
Sehabis bersih-bersih Lia sudah sibuk di dapur menyiapkan sarapan, karena hari ini ada Mira dan Rendy menginap di rumahnya, Lia masak menu lebih banyak. Jika hanya untuk dirinya dan Ferry biasanya hanya roti isi, pancake atau omlet, karena Ferry tidak bisa makan berat untuk sarapan aku jadi mengikuti selera Ferry saja agar mudah.
Hari ini Lia bikin roti isi untuk Ferry dan nasi goreng seafood untuk mereka bertiga. Saat semua sudah tertata di meja maja sedang Lia masih sibuk membersihkan dapur yang berantakan karena di pakai Lia masak.
Saat Lia sedang mencuci wajan tiba-tiba tangan kekar melingkar di pinggangnya karena bau yang Familiar Lia pun tak menoleh dia terus melanjutkan mencuci wajan.
"Kenapa masih pagi sudah manja begini suami ku? ckckckck"
"Besok aku harus kembali ke negara A, aku pasti akan sangat merindukan mu...bisakah kamu ikut dengan ku?" rengek Ferry masih sambil memeluk Lia.
"Sayang aku sudah seminggu tidak ikut kuliah, dan kurang dari dua minggu lagi aku ujian akhir semester. Sabar ya paling lama kita LDRan sebulan, tidak akan terasa"
"Sebulan?" Ferry langsung melepas pelukannya dan berjalan dengan wajah kesal ke meja makan.
"Sayang, jangan ngambek dong" aku mengejar Ferry yang berjalan cepat ke ruang makan, tapi ucap ku sama sekali tak dihiraukannya.
'Benar-benar beruang kutub rese, dia yang mau ninggalin aku. Dia pula yang ngambek....huuffftt' aku hanya bisa menggerutu dalam hati meliat tingkahnya.
"Makan lah aku sudah buatkan roti isi dengan ekstra mozarella, tomato and smoke beef" Aku menyodorkan satu piring roti isi ukuran jumbo untuk si bule yang badanya juga jumbo...hehehehe
"Terima kasih" ucapnya datar lalu melahap roti isi yang ku suguhkan tapi aku tidak ikut makan karena belum terlalu lapar.
"Kenapa kamu tidak makan?" tanya Ferry dengan wajah datarnya.
"Nanti saja, aku belum terlalu lapar. Lagian melihat wajah mu yang ngambek membuat nafsu makan ku hilang" ucap ku dengan wajah sesedih mungkin agar si bule berhenti ngambek.
Harapan tinggal harapan, Ferry cuek bebek tak lagi menggubris ku dia asik makan roti isinya dan meneguk coklat panasnya. Begitu selesai dia langsung meninggalkan ku sendirian di meja makan.
Aku pun membawa piring dan gelas kotor bekas Ferry ke dapur. Saat aku kembali ke ruang makan sepasang ke kasih sudah duduk manis di meja makan.
"Ehh...kalian sudah bangun, dapet berapa ronde semalam?" tanya Lia menggoda mereka, membuat Mira menundukan wajahnya yang sudah memerah karena malu.
"Hehehehe....Tidak usah dibahas kasian calon istri ku, wajahnya sudah seperti kepiting rebus karena malu"
Ujar Rendy sambil cengengesan. "Aaauuu...sakit hon," teriak Rendy saat Mira mendaratkan cubitan mau di pinggangnya sambil melotot dengan wajah kesal.
"Rasain" jawab Mira ketus.
"Sudah-sudah calon pengantin jangan bertengkar nanti pernikahannya batal lagi...hahahahaaha"
"Ya Tuhan Lia, mulut mu itu kontrol sedikit jangan menyumpahi kami seperti itu" gerutu Rendy dengan kesal mendengar ocehan ku yang nggak disaring.
"Ups...keceplosan, sorry ya nggak maksud nyumpahin koq. Sudah ayo makan aku sudah siapkan nasi goreng seafood kalian berdua kan juga penggemar seafood"
Ujar ku sambil menyendok nasi goreng seafood ke piring ku sendiri.
"Buat aku sekalian doang" pinta Rendy padaku
__ADS_1
"Minta saja calon istri mu melayani mu, aku tidak bisa nanti suami tampan ku bisa membunuh mu...hahahahahaa"
"Cckkk.." Rendy berdecak kesal mendengar ucapan ku.
"Sini piring mu biar aku yang ambil kan"
"Kamu memang calon istri terbaik ku, hon. I LoVu You full" ucap Rendy sambil melayang kan kiss jauh.
