
"Owh iya suami, waktu pulang tadi di parkiran sepertinya ada yang mau kamu bicarakan deh. Ayo cepat katakan?"
"Hhhmmm...Dari mana aku harus ceritanya ya? aku bingung yank?
"Emang soal apa sih?"
"Soal kita, soal tinggal di negara A, soal papi, soal magang kamu di YZ Collection, soal Merry yang bikin gosip aneh..."
"Dari soal Merry aja" Lia langsung menegakan duduknya dan bersila di depan Ferry sambil memandangin wajah tampang sang suami.
"Semangat banget sih" ujar Ferry sambil menjawil hidung Lia.
"Iya lah, penasaran mau apa lagi itu pelakor...hehehee" sahut Lia bernafsu.
"Cie...ada yang cemburu....senengnya akhirnya istri ku bucin juga....hahahaha"
"iiissshhh....geer banget sih suami, udah deh cepet cerita jangan bikin orang penisirin"
"Penisirin? apaan tuh?"
"Bule norak, penasaran suami cuma diplesetin doang. Udah cepetan ceritanya jangan bertele-tele" Lia mulai gemesh karena Ferry tak juga memulai ceritanya.
"Oke aku cerita ya" Ferry menarik nafas panjangnya dan mulai mencerita setiap detail info yang dia dapatkan dari Jerry sedangkan Lia fokus mendengarkan cerita suaminya, Lia mulai mengepal tangannya saat mendengar kalau Merry menyebarkan gosip akan menikah dengan Ferry.
"Ciiihh...dasar wanita tak tau malu, bisa-bisanya dia ngakui suami orang calon suaminya" gerutu Lia yang membuat gelak tawa Ferry.
"Kenapa mala ketawa? seneng ya diakui calon suami sama pelakor?"
"Bukan yank, aku bahagia liat kamu cemburu. Biasanya kan aku terus yang cemburin kamu. Ternyata kamu bucin juga sama aku" Ferry menarik tubuh Lia masuk kedalam pelukannya.
"Ehhh...jangan peluk-peluk dulu inin ceritanya belum selesai juga" Lia memberontak dan kembali duduk bersila sambil melipat tangannya di dada.
Ferry yang melihat tingkah Lia jadi gemesh, langsung ngacak-ngacak rambut Lia. Lia langsung berteriak histeris karena ulah Ferry "Suamiiii, kebiasaan deh".
"Hhehehehe,,abis kamu tuh bener bikin aku gemesh tau" Lia hanya mencibikan bibirnya kesal. Si bule malah senyum-senyum mesum Lia tingkah Lia. "Bibirnya biasa aja dong mancing aku ya?" goda Ferry, langsung mendapatkan cubitan di perut dari Lia dan Ferry pun langsung terdiam tak berani lagi menggoda istrinya karena cubitannya serius sakit dan wajah Lia terlihat masam.
'Ternyata Lia mengerikan kalau cemburu, hahahaha tapi tak masalah yang penting itu artinya dia juga bucin sama aku' bathin Ferry yang malah happy walau petutnya sakit dicubit Lia.
__ADS_1
"Bisa serius tidak?" tanya Lia dengan wajah tak bersahabat.
"Bisa yank, bisa" sahut Ferry cepat.
"Jadi apa tindakan mu terhadap gosip yang disebar Merry?" tanya Lia penuh selidik.
"Tidak melakukan apapun, toh gosip jika tidak benar akan hilang dengan sendirinya"
"Bagaimana mungkin bisa kamu biarkan kalian kan satu kantor, dia anak buah mu lagi"
"Trus kamu mau aku bagaimana? mengakui kalau aku sudah punya istri dan gosip itu tidak benar?"
"Ya tidak seperti itu juga" gumam Lia pelan tapi masih terdengar Ferry.
"Aku tidak bisa berbuat terlalu banyak soal gosip itu karena kamu tidak mau status mu sebagai istri penerus Goucher Corp diketahui orang, jadi aku pilih mengabaikannya saja".
"Hhhmm.." gumam Lia tak suka dengan keputusan Ferry, karena kalau didiamkan itu artinya saat dia magang nanti kupingnya akan sering panas mendengar gosip itu. Tapi kalau bilang yang sebenarnya Lia juga nggak mau karena status dia yang masih mahasiswa jadi salah satu kepala designer di YZ Collection dianggap hanya karena istri bos bukan karena kemampuannya.
"Jadi prihal Merry kita tutup sampe sini ya yank, lanjut soal masalah kita yang akan pindah ke Negara A dan akan berangkat hari minggu jam 13.30 WIB bagaimana kamu ada komentar?"
