Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Apartemen


__ADS_3

Sesuai janji Ferry, Dia sudah menelphon pihak kampus untuk mengurus urusan KRS Lia saat masih di mobil, betapa mengejutkannya baru juga Lia sampai apartemen, Lia sudah mendapatkan email dari kampus di mana memberi tahukan tentang perubahan jadwal mata kuliah, ada beberapa mata kuliah yang terjadi perombakan jadwal.


'Hhmm...kemarin aja bilang tidak bisa merubah jadwal berbagai alasan dilontarkan, giliran Ferry yang turun tangan cuma hitungan menit jadwal kuliah ku sudah selesai di rombak dengan begitu mudah'. gerutu Lia sebel di mana-mana koneksi benar-benar berguna, walau dalam hati Lia senang karena itu artinya selama kuliah dia tidak perlu berurusan dengan Merry cukup di YZ Collection saja di harus bertemu.


Saat Lia berniat untuk bersih-bersih ponselnya berdering. Lia pikir itu Ferry ternyata bukan, sedikit kecewa tapi juga tetap diangkat telphonnya dengan ramah.


"Hai kak Lia, apa aku mengganggu mu?" ucap Shella di ujung telphon.


"Tentu tidak adik ipar ku yang cantik, ada yang bisa kak Lia bantu?"


"Hehehe...apa boleh aku main ke apartemen kak Lia?" tanya Shella malu-malu.


"Kesini lah kak baru sampe apartemen ini baru mau mandi" ucap Lia.


"Okelah kalau begitu aku on the way sekarang"


"kakak tunggu kalau begitu" ucap Lia sebelum menutup telphon dan masuk kamar mandi untuk membersihkan diri agar lelahnya sedikit berkurang.


Saat Lia sedang sibuk di dapur, suara pintu apartemen di buka Lia pikir itu Shella jadi dia tak terlalu menghiraukan untuk menengok keluar dapur karena tumis sayurnya yang nanggung sebwntar lagi matang.


Saat Lia selesai meletakan tumisan di atas piring tangan besar dengan aroma yang begitu familyar melingkar di pinggangnya.


"Suami, koq udah pulang?" ucap Lia sambil mendongakan kepalanya melihat wajah sang suami.


"Kenapa tidak suka melihat ku?" ujar Ferry dengan wajah sendu yang dibuat-buat.


"Koq cepet sih yank pertemuannya?" tanya Lia tanpa memperdulikan tingkah sang suami.


"Aku cuma meminta walikota untuk menangani orang-orang yang tidak mau menjual lahannya dan memberinya data-data orang-orang itu setelah itu aku pulang" jelas Ferry membuat Lia melongong.


"Kamu minta tolong apa ngasih perintah sih sebenernya? Dan kenapa begitu mudah walikota menyetujuinya" Lia makin penasaran.


"Hahahaha....aku mandi dulu kamu lanjut masak nanti kita bahas lagi" ucap Ferry langsung melepas pelukannya pada Lia dan berjalan keluar dapur.

__ADS_1


'Dasar bossy, selfish, tengil rese, kalau cerita sepotong-sepotong. Menyebalkan' Lia menggerutu sambil membuat cumi goreng tepung saos asam manis.


Ting tong....ting tong


Kali ini Lia yakin pasti Shella yang muncul di balik pintu apartemen.


"Hai kak Lia, maaf aku lama. Tadi aku membeli cake kesukaan mu triple chocolate cake dan puding coconut" ucap Shella sambil menunjukan tentangan yang dia bawa.


"Masuklah dulu, tunggu kakak selesaikan masak biar kita bisa makan malam bareng" ucap Lia sambil membawa tentenganya dari Shella ke dapur untuk di masukan ke dalam kulkas.


"Sayang siapa yang datang?" teriak Ferry dari dalam kamar.


"Shella suam, kamu kalau sudah selesai keluar dan temani Shella dulu aku masih harus menyelesaikan masak" teriak Lia menjawab pertanyaan Ferry.


'Ngapain sih itu anak rajin banget kesini...ckckck' gerutu Ferry.


Lia sibuk menyiapkan makan malam sedangkan Shella asik nonton tv sendirian, Ferry bukannya nemenin Shella dia malah pilih males-malesan sambil duduk di gazebo di dalam kamar.


"Suami, ngapain disini?" tanya Lia dengan wajah masam.


