Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Mau Sarapan Kamu


__ADS_3

"Pagi sayang ku, bangun yuk sebentar lagi subuh"


Ferry membangunkan Lia yang masih asik meringkuk tidur dalam pelukan sang suami.


"Ayo bangun kalau tidak bangun juga, aku cium ya" goda Ferry sambil memainkan jari telunjuknya di bibir Lia.


Lia yang kesal tidurnya terusik menggigit jari telunjuk Ferry sampai si empunya jari menjerit kesakitan karena Lia menggigitnya lumayan kuat.


"Aaaaa....sayang sakit bener loh ini" gumam Ferry sambil mengibas-ngibas jarinya yang di gigit Lia.


Lia malah tertawa kegirangan...."Rasakan pembalasan ku, siapa suruh usil banget belum juga subuh udah gangguin tidur orang" gerutu Lia kesal.


Lia berniat bangun menuju kamar mandi namun belum juga melangkah tangannya ditarik Ferry sampai dia jatuh diatas tubuh Ferry.


"Suam, rusuh banget sih" omel Lia sambil berusaha bangun tapi tubuh kekar sang suami tak menahanya lalu mengukungnya di bawah tubuh Ferry.


"Suam, kamu mau apa? kaki ku masih dislokasi loh ini belum bisa terlalu banyak aktivitas" ujar Lia malah membuat senyum di wajah Ferry mengembang.


Ferry menundukan wajahnya, Lia fikir Ferry akan menciumnya dia sudah memejamkan matanya lama dia menunggu tak jua ada bibir yang menempel pada bibirnya, Lia pun membuka matanya.


"Kenapa kamu merem gitu yank? kamu mikir aku mau ngapaind kamu?" goda Ferry membuat wajah Lia langsung memerah, dia malu sendiri dengan Pikirannya.


Lia memukul pelan dada Ferry. "Sudah sana minggir aku mau pipis" ucap Lia mendorong tubuh Ferry yang sedang mengukungnya sambil tertawa.


Lia yang berhasil bebas langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi. "Sayang hati-hati kaki mu belum 100% pulih" teriak Ferry begitu melihat Lia berlari


'Wanita ini selalu saja bisa membuat ku tertawa bahagia walau sebelumnya dia membuat ku kesal. Lia Putri Aghata ntah apa jadinya hidup ku tanpa mu'


Gumam Ferry pelan sambil berbaring dan menatap langit-langit kamar di Villa Musa


'Musa sialan karena kamu menjamu istri ku dengan baik dan membiarkan aku menginap di sini, selama besok kamu tidak ingkar janji. Aku tidak akan buat perhitungan lagi dengan mu'

__ADS_1


Bathin Ferry bermurah hati karena dia yakin Morgan yang akan mendapatkan tender resort dan kota wisata negara S besok.


"Suam, koq malah bobo lagi sih?" ucap Lia saat melihat Ferry berbaring sambil memejamkan mata.


Ferry yang tidak tidur, pura-pura tidur agar Lia mendekati dia untuk membangunkannya. Pucuk di cinta ulam pun tiba. Apa yang Ferry harapkan benar-benar terjadi.


Lia merangkak naik ke atas ranjang untuk membangunkan sang suami yang di panggil-panggil tak bergeming.


"Suam, bangun dong tadi bangunin aku sekarang malah kamu yang balik tidur lagi" ucap Lia masih dengan jarak lumayan jauh dari tubuh Ferry.


"Aissh kebo banget sih" gerutu Lia lalu berniat mendekatkan diri pada Ferry untuk membangunkan dengan cara menciumi wajah sang suami tapi baru juga Lia mendekat Ferry sudah mengguling tubuh Lia.


"Suam, sebentar lagi subuh. Udah sih jangan main-main lagi" ucap Lia sudah pasrah nampaknya sang suami sudha bertekat untuk memakannya pagi ini.


"Masih lama subuhnya sekarang baru jam 4.55 sekarang musim dingin subuh jam 6.05" sahut Ferry sambil membenamkan wajahnya di cengkuk leher Lia sambil menciumi dan sesekali menggigit kecil daun telinga Lia.


"Trus tadi kenapa kamu bangunin aku?" tanya Lia sudah benar-benar tak berdaya menghalau serangan fajar dari Ferry.


Saat Lia mau bicara lagi Ferry langsung menyumbat mulut Lia dengan kecupan penuh hasrat membuat keduanya terlena dan terhanyat, ditambah lagi suhu udara yang walaupun pemanas menyala tetap saja masih terasa dingin.


