Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Lia Hilang (part 1)


__ADS_3

Selesai sarapan Ferry, Lia, Shella, Willy, Margaret, Dhaniel dan Terry pergi pantai Mindland.


"Wah, cantik sekali pantainya. Kenapa sepi sekali pengunjungnya?" tanya Lia heran melihat pantai yg begitu cantik sepi pengunjung.


"Pantai Mindland, ini pantai private yank, Jadi memang hanya yang tinggal di daerah sini lah yang bisa berkunjung ke sini" Jelas Ferry yang di angguki Lia.


Dreeet...Dreeet....Dreeet


"Sebentar ya aku angkat telphon dulu" ucap Ferry kemudian agak menjauh dari ku.


'Siapa yang telphon koq pake pergi menjauh? nggak mungkin cewe kan?' Bathin Lia sambil memandangi punggung tegak sang suami.


"Kak Lia ngapain melamun di sini?" tanya Shella sambil merangkul kakak iparnya dari belakang.


"Tuh, nungguin bule ganteng selesai telphon" ucap Lia sambil memonyongkan bibirnya ke arah Ferrry.


"Terima telphon dari siapa sampai pergi menjauh gitu?" gumam Shella yang terdengar Lia.


"Kakak, juga nggak tau shel" sahut Lia lemas.


"Udah ayo ikut aku aja kita Liat kak Willy dan kak Dhaniel surfing di sana" ajak Shella sambil menggandeng tangan Lia, mau tak mau Lia pun terpaksa pergi mengikuti langkah Shella.


Ferry yang masih sibuk dengan telphonnya melihat Lia dan Shella berjalan menjauhinya untuk menonton Willy dan kak Dhaniel surfing.


Sorak sorai Shella, Cindy dan Terry menyemangati Dhaniel dan Willy yang sedang asik berselancar di atas ombak sedangkan Margaret lebih pilih berjemur di atas kursi pantai.


"Sayang, maaf ya aku harus ke kantor. Ada yang harus aku kerjain barusan papi telphon meminta ku ke kantor. Kamu main di sini sama mereka tidak masalah kan?" ucap Ferry sendu, sambil mengelus kepala sang istri.


"Kamu hati-hati ya suami, jangan ngebut-ngebut. Balik ke sininya pake supir jangan nyetir sendiri" ujar Lia dengan senyum manisnya, walau terasa perih di hati baru aja mau nikmatin pemandangan indah sama suami malah ditinggal.


"Oke, Aku pergi sekarang ya. Kamu jangan jauh-jauh dari mereka" pesan Ferry sedikit khawatir jika istrinya kenapa-kenapa karena ini pertama kalinya Lia ke sini.


"Kak Ferry titip kak Lia ya" ucap Ferry pada dua gadis yang duduk di samping Lia.


"Emang harus banget ke kantor ya kak?" ujar Shella agak kesal.


"Ada hal penting yang butuh kakak di kantor, Jadi kakak mohon titip istri kakak. Jangan di tinggal sendirian. Lia belum tau daerah sini" pesan Ferry pada dua gadis belia sebelum dia berlalu menuju parkiran mobil.


Hari makin siang, panas mentari mulai terasa di kulit. Dhaniel dan Willy pun sudah lelah surfing. Mereka pun menuju restoran yang terletak di area pantai untuk makan siang.


"Abis makan kita jalan ke balik batu karang itu yuk, udah lama kan kita tidak main di air terjun" Ajak Willy yang sudah selesai ganti baju dan mulai menyantap makan siangnya.


"Di sini ada air terjun?" gumam Lia sedikit tak percaya.


"Ada kak, dua tahun lalu kita terakhir kesana. Air terjunnya cantik banget apa lagi dari sana kita bisa Lia sunset juga" Sahut Cindy.


"Oke ayo lah, kebetulan Terry belum pernah kan aku ajak kesana" Ujar Dhaniel yang langsung mendapat teriakan kegirangan dari Terry.

__ADS_1


"Horee...waterfall i'm coming" semua tertawa mendengar teriakan Terry sambil lompat-lompat karena ini pertama kali buat Terry liat air terjun.


Usai makan siang mereka pun berjalan menuju balik tebing untuk melihat air terjun dan sunset.


"Kita nggak bawa senter?" tanya Lia heran mau naik ke bukit sampe malem koq nggak ada yang bawa perlengkapan hiking.


"Tenang aja Lia sepanjang jalan setapak sudah ada lampu penerangan, jadi nggak akan gelap dan nyasar walaupun kita turun setelah matahari tenggelam" sahut Dhaniel, yang di angguki Lia.


Mereka pun mulai menapakin jalan setapak berbentuk tangga di kanan kiri jalan tumbuh pepohonan tinggi-tinggi lebar dan terlihat Asri. Benar-benar pemandangan yang Lia rindukan karena mirip dengan tempat wisata di negara IND.


Di tengah perjalanan ponsel Lia berdering, ternyata sang suami menelphon. Lia pun duduk di anak tangga di samping Shella dan Cindy yang sedang istirahat untuk minum.


"Sayang, lagi ngapain? Gimana seneng main di pantai? Jangan pisah jauh-jauh sama yang lain" tanya Ferry membuat Liat tertawa.


"Hahahaahaa". "Loh koq malah ketawa sih?" ujar Ferry bingung.


"Kamu nanya borongang gitu, gimana aku jawabnya?" sahut Lia membuat Ferry pun terkekeh.


"Aku tuh baru sampe kantor nih, setengah jam lagi metting sama klien. Aku banyak nanya karena khawatir sama kamu, dari tadi kepikiran kamu terus" rengek Ferry membuat Lia kembali tertawa.


