
"Kamu kenapa sih?" tanya Ferry karena Lia kembali diam.
"Udah jangan banyak mikir, ayo kita masuk" Ferry menggandeng tangan Lia berjalan menuju Mozard Boutique
Begitu mereka berdua masuk ke dalam Mozard Boutique langsung di sambut para karyawati dengan ramah.
"Tuan muda Goucher silahkan masuk, sudah di tunggu Mba Karen di ruang fitting, mari saya antar" ucap Kepala Mozard Boutique dengan ramah dan penuh hormat.
Jantung Lia rasanya mau lepas. 'Ini gimana mau ngerahasiain hubungan sama Ferry kalau ternyata Karenina aja kenal baik keluarga Goucher...Huh' bathin Lia
"Mba Karen, tuan muda Goucher sudah sampai" ucap sang kepala Mozard Boutique saat masuk ke dalam hall yang terdapat deretan baju dan manikin yang mengenakan model gaun yang berbeda-beda.
Karenan yang sedang sibuk segera berbalik untuk menyambut kedatangan Ferry.
"Hai Fer, kenapa baru datang sekarang?" sapa Karenina begitu melihat Ferry.
"Ehh...Designer Lia, rupanya benar-benar kamu" ucap Karenina dengan senyum manis penuh kemenangan.
"Hai Designer Karenina, akhirnya kita ketemu juga...hehehe" sapa Lia canggung.
Ferry agak heran melihat tingkah Lia yang begitu melihat Karenina langsung melepas gandengan tangannya dan juga bicara begitu canggung. 'Lia kenap? gadis yang begitu supel dan ramah nampak begitu canggung hari ini' gumam Ferry dalam hati sambil terus menatap instens sang istri dengan heran.
"Jadi kalian...." ucap Karenina langsung du potong Ferry.
"Jangan banyak bicara mana baju yang aku pesan?" ujar Ferry yang mulai paham penyebab kecanggungan sang istri, segera memotong ucapan Karenina agar tidak menyudutkan sang istri yang identitasnya maunya di rahasiakan.
"Hhhhmmm...tunggu lah di sini aku akan mengambilkannya" ucap Karenina pergi mengambil pesanan Ferry.
"Jadi kamu dari tadi tegang takut Nina tau hubungan kita?" Tanya Ferry yang diangguki Lia cepat. Ferry langsung tersenyum dan meraih Lia dalam pelukannya dan mencium puncak kepalanya.
"Dasar gadis bodoh, Nina sudah tau hubungan kita sejak kita di Negara SG, saat mami memperkenalkan mu dengan teman-temannya di acara pelelangan. Tante Moza hadir hari itu"
Lia tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. 'Ya Tuhan ternyata diskusi di group waktu itu Karenina sudah tau status ku, kenapa terlihat seperti baru tau hari ini?' bathin Lia sudah campur aduk.
"Hadoh, aku tau kalian pasangan baru tapi jangan terlalu kejam juga dong pamer kemesraan di depan ku yang jomblo" ujar Karenina meledek kami berdua membuat wajah Lia memerah.
Melihat Lia yang semakin malu, Ferry memeluk Lia agar dia menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Ferry sampai dia berhasil menetralkan dirinya.
"Kamu panggil lah Jerry kesini jadi kamu bisa memeluknya"
"Mana mungkin dia datang, jika kamu disini itu artinya dia sedang sibuk menggantikan pekerjaan mu" keluh Karenina.
"Sayang, kamu sudah bisa coba gaunnya sekarang?" tanya Ferry sambil mengelus kepala Lia.
Lia menganggukan kepalanya pelan lalu mengurai pelukan Ferry.
__ADS_1
"Kamu pergilah coba gaunnya" ucap Ferry menangkup kedua pipi Lia, lalu mengecup keningnya.
'Ternyata beruang kutub itu bisa selembut dan romantis juga? Sulit ku percaya'
"Nona, mari ikut saya ke ruang ganti" ucap salah satu pelayan yang memegang gaun Lia.
Begitu Lia sudah menjauh dan masuk ke ruang ganti, Ferry bicara serius dengan Karenina.
"Aku yakin kamu tau kalau Lia istri ku? aku minta rahasiakan ini, Lia belum mau mempublikasikan hubungan kami sampai dia lulus".
"Apa untungnya aku membantu mu merahasiakan ini semua?" goda Nina yang dibalas sengit Ferry.
"Kalau kamu mau Mozard Boutique terus berdiri lakukan seperti apa yang aku ucapkan.
"Wow, Ferry kamu mengancam ku?"
"Kenapa tidak? kebahagia Lia prioritas utama ku.
"Oke aku tidak akan membocorkannya, lagian sebenarnya aku sudah tau hal ini dari mami"
"Bagus, aku ganti baju dulu" ucap Ferry sambil berjalan mengambil bajunya dan pergi ke ruang ganti sendiri.
Ferry sudah selesai berganti baju, begitu Ferry keluar dari ruang ganti dengan mengenakan tuxedo warna dark blue membuat pesona pria bule satu ini semakin memukau wanita yang sedang di Mozard Boutique.
"Wow, tuan muda Goucher memang tampan pantas semua wanita di negara A begitu memuja mu" goda Karenina.
