Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Kamu Cepatlah Sedikit


__ADS_3

Setelah menunggu Lia dengan sangat sabar selama hampir dua jam, akhirnya wanita pujaan hatinya itu selesai perawatan.


"Suam, kamu masih di sini?" ucap Lia saat manik matanya bersitatap dengan sang suami.


Ferry dengan langkah besar menghampiri sang istri dan menariknya kedalam pelukan. "Kamu begitu tak ingin melihat ku?" bisiknya di telinga Lia membuat pipi Lia sudah merona menahan malu karena disana bukan hanya mereka berdua tapi banyak pasang mata sedang menatap aksi mereka berdua.


"Suam, lepas. Semua melihat kita"


"Aku tidak perduli, aku sedang sedih istri ku tak bahagia melihat wajah tampan ku ada di depannya" ucap Ferry sambil menenggelamkan wajahnya di cengkuk leher Lia mencari kedamaian yang dia rindukan.


"Iya, iya maaf tadi aku cuma agak kaget aja kamu masih disini nungguin aku. Aku pikir kamu sudah berangkat ke perjamuan duluan" Lia berusaha menjelaskan maksud ucapannya agar sang suami tidak bertingkah kekanak-kanakan dan melepaskannya.


"Tuan mudah setengah jam lagi acara perjamuan di mulai kalau tuan muda datang terlambat akan membuat diri jadi pusat perhatian"


Mendengar ucapan Jerry, Ferry langsung mengurai pelukannya dari Lia. "Kamu bersiaplah, aku tunggu kamu diperjamuan" ucap Ferry yang diangguki pelan oleh Lia.


"Aku pergi dulu, Deni akan mengantar mu ke perjamuan" pamit Ferry lalu mendaratkan sebuah ciuman di kening Lia.


Begitu sosok beruang kutub menghilang, Yancee langsung mendekati Lia. "Sudah hilang orangnya, mau dipandangin sampai kapan?"


Lia yang mendengar ucapan Yancee dengan nada menyindir hanya bisa tersenyum karena malas cari ribut.


"Kamu bantu lah dia pakai gaunnya" ucap Yancee pada asistennya Lia hanya diam mengukuti assisten Yancee untuk mengganti bajunya dengan gaun pesta senada dengan jas yang Ferry kenakan tadi.


"Nona Lia, kamu benar istri tuan muda Goucher?" tanya asisten Yancee begitu di dalam ruang ganti.


"kamu dengar itu di mana?" bukannya menjawab Lia malah bertanya balik.


"Itu tadi para pegawai salon bisik-bisik membicarakan hal itu" jelas sang asisten


"Iya benar" jawab Lia sambil mengganti pakaiannya di bantu asisten Yancee.


"Wow, nona Lia ehh maksud saya nyonya muda..kamu cantik banget pakai gaun ini, benar-benar pas di tubuh mu. Tuan muda nampaknya benar-benar sangat mencintai nyonya muda sampai memilih pakaian saja bisa sekali tatap langsung yakin nyonya akan cantik pakai gaun ini"


Lia hanya bisa tersenyum mendengar celoteh panjang asisten Yance. 'Orang salon dan butik, mereka hobby bergosip aku yakin lama kelamaan status ku ini tidak akan bisa aku tutupi lagi..huh'


Lia menghembuskan nafasnya pasrah dan tak mau lagi ambil pusing tentang apa yang akan terjadi kedepannya.


begitu selesai merapikan pakaiannya ke dalam goodie bag, Lia pun keluar dari ruang ganti diikuti asisten Yancee


Semua mata tak percaya wanita yang tadi terlihat sederhana begitu mengenakan gaun, aura cantiknya langsung menyeruak keluar membuat setiap mata yang melihatnya tak ingin berpaling.


Yancee langsung berjalan mendekati Lia dan memutar tubuh Lia memastikan gaunnya sempurna di tubuh Lia

__ADS_1


"Perfect" ucap Yancee "Pantas tuan muda tergila-gila pada mu ternyata kamu cantik juga" lanjut Yancee.


Lia hanya tersenyum pahit, tak tau harus senang atau sedih mendengar pujian yang sarkas dari Yancee.


"Nona Lia, ayo kesini biar aku rapi rambut dan make up mu" ucap salah seorang pegawai salon yang tadi melayani Lia pijat.


"Wah kami juga bisa menata rambut dan make up?" ucap Lia kagum satu pegawai ternyata tidak hanya menguasai satu bidang tapi bisa semuanya.


"Iya harus bisa semua jadi tidak ada pegawai yang menganggur saat banyak customer semua bisa terlayani dengan cepat dan memuaskan" sahur si pegawai sambil mulai menata rambut Lia.


Dreeet...dreeet....dreeet


ponsel yang Lia letakan di atas nakas kaca bergetak tak berhenti tapi Lia tak bisa menjangkau ponselnya.


