.


"Ya sudah jawab satu-satu, jangan makan sebelum kami selesai menjawab pertanyaan kakak".


"Aiisshh...Aku jawab ya, aku dari abis anter temen pulang kebetulan searah sama rumah kakak jadi mampir deh, Aku udah bilang mama tadi siang pas keluar dari rumah akan nginep di rumah kak Lia malem ini..."


"What?" jawab Lia dan Mira bersamaan.


"Santai dong, gitu amat sama ade sendiri. Aku mau nginep disini karena besok pagi-pagi harus jemput temen aku yang rumahnya nggak jauh dari sini itu...kita besok mau ke kampus untuk nyerahin berkas...boleh kan aku nginep?"


"Mama beneran udah tau kan?"Lia menatap tajam Bimo.


"Demi Tuhan kan aku udah izin mama koq. Sekarang aku udah boleh makan kan?" tanya Bimo sudah tak sabar mau menyantap makanan yang ada di meja.

__ADS_1


"Hhhhm.." gumam Lia sambil melanjutkan makannya.


Usai makan malam Mira dan Bimo sibuk nonto film box office sedangkan Lia kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap tidur dengan mengenakan baju Ferry.


__ADS_2