Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Siapa Joe (Part 2)


__ADS_3

"Sayang kamu kenapa sih bahas Kak Joe terus? jangan bilang kamu lagi cemburu ya?"


Tanya Lia penasaran sambil menggoda Ferry, Ferry malah tak menggubris pertanyaan Lia karena dia sedang asik melamun memikirkan alasan Joe menyembunyikan identitas aslinya.


"Sayang...koq diem aja" Lia mulai memainkan lagi jari-jarinya di dada Ferry.


"Hhhmm...kenapa sayang?" tanya Ferry saat dia mulai tersadar dari lamunannya.


"Kamu lagi sibuk mikir apa sih yank? sampe aku ajak ngomong nggak denger...ckckk"


"Hehehehe...aku lagi heran aja kenapa Joe tidak mendekati istriku yang cantik selama beberapa hari terus bersama?"


"Owh....jadi suamiku mau istrinya di dekati pria lain.....okelah kalau begitu aku mulai senin tidak akan lagi menjaga jarak dengan pria di kampus...hehhehehe"


Lia langsung mendapat jitakan di jidatnya "Coba aja kalau kamu berani, akan aku patahkan tangan dan kaki pria yang berani mendekati istri ku"


"hahahhahaha" tawa Lia langsung lepas mendengar ancaman Ferry.


Ferry mengeratkan pelukannya pada Lia. "Kamu sekarang makin berani ya sama suami, kayanya aku terlalu baik belakangan sama kamu". Ucap Ferry sambil memainkan rambut Lia.


"Hhhmm... yang ada kamu sering nyuekin aku. Makanya aku jadi gini....."


Lia tak bisa menyelesaikan ucapannya karena tiba-tiba Ferry memutar kepala Lia dan ******* bibirnya.


"Ya ampun suami, kamu tuh kebiasaan banget" Gerutu Lia begitu Ferry melepas pagutannya pada bibir Lia sambil memukul pelan dada Ferry meluapkan kekesalannya.


"Hehhehe..abis kamu cerewet banget sekarang jadi geregetan aku mau nyiumnya" sahut Ferry sambil menyapu bibir Lia dengan jari telunjuknya.


"Aku kasih tau ya, kenapa kak Joe nggak deketin aku itu karena di awal bu Raras ngenalin aku ke kak Joe, bu Raras langsung bilang jangan gangguin istri orang, Lia sudah menikah"


"Serius?" ucap Ferry sumbringah ternyata hanya kecurigaan dia saja terlalu berlebihan.


"Iya yank, ngapain sih aku bohong nggak ada untungnya juga" Lia mulai jengkel dengan sikap Ferry.


"Iya deh maaf ya sayang, aku tidak bermaksud mencurigai kamu koq"


"Trus?"

__ADS_1


"Cuma, heran aja kenapa Joe tidak memberi tahu mu siap dia sebenarnya".


"Emang siapa kak Joe sebenarnya?" tanya Lia mulai penasaran.


"Nama panjangnya dia Joe Leonard, anak Rektor sekaligus pemegang saham kedua terbesar setelah suami mu" Jelas Ferry dengan nada jumawa karena merasa lebih hebat dari Joe.


"Kamu salah orang yank, namanya Joe Herlambang aku yakin saat itu dia menyebutkan nama panjangnya Joe Herlambang". Ucap Lia mencoba menjelaskan dan meyakinkan Ferry kalau dia salah orang.


"Nggak mungkin salah orang, Jerry yang mencari informasi tentang Joe jadi tidak mungkin salah...lagian fotonya sama persis dengan yang body guard kamu fotoin". Ferry tetap yakin dengan asumsinya.


"Ahh...bodo amat lah mau siapa pun nama panjangnya nggak penting buat aku. Jadj nggak usah di bahas lagi" pinta Lia mulai kesal dengan Ferry yang terus ngotot nggak jelas.


"Oke kalau begitu kita lupakan saja" sahut Ferry memeluk Lia erat.


"yank, papi tau kamu pulang ke sini?"


"Harusnya tau, kenapa memang?"


"Nggak apa-apa cuma penasaran aja koq kamu bisa kesini kalau papi tau"


"Ya papi taunya paling setelah aku terbang ke sini, karena Jerry juga nggak aku kasih tau kalau aku mau kesini. Dia tau saat aku mau ke bandara minta di antar Jerry"


"Sengaja yank, biar kepulangan ku tidak sampai ke telinga papi sebelum pesawat ku take off"


"takut di cegat papi ya?"


