
Setelah makan siang, Lia dan Ferry saling berpelukan di teras rumah dengan dua buah mobil sudah siap untuk mengantarkan mereka ketempat tujuannya masing-masing.
"Aku berangkat sekarang ya, kamu baik-baik disini. Secepatnya aku akan kembali kesini begitu masalah di negara A selesai"
Ferry terus memeluk wanita yang amat dicintainya dan menghujaninya dengan ciuman penuh cinta membuat Mira yang melihatnya iri banget.
'Beruntung banget Lia sudah terlahir dari keluarga berada dan kini dia memiliki suami tampan banget kaya raya pula walau orangnya ngeselin dan ditaktor plus kaya gunung es tapi kalau sama Lia dia super lembut, perhatian dan penyayang banget, bener-bener bikin iri' gumam Mira dalam hati.
"Kamu hati-hati disana, jangan lupa kabarin aku kalau kamu sudah sampai. Kalau kamu nggak sibuk jangan lupa hubungi aku"
"Pasti, aku jalan sekarang ya. Kamu juga kan harus ke kampus sekarang"
Lia hanya mengangguk, Ferry pun mengurai pelukan mereka dan mencium kening Lia lalu masuk ke dalam mobil yang disupiri oleh pegawai hotel dimana Ferry merupakan salah satu pemegang sahamnya.
"Hei mobilnya sudah menghilang, kamu mau terus berdiri disini" Ujar Mira yang melihat Lia seperti kehilangan nyawanya.
"Ayo cepat kalau tidak kita bisa terlambat ke kampus" Mira menggeret langan Lia untuk masuk ke dalam mobi, Lia hanya mengikutinya dengan pasrah dan tak bergairah.
Sepanjang perjalanan Lia hanya duduk diam, Mira sampai dibuat pusing karena dicuekin terus.
"Lia kamu masih hidup kan?, kamu bukan sudah mati sambil duduk atau mendadak bisu kan? celoteh Mira sembarangan sangking kesal dicuekin Lia dari tadi membuahkan hasil sebuah toyoran dijidatnya.
"Astaga Lia, kepala ku ini begitu berharga masa kamu maen toyor aja...ck" Mira berdecak kesal karena kelakuan Lia.
"Siapa suruh mulut mu itu kotor sekali" jawab Lia cuek dan tak perduli dengan kekesalan Mira.
"Iiissshhh...tidak suami tidak istri kelakuannya serupa...hufft" Mira pun akhirnya menyerah dan sibuk memainkan ponselnya selama perjalanan ke kampus.
Dreet...dreeet
Sebuah pesan masuk ke ponsel Lia. "Kamu jangan sedih terus nanti cantiknya hilang...bukan hanya kamu yang berat menghadapi perpisahan sementara ini aku pun demikian, tapi life must go on. Kamu harus kuat ya sayang..semangaaat".
'Bisa-bisanya dia kirim pesan kaya gini, memangnya mudah apa lagi sayang-sayangnya terus ditinggal sedih tau' Gerutu Lia dalam hati dan mengabaikan pesan dari Ferry setelah membacanya.
Dreeet....dreeeett
Kembali ponsel Lia bergetar, Lia pikir Ferry lagi yang mengirim pesan ternyata mama.
"Hallo ma, Lia kangeeen....huaahhaaaa" aku menelphon mamanya langsung pecah tangisnya.
"Ehh...anak mama kenapa? baru telphon setelah hampir seminggu nggak ada kabarnya langsung menangis"
"Mama, nanti malem Mama nginep di rumah Lia dong...please" Rengek Lia papa mamanya.
__ADS_1
"Kamu belum juga sejam ditinggal suami sudah nangis begini, gimana jadi mama.."
"Mama..." rengek Lia menghentikan ucapan mamanya.
"Sudah mama lagi sibuk masak sekarang, nanti malam mama ke rumah mu"
"Bener ya ma?"
"iya sudah jangan menangis lagi"
Mama pun mematikan sambungan telphon, tak berselang lama pesan Jerry masuk ke ponsel Lia. 'Kenapa orang ini tiba-tiba mengirim pesan?'
"Maaf nyonya muda saya mengganggu waktu anda, apa tuan muda sudah beramgkat ke bandara? karena saya telphone dan kirim pesan tidak digubris tuan muda"
"Dia sudah on the way bandara sekitar tiga puluh menit lalu, PUAS" balas Lia kesal.
