
Ting....Ting
Bunyi pesan masuk dari Ferry, Lia tersenyum saat melihat nama Ferry dilayar ponselnya pagi itu, setelah hampir 17 jam pria bule itu tak ada kabar beritanya akhirnya ada notifikasi masuk darinya.
"Saya aku sudah tiba di negara A, tapi jadwal ku mulai besok pagi akan padat sekali maaf jika aku akan jarang menghubungi mu. Sebisa mungkin aku akan menyempatkan diri untuk menghubungi mu..miss you a lot baby...muuuacch".
Saat Lia mendapat kabar dari Ferry kalau dia sudah tiba di negara A. Lia yang walau pun merindukan si bule tetap jual mahal dan memfokuskan dirinya pada persiapan ujian yang tidak menghitung hari.
'Sibuk lah sana, kamu pikir kamu saja yang akan sibuk. Aku pun akan menyibukan diriku dan tak lagi memperdulikan mu hingga satu bulan ini aku akan jalanin dengan sangat baik tanpa mu'
Lia sibuk mensugesti dirinya agar tak merindukan Ferry, Lia begitu kecewa dan sedih ternyata si bule begitu kembali ke negara A dia langsung mengatakan akan jarang menghubungi ku, 'siapa juga yang mau kamu hubungi tiap saat?' Lia terus menggerutu dalam hati sejak menerima pesan dari Ferry.
tok...tok...tok
"Lia, kamu sudah bangun? kita sarapan yuk" Suara mama menyadarkan Lia dari lamunannya. Lia oun meletakan ponselnya diatas nakas tanpa membalas pesan Ferry dia langsung membuka pintu dan turun bersama mama untuk sarapan.
"Pagi Nyonya Goucher, apa tidur mu nyenyak semalam?" goda Mira melihat mata panda Lia yang jelas terlihat kalau dia tidak tidur nyenyak semalam.
"Pagi calon pengantin yang rese, Rendy tidak mencari mu kan?" Lia memcoba untuk bersikap biasa-biasa saja walau hatinya gelisah merindukan si bule.
"Abis sarapan mama balik ke rumah ya, kasian Bimo tidak ada yang menemani. Kamu kan disini juga sudah ada Mira yang menemani, lagian mama harus jenguk papa juga kan di rumah sakit"
Ucapan mama memecah kesunyian pagi itu di meja makan. Aku hanya mengangguk dan tersenyum mendengar penuturan mama.
"Iya tante tenang aja, Lia aman sama Mira lagian si mr polar bear sudah nyiapin ART, supir dan bodyguard buat jagain Lia 24 jam...hahahaha"
__ADS_1
"Iya juga kamu benar Mir, nak Ferry itu jarak dia boleh jauh tapi semua kebutuhan mama, Bimo dan Lia tak ada yang terlewat, semuanya dia penuhi"
Lia membelalakan mata mendengar pernyataan mama, pasalnya dia tidak tau apa yang Ferry lakukan untuk mama dan juga Bimo slama ini.
"Maksud mama apa?" Tanya Lia heran.
"Loh, memang nak Ferry tidak pernah cerita pada mu?" aku menggelengkan kepala ku. "Jadi tiap bulan nak Ferry mengirimi mama dan Bimo uang bulanan sama persis seperti yang biasa papa kamu kasih ke mama dan juga dia yang membayar gaji ART dan Ujang, bahkan nak Ferry juga yang membayar biaya rumah sakit papa dan memindahkan papa ke ruang khusus dengan perawat khusus 24 jam bersama papa dan dua orang bodyguard yang mengawasi membuat mama tenang beraktifitas seperti biasanya"
Wajah mama terlihat bahagia saat menceritakan kebaikan Ferry. Nampaknya bule ini tidak hanya memanjakan ku tapi dia merawat keluarga ku. 'Aku mau marah sama kamu, tapi semua orang malah membuatku makin rindu pada mu..menyebalkan' Bathin Lia makin tak karuan saat ini.
"Kamu benar tidak tau semua itu?" Tanya mama penasaran.