"Bukan sih, lebih ke cari aman aja, soalnya Jerry rese dia tuh diem-diem juga bantuin papi biar aku nggak punya waktu buat kembali ke sini atau ngubungin kamu".


"Koq bisa?"


"Bisa lah Jerry itu bukan cuma sekedar asisten buat ku tapi dia itu udah kaya sahabat buat ku karena dari aku kecil Jerry yang nemenin aku. Dan Jerry itu dari kecil dibiayain sekolah dan dipenuhi semua kebutuhannya sama papi. Jadi dia juga susah buat menolak kalau papi kasih dia perintah"


"Owh begitu, ya sudah kamu sabar aja kalau begitu. Insyallah suatu hari nanti papi akan luluh dan merestui kita sepenuh hati" Ucap Lia penuh harap.


"Aamiin" Ucap Lia dan Ferry bersamaan, lalu mereka tersenyum sambil masih dalam posisi berpelukan.


Kalau sudah begini dunia serasa milik mereka berdua aja yang lain pada ngontrak. Untung aja mereka sayang-sayangnya di dalam kamar jadi nggak akan ada yang baper.

__ADS_1


Sampai bunyi ketukan pintu membuyar kemesraan mereka berdua.


tok...tok...tok


Ferry bangkit dari duduknya dan membuka pintu kamar ternyata Narti yang mengetuk pintu kamar mereka.


"Ada apa mba?" tanya Ferry dengan wajah datarnya membuat mba Narti jadi tegang.


"anu....itu di bawah ada mang Ujang nyari nyonya muda"


Mendengar perkataan mba Narti alis Ferry langsung mengerenyit dalam terlihat tak suka sekali kesenangannya terganggu cuma karena seorang supir datang mencari istrinya...huuffft


Ferry menarik nafasnya dalam-dalam agar ucapannya tidak menyakiti siapa pun walau hati sudab dongkol dan wajah menunjukan ketidak sukaan tapi lisan tetap tak boleh menyakiti.


"Ada apa mang Ujang cari Lia?" tanya Ferry dengan nada normal ala beruang kutub.


"Itu...katanya ada pesan dari nyonya Aghata yang harus disampaikan langsung terkait dengan tuan Aghata Wicaksana"


Deg...deg....jatung Ferry seketika berdetak tak karuan. Pikiran buruk pun terbersit di kepalanya tapi dia tak ingin berprasangka. Dia harus memastikan berita itu tidak berbahaya untuk Lia baru dia akan menyampaikan pada istrinya.


"Saya yang akan turun menemuinya kamu kembali lah sibuk" lalu Ferry mengatur sebaik mungkin raut wajah dan hatinya baru kemudian masuk menghampiri Lia.


"Sayang aku turun ke bawah dulu sebentar ada tamu" pamit Ferry sambil mengecup kening Lia lalu berlalu keluar kamar, bergegas menemui mang Ujang.


"Ada pesan apa dari mama mang?" tanya Ferry begitu melihat mang Ujang duduk di sofa ruang tamu.


"Den Ferry, nyonya minta saya sampein langsung ke neng Lia den pesannya"


"Sama saya saja mang, mama pasti ngerti. Ada apa sama papa mang?" tanya Ferry dengan raut wajah dinginnya membuat mang Ujang tak berdaya untuk berdebat lagi.


"Tuan Aghata tiba-tiba tadi pagi mengalamj kejang tidak diketahui apa penyebabnya. Saat ini tuan Aghata di bawa lagi ke ruang ICU untuk perawatan intensif sampai waktu yang belum bisa di pastikan"


Darah langsung berdesir, jantung Ferry sudah berdetak tak karuan. Dia harus tenang, demi Lia jangan panik Ferry. Kamu harus menenangkan istrimu jadi kamu harus bisa menata hati mu.


Bathin Ferry berusaha keras menenangkan hati dan pikirannya agar tidak salah melangkah dan membahayakan Lia.


"Oke mang terima kasih, bilang mama kami akan ke rumah sakit sekarang juga. Mang Ujang sudah boleh pulang" Ucap Ferry sambil berdiri lalu melangkah cepat menuju kamarnya.

__ADS_1


'Allah memang maha baik, di saat seperti ini untung aku ada disini jika tidak Lia pasti akan terpuruk sendirian'. Gumam Ferry dalam hati.


__ADS_2