"Terima kasih nyonya muda atas informasinya, sekali lagi maaf mengganggu waktunya". Lia pun hanya membaca isi pesan Jerry tanpa membalasnya.
Tapi hatinya Lia jadi resah, kenapa Ferry tidak merespon satu pun pesan dan telphon dari Jerry? apa terjadi sesuatu padanya? mana mungkin dia baru saja jalan tadi dan baik-baik saja. Apa aku telphon saja Ferry untuk memastikannha' Lia jadi galau sejak memdapat pesan dari Jerry. Akhirnya Lia pun menelphon Ferry.
"Iya sayang, kenapa? sudah kangen ya. sama kalau gitu" jawab Ferry sumbringah menerima telphon dari istrinya.
"nggak usah geer deh, aku cuma mau tanya kenapa kami tidak merespon Jerry? sampai dia harus menghubungi ku menanyakan keberadaan mu..ck"
'Owh ternyata begitu, baiklah' ku pikir dia happy ninggalin aku dan cuma pura-pura sedihnya.
"Yasudah kalau begitu aku nggak ganggu kamu lagi..bye" Lia langsung memutus sambungan telphon begitu selesai bicara tanpa menunggu Ferry menjawab.
Dreeet....Dreeet...Dreeet
ponsel Lia kembali bergetar, Lia hanya meliriknya lalu mengabaikan ponselnya yang terus bergetar.
'Rasa, emang enak aku cuekin. Kalau kamu bisa untuk bersikap tegar di depan banyak orang maka aku Lia Putri Aghata pun akan baik-baik aja tanpa kamu disisi ku'.
Lia memantapkan hatinya untuk move on dan santai menghadapi LDRannya dengan Ferry.
"Nyonya kita sudah sampai kampus, mau parkir di area mana ya nyonya?" tanya sang supir.
"Kamu lurus saja sampai dipertigaan ambil kanan, kita parkir di gedung B"
"Baik"
"Lia ponsel mu bergetar terus itu?" tegur Mira
__ADS_1
"Biar kan saja, biar dia tau rasanya pahit perpisahan"
"Aiiihhh...alay banget sih istri bos satu ini...ckck"
"Biarin aja" Sahut Lia cuek.
"Nanti kalau disamber cewe lain baru nangis tujuh hari tujuh malem"
"Bomat, bodo amat" jawab Lia berbarengan dengan mobil berhenti dan dia langsung keluar dari mobil dan membanting pintu mobilnya.
"Ya Tuhan Lia, belum satu hari pisah sama suami aja udah kaya gini. Gimana nanti sebulan? ckckckk" gumam Mira yang masih di dalam mobil karena terkejut mendengar bantingan pintu Lia.
'Ternyata istri tuan muda cantik-cantik tapi galak sekali, sepertinya aku tidak boleh cari gara-gara ini bisa bahaya' bathin si supir melihat tingkah Lia.
Anggur merah yang memabukan ini...
Bait ringtone si supir berdering tak lama setelah Lia, si bodyguard dan Mira keluar dari mobil. 'Ternyata tuan muda, panjang umur sekali baru juga aku menyebut namanya...ckckk'
"Iya tuan muda" ujar si supir mengawali percapan dengan jantung berdegup kencang.
"Kamu dimana?" tanya Ferry dengan dinginnya
"Baru tiba dikampus nyonya muda"
"Nyonya dimana sekarang?"
"Sudah keluar dari mobil beberapa menit lalu menuju kelas bersama nona Mira dan juga Coki tuan muda"
"oke, kalau terjadi sesuatu kabari aku secepatnya"
"Baik tuan muda"
Sambungan telphon pun dimatikan oleh Ferry. Dan si supir langsung menarik nafas panjang merasa lega telphon dari Ferry sudah berakhir. 'Kirain ada apa tiba-tiba menghubungiku bikin jantung mau copot aja..huffft'
"Lia, tunggu..." Teriak Mira sambil berjalan cepat mengejar Mira dan juga si bodyguard.
Lia yang mendengar teriakan Mira terus saja melangkah dengan cepat menuju kelas dan tak memperdulikan Mira sama sekali. Begitu di depan pintu kelas Lia berbalik menatap sang bodyguard.
"Kamu jangan masuk dalam kelas tunggu aku diluar kelas saja" perintah Lia yang diangguki sang bodyguard.
Lia masuk kelas dan duduk dikursi yang masih kosong yang tak lama kemudian disusul Mira duduk disebelahnya.
Meraka berdua pun mengikuti kuliah dengan tenang.
__ADS_1