"Hahaha...suami ku bucin banget sih, aku lagi duduk nih sama Shella dan Cindy capek kaki ku" jelas Lia membuat Ferry bingung.


"Main di pantai aja sampai capek gitu kakinya?" tanya Ferry agak bingung.


"Kita lagi jalan-jalan ke bukit dibelakang batu karang deket pantai suam, mau lihat air terjun" Jelas Lia


"Baiklah kalau begitu aku tutup dulu telphonnya. Aku harus masuk ke dalam gedung kantor sekarang" pamit Ferry


"Oke bye, Miss You" ucap Lia sebelum menutup telphonnya


"Miss you too baby" sahut Ferry kemudian memasukan ponselnya ke dalam saku celana.


"Kak Lia, ayo kita jalan lagi" ajak Cindy yang di setujui Shella tapi Lia justru meminta mereka duluan karena dia masih mau duduk, kakinya benar-benar pegal dan tenggorokannya haus.


"Kalian duluan, abis ini kakak nyusul kalian naik" ujar Lia.


"Aku nemenin kak Lia aja deh Cin" sahut Shella.


"Udah nggak apa-apa kamu duluan aja Shel, kakak cuma mau istirahat sebentar lagi doang koq abis itu lanjut jalan lagi"


Mendengar ucapan Lia, akhirnya Cindy dan Shella naik ke bukit lebih dulu, dengan perasaan cemas Shella melangkahkan kakinya mengikuti Cindy.


"Udah sih Shel, Kak Lia kan bukan anak kecil masa iya cuma ngikutin jalan setapak gini aja pake nyasar" ledek Cindy melihat sepupunya berkali-kali menengok kebelakang melihat keberadaan kakak iparnya.


Sedangkan Dhaniel, Willy, Margaret dan Terry sudah sampai di puncak bukit. Terry nampak bahagia bermain di bawah air terjun bersama Dhaniel dan Willy. Sedang Margaret sibuk berenang.


"Yang lain kenapa belum keliatan?" ujar Willy agak khawatir.

__ADS_1


"Itu Cindy dan Shella. Tapi mana Lia?" ucap Dhaniel membuat Willy dan Terry melihat ke arah dua gadis belia yang mulai mendekat.


"Kalian kenapa cuma berdua, kak Lia mana?" tanya Willy cemas.


"Masih di belakang tadi kak Lia istirahat dulu di bawah jadinya kita disuruh duluan sama kak Lia" ucap Cindy sambil bersiap untuk renang.


Lia yang sudah hilang lelahnya berniat melanjutkan perjalanan tapi di tengah jalan Lia melihat seekor kelinci yang kakinya tersangkut akar pohon.


"Kasian kak kamu kelinci, sini aku bantu kamu melepas lilitan akar pohonnya ya" Ucap Lia pada sang kelinci.


Lia asik menolong kelinci tanpa sadar kalau tak jauh dari tempatnya ada seekor ular yang mendekatinya


"Sekarang kamu sudah bebas" ucap Lia sambil mengelus-elus tubuh sang kelinci.


Sang kelinci yang merasakan ada bahaya, langsung bergegas berlari menjauhi Lia.


'Ehh...koq langsung lari, ya sudah lah lebih baik sekarang aku naik ke atas nanti keburu gelas' gumam Lia dalam hati.


Baru juga Lia mau berdiri seekor ular piton sudah menghadang jalannya Lia. 'Ya tuhan besar sekali ular itu, sekujur tubuh Lia langsung kaku tak bisa dia gerakan karena Lia ketakutan.


Lia berniat mengusir ular itu dengan batang kayu tapi saat Lia berusah meraih batang kayunya kakinya tergelincir dan meluncur dengan cepat ke dasar jurang.


"Aaaaaaaaa" teriak Lia sampai akhirnya dia pingsang begitu tubuhnya menabrak pohon besar.


"Ini udah hampir sejam Lia belum juga menampakan batang hidungnya, mana sebentar lagi matahari mau tenggelam lagi" gumam Willy membuat mereka semua sadar kalau dari tadi Lia belum datang.


"Gawat kalau sampai kak Lia kenapa-kenapa habis aku di marahin kak Ferry" sahut Shella langsung keluar dari dalam kolam dan mengeringkan tubuhnya lalu memakai bajunya.


"Kalau gitu ayo kita siap-siap turun cari Lia" ajak Dhaniel yang menggendong Terry keluar dari dalam kolam dan memberikan Terry pada Margaret untuk dikeringkan badannya dan ganti baju.


Mereka pun turun menyusuri anaka tangga dan langsung bingung semua karena Lia tak mereka jumpai di tempat terakhir Lia duduk.


"Gawat kak Lia nggak ada" ujar Shella khawatir.


"Tenang Shel, jangan-jangan kak Lia turun duluan karena ke capean. Coba aku telphon dulu" ucap Willy sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya.


"Maaf telphon yang anda hubungi tidak aktif atau berada diluar jangkauan" deng deng semuanya saling pandang.


"Gawat gk mungkin kan kalau turun ke bawah ponselnya malah nggak dapet signal" gumam Dhaniel membuat Shella makin panik.


ponsel Shella bergetar, dia berharap Kakak iparnya yang menelphon tapi bukan malah kakaknya yang angker yang telphon.


"Hallo kak Ferry?" ucap Shella takut-takut.


"Kamu lagi sama Lia nggak? Soalnya kakak telphonin ponselnya nggak aktif diluar jangkauan" ucap Ferry sedikit khawatir.


"I...itu kak, kak Lia hilang"

__ADS_1


jangan Lupa like and komen ya readers terlophe²


__ADS_2