"Kalau soal papa, Ferry pernah bilang ke Lia waktu kita baru nikah Lia mengkhawatirkan papa terus dia ceritain deh semuanya. tapi kalau soal mama dan Bimo Lia baru tau....hehehehe" Cengir Lia canggung karena tak tau apapun yang dilakukan suaminya untuk keluarganya.
"Mama pikir semua yang dilakukan nak Ferry itu permintaan kamu low slama ini" Lia kembali menggeleng.
Lia tertunduk sambil menyuapkan makanan ke mulutnya, walau hatinya sedih karena merasa tak dianggap oleh Ferry tapi Lia berusaha tegar di depan mama, Lia tak ingin mama tau kesedihannya.
"Bagus lah berarti menantu mama itu pria yang tulus, dia menyanyangi mama, papa dan juga Bimo sehingga dia mengurus kami semua tanpa pamrih dari mu. Mama makin sayang deh sama menantu bule mama ini"
Ujar mama terlihat sangat senang berbanding terbalik dengan perasaan Lia yang saat ini cmapur aduk tak karuan.
'Baru satu hari LDRan aja Lia sudah uring-uringan tak jelas seperti ini, bagaimana satu bulan?' Bathin Mira yang sedari tadi hanya diam memdengarkan cerita sahabat dan mamanya sambil mengamati ekspresi Lia.
Usai sarapan mama pamit tinggal Lia dan Mira yang duduk di ruang tv. Mira asik dengan drama koreannya sedangkan Lia raganya disana tapi jiwanya tak tau dimana, dia hanya duduk melamun dengan wajah murung tak bersemangat.
__ADS_1
Mira yang melihatnya pun akhirnya tak tahan. "Ayo cepat ganti baju mu, kita kesalon sebelum ke kampus. melihat tampang mu yang kaya ayan abis kecebur got membuat ku tak selera lagi melihat opa tamfan..ck"
Mira menarik tangan Lia agar mengikuti permintaannya, dengan malas Lia pun akhirnya menuruti kemauan Mira. Mereka berdua pergi ke salon kecantikan.
"Pagi kakak mau perawatan apa aja nih?" sapa seorang pegawai salon.
"Kami ambil paket lengkap ini ya mba, untuk dua orang" sahut Mira dengan cepat, Lia hanya melirik treatment yang di pilih Mira.
'Gila nih anak dia ambil treatment dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan budget uang jajan ku sebulan dari papa' Bathin Lia.
"Siapa yang bayar?" gumam Lia saat duduk di kursi ruang tunggu bersama Mira.
"Tentu saja kamu, aku kan hanya menemani mu saja disini" sahut Mira dengan santainya.
"Kamu yang memilihnya sendiri, kamu bilang hanya menemani, ckck" Lia berdecak kesal.
"aiihh....Jangan pelit begitu, uang segitu untuk nyonya Goucher tentu tidak berarti bukan" Mira dengan wajah sok manisnya merayu Lia, akhirnya Lia pun pasrah.
Mereka menghabiskan waktu setengah hari disalon kecantikan, si bodyguard duduk dengan tenang menunggu majikannya walau banyak pasang mata menatapnya tapi dia tak memperdulikannya. Menjaga Lia itu sama dengan menjaga nyawanya sendiri, jadi soal lain sudah bukan lagi prioritasnya saat ini.
Disisi lain di negara A
Ferry yang dari kemarin tak mendapat jawaban pesan dari Lia mulai gelisah karen lagi-lagi pagi ini pesannya hanya dibaca Lia tanpa dibalasnya.
Ferry pun membuka macbooknya mencari aplikasi CCTV rumah Mereka di Negara IND untuk melihat keberadaan Lia. Ferry meminta seseorang memasang CCTV di semua area rumahnya, kecuali area ART dan hanya dia yang dapat mengakses CCTV itu setelah Ferry mengganti pasword untuk masuk ke aplikasinya.
__ADS_1
'Mungkin dia terburu-buru jadi lupa membalas pesan ku karena mama memanggilnya' Bathin Ferry melihat Lia sedikit berlari kearah pintu dan terlihat diluar mamanya menunggu. 'Ternyata mereka mau sarapan, baiklah kalau gitu aku tidur dulu besok pagi pekerjaan sudah menantiku' bathin Ferry yang tak lama setelah itu dia pun terlelap.