
Usai sholat subuh Lia kembali meringkuk di dalam selimut karena rasa lelahnya belum hilang, sementara Ferry bersiap untuk olah raga di ruang fitness.
'Sudah kaku semua rasanya badan ini, sejak menikah aku hampir tidak pernah melakukan olah raga' gumam Ferry mulai menaiki treadmill untuk awalan.
Sudah satu jam Ferry di ruang fitnes melakukan latihan fisik, kini Ferry sudah bermandikan keringat. Sesekali Ferry menyeka keringatnya dengan handuk kecil yang di bawanya.
'Sepertinya cukup, aku lebih baik masak deh. Lia pasti masih tidur karena kelelahan' Bathin Ferry sambil bersiap menyudahi olah raganya pagi itu.
"Masak apa yang enaknya?" ujar Ferry sambil melihat isi kulkas dan stok makanan yang bisa Ferry olah untuk sarapan mereka berdua.
'Hhhmm...aku bikin ifu mie seafood, kentang bakar keju dan cah brokoli saja deh'.
Ferry mulai sibuk memasak sampai bunyi bel apartemennya berbunyi tanpa henti membuatnya mau tak mau beranjak dari dapur untuk melihat siapa yang bertamu pagi-pagi.
"Ya tuhan Shella? kamu ngapain sih pagi-pagi udah sampe sini aja?" gerutu Ferry sambil meninggalkan sang adik dan kembali ke dapur untuk melanjutkan masaknya.
"Aku janjian sama kak Lia koq, tidak akan ganggu kakak. Kak Lia meminta ku datang hari ini untuk mencoba gaun pesta ulang tahun ku yang katanya sudah selesai" sahut Shella sumbringah.
"Tapi Lia masih tidur, kamu pergi sibuk dulu jangan ganggu kakak ipar mu. Biar dia tidur lebih lama" pinta Ferry pada Shella yang Ferry yakin kalau Shella pasti akan ngisengin Lia sampai bangun jika Ferry tak melarangnya.
"Hhhmmm..baiklah aku akan pergi nonton tv menunggu kak Lia kalau begitu.
"Kamu mau puding atau juice?" tanya Ferry sebelum Shella berjalan menuju ruang tv.
"Hhmm...tidak, nanti kalau aku ingin aku akan minta sama kakak" sahut Shella sambil berjalan meninggalkan Ferry.
Kakak beradik yang memang sering bertengkar tapi bukan berarti mereka saling tak perduli dan menyayangi. Hanya saja kepribadian Ferry yang tidak mengizinkan siapa pun menyentuh barang miliknya dan masuk kedalam kamar pribadinya jadi memberikan jarak hubungan antaran mereka berdua.
Lia tertidur pulas terbangun karena ponselnya terus saja bergetar diatas nakas.
'Ya Tuhan, siapa yang menelphon ku begitu gigih. Mengganggu orang tidur...Huuufft' gerutu Lia sambil mengambil ponselnya.
"Hei nyonya muda Goucher, anda benar-benar sulit di hubungi ya sekarang. Apa mau memutus hubungan dengan ku, hah?" suara cempreng Mira membuat Lia bangun sepenuhnya.
"Hehehehe...aku masih tidur calon nyonya Rendy, disini masih pagi kamu mengganggu tidur ku" ucap Lia dengan nada kesal yang dibuat-buat.
"Kamu sudah lihat jam belum? disana pasti sudah hampir siang sekarang, Kamu saja yang kebo. Jangan bilang kamu kelelahan habis bermain bola dengan si bule semalaman...hahahaahaha" goda Mira sambil tertawa terbahak-bahak membuat wajah Lia merona.
"Hah, ternyata sudah jam setengah sembilan. Aku mandi dulu, nanti aku akan menghubungi mu. bye"
Lia bergegas mematikan sambungan telphon dan bangkit dari tempat tidur untuk membersihkan diri dan bersiap karena jadwal pagi ini ketemu dokter.
"Udah cantik aja istri ku, mau kemana pagi-pagi?" goda Ferry sambil memeluk Lia.
"Bukannya semalam, kamu bilang kita ada janji dengan dokter pagi ini?" tanya Lia agak bingung karena ternyata sang suami masih mengenakan baju santai.
