Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Bener-bener Soulmate


__ADS_3

Lia berjalan agak santai menuju kelas karena hari ini dia sampai kampus lebih pagi sedikit dari biasanya.


Jeni yang melihat Lia sudah duduk manis duluan di dalam kelas sambil chat dengan Rosie untuk menanyakan prihal kak Hans dikejutkan oleh Jeni yang tiba-tiba menggebrak meja di sebalah Lia.


Namun Lia tak terkejut sama sekali hanya mengangkat kepalanya melihat siapa yang menggebrak meja pagi-pagi sudah cari ribut.


"Aiissshh....ternyata kamu, iseng banget sih jadi cewe. Kurang kerjaan banget" ujar Lia lalu kembali asik menekuri ponselnya.


"cih...tidak asik banget, masa kamu tidak terkejut sih?" gerutu Jeni melihat Lia yang tak berhasil dia isengin.


"Kamu sibuk apa sih? dari tadi mandangin ponsel terus, trus tumben pagi-pagi sudah nongol di kelas" cerocos Jeni namun tak Lia gubris sama sekali, akhirnya Jeni menyerah dan duduk pasrah di sebelah Lia sambil menarik nafas panjang membuat Lia menoleh kearah Jeni.


"Ada apa?" tanya Lia sambil memandang Jeni dengan wajah serius, karena tak biasanya Jeni menarik nafas panjang seperti sedeng ada beban.


"Kak Arjun besok sore mengajak ku ke negara S dan aku tidak akan menolaknya" gumam Jeni membuat Lia tersedak salivanya karena besok malam dia dan Ferry pun akan pergi ke negara S untuk menghadiri acara perjamuan walikota negara S yang diadakan sabtu malam.


"Kamu tidak sedang bercanda, kan jen?" tanya Lia dengan wajah panik, dia tidak menyangka kalau Arjun akan datang lagi ke negara S.


"tidak" sahut Jeni sambil menggelengkan kepalanya membenarkan segala apa yang Jeni ucapkan sebelumnya.


"Bagaimana bisa?" tanya Lia penasaran "kenapa bisa tiba-tiba Arjun mengajak mu ke negara S padahal disana sangat berbahaya" sambung Lia makin panik


"Kemarin malam kak Arjun datang ke rumah izin sama mami dan papi untuk membawa ku ke negara S menghadiri perjamuan walikota dinegara itu" Jelas Jeni belum selesai sudah dipotong Lia dengan suara agak tinggi


"What?" teriak Lia terkejut mendengar penjelasan Jeni.


"Ssssttt....kamu pelan sedikit, semua orang jadi melihat ke arah kita" bisik Jeni mendengar Lia memekuki setelah mendengar penuturan Jeni.


"Sorry, aku beneran shock ini. Aduh kenapa keinginan mu kemarin untuk ikut ke negara S dikabulkan tuhan sih, padahal disana sangat tidak kondusif" tutur Lia mulai cemas


"Padahal kemarin aku cuma iseng berucap tidak benar-benar ingin ikut ke negara S dengan mu" gumam Jeni pasrah "Ehh...malah benar terwujud" sambung Jeni


"tapi kamu tidak usah terlalu cemas lah toh kak Arjun juga pasti sudah melakukan persiapan matang di sana begitu juga dengan tuan muda Goucher, suami mu itu tak akan mungkin membawa mu kesana jika kondisi disana tidak aman untuk mu"


"Iya juga ya, sudah lah kita anggap saja liburan singkat sebelum ujian tengah semester"


"Betul, jadi kamu harus bilang pada ku selama disana kalian akan kemana saja aku akan minta kak Arjun untuk mengajak ku juga kesana" rengek Jeni dengan nada manja


"Tidak akan ku beri tahu, aku mau menikmati liburan berdua suami ku..wheeeell" sahut Lia sambil menjulurkan lidahnya pada Jeni.


"Dasar nyonya Goucher pelit"


"Memang, baru tau" sahut Lia lalu kembali menekuri ponselnya dan melanjutkan chat dengan Rosie sampai dosen masuk kedalam kelas dan mereka pun menjalankan hari kuliah dengan serius tanpa banyak masalah.

__ADS_1


Sedangkan Ferry begitu tiba di apartemen bukan istirahat tapi menyibukan diri di ruang kerjanya sampai suara bel pintu apartemennya bunyi dia baru beranjak dari ruang kerjanya. Berharap sang istri yang datang walau itu tak mungkin, karena Lia tak mungkin menekan bel pintu dia tau kode akses pintu apartemen. Ya hanya Lia yang dan Jerry lah yang tau kode akses pintu apartemen karena Ferry paling tak suka orang lain masuk ke wilayahnya tanpa seizinnya.


"Kamu? mau apa kesini?" tanya Ferry begitu membuka pintu sosok Sandra yang berdiri dengan senyum manis


"Apa aku tidak boleh kesini?" tanya Sandra dengan nada murung setelah mendengar ucapan Ferry


"Bukan begitu, hanya aku tidak menyangka kamu akan muncul disini tanpa menelphon ku dulu" kilah Ferry yang sebenarnya malas untuk mengizinkan Sandra masuk.


Ferry takut jika Lia sampai tau dia mengizinkan wanita lain masuk ke apartemen saat dia tidak ada akan membuat wanita itu cemburu dan merajuk.


"Aku datang cuma mau kasih kamu ini?" ucap Sandra sambil mengangkat ransum yang dia bawa. "Tadi aku ke rumah sakit tapi kata suster disana kamu sudah pulang dari pagi, aku telphon kamu tidak diangkat jadi aku telphon Jerry dan dia bilang kamu di apartemen tidak masuk kerja hari ini, jadi aku kesini deh antar ini"


'Jerry sialan, mulut mu sepertinya harus mulai di tatar' gerutu Ferry dalam hati mendengar penuturan Sandra.