"Mba maaf saya ambil ponsel dulu boleh? sepertinya dari tadi bergetar trus"


"Biar saya ambilkan" ucap sang pegawai salon. "ini nyonya muda ponselnya"


"terima kasih" sahut Lia sambil menerima ponselnya, tapi sayang Lia tak sempat mengangkat panggilan telphon tersebut.


Lia baru ingin mengecek siapa yang menelphon, ponselnya sudah kembali bergetar lagi.


Melihat nama sang suami muncul dilayar ponselnya, Lia dengan cepat menggeser icon hijau.


"Waalaikumsalam, lama banget yank ngangkatnya?" sahut Ferry dengan nada serendah mungkin menekan rasa kesal karena suara sang istri yang begitu manis, Ferry tak ingin merusak suasana.


"Hehehehe...maaf ya suami tadi lagi nyobain gaun trus sekarang lagi menata rambut dan make up"


"Masih lama dong" ucap Ferry sambil menghembuskan nafas kasar.


"Nggak koq paling lima atau sepuluhenit lagi selesai trus otw deh"


"Aku bentar lagi sudah mau sampai tempat perjamuan, kamu jangna lama-lama dong kesininya"


"Iya, diusahakan secepat mungkin aku nyusul ya suam"


"Lagian tumben banget perjamuan bisnis di negara A ngajak aku udah tau aku nggak mau pernikahan kita di publikasikan sekarang...huh" gerutu Lia membuat yang mendengar percakapan Lia geleng-geleng tak percaya ada wanita yang sudah di nikahi tuan muda Goucher tapi ingin statusnya dirahasiakan.


'Jangan-jangan belum dapet restu dari keluarga besar Goucher'


'Bisa jadi begitu kalau tidak apa alasenanya dia minta hubungannya dirahasiakan'


'iya juga, semua artis cantik semuanya sibuk cari kesempatan agar terekspost bersama tuan muda dengan mesra agar digosipin memiliki hubungan malah ini istri minta status dirahasiakan'

__ADS_1


'Mungkin nona Lia belum siap dimusuhi nona-nona muda di negara A'


'Iya juga pasti banyak yang akan iri hati dengan nona Lia'


'Pasti lah, aku saja iri melihat kelembutan tuan muda pada nona Lia tadi'


'Iya aku sampai tidak percaya kalau tadi itu tuan muda Goucher yang biasanya dingin dan acuh pada wanita bisa manis sekali pada nona Lia'


"Hei kalian bergosip saja, di depan tamu sudah berdatangan cepat sambut" ucap Berta melihat pegawainya sibuk bergosip tentang Ferry dan Lia.


Berta berjalan mendekati Lia yang sedang telphon dengan Ferry. Lalu dia sengaja berucap kencang agar Ferry dengar "Kalau kamu terus menelphon kapan Lia akan selesai di make up, cepat tutup telphonnya"


Lia ingin tertawa mendengar suara Berta memarahi Ferry. Di tambah lagi Ferry yang mendengar teriakan Berta langsung menggerutu.


"Siluman ulat putih bawel banget"


"Udah dulu ya suam, aku harus di make up tidak bs sambil telphonan"


"Hhmm..baiklah, kamu cepat lah sedikit" suara Ferry merengek manja


"Iya...abis ini aku akan minta Deni menyetir dengan cepat"


"Baiklah, aku tutup ya"


"Oke"


Lia bernafas lega akhirnya suami manja, nyebelin dan tukang ngatur itu mengakhiri panggilan telphonnya.


"Tidak menyangka ternyata tuan muda Goucher bisa manja dan manis juga pada wanita, benar-benar sulit dipercaya jika tidak menyaksikannya secara langsung" gumam Berta yang masih terdengar Lia tapi dia malas menanggapi hanya duduk diam saja.


"Oke sudah selesai" ucap pegawai yang menata rambut dan memperbaiki make up yang mulai luntur.


"Gimana? nyonya muda suka tidak?" tanya si pegawai begitu Lia berdiri menatap kaca di depannya.


Lia terpesona dengan cara pegawai ini menata rambut dan juga memberi Lia riasan nutural tapi justru membuatnya jadi terlihat cantik alami.


"Suka, suka sekali. Kamu pinter banget ini rambut cantik banget low" puji Lia tulus sambil mengambil tas dan mengeluarkan uang 100$ untuk tips si pegawai yang melakukan tiga treatment pada Lia sedangkan dua pegawai lainnya Lia memberikan 50$ karena masing-masing dari mereka hanya melakukan satu jenis treatment.


Wajah ketiga pegawai yang mendapat tips dalam jumlah yang lumayan besar dari Lia terlihat sangat bahagia.


Tapi berlama-lama Lia pun menuju mobil dimana Deni sudah bersiap melajukan mobilnya dengan kekuatan penuh agar cepat sampai ke tempat acara perjamuan karena tuan muda sudah beberapa kali menelphon dirinya memintanya mengantar Lia dengan cepat.


jangan lupa like, komen dan jadikan novel karya ku "Suamiku Brondong" favorite kalian biar kalian gk ketinggalan lanjutan ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2