
iMargaret, Shella dan Cindy sibuk berdandan dan mencoba gaun untuk acara perjamuan yang di adakan Arjun Khan.
"Lia kamu yakin tidak mau ikut?" tanya Ferry yang sedang mengenakan stelan jas warna drak blue dengan dasi motif langit dengan dasar biru muda"
Lia hanya menggeleng sambil tersenyum. "Sudah cepet berangkat nanti terlambat ke acara perjamuan"
"Kamu itu, istri macam apa? senenga sekali mengusir suami...ckckck" gerutu Ferry dengan nada manja.
"Hehehe...bukan ngusir suam, tapi ini sudah jam tujuh..acaranya jam depapan dan kamu masih di sini dengan santai.
"Villa tuan Arjun itu villa yang kamu inginkan di pelelangan jaraknya dari sini tidak terlalu jauh sayang ku"
"Owh ternyata pria arab itu yang hari ini membuat acara perjamuan, sayang kaki ku sedang tidak nyaman kalau tidak aku pasti dengan senang hati menemani mu bisa sekalian cuci mata"
"Ehhh...sudah berani ya istri ku sekarang. Berani memandang pria lain coba saja kalau kamu mau aku hukum sampai tidak bisa bangun dari atas ranjang"
Mendengar ancaman Ferry Lia bukan marah malah menciumi pipi suaminya. "Sudah sana pergi, bilang Jerry jangan ngebut-ngebut".
"Bukan Jerry yank yang bawa mobil, supir pribadi ku Jonny. Oke kamu jangan tidur terlalu larut" Ucap Ferry mencium kening Lia dan dengan berat hati dia melangkah keluar kamar menuju teras, Semua orang sudah bersiap berangkat ke perjamuan hanya menunggu Ferry.
"Akhirnya sang tuan muda Goucher turun juga" ledek Willy saat melihat Ferry.
"Kak Ferry lama sekali dandanya, kamu tidak usah berdandan seluru wanita di negara A sudah memuja mu" ucap Shella
"Iya benar kak Ferry sudah tampan dari sananya mau pakai baju apapun tetan ganteng banget. Andai kakak bukan kakak ku mungkin aku juga akan jatuh cinta....hahahahaa" ucap Cindy tak mau kalah memuji Ferry.
"Ayo jalan" ucap Ferry langsung menuju mobilnya.
"Ehh...kamu benar-benar, aiishh" gumam Willy melihat Ferry langsung melaluinya begitu saja.
"Sudah ayo kita berangkat sekarang nanti terlambat" ucap Dhaniel yang juga bangkit dari duduknya bersama Margaret.
Ferry bersama Jerry langsung masuk mobil dan mobil melaju lebih dulu tanpa menunggu mobil lainnya
Di susul Mobil yang di kendarai Willy di mana Shella dan Cindy ikut bersamanya.
"Ayo kak Willy susul mobil kak Ferry kalah kan dia" ujar Cindy mengompori Willy agar ngebut mengejar mobil Ferry.
"Sedikit lagi...ayo kak kebut" ucap Shella menyemangati.
"Tuan, nampaknya mobil tuan Willy mengejar mobil kita dengan cepat. Apa saya perlu mempercepat laju mobil?" tanya Jonny sang supir.
"Tidak perlu, abaikan saja" ucap Ferry tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.
"Sayang, aku kangen" ketik Ferry di room chat dengan Lia diikuti emot sedih.
"hahaha...Suami ku kamu terlalu alay, belum juga setengah jam kamu pergi sudah bilang kangen" balas Lia dengan emot tertawa terbahak-bahak membuat Ferry kesal.
'Apa dia tidak merindukan ku? wanita ini menyebalkan sekali' bathin Ferry dengab wajah mulai murung.
"Suami" Lia kembali mengirim chat ke Ferry karena chat sebelumnya tidak dibales.
'Hhhmm...pasti lagi ngambek deh, dasar Baby Gorila' gerutu Lia.