"Niat baik mu aku terima tapi aku minta maaf tidak bisa mengajak mu masuk karena aku tak ingin wanita yang aku cintai salah paham, aku harap kamu mengerti" ujar Ferry sambil menerima ransum dari tangan Sandra.


Wajah Sandra menghitam menahan amarah mendengar ucapan Ferry tapi secepat kilat dia kembali dengan wajah manis terukir senyum.


"Baiklah, kalau begitu aku pamit dulu. Kamu istirahatlah baik-baik agar cepat pulih"


"Oke, lain kali aku traktir makan"


"Aku tunggu" sahut Sandara lalu berbalik menuju life


Gumam Sandra penuh rencana untuk menghancurkan hubungan Ferry dan wanita misterius yang dicintai Ferry.


Begitu Sandara masuk kedalam life, Ferry buru-buru menelphon pihak security apartemen untuk memblack list Sandra untuk sementara waktu agar tak bisa naik ke unit apartemennya karena Lia tak ingin hubungan mereka diketahui oleh Sandra akan sangat bahaya jika suatu saat Sandra tiba-tiba muncul seperti tadi dan ada Lia apartemen.


"Baik tuan muda, kami mengerti" mendengar ucapan sang security Ferry pun langsung memutus panggilan telphonnya.


"Sudah setengah hari, wanita itu belum juga menghubungi ku. Apa dia sesibuk itu dikampus?" gumam Ferry sambil berjalan menuju kamar untuk mengambil ponselnya yang sedari tadi sengaja tidak dibawa ke ruang kerjanya.


"Baru dipikirin orangnya sudah nelphon, bener-bener soulmate" ujar Ferry dengan senyum manis saat melihat tulisan yang tertera dilayar ponselnya yang sedang berkedip-kedip.


"Assalamualaikum bidadari dari syurga" ucap Ferry dengan nada bahagia menerima panggilan telphon sang istri.


"waalaikumsalam, suam kamu kalau mau makan di frezer ada ayam bakar, capcay dan juga sambel goreng ati, nasi juga ada di dalam box warna orange. Kalau kamu mau makan kamu tinggal masukin microwave" tutur Lia panjang lebar tanpa jeda dengan satu tarikan nafas membuat Ferry senyum sendiri mendengar ocehan Lia yang seperti burung cicarowo.


"Suam, kamu dengerin aku ngomong nggak sih?" ucap Lia kesal karena Ferry diam aja tidak menggubris ucapannya.


"Eh...sayang ku sudah selesai ya ngomongnya, kirain masih ada yang mau disampein...hehehehe"


"Owh, maksud mu aku terlalu cerewet?"

__ADS_1


"Aku tidak bilang begitu ya, kamu sendiri yang mengaku"


"Tuh, berarti bener kan kamu mikir gitu?"


"Tapi aku suka koq kamu cerewetin"


"Hhhmm...gombal"


"Aku serius yank, Ferry Goucher kapan pernah menggombal?"


"Sekarang"


"Ya sudah terserah kamu deh mau mikir gimana, aku sambil panasin makanan yang kamu bilang di microwave dulu ya"


"Jangan lupa lubang udara di tutup makanannya di buka dulu"


"iya yank, kamu masih ada kuliah lagi?"


"Ada, tapi masih setengah jam lagi"


"Trus kamu sudah makan siang?"


"Ini lagi di kantin nungguin makanannya datang, Jeni lagi pesenin makannya tuh food court"


"Yah, kita tidak bisa video call dong"


"Nggak bisa lah suam, disini terlalu ramai, nggak nyaman video call"


"Kamu tidak bisa makan siang di taman gitu yang agak sepi"


"Aduh suam, aku belum pernah jalan-jalan dikampus jadi nggak tau ada nggak tempat sepi yang nyaman dipake untuk duduk makan sambil video call sama kamu, kamu tau kan selama ini aku kuliah cuma masuk kelas, parkiran dan ruang dosen atau perpustakaan itu pun cuma sekali-sekali aja"


Ferry hanya bisa senyum-senyum sendiri mendengar penuturan Lia, pasalnya dia tau persis Lia setiap dikampus memang hanya akan belajar dan tak ada waktu buat leyeh-leyeh atau main-main, apa lagi sejak mulai masuk YZ Collection Lia makin tak mungkin ada waktu untuk santai-santai dikampus atau iseng nyari tempat untuk duduk-duduk santai sambil ngerumpi dengan temannya kaya waktu Lia di kampusnya di negara IND.


"Suam, Makanan ku sudah datang nih. Telphonannya udahan dulu ya"


"oke, kamu makan pelan-pelan jangan lupa doa"


"Siap, suami ku juga jangan lupa makan siang. Jangan kerja terus sampe lupa makan siang. Satu lagi obatnya yang sebelum makan jangan lupa di minum dulu, minumnya sekarang biar nanti pas makanannya siap kamu tinggal makan, nggak perlu nunggu lagi"


'Wanita ini kenapa bisa kuat banget bicara panjang lebar tanpa jeda tanpa ngos-ngosan pula?' bathin Ferry sambil geleng kepala memikirkan Lia yang tak terdengar lelah dari tadi bicara panjang lebar tanpa jeda.


"iya" sahut Ferry sebelum panggilan telphon di putus Lia.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan jadikan novel suamiku brondong favorite kalian jadi nggak ketinggalan updateannya


__ADS_2