"Aku sudah membuat jadwal ulang nanti siang karena di luar Shella sudah menunggu mu" ujar Ferry sambil menciumi leher Lia. "Aku suka sekali wangi mu yank".
"Shella sudah di sini? Sejak kapan?" tanya Lia sambil melepaskan pelukan Ferry.
__ADS_1
"Sejam lalu mungkin aku juga tidak lihat jam saat dia datang" sahut Ferry asal.
"Kalau gitu aku keluar dulu" Lia bergegas keluar diikuti Ferry.
"Shella, maaf ya kakak nggak tau kamu sudah datang" ucap Lia sambil memeluk Shella dari belakang sambil mencium pipinya.
"Karena kak Lia manis sekali minta maafnya, aku maafin deh...hehehe" sahut Shella sambil tertawa.
"Anak manis" ujar Lia sambil mencubit pipi Shella gemes sama gadis bule nan cantik kaya barbie.
"Ayo kak Lia kita lihat gaunnya" ajak Shella tak sabaran.
"Ay..." belum juga Lia selesai bicara langsung disambar Ferry.
"Sudah ayo sarapan dulu baru bahas gaun" ajak Ferry dengan nada tak ingin dibantah.
Akhirnya mereka bertiga pun sarapan bersama dengan damai dan harmonis antara Lia dan Shella saja, Ferry banyak diabaikan pagi ini.
'Hhhmm...wanita ini makan sarapan buatan ku dengan lahap tapi mengabaikan ku malah asik mengobrol dengan adik ku, keterlaluan' gerutu Ferry meliahat sang istri begitu memperhatikan adiknya dan mengabaikannya.
Lia tau Ferry kesal merasa terabaikan, tapi dia pura-pura tidak tau. 'Siapa suruh dia menyiksa ku semalam' bathin Lia merasa puas melihat raut wajah Ferry yang masam.
"Suam, tolong diberisin ya aku sama Shella ke ruang kerja ku dulu. Makasih suam" ucap Lia sambil menggandeng tangan Shella dengan wajah sumbringah karena puas mengerjai sang suami.
'Aiiishhh...mereka berdua kayanya sengaja banget ini mengabaikan dan jadiin aku upik abu mereka'. gumam Ferry sambil merapikan meja makan.
'Biarlah toh mereka jarang juga punya waktu bersama' akhirnya Ferry mencoba untuk ikhlas hari ini diabaikan sang istri.
"OMG, ini cantik banget. Terlalu cantik buat pesta ulang tahun dong" teriak Shella sambil memegang kedua pipinya.
"Mana ada, ini sangat cocok untuk ulang tahun putri tercantik negara A" sahut Lia sambil melepaskan gaunnya dari manikin.
"Coba lah gaun ini di ruang ganti" ucap Lia sambil mendorong sebuah kaca besar yang ternyata pintu ruang ganti.
Shella dengan wajah merona keluar dari ruang ganti. "Gimana kak Lia,bagus tidak aku yang mengenakannya?" tanya Shella malu-malu.
"Sempurna, kamu cantik banget sayang" sahut Lia sambil memutar tubuh Shella mencari celah yang kurang pada gaun agar tidak ada kesalahan.
"Kalau cowo-cowo lihat mereka semua pasti ingin menjadikan mu pacarnya"
"Kak Lia jangan menggoda ku seperti itu" ucap Shella yang wajahnya sudah merona karena malu di goda Lia.
"Yang kak bilang serius, kalau sampai tidak terpesona cowo itu pasti buta" ucap Lia.
"Iya, dia memang buta dan menyebalkan" sahut Shella spontan dan langsung menutup mulutnya begitu sadar apa yang barusan dia ucapkan.
"Siapa cowo itu? biar kakak beri dia pelajaran" goda Lia membuat wajah Shella makin merona.
"Ahh...kak Lia jangan menggoda ku terus" rengek Shella dengan menutup wajahnya karena malu.
__ADS_1
"Ya sudah kamu ganti baju lagi sana, biar gaunnya kakak Dry Clean dulu begitu sudah siap akan kakak kirim ke rumah" ucap Lia yang diangguki Shella.