"Huh" Lia menghembuskan nafas beratnya, dia nggak tau lagi gimana merubah sikap Ferry terhadap Shella.


"Aku sudah selesai masak makan malam, kamu mau makan sekarang atau nanti?" tanya Lia sambil duduk di samping Ferry.


Bukannya menjawab pertanyaan Lia, Ferry justru menarik tubuh Lia kedalam pelukannya.


"Aku suka banget sama wangi mu, selalu memberi ku tenangan dan membuat rasa lelah ku hilang" Ferry memeluk Lia sambil menenggelamkan wajahnya di cengkuk leher Lia.


"Suami hentikan, diluar ada Shella masa kita malah di dalam kamar gini?" Lia mencoba mendorong tubuh Ferry agar menghentikan aksinya sebelum suasana makin panas tapi Ferry tak mengubrisnya akhirnya Lia pun pasrah dan menikmati setiap kecupan yang Ferry labuhkan Ferry di leher, bibir dan dadanya sampai notifikasi adzan menghentikan tindakan Ferry.


"Ayo kita sholat dulu baru kita makan malam" ucap Ferry santai sambil meninggalkan Lia yang kesal setengah mati, berusaha keras melepaskan diri tapi tak dilepas begitu terdengar adzan langsung melepaskan Lia begitu aja.


'Dasar bule sialan, nggak ada akhlaq ngegantung orang ditengah-tengah puncak kenikmatan...huuuffft'

__ADS_1


Lia terus merutuki Ferry dalam hatinya, untuk menenangkan hatinya Lia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan berat.


'HuuuH....ikhlas...ikhlas harus ikhlas memang mau lanjut sampai tuntas juga nggak mungkin kan? mau sampai jam berapa...hahaha' akhirnya Lia tertawa sendiri dalam hati merutuki kebodohannya karena mengharapkan hal yang harusnya tidak dia harapkan saat ini.


'Di luar juga masih ada Shella dan juga sekarang waktunya sholat' bathin Lia sudah tenang.


Lia pun menyusul Ferry untuk bersiap sholat berjamaah dan selesai sholat baru lah mereka keluar kamar makan malam bersama.


"Shel, asik banget sih nonton tvnya. Makan malam bareng dulu yuk" ajak Lia


"Kakak duluan aja, nanggung banget lagi seru nih filmnya" Ferry yang mendengar sahutan Shella yang tidak mau diajak makan malam langsung mengambil remote tv dan mematikan tv tanpa rasa berdosa.


"Ayo cepet makan malam, abis itu biar Deni anter kamu pulang" perintah Ferry dengan dinginnya, Lia tak mampu berkata-kata hanya diam menyaksikan sang suami yang sedang bersikap tegas pake banget sama adiknya.


"Udah jangan manyu, nanti cantiknya luntur" rayu Lia begitu Ferry melangkah lebih dulu ke ruang makan.


"Suami kak Lia nyebelin banget, ditaktor, beruang kutub, monster es" maki Shella dengan mimik geram mau makan orang tapi tak berdaya.


"Kamu lucu banget sih Shel, gemes kakak lihat wajah kamu kaya gitu" goda Lia pada Shella.


"Iiihhh...kak Lia aku lagi serius marah low ini sama suami kakak"


"Suami kak Lia itu, kakak kandung kamu...ckckckck"


"Issshhh siapa juga yang mau punya kakak kaya dia, kak Lia aja yang jadi kakak aku" rengek Shella sambil memeluk Lia


"Udah yuk kita ke ruang makan sekarang sebelum beruang kutubnya ngamuk lagi" mendengar ucapan Lia mereka berdua tertawa dan berjalan ke ruang makan.


Ferry yang melihat interaksi istri dan adiknya begitu akrab dan saling menyayangin ada rasa hangat di hatinya.


'Aku memang tidak salah pilih untuk jatuh cinta dengan mu Lia Putri Aghata' gumam Ferry saat melihat wajah berseri-seri kedua wanita kesayangannya.


Makan malam berjalan damai dan penuh canda tawa Lia dan Shella saja tentunya, si bule mentong hanya tersenyum itu pun karena dia melihat Lia tertawa begitu lepas makanya bibirnya bisa ikut mengukir sebua senyuman.

__ADS_1


Usai makan malam, Shella pamit pulang dan Ferry sudah meminta Deni untuk mengantar Shella baru dia bisa pulang dan tugas untuk hari ini selesai.


ditunggu like, komen dan votenya yessà


__ADS_2