
Pintu kamar mandi pun akhirnya dibuka oleh Lia. "Mainnya ngancem, malesin" gerutu Lia melewati Ferry yang berdiri mematung nggak percaya Lia bisa percaya ancamannya.
Saat Ferry tersadar dari shocknya dia pun mendekati Lia yang manyun duduk di sofa depan tv.
"Sayang kamu sebenernya kenapa sih? mau dateng bulan ya?" mendengar ucapan Ferry mata ku langsung membulat dan menatapnya dengan kesal.
'Dasar suami nggak peka, nyebeliiiinn banget' bathin Lia keseeel karena Ferry tak juga paham isi hatinya.
"Sayang ngomong dong, aku beberapa jam lagi harus on the way bandara low...yakin nih mau maen diem-dieman?" Goda Ferry sambil noel-noel lengan ku.
"Apa sih? nggak usah colek-colek" aku menepis tangan Ferry sambil menggeser pantat menjauhinya.
"Sayang jangan gitu dong, aku minta maaf deh kalau aku salah dan nggak ngerti mau kamu. Tapi yank, kalau soal mau kamu yang tadi aku beneran nggak bisa yank aku takut kamu sakit sedangkan aku nggak bisa ada disisi kamu, jadi aku nggak bisa ambil resiko itu..please pahami aku"
Ferry mulai putus asa melihat kelakuan Lia yang kekeh ngambek padahal sebentar lagi Ferry harus sudah ke bandara.
"Hhhhmmm...." Ferry mengembuskan nafas berat dan menyandarkan tubuhnya di sofa sambil memejamkan mata dan memijat keningnya yang mulai pusing karena kurang tidur ditambah lagi Lia uring-uringan nggak jelas.
'Iiissshhh...segitu doang usah dia ngerayu aku, sebeeeel' Lia berdiri keluar kamar sambil menghentak-hentakan kakinya meluapkan kekesalannya karena Ferry tak jua mengerti mau nya.
'Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan? aku bingung banget sekarang ini. Masalah di negara A belum juga dapat solusi kalau aku dalam rapat pemegang saham dan dewan direksi tiga hari lagi tidak muncul khawatirnya Redrigo dan kroninya akan makin licin menutupi kebusukannya'.
Ferry benar-benar galau, akhirnya dia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Jerry.
"Bagaimana perkembangan kasus penggelapan dana sudah ada kemajuan?"
"Dari informasi yang saya dapat nanti malam Redrigo dan Antonio akan mengadakan pertemuan disebuah restoran, dan kami akan menjalankan plan A seperti arahan tuan muda sebelumnya"
"Sangat bagus, jangan sampai gagal. ini bisa jadi barang bukti kuat menjebloskan mereka ke penjara"
"Benar sekali tuan muda, kami harap tuan muda bisa secepatnya tiba di negara A"
"Hhhmm...itu dia Jerry aku pusing sekali, Lia merajuk dan tak mau bicara dengan ku padahal aku sudah mengundurkan jadwal kepulangan ku menjadi dlsore seperti maunya...huuuffft"
Jerry hanya bisa menjadi pendengar yang baik saja saat tuan mudanya mencurahkan isi hatinya, sampai tuan mudanya meminta saran baru lah dia berani angkat suara.
__ADS_1
"Ada-ada saja yang dia minta, sudah tau semalem saja dia sudah hampir pingsang ku makan, dia sekarang malah memaksa ku untuk melahapnya lagi, istri kecil ku ini benar-benar diluar nalar ku kelakuannya. Andai aku tidak takut dia sakit sudah pasti ku lahap dia sampai habis sekarang juga"
Jerry menahan tawa mendengar curhatan Ferry, dia tidak sangka nona Lia gadis tomboy nan cantik jelitan serta baik hati itu benar-benar sudah berhasil membuat tuan mudanya galau.
'tidak ku sangka tuan muda yang dengan mudah menaklukan banyak kompetitor dalam bisnis dan memiliki insting yang tajam dalam menilai peluang investasi serta banyak wanita bertekuk lutut dimana pun dia berada, tapi tak sanggup menaklukan seorang Lia Putri Aghata padahal mereka sudah menikah'.
'Kelihatannya tuan muda benar-benar mencintai nona Lia, bukan hanya sekedar opsesi cinta monyet seperti yang tuan besar slama ini kata kan'
Jerry sibuk dengan pikirannya saat mendengar curhatan Ferry padanya.
"Jerry...Jerry kamu dengar tidak? kenapa kamu diam saja? kamu punya pendapat tidak?" teriakan Ferry tiba-tiba, membuat Jerry tersadar dari lamunannya.
"Kamu kenapa?"
"Tidak apa-apa tuan muda, saya baik-baik saja"
"Jadi menurut mu aku harus bagaimana sekarang?"
