Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Penyakit Ferry


__ADS_3

"Oke aku cerita, tapi berhenti menangis aku tidak tahan melihat mu menangis seperti ini...huuffft"


Ferry menarik nafas dalam-dalam sedangkan Lia dengan cepat menghapus air matanya dan berusaha menghentikan tangisnya.


"sudah tidak menangis lagi" ucap Lia sambil mengusap air matanya yang masih mengalir.


"Begini bilang tidak menangis lagi, air mata mu seperti keran air" ucap Ferry sambil menghapus sisa air mata yang masih mengalir di pipi istri cantiknya.


"Dengar baik-baik dan tanamkan ini dalam hati dan pikiran mu" ucap Ferry menatap kedua bola mata Lia yang kini makin sembab karena lagi-lagi menangis sambil menangkup kedua pipi Lia.


"Kamu, Lia Putri Aghata adalah satu-satunya wanita paling sempurna yang di nakahi oleh Ferry Goucher, untuk selamanya hanya Lia Putri Aghata yang akan jadi istri dan ibu buat anak-anak ku, tidak akan ada wanita lain".


"Aku bukan mau dengar itu" potong Lia sambil memonyongkan bibirnya membuat Ferry tak tahan langsung mengecup lembut bibir Lia.


"aauauuu" teriak Ferry saat Lia mencubit perutnya membuat Ferry terpaksa menghentikan pagutan bibirnya di bibir Lia.


"Sakit yank, kamu mah tega ihhh" keluh Ferry merajuk karena Lia kali ini mencubit Ferry serius pake banget. Gimana nggak serius orang lagi sedih mata aja masih bengep bukannya cepetan cerita malah bawel ngomong kemana-mana...ehhh dia pake sempet-sempetnya mencium Lia segala.


"Rasain siapa suruh mesum" sahut Lia sambil melipat kedua tangannya di dada. "Sekarang bisa serius tidak" Lia mulai menggunakan nada tinggi sepertinya kesal dihatinya belum hilang karena ulah Ferry.


"Iya sayang, serius. Tapi kamu kesini dong jangan jauh-jauh dari aku, kaya orang lagi marahan aja" Ferry mengulurkan tangannya, Lia pun menyambut uluran tangan Ferry dan mengikuti maunya Ferry.


Kini Lia sudah nyaman dalam pelukan sang suami. Dan Ferry pun mulai menyiapkan hati jika Lia shock mengetahui tentang penyakitnya.


"Hhhmmm..." Ferry menarik nafas dalam, rasanya berat sekali dia menceritakan perihal sakit yang di alami-nya.


"Kenapa yank? kamu sakit apa sih sampe berat banget cerita sama aku?" Lia mulai khawatir, pikirannya sudah kemana-mana membayangkan Ferry sakit parah atau sakit mematikan.


"Kamu janji setelah mengetahui-nya tidak akan meninggalkan aku?" Mendengar pertanyaan Ferry Lia mengerutkan alisnya, Lia jadi bingung 'sakit apa memangnya ini bule, sampai dia berfikir jika aku tahu aku akan meninggalkan-nya...ckckck' bathin Lia.


"Sayang aku Lia Putri Aghata tidak akan pernah meninggalkan suami ku Ferry Goucher apapun sakit yang di deritanya dulu, sekarang atau pun nanti, Puas".


Senyum di wajah Ferry langsung terkembang sempurna, membuat wajah tampannya semakin terlihat makin tampan.


"Sebenernya sakit ku bukan sakit fisik tapi psikis, jadi waktu kejadian di kolam renang dan aku sempat tidak sadarkan diri, lalu begitu sadar aku mencari mu tapi kamu menghilang seperti di telan bumi. Sejak saat itu aku jadi sering mimpi buruk dan aku jadi takut ketika melihat air yang bergenang, jadi setiap melihat kolam renang atau laut aku langsung keringat dingin dan tak bisa bernafas seakan-akan aku sedang tenggelam"


Lia menatap Ferry tanpa berkedip, dia tidak percaya dengan apa yang sedang Ferry ceritakan. Buat Lia hal yang Ferry ceritakan sangat tidak masuk akal.


"Kenapa wajah mu seperti itu?". Ferry heran melihat wajah Lia bukannya kaget tapi malah memasang wajah seperti tidak mempercayai cerita Ferry.

__ADS_1


"Kamu cocok banget jadi penulis novel fiksi" mendengar komentar Lia alis Ferry mengerut dalam, dia kesal dan juga marah dianggap sedang mwngarang cerita oleh Lia.


"Jadi kamu tidak percaya ucapan ku?" tanya Ferry dengan nada super dingin menahan kesalnya.


"Siapa juga yang bisa percaya cerita mu?" sahut Lia santai merasa tak berdosa.


"Maksud mu apa?" wajah Ferry makin masam dan tak enak di lihat, kalau orang lain pasti sudah bergidik ngeri tapi tidak dengan Lia.


Lia malah menangkup kedua pipi Ferry sambil menatap netra biru milik suami tercinta. "Sayang jika kamu tidak bisa menceritakan apa sakit mu padaku, kamu tidak perlu mengarang cerita yang tidak masuk di akal. Kamu takut air bergenang, bagaimana mungkin aku percaya? selama menikah bukan hanya satu kali kita bercinta di dalam genangan air bathtubs. Aku akan menunggu dengan sabar sampai kamu siap bercerita pada ku, jadi jangan mengarang cerita lagi"


Lia mengeciup kedua pipi Ferry usai berkata panjang lebar, sedangkan wajah Ferry semakin tak enak di Lihat tapi saat Lia mengecup pipinya amarah dan kekesalannya pun sirna.