"Suami aku kangeeeeen banget sama senyum manis mu, coba tunjukan pada ku?" Lia mengirimi Ferry chat dan sebuah Foto Lia di atas ranjang sambil memonyongkan bibirnya seakan-akan hendak mencium Ferry.
Melihat wajah imut Lia sambil memonyongkan bibirnya sontak membuat senyum di wajah Ferry terukir sempurna. 'Dasar wanita penggoda, mana kuat aku marah dengan mu lama-lama' bathin Ferry.
Dia pun mengirim Foto pada Lia dengan senyum membuat wajah tampan Ferry terukir sempurna seperti maha karya agung sang Pencipta tanpa cacat sedikit pun.
__ADS_1
"Ya Tuhan, suami ku kamu ganteng banget senyum manis gini. Awas ya kalau berani senyum semanis ini pada wanita lain" Lia memberi emot marah diakhir chatnya membuat Ferry yang membacanya langsung tertawa terbahak-bahak membuat dua pria yang duduk manis di depan tak percaya dengan apa yang mereka dengar.
"Tuan muda, anda baik-baik saja?" tanya Jerry agak heran tiba-tiba bosnya yang tadi muram tetibaan tertawa terbahak-bahak.
"Sudah kalian fokus saja dengan jalanan, abaikan aku" ucap Ferry santai sambil menahan tawanya yang sempat lupa dia kontrol karena terlalu bahagia dicemburui istrinya.
Sepanjang perjalanan Ferry dan Lia terus chat walau hanya hal-hal sepele yang meraka bahas tapi mereka benar-benar memanfaatkan waktu untuk terus merasa saling deket walau terpisahkan dengan jarak saat saling memiliki waktu kosong. Cinta memang di bangun dari intensitas komunikasi yang baik agar meminimalisir kesalahpahaman antara suami istri.
"Tuan muda, silahkan turun kita sudah sampai" Ucap Jonny sang supir saat membukakan pintu untuk tuan mudanya.
"Terima kasih Jonny, kamu standby aku tidak akan lama di sini"
"Baik" setelah mendengar jawaban Jonny Ferry melangkah masuk ke dalam Villa milik Arjun diikuti Jerry dan juga Willy.
"Hei kak Ferry kenapa kamu begitu buru-buru?" sapa Willy begitu dia berhasil mensejajarkan langkahnya dengan Ferry.
"Kamu kenapa disini sendirian? dimana Shella dan Cindy? Awas saja kalau sampau terjadi sesuatu pada mereka. Kepala mu tidak bisa tetap menempel dengan leher mu"
Mendengar ucapan Ferry membuat Willy dan Jerry bergidik ngeri, walau hal itu tak akan mungkin dilakukan Ferry tetap saja ngeri saat mendengarnya.
"Iya ya aku akan mengawasi mereka" gerutu Willy langsung berbalik arah mencari kedua adik sepupunya, Tak lama Ferry pun langsung dikerubuti para koleganya seperti gula yang terlihat oleh semut, semua semut berupaya mendekati gula agar bisa mendapatkan manisnya.
Sedangkan kedua gadis yang ditinggalkan Willy saat mengejar Ferry masih sibuk menggerutu memaki Willy.
"Kak Willy kamu sangat menyebalkan, pria tidak bertanggung jawab" Shella mengeretakan giginya karena Willy berlari mengejar Ferry dan Jerry.
"Sudah biarkan saja, itu malah bagus jadi kita berdua bisa cuci mata mencari pria tampan dengan bebas" ujar Cindy yang di anggukan Shella.
"Iya kamu benar, ayo kita masuk" ajak Shella. Dan mereka pun masuk ke dalam Villa milik Arjun.
Tak lama Dhaniel dan Margaret pun tiba di Villa milik Arjun. "Luar biasa Villa ini paling besar di area perumahan ini" gumam Margaret mengagumi Villa milik Arjun.
