
Keesokan harinya Lia mulai berangkat dan pulang kuliah di supir Deni, supir sekaligus bodyguard yang Ferry atur untuk Lia.
Lia dan Ferry sibuk dengan kegiatannya masing-masing, hanya sempat chat sekedar saling mengingatkan sholat dan makan tapi hati mereka sudah bahagia karena merasa diperhatikan orang yang mereka cintai.
Lia sampai apartemen lebih dulu dari Ferry tapi hari ini dia tidak berniat masak makan malam karena ingin menyelesaikan sulaman gaun Shella karena semalam belum selesai bahkan semuanya masih tergeletak dengan posisi yang sama saat semalam Lia tinggalkan.
'Hhmm..gara-gara si bule nih, untung aja nggak ada yang rusak' bathin Lia melihat gaun Shella tergeletak tak beraturan di lantai.
Lia mulai sibuk menyulam, untuk mengusir rasa sepi Lia menyalakan lagu jazz dari ponselnya. Alunan musik jazz Dave Koz menemani Lia menyulam.
'Akhirnya selesai, tinggal pasang mutiara di bagian Leher dan batu swarovski pada bagian-bagian tengah dalam sulaman bunga maka gaun ini selesai'. ucap Lia penuh semangat sambil memasang gaun tersebut di manikin.
Lia memfoto gaun itu dan mengirimnya ke Shella dengan tulisan. "Lusa sore datanglah ke apartemen kita akan melakukan fitting gaun"
Tak butuh waktu lama pesan Lia langsung dibaca Shella dan ponsel Lia pun langsung berdering. Siapa lagi kalau bukan Shella yang menelphon, anak itu dengan penuh semangat menyatakan ke kagumannya pada gaun dalam foto.
Lia menggeser icon hijau sambil berjalan keluar dari ruang kerja. Mengambil tas ransel yang di letak begitu aja du sofa ruang tv sebelum masuk ruang kerja tadi dan membawanya ke kamar untuk di simpan di dalam walk in closed sebelum si bule pulang.
"Kak Lia gaunnya cantik sekali"
"Itu belum selesai Shel, masih ada beberapa hiasan yang belum selesai kaka jahitkan"
"Belum selesai saja sudah terlihat begitu cantik aku tidak bisa membayangkan bagaimana cantiknya gaun itu nanti saat benar-benar selesai di buat"
"Maka datang lah lusa nanti ke apartemen untuk mencobanya"
"Aku pasti akan datang, sampai jumpa hari sabtu".
"kalau begitu aku tutup telphonnya karena sepertinya kak Ferry akan segera pulang, kakak belum mandi".
"Oke kak Lia, sampai jumpa"
Selesai merapikan tasnya Lia mandi dan bersiap untuk sholat maghrib. Lia menyibukan diri untuk buat mie godok untuk makan malamnya karena sang suami tidak makan malam di rumah.
"Hhhmmm....harum banget baunya" tiba-tiba suara bariton sang suami terdengar dari balik pintu dapur.
"Loh suam, koq udah pulang" ujar Lia saat melihat sang suami berdiri di depan pintu dapur.
"Mettingnya sudah selesai ya aku pulang lah. Kangen sama istri ku yang cantik" ucap Ferry sambil memeluk sang istri dan menghujaninya dengan banyak ciuman membuat Lia kegelian karena ulah Ferry.
"Kamu udah makan malam kan?" tanya Lia masih dalam pelukan sang suami.
"Udah, tapi aku nggak keberatan kalau kamu mau berbagi mienya dengan ku...hehhehe" ucap Ferry sambil mencium puncak kepala Lia.
__ADS_1
"Kalau begitu kamu mandi lah biar saat mienya siap kita bisa makan bersama" ujar Lia sambil mendongakan kepala menatap sang suami.
"Oke, aku mandi dulu kalau begitu" Ferry pun berlalu meninggalkan Lia yang kembali sibuk memasukan sayur-sayuran, bakso, sosis, telur dan udang yang sudah Lia tumis ke dalam wok pan.
"Sayang, jadi mau ikutan makan mie nggak?" tanya Lia saat melihat sang suami berjalan mendekati meja makan.
"Mau dong, kelihatannya enak" ujar Ferry begitu duduk di kursi memandangi semangkok mie godok yang full topping.
"Kalau kurang pedas kamu bisa tambah saos sambal" ucap Lia sambil bersiap menyeruput mie godok buatannya.
"Gimana enak nggak?" tanya Lia melihat Ferry asik makan mie tanpa banyak komentar.
Ferry hanya mengangkat jempolnya sambil asik menyeruput mie dengan sumpit.
"Syukur lah kalau kamu suka" gumam Lia yang kemudian juga sibuk dengan mie godoknya.
"Asli ini lebih enak dari pada mie di hotpot" ucap Ferry begitu selesai melahap habis semangkok mie godok.
"Lebay, mana mungkin masakan chef kalah dari ku" sahut Lia sambil menggelengkan kepalanya.
"Kamu lebih hebat dari chef, apa lagi risolles buatan mu itu enak banget. Kapan kamu luang buat risolles ya sayang ku" pinta Ferry dengan nada manja.
"Insyallah" sahut Lia sambil merapikan mangkok dan membawanya ke dapur untuk di cuci.