"Sejujurnya saat juga bingung tuan muda, kan tuan muda tau sendiri saya selama ini mana pernah dekat dengan wanita"
"Jadi percuma dong aku dari tadi curhat sama kamu...huffft" Ferry langsung melempar ponselnya ke atas sofa dan berjalan keluar dari kamar untuk mencari Lia.
"Tuan muda...tuan muda, ahh kebiasaan nggak dapet yang di mau langsung maen tinggal aja" Jerry pun akhirnya memutus sambungan telphonnya setelah menunggu beberapa menit tuan mudanya tak lagi bicara.
*********************************************
#Di lantai satu rumah Lia&ferry#
"Ehhh....kenapa kamu manyun gitu?" Sapa Mira melihat Lia yang begitu muncul langsung bersandar malas di sofa depan tv dengan wajah ditekuk delapan. Membuat Mira yang lagi asik nonton drakor sambil ngemil buah merasa terganggu kenyamanannya.
"Jangna tanya, kamu abaikan saja aku" Lia pun memejamkan matanya dan sibuk memikirkan tingkahnya kali ini.
'Ahhh...kenapa jadi gini sih? nyebelin banget udah mau LDRan malah diem-dieman gini. Masa aku yang nyamperin...ahhh males amat, dasar bule nggak peka bini ngambek malah dicuekin...ahhhhggghhh'
Lia yang sedang memejamkan matanya dan sibuk dengan pikirannya tak menyadari kehadiran Ferry, ditambah lagi Ferry memberi kode pada Mira agar tak memberi tahu Lia tentang kehadirannya.
__ADS_1
"Aaaaa..." Teriak Lia sambil memejamkan mata ketika tiba-tiba tubuhnya melayang..dia dengan cepat menarik leher Ferry untuk pegangan agar tidak terjatuh.
"Kamu mau ngapain? turunin aku!" pinta Lia yang tak digubris Ferry dia menggendong Lia ke kamar mereka tanpa bicara sepatah kata pun.
"Dasar sahabat nggak ada akhlaq...nggak kasian apa sama aku jadi berasa nyamuk ini ngeliat adegan mesra kalian...huuhuuhuu" teriak Mira melihat Ferry dan Lia yang tentu saja di abaikan mereka berdua.
Begitu tiba di kamar Ferry membaringkat Lia diatas ranjang, jantung Lia berdetak dengan kencang saat Ferry mulai mengelus pipinya sambil menatap wajahnya lekat-lekat dengan tatapan memabukan.
'Aduh apa dia akan melahap ku sekarang, ehh padahal itu ku masih perih akibat pertempurab semalam, ahh...bodoh kan tadi aku sendiri yang merengek minta dilahap, sekarang tidak mungkin menghindar kan' bathin Lia mulai cemas, Ferry merasakan kecemasan Lia.
"Jadi kamu sudah siap menjadi pelepas rasa lapar ku sekarang sayang? aku akan penuhi keinginan mu, akan ku berikan kenikmatan yang kamu minta"
Mendengar bisikan Ferry ditelinganya, Lia bergidik ngeri membayangkan kejadian semalam akan terulang lagi.
Ferry mulai menggigit kecil telinga Lia, menciumi pipinya dan lehernya lalu mendarakan ciuman lembut nan intens di bibir Lia membuat bola mata Lia membulat karena tegang dia spontan mendorong tubuh Ferry menjauhinya.
"Aku sudah tidak mengingikannya" ucap Lia kemudian mendudukan dirinya sambil bersandar di atas ranjang.
"Kamu yakin sudah tidak menginginkannya? nanti kamu ngambek lagi karena aku menolak mu" Ferry terus menggoda Lia.
"Sudah aku bilang tidak mau ya tidak mau" Lia mulai meninggikan suaranya.
"Baiklah kalau begitu tidak akan aku lanjutkan" ucap Ferry sambil bangkit menuju di sofa mencari ponselnya.
'Ehh...koq dia langsung setuju, apa jangan-jangan tadi dia cuma akting ya akan memakan ku? ahhh...Lia kamu bodoh lagi-lagi dipermainkan bule tengik itu.
Saat Ferry kembali ke ranjang dan duduk disamping Lia yang sedang asik melamun, Ferry langsung menarik tubuh kecil Lia kedalam pelukannya.
"Ehhh....kamu bisa tidak jangan mengagetkan begitu"
oceh Lia dengan nada kesal yang dibuat-buat padahal dalam hatinya happy banget dipeluk Ferry.
"Maaf ya sayang ku" Lia tak menjawabnya dia hanya dengan rakus memeluk dan menenggelamkan wajahnya kedalam dekapan Ferry.
ditunggu like, komen, saran dan kritiknya ya readers....biar author makin semangat nulisnya. mau kasih vote juga boleh banget sih...hehehe
__ADS_1