"Tidak bisa mundur lebih lama sedikit suami?, papa kan baru saja stabil lagi" Lia pasang muka sendu agar sang suami tergoyahkan hatinya untuk mengundur kepulangannya ke negara A.
'Ahhh...nih bule malah ikutan manyun gitu, nggak asik banget. tapi bener juga ucapannya nanti papi makin punya alesan buat benci sama aku karena menghambat karier putranya' bathin Lia.
"Lagian di rumah sakit Gavin stand by 24 jam menjaga papa, jadi insyallah kejadian kemarin tidak akan terulang lagi, kamu setujukan ikut ke negara A hari minggu?" tanya Ferry harap-harap cemas dengan jawaban Lia.
"Gimana ya, aku bingung. Aku sebenernya masih mau disini. Lagian berkas-berkas transfer mahasiswa ku kan belum keluar" Lia berusaha keras mencari celah agar tidak ikut ke negara A hari minggu besok.
"Soal itu sudah beres sayang ku, aku bisa cek email mu sekarang. Kemaren saat aku menemani mu ke kampus aku mengurus semuanya bahkan berkas mu pun sudah ku kirim ke Pratt institute untuk daftar ulang. Jadi Dua minggu lagi kamu akan mulai kuliah pertama mu di Pratt institute" Mendengar penjelasan Ferry, Lia malah jadi galau antara bahagia dan juga sedih.
"Kenapa yank?, kamu tidak suka dengan apa yang sudah aku atur?" tanya Ferry mulai khawatir karena wajah istrinya nampak linglung dan sulit ditebak perasaannya saat ini.
"Aku bahagia yank, karena akhirnya aku resmi jadi mahasiswa di Pratt institute, hanya saja aku jadi sedih kalau ingat harus pisah sama mama, papa, Bimo dan juga Mira"
"Kita akan sering ke sini, aku janji kapan pun kamu mau kembali ke negara IND aku tidak akan melarang mu, jika aku tidak bisa menemani mu karena sibuk dengan pekerjaan ku aku akan minta Shella untuk menemani mu. Shella sudah ribut merengek kapan aku membawa mu ke negara A, katanya kamu janji membuatkannya gaun untuk ulang tahunnya".
"Ya Tuhan, aku lupa soal gaun buat Shella. Kapan ulang tahunnya?"
__ADS_1
"Masih 22 hari lagi" sahut Ferry
"Syukurlah masih lama ternyata, besok temani aku belanja bahan-bahan untuk gaun Shella. Bisa diambekin adik ipar aju nanti kalau gaun permintaannya tidak jadi...hehehehe"
"Memang kapan Shella minta di buatkan gaun sama kamu yank?"
"Waktu di negara SG yank, Sama dengan Ami cucu nyonya Magdalena. Cuma dateline gaun Ami minggu depan, pas acara ulang tahun hotel nyonya Magdalena di negara A"
"Trus gaun untuk Ami sudah selesai?" tanya Ferry heran, karena dia tidak pernah melihat Lia membuat gaun selama dia disini.
"Sudah" jawab Lia santai
"Mana?" sahut Ferry makin penasaran.
"Ada di paper bag coklat di lemari sebelah kiri. Kenapa? kamu nggak percaya aku sudah buat".
"Hehehe...terlalu terlihat ya" sahut Ferry sambil menggaruk kepalanya yang tidaj gatal.
"Tunggu disini aku ambilkan gaunnya biar kamu yakin" Lia pun bergegas masuk ke walk in closed dan mengambil gaun untuk Ami.
"Taraaaa" ucap Lia saat mengeluarkan gaun untuk Ami yang sudah dia buat.
"Wow Cantik banget yank, kamu yakin Ami pakai gaun secantik ini? Nggak nanti dia jadi terlihat si cupu maksa jadi angsa?" ujar Ferry meledek, karena dia tau Ami dari dulu pakai kaca mata tebal dan tak pandai bersolek.
"Kamu akan terkejut nanti, Ami itu cantik yank hanya saja dia tak tau caranya menjadi cantik berbeda dengan Shella yang memang jago bersolek"
"Masa sih?" sahut Ferry masih tak percaya.
"Sebentar aku kasih liat wajah Ami tanpa kaca mata" Lia mengambil ponselnya diatas nakas dan mencari foto Ami yang dulu dikirim ke Lia tanpa kaca mata.
"Ini lihat deh, cantik kan?"
"Iya lebih cantik dari pada saat pakai kaca mata tebalnya, tapi tetap istri ku yang paling cantik" gombal Ferry.
"Iiisshhh....jangan macam-macam, kita masih belum selesai bicara"
"Apa lagi sih yank"
__ADS_1
jangan lupa Like and komennya ya readers cayang