Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Castle Veenew (part 2)


__ADS_3

Usai makan malam yang menegangkan, para anak muda berkumpul di tepi kolam renang sambil BBQan.


"Jadi bagaimana ceritanya kalian bisa menikah?" tanya Dhaniel ditengah acara BBQan.


"Ceritanya panjang, kalian akan bosen mendengarnya" Sahut Ferry


"Tapi kami sangat penasaran" jawab semuanya kompak.


"Biar aku kasih tau kalian semua ya, kak Lia ini ada gadis kecil yang menyelamatkan sekaligus membuat kak Ferry terjatuh di kolam hingga koma beberapa hari di rumah sakit" Jelas Shella penuh semangat.


"Owh jadi itu kamu Lia, pantas saja tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba pria dingin yang begitu alergi pada wanita bisa menikah aku sempat tak percaya saat mendengar beritanya" timpal Willy membuat Lia menoleh dan memandangi suaminya.


'Jadi benar dia aku adalah wanita pertamanya juga? sulit di percaya' gumam Lia dalam hati sambil memandangi wajah suaminya, Membuat pipinya merona.


"Kenapa memandangi ku seperti ini? segitu gantengnya suaminya sampe tidak kedip mandanginnya" Goda Ferry membuat wajah Lia makin merona.


"Kamu..." Lia makin tersipu malu saat Ferry mengecup keningnya di depan semua orang.


"Tidak menggoda mu lagi" ucap Ferry lalu memeluk sang istri dan menghujaninya dengan banyak ciuman.


"Ya tuhan kak Ferry kamu sungguh kejam pada kami para jomblowati" Protes Clara melihat kemesraan Ferry dan Lia.


"Besok kita cari cowo ganteng dan kaya di sekolah ya" ucap Shella sambil berpelukan dengan Clara.


"Coba saja kalau kalian berdua berani, uang saku dari ku untuk kalian seumur hidup tidak akan dapat" ancam Ferry.


"Tidak" teriak Shella dan Clara bersamaan.


"Sudah, ayo ceritakan bagaimana kalian akhirnya bisa bertemu?"


"ayo kak, ceritakan kami sangat penasaran"


Karena semua mendesak Ferry akhirnya menceritakan kisahnya mencari Lia dan sampai akhirnya mereka menikah walau ada bagian-bagian tentang bangkrutnya keluarga Lia tidak di ceritakan Ferry.


"Kak Ferry so sweat banget, cinta monyet sampai di bawa ke pernikahan. Aku juga mau punya pacar kaya kak Ferry" gumam Clara yang langsung di teriaki Willy.


"Bocah sekolah dulu yang bener, masih pake seragam dilarang mikir pacaran" begitu mendengar ocehan Willy, Dhaniel langsung menjitak kepala adiknya.


"Aduh, apa-apaan si bang. Sakit tau?" gerutu Willy.


"Bisa mu hanya menasehati orang, kelakuan mu sendiri gimana. Aku dengar kamu gonta-ganti pacar setiap tiga bulan, kamu pikir mereka baju apa bosen buang trus beli baru...ckck" begitu mendengar omelan Dhaniel, semua yang ada disana langsung melemparkan kue dan buah ke arah Willy.

__ADS_1


"dasar playboy" "Buaya buntung" "uler kadut" semua macam makian di muntahkan para wanita di sana kecuali Lia, Dia tidak ikutan walau dalam hati dongkol dan ingin juga melempar Willy tapi karena dia baru bergabung hari ini Lia pun menahan dirinya.


"Ehh...apa-apaan ini kalian membully ku, ini semua bukan salah ku, mereka yang mau jadi pacar ku, aku mana berdaya menolak wanita cantik dan seksi mendekati ku". Gumam Willy jumawa.


"Huuuu" para wanita itu kembali melempari Willy tanpa ampun sedang para pria puas menontonya karena tiap mereka berkumpul akan selalu ada yang dapat giliran di bully.


"Ini benaran tidak adil, kenapa jadi aku terus yang kalian siksa. Harusnya malam ini giliran kak Ferry kan dia yang jadi pengantin baru dan nikah diam-diam...huuuffft"


"Kisah mereka terlalu manis, mana tega kita membullynya" Guman Margaret istri Dhaniel.


"Iya kak Margaret benar, mana tega kita membully kak Lia. Dia kakak ipar ku yang paling baik hati dan jago design baju"


Mendengar ucapan Shella Margaret dan Clara langsung kaget tak percaya kalau Lia yang ada di hadapannya ada designer yang masuk majalah fashion dan di cari-cari banyak orang untuk minta di buatkan baju.


"Jadi kamu Lia si designer yang menjuarai lomba international di milan? yang design bajunya tiap di posting di group para designer selalu ditawar dengan harga mahal?" tutur Margaret panjang lembar dengan mata berbinar-binar karena dia mengagumi hasil karya Lia.


"Hehhehee...aku tidak sehebat itu, kak Margaret terlalu melebih-lebihkan" sahut Lia.


"Maaf tuan muda, nenek tua meminta anda ke ruang baca, ada yang mau di bicarakan" ucap kepala pelayan mendatangi Ferry.


"Baik, ayo sayang kita temui nenek" ajak Ferry pada Lia.


"Udah suami, kamu masuk lah. Aku akan baik-baik saja di sini" mendengar ucapan Lia akhirnya Ferry pun pergi menemui nenek tua.


"Aku titip istri ku pada kalian, awas kalau kalian membullynya" ancam Ferry dengan tatapan tajam seekor elang.