Kini mereka berdua begumul untuk saling menghangatkan satu sama lain. Tangan Ferry sudah menjelajah keseluruh tubuh Lia, ******* Lia pun mulai lolos dari mulutnya tak kala Ferry mulai bermain di gunung kembar dan intinya.


Pagi yang dingin dan sepi dimana semua sedang asik terlelap dalam dunia mimpi tapi Lia dan Ferry justru saling memberi dan menerima serangan yang memabukan penuh kenikmatan.


Lia mulai kelelahan mengimbangi ritme Ferry yang nampak masih belum juga puas menikmati tubuh Lia.


"Suam, udah dong capek. Kita juga harus mandi kan sebentar lagi subuh"


Mendengar ucapan Lia ide liar Ferry aktif, dia pun mengikuti keingin Lia dan dengan cepat menggoyang pinggulnya untuk melepaskan calon-calon keturunan Goucher di mulut rahim Lia.


Ferry mengecup kening Lia lalu meraih boxernya menuju ke kamar mandi.

__ADS_1


Lia yang tak pernah tau rencana Ferry berbaring melepas lelahnya. Rasa pinggang dan kakinya pegal sekali. 'Pria ini kapan bisa puas sih? setiap kali main durasinya kenapa juga harus sampe lama banget' gumam Lia dalam hati.


"Aaaaa.." jerit Lia karena tiba-tiba tubuhnya melayang di udara.


"Astaga suami, turunin nggak. Kamu mau apa lagi sih?" Ferry bukannya menjawab malah senyum penuh arti membuat Lia bergidik ngeri membayangkan sang suami yang masih berniat memakannya.


Ferry menurunkan tubuh Lia yang tanpa sehelai benang pun ditubuhnya kedalam bath tube yang sudah di nyalakan mode Jacuzzinya dan Ferry sudah memberi bubble dan aromatherapy.


'Nyaman sekali ternyata habis olah raga ranjang mandi berendam di jacuzzi' bathin Lia. Ferry yang melihat tubuh Lia mulai relax pun ikut masuk ke dalam bath tube jacuzzi.


Lia terperanjat saat tiba-tiba ada tangan yang menggerayangi tubuhnya. "Suam, isshhh kamu merusak suasana aja" gerutu Lia sambil memukul dada Ferry pelan.


"Kaget-kaget enak kan yank...hehehe" Sahut Ferry sambil terkekeh


"Enak, tapi udah dong capek lagi bentar lagi adzan subuh" ujar Lia memelas tapi Ferry tak perduli akhirnya Lia pun pasrah menuruti hasrat sang suami karena kini dirinya pun sudah berhasil dibuat bergairah oleh Ferry.


Pergulatan panas penuh kenikmatan pun kembali terjadi lagi, bermacam-macam gaya mereka lakukan untuk dapat mencapai puncak kenikmatan syurgawi.


Adzan subuh sudah berkumandang dari ponsel Ferry membuat Ferry memercepat gerakan memompa tubuh Lia agar mereka bisa sampai puncak bersamaaan. setelah beberapa menit adzan berlalu akhirnya lenguh panjang Lia dan Ferry teriakan tanda pelepasan sudah mereka berdua raih.


Nafas mereka berdua menderu membuat keduanya saling pandang dan tertawa.


"Makasih ya sayang, aku mencintai mu" ucap Ferry sebelum keluar dari dalam bath tube menuju shower untuk mandi besar sedangkan Lia melakukan bilas tetap di bath tube setelah mematikan mode jacuzzi dan membuka lubang saluran airnya.


Lia terpana saat berdiri di depan westafel untuk menggosok gigi. 'Gila nih bule, banyak banget dia bikin tanda merahnya. Apa kata gadis itu nanti, diculik masih sempet-sempetnya mamadu kasih. Bener-bener nggak masuk diakal' gerutu Lia dalam hati.


"Sayang jangan melamun lagi, ayo cepat wudhu adzan subuh sudah dari tadi" ucap Ferry yang di balas cibikan bibir oleh Lia membuat Ferry hanya tersenyum dan keluar dari kamar mandi duluan.


"Enak banget dia bilang cepet wudhu adzan sudah dari tadi, emang yang bikin lama siapa? kan dia..huh" Lia terus ngedumel sambil mengulang kalimat yang Ferry lontarkan untuknya.


Jangan lupa Like, komen dan jadikan favorite yesss....yang baik boleh lah bagi votenya....hehehehee

__ADS_1


__ADS_2