"Hahahaha...tuan muda Goucher aku cukup tau diri makanya dari awal sudah menjaga hati ku untuk tidak terpesona dengan mu"
"Karena itu lah aku tetap sampai sekarang mempercayakan baju ku pada untuk di buat oleh mu" timpal Ferry sambil berjalan menuju sofa untuk duduk tapi belum juga sampai tiba-tiba semua kembali kasak kusuk dan memindahkan arah pandangannya ke ruang ganti wanita. Awalnya Ferry tak ingin perduli tapi tiba-tiba suara wanita yang amat dia cintai memanggilnya.
"Suam, bagaimana menurut mu?" tanya Lia begitu keluar dari ruang ganti wanita.
"Designer Lia kamu cantik banget, aku tidak menyangka kamu akan jadi sangat cantik begitu berdandan"
Karenina begitu terpesona dengan Lia yang tiba-tiba jadi sangat cantik.
"Pantas saja tuan muda yang begitu dingin takluk oleh mu, aku saja yang wanita jatuh cinta terpesona oleh mu"
"Designer Karenina jangan terlalu memuji ku, nanti aku bisa melayang" ujar Lia malu karena semua mata kini menatapnya.
Ferry berbalik dan melangkah mendekati Lia dan berbisaik "Cantik, sayang ku sangat cantik" Puji Ferry membuat Lia makin tersipu.
"Sayang kalau kamu terus seperti itu aku bisa jamin saat ini juga aku akan mencium mu" bisik Ferry karena memandang wajah Lia yang malu-malu dengan bibir yang sedikit terbuka dan terliat sangat seksi dengan Lipstik merah cabai.
'Sialan siapa yang mendandani istri ku begitu menggoda seperti ini, dia Pikir istri ku untuk di pertontonkan' gerutu Ferry kesal tak terima Lia jadi terlihat seksi dan menggoda padahal bajunya tidak telalu terbuka semua yang harus tertutupi masih tertutup rapat hanya lengan dan sedikit di bagian punggung yang terekspos.
__ADS_1
"Sudah ya tuan dan nyonya muda sekarang izin kan aku mengganggu kemesraan kalian, aku harus mengecek baju yang kalian kenakan ada kurang atau tidak?"
"Sudah stelan ku tak perlu kamu periksa lagi ini sudah pas dan nyaman untuk ku" sahut Ferry malas di sentuh wanita lain.
"Tapi sayang, menurut ku bagian bahunya di naikan sedikit suami ku akan makin tampan" ucap Lia sambil menaikan sedikit bagian lengan jas yang Ferry kenakan.
"Aku setuju dengan mu designer Lia, sebentar aku akan ambil jarum pentul untuk menandainya".
Saat Karenina mendekati Ferry langsung di stop "Berikan jarum pentul itu pada Lia, biar dia saja yang melakukannya"
"Dasar tuan muda aneh, aku designer baju ini tapi kamu tetap saja tak mau ku sentuh"
"Designer Lia, maaf merepotkan mu" ujap Karenina sambil menyerahkan jarum pentul.
"Bagaimana menurut mu Designer Karenina benar tidak aku meletakan jarum pentulnya?" tanya Lia tak enak hati.
"Sempurna, oke tuan muda kamu sudah boleh mengganti kembali baju mu biar aku perbaiki dan laundry besok siang akan diantar ke apartemen mu"
"Kalau di gaun mu, designer Lia ada pendapat?" tanya Karenina sambil memutar tubuh Lia.
"Tidak gaun ini sangat cantik, ornamen yang kamu gunakan juga menarik sederhana tapi elegan, dan modelnya walau presbody tapi tidak membuat ku sesak dan sangat nyaman" sahut Lia memuji karya designer Karenina.
"Aku sangat tersanjung mendapat pujian dari designer Lia"
"Mana pantas aku yang masih anak bawang di dunia design menilai karya senior seperti mu? Lancangnya mulut ku ini" sahut Lia tak enak hati mendengar ucapan Karenina.
"Aku beri tau pada mu ya designer Lia, design gaun mu ini bukan karya ku tapi buatan suami mu. Aku hanya membuatnya sesuai keinginannya"
Lia tercengang dia tak pernah tau kalau Ferry bisa mendesign selama ini. "Eh...kamu bercanda kan?" ujar Lia tak percaya.
"Kamu tanya saja nanti sama orangnya, dan nanti kamu lihat saja di bagian dalamnya merknya FG bukan Karenina Mozard seperti pakaian lainnya yang ku design"
"Sejak kapan dia bisa mendesign?" gumam Lia yang terdengar Ferry saat keluar dari ruang ganti.
"Sejak tiga tahun lalu ku dengar Ferry mengambil kelas khusus yang diajar langsung oleh beberapa designer dunia cuma enam bulan tapi sejak hari itu jika dia butuh baju dia akan menyerahkan gambar dan memberi tahu detail bahan yang digunakan aku cuma membuatkan saja"
"Kalian sedang membicarakan ku?" ucap Ferry begitu berdiri di samping Lia.
"Suam, jadi itu benar? kamu bisa design?" tanya Lia terkagum-kagum. Ferry hanya tersenyum.
"Kamu ganti lah gaun mu, kita makan malam. Perut ku mulai lapar' rengek Ferry manja pada Lia.
'Ya tuhan, dia bahkan bisa bicara dengan nada manja begitu...sepertinya Ferry yang hari ini ku lihat bukan beruang kutub biasanya' gumam Karenina tak percaya apa yang dia lihat dan dengar.
Begitu Lia keluar dari ruang ganti, Ferry langsung menggandeng tangannya dan pamit pada Karenina.
__ADS_1
Di tunggu review dong jangan lupa like and komen