"Dasar ABG gitu kalau lagj kasmaran"
"Kamu kaya nggak gitu aja sama si bule tengil"
"Siapa yang kamu maksud bule tengil?" Tanya Ferry yang tiba-tiba saja muncul diruang makan.
Deg...jantung Rendy berdegup kencang. 'Mati nih dia denger lagi' gumam Rendy.
"Hei aku tanya siapa yang kamu maksud bule tengil?"
"Ehhh ... itu,,,ahhh anu" Jawab Rendy gagap
"Awas sekali lagi kamu berani mengatai ku" ujar Ferry sambil menoyor kepala Rendy.
"ehhh...kamu kenapa jadi songong begitu sih, mentang-mentang anak sulthan..huh" gerutu Rendy tapi tak di perduli kan Ferry.
"Sayang aku harus keluar ada metting dengan seluruh pemegang saham hotel...maaf tidak bisa anter kamu ke kampus"
"Aku berangkat dulu kalau begitu"
"Aku antar kamu ke depan". Ferry hanya mengangguk dan aku langsung bergelayutan manja di lengannya.
"Sayang"
"Hhhmm"
"Kamu masih marah sama aku?"
"Tidak"
"yakin?"
"iya"
"Terus kenapa bicaranya pelit banget gitu?"
"Tidak apa-apa"
"Sayaaang....iisssh kamu nyebelin ahh"
__ADS_1
"apa?"
"Kamu masih marah pada ku?"
"Tidak sayang ku, aku tidak marah pada mu. Aku cuma sedang sedih karena besok sudah harus balik ke negara A tapi aku justru harus sibuk bekerja dan kamj juga sibuk dengan kuliah mu...rasanya...."
Ucapan Ferry terhenti karena aku mencium bibirnya agar dia tidak lagi membahas tentang ke pulangannya besok.
"Aku suka kamu yang agresif begini" Ujar Ferry sambil menggensong ku ala koala dan merebahkan tubuhku di jok belakang mobil.
"Sayang ini masih pagi dan kamu ada metting" aku mendorong tubuh Ferry agar menjauh dan menghentikan niatnya yang akan melakukannya di dalam mobil.
"Jangan tolok aku yank, besok pagi aku sudah akan balik ke negara A"
Mendengar rengekan Ferry membuat ku tak tega menolaknya akhirnya aku pun pasrah dan menikmati saja bergumulan pagi di dalam mobil
"terima kasih sayang ku" ucap Ferry masih dengan deru nafas cepat sambil mengenakan kembali pakaiannya Begitu pula aku kembali mengenakan pakaian ku, cuma sialnya jejak merah dileher dan bahu ku tak bisa ku tutupi dengan dress kerah sabrina yang ku kenakan.
"Aku berangkat, kamu hati-hati nanti nyetirnya" Ferry mengecup kening dan juga bibir ku lalu masuk mobil dan berlalu meninggalkan ku.
Aku langsung buru-buru masuk rumah ingin segera naik keatas agar Mira maupun Rendy tak melihat jejak merah perbuatan Ferry.
"Lia, kamu kenapa lama sekali mengantar Ferry ke depan?" tanya Mira saat melihat ku masuk ke dalam rumah.
"Nanti lah aku Ceritakan sekarang aku mau mandi dulu, kita kan ada kuliah pagi ini"
"Astaga hampir saja aku lupa, kalau begitu aku juga mandi" Sahut Mira juga langsung masuk ke dalam kamar tamu di lantai satu.
"Ehhh....kalau kalian kuliah aku bagaimana?"
"Kamu pulang lah, jangan menginap lagi di rumah ku...karena besok pagi Ferry sudah balik ke negara A dia tidak mengizinkan ku membiarkan laki-laki lain menginap di rumah kami kalau dia tidak ada di rumah"
"Ahh...menyebalkan sekali suami mu itu"
"Sudah beb, kamu pulang saja aku mau tinggal disini menemani Lia"
"Trus soal ketemu WO dan liat gedung untuk pernikahan bagaimana?"
"Nanti kita bahas lagi, sekarang kamu pulang dulu"
"Hhmm...baiklaaah"
*********************************************
semoga kalian nggak bosen yang baca ceritanya yang alurnya romantis manja-manja gaje trus... sabar ya konfliknya bentar lagi mulai bertubi-tubi menguji cinta Lia dan Ferry.
jangan lupa like, komen dan votenya.
__ADS_1