"Iya aku juga dengar itu, katanya harganya jadi meningkat drastis karena tuan Arjun perang harga dengan sepasang kekasih dari luar negri SG"
"Pria itu Ferry dan Lia" sahut Dhaniel
"Ehh...dari mana kamu tau itu mereka?" sahut Margaret terkejut.
"Dari mama, memang dari mana lagi info seperti itu aku dapat" ucap Dhaniel membuat mereka berdua terkekeh.
"Selamat datang tuan dan nyonya Mananta, terima kasih sudah menyempatkan hadir" ucap Arjun saat menyambut kehadiran Dhaniel dan Margaret.
"Tuan Arjun begitu sungkan, kami yang berterima kasih di undang ke acara perjamuan bisnis tuan Arjun, semoga kerjasama Mananta Group dan Khan Group terus berlanjut dan memberi keuntungan untuk kita" sahut Dhaniel antusias.
"Tentu saja, Anda mananta sudah melebarkan sayap di negara A tentu saja aku akan memilih anda untuk menjadi patner bisnis" ucap Arjun Khan penuh percaya diri.
"Mananta Group tidak akan membangun bisnis kami disini karena di sini sudah ada Goucher Corp yang menjadi bisnis keluarga" sahut Dhaniel cepat dengan senyum.
"Sayang, aku tinggal kamu ya. Aku akan mencari Shella dan Cindy" ucap Margaret berbisik ditelinga Dhaniel.
"Saya permisi dulu, kalian lanjut lah mengobrol" ucap Margaret meninggalkan Dhaniel dan Arjun.
"Owh iya, aku hampir lupa kalau tuan muda Mananta dan tuan muda Goucher sepupuan. tapi kalian begitu berbeda" ujar Arjun yang berusaha memanasi perasaan Dhaniel.
"Kami jelas berbeda dan aku tak ingin jadi seperti Ferry. Dia memang pria sukses dan prestasinya luar biasa, tapi dia tidak pernah menikmati hidupnya sejak kecil. Aku sebagai kakak tidak mampu berbuat apa-apa untuk membantunya, Aku tau dia juga tak pernah ingin hidup seperti itu tapi keadaan yang menuntutnya sejak masik kanak-kanak".
Mendengar cerita Dhaniel, Arjun tak punya celah untuk merusak hubungan mereka berdua. "Napaknya hubungan kalian begitu baik".
"Tentu saja, walau Ferry terlihat dingin tapi dia punya banyak cinta untuk keluarganya dan dia slalu akan ada untuk keluarganya walau kami hanya sepupu atau kerabat jauh tapi tidak satu kali pun keluarga Goucher meninggalkan keluarga Mananta, mereka justru menjadi penyokong terbesar tanpa syarat hingga Mananta Group bisa berkembang seperti saat ini"
__ADS_1
"Luar biasa, baru kali ini keluarga kaya tidak saling berebut kekuasaan dan harta" sahut Arjun Khan merasa kalah sebelum memulai perang dengan Ferry.
Saat Dhaniel dan Arjun masih asik mengobrol datang salah satu pengusaha mendekati mereka karena ingin diskusi dengan Arjun Khan.
"Kalau begitu aku akan menyusul istri ku tidak mengganggu tuan Khan lagi" ucap Dhaniel.
"Tidak mengganggu sama sekali, tuan Mananta silahkan nikmati acara perjamuannya"
Dhaniel meninggalkan Arjun dan mencari Margaret tapi tak iya temukan malah bertemu Willy yang sedang asik minum dengan genknya.
"Willy, dimana adik-adik mu?" tanya Dhaniel dengan wajah masam melihat Willy begitu santai minum padahal dia harus menyetir pulang.
"Mereka tadi bersama kak Margaret di taman" sahut Willy santai.
"Jangan minum terlalu banyak, ingat kamu harus menyetir mobil pulang"
Setelah berpesan pada Willy, Dhaniel mencari ketiga wanita yang amat dia sayangin ke taman.
'Syukur lah kalian bertiga baik-baik saja' gumam Dhaniel saat melihat wanita yang dicarinya sedang mengobrol sambil tertawa dan asik makan BBQ serta minum soda.