"Kalau kamu butuh aku di ruang kerja ya" ucap Ferry meninggalkan ruang makan.
Tapi karena perut yang masih terasa kenyang akhirnya Lia ke ruang kerjanya melanjutkan mengerjakan gaun Shella memasang mutiara dibagian leher dan batu swarovski di tengah-tengah sulaman bunga yang sudah Lia buat.
"Yes, akhirnya selesai" Lia memandangin Gaun untuk Shella dengan perasaan puas. "Semoga lusa saat Shella melihatnya dia akan puas dan suka" ucap Lia sambil memandangin dan meneliti tiap detail gaun yang sudah terpasang rapi di manikin.
Tok tok tok...suara ketukan pintu, beberaap menit kemudia wajah tampan sang suami muncul dari balik daun pintu.
"Belum selesai?" tanya Ferry sambil memindai ruang kerja sang istri yang nampak masih berantakan.
"Sudah, tinggal merapikan itu aja" ucap Lia sambil menunjuk bagian sofa dab meja di mana tadi gunting benang dan jarum masih berserakan.
"Jadi ini gaun untuk Shella?" tanya Ferry sambil menyentuh dan memperhatikan tiap detail jahitan dan sulaman yang Lia lakukan. 'Sempurna, wanita ini benar-benar berbakat dalam mendesign' gumam Ferry melihat hasil kerja Lia.
"Iya, menurut mu Shella akan suka nggak sama gaun itu?" tanya Lia agak takut Shella kecewa.
"Mana mungkin dia tidak suka, kalau dia tidak suka aku yang beli gaun ini untuk acara pameran busana di fast mode weekend akhir bulan depan"
"Ehh...mana boleh begitu?"
__ADS_1
"Kan kalau Shella tidak mau yank" sahut Ferry sambil mendudukan bokongnya di atas sofa dan mengelus kepala sang istri yang sedang sibuk merapikan benang-benang yang berserakan di meja.
"Kamu au ikut serta tidak untuk acara fast mode weekend akhir bulan depan?" tanya Ferry penuh harap.
"Hhhmmm..harus nyerahin baju bentuk utuh ya?" tanya Lia yang ragu-ragu untuk membuat keputusan karena jadwal kuliah yang padat.
"Iya sayang, mau ikutan tidak sayang ku?" tanya Ferry sambil memeluk Lia dan membenamkan wajahnya di cengkuk leher sang istri.
"Aku takut nggak sanggup suam, soalnya mami juga minta di buatkan gaun untuk acara tahunan Goucher Corp"
"mami?" sahut Ferry terkejut mendengar ucapan Lia.
"Iya, mami suam. Tapi aku tidak menyanggupinya, aku meminta mami untuk ordernya lewat YZ Collection aja pas Lia sudah mulai masuk. Soalnya aku agak khawatir keteteran mengerjakannya waktunya terlalu mepet. Jadi aku pikir kalau lewat YZ Collection untuk menjahit dan memotong akan ada yang membantu ku sehingga aku memiliki bantuan menyelesaikannya".
Ferry tersenyum mendengar penjelasan sang istri yang begitu perhitungan.
"Good job baby" ucap Ferry sambil mengacak-acak rambut Lia gemes.
"Tuh kan mulai deh kebiasaan buruknya kambuh. Rambut ku jadi acak-acak kalau gini" gerutu Lia sambil merapikan rambutnya.
"Abis kamu gemesin banget sih, pengennya aku gigit tapi takut abis itu jadi pengen lebih....jadi cuma bisa gitu aja nyalurinnya"
Kekeh Ferry makin gemes liat sang istri yang memanyunkan bibirnya kesal.
"Bibirnya biasa aja doang jangan godain aku gitu, nanti kalau aku khilaf jangan marah low ya"
Lia buru-buru senyum manis dan berdiri meletakan barang-barang pada tempatnya kemudian berjalan cepat keluar duluan dari ruang kerjanya.
"Hhmm...males ngobrol sama kamu lagi" ucap Lia sambil keluar duluan di susul Ferry dengan cepat.
"Kalau males ngobrol aku siap nemenin kamu buat olah raga malam ini" ucap Ferry saat berhasil menarik tubuh Lia ke dalam pelukannya.
"Tidak mau, aku besok ada kuliah pagi" sahut Lia cepat.
"Kapan memangnya kamu tidak ada jadwal kuliah pagi?" tanya Ferry sambil meniup telinga Lia yang sudah memerah.
'Wanita ini kulitnya benar-benar tipis sedikit saja di goda langsung merona...bikin makin gemes aja' bathin Ferry.
"Cuma weekend aja aku nggak ada jadwal kuliah" sahut Lia.
"Baiklah aku makan kamunya besok aja kalau gitu" ujar Ferry melepas Lia karena kalau diteruskan dia sendiri tidak yakin mampu menahannya lagi.
Lia yang terlepas dari pelukan Ferry langsung masuk kamar mandi.
__ADS_1
'Sial banget ini laki, kapan sih punya urat malu, jadi nggak sedikit-sedikit mesum. Bikin jantung mau copot aja' gumam Lia sambil menghembuskan nafas beratnya sebelum menyalurkan HIV (hasrat ingin vivisnya...wkwkwkwk).
jangan lupa like and komen ya readers biar author semangat untuk upnya.