Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Leon Bersiap


__ADS_3

"Itu sepertinya Morgan yang bersama walikota, sepertinya semua sesuai rencana mu"


Mendengar ucapan Dhaniel, Ferry menoleh ke arah yang di maksud Dhaniel "Ku harap"


"itu bukannya si Arjun? siapa wanita disampingnya?"


gumam Dhaniel yang terdengar Ferry "itu adik sepupunya"


"Bagaimana kamu tau?"


"Dia temen kampusnya Lia" jelas ferry


"Pantas saja tuan muda arogan tau tentang wanita ini biasanya tak pernah perduli dengan wanita mana pun"


"Bagaimana tidak perduli, sebelum berangkat saja Lia sibuk mencari dia, saat tiba disini pun begitu"


"Hahhahahaa....calon presdir saingan cintanya justru wanita"


"Berhenti meledek ku, lihat istri mu di goda pria disana?"


"Sialan, manta kekasih yang tak bisa move on. Aku kesana dulu"


selesai berkata Dhaniel langsung pergi meninggalkan Ferry dan menghampiri Margaret


sedangkan Ferry langsung pergi menemui sang istri yang masih asik duduk manis sambil makan kudapan.


"Hei cantik, sendirian aja" ucap Ferry melihat Lia yang tetap asik makan tak memperdulikan dia


"Maaf tuan tampan, saya sudah menikah" sahut Lia santai, membuat Ferry gemas pada sang istri. Dia pun mendaratkan kecupan di puncak kepala Lia.


"Aku melihat Jeni, kamu mau menemuinya?" tanya Ferry tapi Lia menggelengkan kepalanya membuat Ferry tak percaya


"Kenapa?" Ferry heran melihat tingkah Lia tetiba berubah begitu mendengar nama Jeni


"Lihat lah sendiri" Lia memberikan ponselnya yang isi chat dengan Jeni


"Ya sudah kamu bersama ku saja, ayo ikut aku menemui walikota" Lia menyambut uluran tangan Ferry dan ikut bersamanya menemui walikota


Walikota saat itu sedang bersama dengan banyak pengusaha yang mengikuti tender kota wisata


"Malam pak walikota, terima kasih buat undangannya" ucap Ferry saat sudah sampai di depan kerumunan dimana walikota berada

__ADS_1


"Tuan muda Goucher, calon Presdir Goucher Corp. Senang kamu bisa meluangkan waktu untuk hadir, walau saya sedikit kecewa kamu tidak ikut tender"


mendengar ucapan walikota, Ferry tersenyum penuh arti "Anda jangan khawatir kita akan memiliki kesempatan untuk bekerja sama di lain waktu"


"Hahahahaha...saya sangat menantikannya" sahut walikota sambil menepuk bahu Ferry lalu pamit dari kerumunan karena dia harus segera naik ke atas panggung untuk memberi sambutan


Morgan melihat Ferry dan Lia yang dipojokan coridor bersama Dhaniel dan Margaret, dia pun mengajak Sheron untuk menghampirinya


"Selamat malam tuan-tuan dan nyonya-nyonya, boleh saya bergabung"


"Morgan akhirnya kamu berani menghampiri kami"


"Walikota sudah akan naik panggung posisi kalian disini sangat jelas terlihat oleh walikota maka aku harus terlihat bersama kalian agar dia makin yakin dengan keputusannya"


"Memang apa urusannya hubungan mu dengan kami dengan tender kota wisata?" tanya Dhaniel yang tak tau rencana Morgan


"Karena aku melibatkan kalian berdua dalam presentasi ku minggu lalu...hahahaa"


"What?" jawab Ferry dan Dhaniel serempak, agak kaget mereka berdua tak menyangka Morgan akan mengatakan hal itu


"Biasa aja kali, siapa suruh kalian gila, Megantara Group baru bangkit dari kebangkrutan tiba-tiba disuruh ikutan tender pembangunan kota wisata di pemukiman kumuh dengan dateline begitu cepat"


"Aku pun memberi tahu mereka siapa pemegang saham terbesar Megantara Group untuk meyakin kan mereka"


"Gila, kalau sampai informasi ini terdengar Musa. Malam ini tak akan berakhir dengan mudah, karena sejak siang tadi orang-orang Musa terus mengintai ku"


"Maaf aku tidak bermaksud tapi aku benar tak memiliki pilhan lain karena mereka terus mendesak ku soal kemampuan Megantara Group menyelesaikan prosyek, jadi aku akhirnya kelepasan bicara"


Morgan benar-benar merasa bersalah karena telah membocorkan prihal kepemilikan saham Ferry di Megantara Group


"Seberapa yakin kamu dia akan memberikan kesempatan pada Megantara Group?" Dhaniel berusaha mencairkan ketegangan


"Sebesar keyakinan tuan muda pada ku?" balas Morgan santai penuh keyakinan.