'Ahh...sudah lah percuma juga dijelaskan Lia nampaknya tidak akan mempercayai apa yang aku cetitakan' Gumam Ferry dalam hati.


Ferry menarik tubuh Lia masuk ke dalam dekapannya. "Oke sayang, kalau itu mau mu" Ujar Ferry sambil memeluk Lia dan Lia hanya menganggukan kepala dalam pelukan sang Suami.


Rasa penasarannya makin meningkat tentang penyakit Ferry tapi Lia tak ingin memaksa Ferry untuk bercerita karena mendengar Ferry mengarang cerita tak masuk di akal Lia membuat Lia merasa Ferry tertekan oleh desakannya. Jadi Lia berfikir akan menanyakan langsung soal penyakit Ferry pada dokter Gavin.


"Sayang kamu kenal dokter Gavin sejak kapan?"


"Dari aku kecil, ayahnya Gavin adalah dokter keluarga kami dan juga merupakan pemilik rumah sakit dimana Goucher Corp merupakan pemegang saham terbesar rumah sakit itu sekarang"


"Bisa dibilang begitu, karena perbedaan usia kami tidak sampai satu tahun walau tahun kelahirannya berbeda"


"Pantas dokter Gavin terlihat masih muda sekali"


"Memang aku tidak terlihat muda?" tanya Ferry sambil menaikan satu alisnya mulai jengkel Lia terus membahas Gavin.


"Kamu terlihat lima tahun lebih tua dari usia mu, apa lagi jika mengenakan stelan jas kerja dengan wajah angker mu, kamu tidak cocok dibilang brondong...heheheehe"


"Ckck..istri ku sekarang sudah berani mengejek suami rupanya....minta di hukum ya?" balas Ferry membuat Lia bergidik ngeri membayangkan hukuman dari Ferry.


Lia spontan menggelengkan kepala "Tidak mau..tidak mau...tidak berani mengejek suamiku lagi"


"Hahahahaha....sayang wajah mu menggemaskan sekali kalau begini aku yang tadi niat cuma bercanda mau menghukum mu, jadi benar-benar nggak sabar mau memberi mu hukuman"


"Iiissshhh...sudah aku tidak mau bicara lagi dengan mu" gerutu Lia lalu duduk menghadap ruang ICU bertepatan dengan dokter Gavin keluar dari ruang ICU.


"Dokter Gavin" ucap Lia begitu melihat Gavin keluar, membuat Ferry menoleh kearah pintu dengan wajah masam.

__ADS_1


"Panjang umur sekali kamu...ckck" gumam Ferry yang masih terdengar Lia dan Ferry.


"Kalian kenapa masih di sini?" Sahut Gavin mendekati Lia dan Ferry.


"Nunggu papa, dok. Mama dan lainnya sedang pulang dulu jadi kami yang nunggu takutnya pihak rumah sakit butuh sesuatu jadi kami stand by di sini"


Mendengar penuturan Lia, Gavin spontan tertawa. "Hahahahaha....kalau aku butuh sesuatu untuk Mr. Aghata tak perlu keberadaan kalian disini juga kali, cukup perintah dari suami lewat telphon saja. Aku jamin apa yang ku butuhkan dalam waktu singkat akan aku dapatkan".


Lia memicingkan matanya usai mendenganr penuturan Gavin. 'Serius Ferry sehebat itu?, dia bukannya hanya kaya di Negara A ya?' bathin Lia makin bingung sebenarnya seberapa luar biasa suaminya itu.


"Kenapa malah bengong? kamu beneran belum tau kehebatan suami mu?"


Lia langsung menggeleng mendengar pertanyaan Gavin. "Aku hanya tau kehebatan Ferry saat di atas ranjang".


"Wkwkwkwkwkwk....Lia kamu benar-benar lucu pantas saja beruang kutub ini terlihat bahagia di dekat mu"


Wajah Lia langsung memerah dan Lia langsung menundukan wajahnya karena malu sekali rasanya dia bisa keceplosan bicara. 'Sial apa yang aku bicarakan?'.


Ferry yang di bicarakan hanya bisa senyum-senyum karena tidak menyangka Lia akan sevulgar itu. Walau agak tidak nyaman di goda Gavin, tapi lebih banyak bunga-bunga indah berterbangan di hati Ferry usai mendengar penuturan Lia kalau dia hebat diatas ranjang.


"Sudah jangan goda istri ku lagi" Ucap Ferry sambil menarik tubuh Lia dalam pelukannya. Agar Lia bisa menyembunyikan wajahnya dari Gavin.


"Kamu jangan merusak kebahagian ku, bisa tidak. Mengganggu sekali" Gerutu Gavin mendengar Ucapan Ferry.


"Nampaknya kamu benar sudah bosan jadi dokter"


"Tuan muda Goucher bisa tidak jangan slalu mengancam ku seperti itu?"


"Masih berani bisa hal tidak penting?" Ferry menatap tajam ke arah Gavin membuat Gavin bergidik ngeri.


'Kaya aku udah bangunin macan tidur nih, mending pergi aja dari pada dia beneran bikin susah aku nantinya'. Gumam Gavin dalam hati.


"Oke aku pergi sekarang" Mendengar Gavin akan pergi Lia keluar dari pelukan Ferry.


"Tunggu dok, ada yang mau aku tanyakan? Dokter ada waktu?"


kira-kira apa yang Lia mau bicarakan ya sama Dokter Gavin?


masih setia baca novel aku kan? jgn lupa like, komennya ya readers tersayang.

__ADS_1


__ADS_2