Dhaniel pun mendekati mereka betapa terkejutnya Dhaniel ternyata istri dan kedua adik sepupunya tertawa bersama dengan dua orang pria muda dari keluarga Liu, saat dari jauh keberadaan dua pria ini tertutup pohon sehingga tidaj terlihat.
'Pantas saja mereka betah di sini' bathin Dhaniel.
"Sayang, kamu di sini? ayo sini duduk bergabung dengan kami" ucap Margaret saat melihat Dhaniel hanya berdiri diam di dekat mereka.
Dhaniel pun ikut menikmati suasana BBQ yang nyaman dan hangat. Walau Dhaniel banyak diam dan jadi pendengar.
Willy di dalam masih asik ngobrol dengan genknya sambil minum dan di temani para wanita cantik dari kalangan keluarga kaya.
Sedangkan Ferry sedang berusaha keras membebaskan diri dari kerumunan satu namun dia akan kembali terjebak dengan kerumunan yang lainnya.
'Sial kenapa mereka jadi mengerumi ku terus, bukan kah ini acara si arab sialan itu' gerutu Ferry dalam hati.
Jerry yang melihat sang tuan mudanya resa karena terus di kerumuni orang dai pun mencari alasan untuk sang tuan muda agar bisa keluar dari kerumunannya.
"Sebaiknya kita tinggalkan acara perjamuan ini sekarang" ujar Ferry yang ditahan Jerry.
"Jangan dulu bos, acara perjamuan belum resmi dibuka. Sang tuan rumah belum naik keatas panggung"
Mendengar penuturan Jerry membuat Ferry geram. 'Kemana perginya si arab mesum ini, kenapa dia bukan cepat buka acara perjamuannya agar aku bisa cepat meninggalkan acara membosankan ini dan pulang memeluk istri ku' bathin Ferry.
"Sabar tuan muda, sepertinya sebentar lagi acara puncaknya akan di mulai" bujuk Jerry agar Ferry mau bersabar untuk tetap tinggal di acara perjamuan.
Dan benar saja setelah menunggu beberapa menit akhirnya Arjun Khan di minta naik ke atas panggung untuk membuka acara.
"Terima kasih semuanya, kalian luar biasa mau menyempatkan hadir ke acara perjamuan yang ku buat malam ini. Hari ini selain acara perkenalan karena mulai sekarang saya Arjun Khan akan tinggal dan menetap di negara A semoga kalian semua bersedia berteman dengan ku"
Mendengar ucapan Arjun banyak yang mengucapkan selamat datang dan bersulang dengan Arjun.
"Ada satu hal lagi yang akan saya umumkan malam ini. Khan Group akan membuka Sebuah Mall di negara A saat ini mall masih proses pembangunan sudah 95% selesai saat peresmianya aku pasti akan mengundang kalian semuan untuk main di mall kami" ujar Arjun yang langsung mendapat tepuk tangan meriah karena itu artinya terbuka satu peluang lapangan pekerjaan lagi di negara A.
Begitu Arjun turun dari panggung Ferry langsung menghampiri Arjun dan memberinya selamat atas pembangunan mallnya dan Ferry juga menyatakan minatnya untuk membeli beberapa toko di dalam mall Arjun untuk toko kosmetik dan juga baju keluaran Goucher Corp dan YZ Collection, yang disambut antusias oleh Arjun.
"Baiklah kalau kita akan lanjutkan diskusi bisnis ini di lain hari, kita jadwalkan pertemuannya. Aku pamit dulu" ujar Ferry yang disetujui Arjun.
'Kenapa wanita cantik itu tidak terlihat malam ini, bahkan Ferry datang sendiri. Ku dengar dia designer di YZ Collection sepertinya aku harus menyetujui keinginan Ferry ini agar bisa memiliki kesempatan bertemu dengan si cantik' bathin Arjun melihat tubuh Ferry yang meninggalkan villa miliknya.
jangan lupa like and komen ya kakak readers...muaaachh
__ADS_1