Ferry yang menunggu di ruang tv mulai gelisah karena sudah sejam kedua wanita itu tidak juga keluar.
'Sudah sejam mereka di dalam masih belum juga selesai? memang bisa selama itu mencoba satu gaun doang' Ferry melirik ke arah ruang kerja Lia sambil menonton tv.
Ferry yang mulai tak sabaran ingin menyusul ke ruang kerja Lia. Baru juga Ferry bangkit suara pintu ruang kerja Lia terbuka, Ferry buru-buru kembali duduk dan pasang muka serius nonton tv tak menghiraukan kedua wanita yang baru keluar.
"Kalau gitu aku pulang dulu ya kak, Makasih banyak ya kak Lia untuk gaunnya berapa aku harus membayarnya?" tanya Shella yang mendapat jitakan pelan di jidatnya dari Lia.
"Dasar bodoh mana ada kakak yang minta bayaran pada adiknya...ckckk" mendengar ucapan Lia, Shella langsung memeluk Lia.
"Sayang, kak Lia selamanya"
"Jadi sayang kak Lia cuma karena gaun nih" goda Lia
"Bukan gitu kak maksud Shella" sahut Shella cepat.
"Iya kak tahu koq, sudah pamit kakak ganteng mu sana. Nanti dia manyun lagi dicuekin terus" bisik Lia yang tau banget suaminya lagi sok serius padahal kupingnya mengawasi setiap gerakan mereka berdua.
"Kakak ku yang ganteng, makasih untuk sarapannya dan makasih udah kasih aku kakak ipar yang super baik" ucap Shella sambil duduk di samping Ferry dan memeluknya.
"Hhmmm" gumam Ferry masih kesal dengan adiknya yang memonopoli istri kesayangannya.
"Isshhh...kak Lia, lihat kan bule jelek ini benar-benar nyebelin" rengek Shella melepas peluknya pada Ferry.
"Siapa yang kamu bilang jelek?" ucap Ferry sambil menyentil jidat Shella
"Aaauucch...sakit tau kak. Tuh kan udah nyebelin, galak lagi" gerutu Shella dengan nada kesal karena Jidatnya benaran sakit.
'Siapa suruh pagi-pagi sudah merusuh di sini, mengganggu weekend ku dengan Lia' gerutu Ferry dalam hati, Ferry memang agak kekencengan tadi menyentilnya karena rasa kesal yang dia tahan dari tadi.
"Suam, merah ini jidat anak orang. Kamu mah ihh keterlaluan" gerutu Lia lalu membawa Shella ke sofa ruang tamu dan mengolesi salep memar ke jidat Shella yang memerah.
"Kak Ferry kenapa sih, aneh banget? baru kali ini dia marah sampe beneran nyentilnya pake tenaga gitu" gerutu Shella agak heran dengan tingkah kakaknya.
"Cemburu sama kamu yang dari sejak kakak bangun selalu dengan mu dan mengabaikannya" sahut Lia pelan membuat Shella tertawa.
"Hahahaha....kakak ku benar-benar idiot, mana ada kakak laki-laki yang akan cemburu dengan adik perempuan karena menghabiskan waktu bersama istrinya...hahahaha" Shella tertawa terbahak-bahak membuat raut wajah Ferry yang masih di ruang tv mengkerut
'Apa lagi yang mereka obrolin sampai tertawa begitu?' gumam Ferry makin kesal. 'Bukannya cepet pulang udah ku sentil gitu malah masih betah dan tertawa bahagia gitu lagi..huufft'
Ferry yang kesal akhirnya mematikan tv dan pergi ke ruang kerjanya dan membanting pintu membuat Lia dan Shella terperanjat kaget.
"Astaga, Suam dia beneran ngambek deh kayanya" ucap Lia membuat Shella makin tertawa
"Hahahaha...makin ngambek kayanya kak Ferry" tawa Shella puas. "Udah ahh,,aku pulang sekarang saja dari pada nanti keburu kak Ferry ngamuk lagi" pamit Shella akhirnya membuat Lia sedikit lega.
'Sekarang enaknya aku gimana dong?' bathin Lia usai Shella pulang.
__ADS_1
Jangan lupa like and komen plus klik favorite yes😘