Suara pembawa acara mulai bergema di seluruh ruangan membuat ketiga pria yang sedang asik berdiskusi pun mulai fokus memperhatikan panggung. mereka tidak pernah tau kalau sedari tadi mata Musa tak pernah lepas memandangi setiap gerakan Ferry


'Sial ternyata CEO Megantara Group kenal dengan Goucher sialan' gumam Musa geram dan mulai yakin ada yang tidak beres.


Perasaan curiga Ferry bermain curang dibelakang dia pun kini makin besar, karena dari sifat Ferry yang tak pernah mau kalah apalagi mengalah agak aneh jika demi wanita mau merelakan tender miliyaran dollar lepas begitu saja.


"Kamu cari tau hubungan CEO Megantara Group dengan Ferry Goucher. aku mau informasinya dalam sepuluh menit"

__ADS_1


Musa menelphon anak buahnya untuk memastikan kecurigaannya.


Sedangkan suasana diatas panggung makin ramai diperhatikan begitu usai acara menari dan bernyanyi, karena semua datang untuk acara inti bukan melihat aksi panggung.


"Akhirnya malam yang kita nantikan akan segera tiba, aku tau kalian semua malam ini hadir untuk menantikan bapak walikota negara S mengumumkan pemenang tender kota wisata negara S. Apa kalian mau tau siapa pemenangnya?"


Begitu kalimat terakhir selesai di ucapkan teriakan para pengusaha di bawah panggung begitu serempak menjawab "Mau"


"Kalau begitu kami persilahkan sekali lagi bapak walikota kita untuk naik keatas panggung"


"Jadi siapa nih pak pemenangnya?" tanya MC begitu walikota sudah ada diatas panggung


"Tentu saja perusahaan yang memberikan penawaran harga terbaik dan design terbaik serta menjanjikan banyak keuntungan untuk negara ini kedepannya guna kemajuan pembangunan ekonomi negara kita".


"Boleh tidak nih pak, kasih kita bocoran sedikit perusahaan yang menang tender siapa sih pak?"


"Tidak usah dibocorin kan sebentar lagi mau saya umumin" sahut pak walikota


"Hahahaha...iya juga pak" ujar sabg MC jadi canggung karena pertanyaan bodohnya


"Oke para hadirin sekalian mohon perhatikan slide di layar kami akan memperlihatkan design-design yang ditawarkan dari perusahaan anda yang hadir malam ini"


Slide pun diputar dan MC menjelaskan satu persatu design yang muncul dari perusahan apa dan siapa designernya sampai akhirnya design dari Perusahan Musa dan Morgan muncul semuanya terpesona dan membicarakan kemiripan designnya tapi agak berbeda sedikit


Musa yang juga melihatnya mulai makin yakin kalau ini semua rencana Ferry "Sial, kalau sampai aku kalah. Kamu tidak akan aku biarkan kembali ke negara A"


Geram Musa sambil mengirim pesan pada anak buahnya untuk menjalankan rencana menghabisi Ferry jika sampai dia kalah tender malam ini


Suasana di hall bawah panggung makin ramai dan semua yakin kalau pemenang tender bukan dari perusahaan mereka melihat design yang diajukan Musa dan Morgan.


"Ada Dua perusahaan yang membuat kami terkagum-kagum akan design dan rencana pembangunanya"


"Cukup sulit dan berat kami menentukan pemenang tender ini, tapi setelah berunding panjang lebar akhirnya kami memutuskan pemenang tender Kota wisata negara S adalah PT Megantara Group"


"Wow, selamat PT Megantara Group" ucapa sang MC dengan diikuti kembang api memancar dipinggiran panggung membuat suasana panggung makin meriah.


"Kepada CEO PT Megantara Group untuk naik panggung menerima plakat secara simbolik" pinta sang MC


"Selamat bro, cepat naik panggung" ujar Dhaniel dengan sumbringah dan berpelukan pada Morgan.


"Leon bersiap"

__ADS_1


__ADS_2