"Ya tuhan Lia tatapan suami menyeramkan sekali, kamu sanggup menghadapi kelakuan dingin kulkas dua pintu itu selama ini? Kamu beneran hebat bisa menaklukan Ferry, aku aja suka merinding kalau Ferry mulai kesel atau marah, aura dinginnya tuh masuk ke sumsum tulang"


Mendengar penuturan Margaret semuanya tertawa, Lia hanya bisa senyum tak berdaya.


"Ferry tidak sedingin yang kalian kata kan, walau kalau marah karena cemburu suka hilang akal sehatnya, tapi itu bukti kalau Ferry benar mencintai ku. Pada awalnya aku pun tidak terbiasa, semua tindakan Ferry terasa terlalu berlebihan dan kelewat batas saat cemburu, tapi sekarang sudah lebih terkontrol seiring berjalannya waktu, walau pun overprotektifnya tidak berkurang sedikit pun sampai hari ini".


Semuanya terdiam mendengarkan penuturan Lia tentang Ferry.


"Justru itu, hari ini pertama kalinya kami bisa melihat si beruang kutub seperti manusia normal" mendengar celotehan Willy tawa kembali bergemuruh.


"Memang dari dulu Ferry seperti itu?" tanya Lia penasaran.


"Seingat ku sih waktu dia masih kecil seperti anak normal, cuma setelah kembali dari liburan di negara IND dan tak sadarkan diri beberapa hari, Ferry berubah jadi dingin dan menyendiri. Sudah di rawat juga oleh dokter tapi semua dokter menyatakan Ferry normal dan memiliki IQ diatas anak normal makanya prilakunya agak berbeda dan itu dianggap para dokter kenormalan, aku juga tidak begitu paham maksudnya...hehehe". ujar Dhaniel.


"Owh jadi kak Ferry kecil tidak sedingin sekarang" gumam Clara usai mendengar cerita Dhaniel.

__ADS_1


"Tapi kak Ferry punya beberapa sahabat dan diantaranya ada koq wanita, aku pernah lihat saat mereka datang ke rumah beberapa tahun yang lalu" ucap Shella.


"Maksud mu, Sandra?" sahut Willy tak pikir panjang.


'Hhhm...nama itu lagi? Kenapa hati ku jadi tidak nyaman? apa mereka sedekat itu sampe semua kenal Sandra' bathin Lia


"Ups,,,Tenang Lia si beruang kutub tidak memiliki hubungan asmara dengan Sandra, yang aku dengar itu Sandra pernah menolongnya Ferry waktu SMA sejak itu mereka bersahabat kebetulan Sandra itu sama dengan Ferry masuk kelas akselerasi di SMA". Lia hanya tersenyum mendengar cerita Willy.


"Hei, kalian sedang bercerita buruk apa tentang ku?" tiba-tiba suara barito Ferry membuat suasana agak canggung untung Terry datang.


"Mommy, ayo kita tidur aku sudah lelah" rengek Terry pada Margareta.


"Baiklah, ayo ucapkan selamat malam pada paman dan bibi" pinta Margareta pada Terry.


"Good nite paman bibi, Terry tampan mau bobo dulu" ucap Terry yang langsung mendapat sorak sorai paman dan bibinya.


"oke tampan selamat bobo" "have nice sleep and sweat dreams" "Jangan lupa sikat gigi".


"Sayang, malam ini nenek minta kita menginap di Castle Veenew, kamu tidak masalah kan?" Lia tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Good" sahut Ferry sambil mengecup kening Lia dan duduk di samping Lia.


"Kalau begitu malam ini kita bergadang sampai pagi" sorak Willy gembira


"Besok kamu tidak ke kantor Fer?" tanya Dhaniel agak heran karena tidak biasanya worker holic ini tahan tidak bekerja.


"Harusnya sih kerja, tapi tadi nenek tua bilang ambil cuti. Papi melarang ku cuti, nenek tua bilang aku masih pemegang saham terbesar di Goucher Corp. Apa suara ku sudah tidak dianggap? Papi langsung terdiam dan tak membantah lagi ucapan nenek tua" Ucap Ferry senang.


"Tumben banget kak Ferry sehappy itu tidak bekerja, dulu tiap ditahan untuk lama-lama selalu saja beralasan banyak pekerjaan yang harus diurus...ckckck" tanya Clara membuat semuanya fokus menatap Ferry.


"Kenapa kalian melihat ku seperti itu? apa yang salah dengan ku? dulu aku tidak punya alasan untuk bersantai, sekarang ada istri yang akan menemani ku bersantai jelas saja aku bahagia bisa libur kerja" sahut Ferry yang langsung di lempari snack oleh Willy dan Daniel.


"Lia, kamu tidak jijik mendengar suami mu menggombal...hahahaha" ledek Willy.


"Mana mungkin istri ku jijik mendengar perkataan tulus suaminya. Kalian jangan memprovokasi istri ku ya" sahut Ferry lembut saat menatap Lia, lalu menatap tajam ke arah Willy.


"Ampun tuan muda Goucher, aku tidak berani" ucap Willy sambil memohon layaknya pelayan memohon ampun majikannya membuat semua tertawa riyuh.


"Sudah tidak bercanda lagi, ayo kita main truth or dare?" ajak Shella yang di setujui semuanya.


Sepanjang malam mereka tertawa dan bermain dan Willy lah yang paling sial slalu saja botol mengarah kearahnya.


jangan lupa like and komen ya readers terlophe²

__ADS_1


__ADS_2