Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Kembali ke Apartemen


__ADS_3

Akhirnya Lia dan Ferry mendapat izin dari nenek tua untuk kembali ke apartemen mereka.


"Nek, kami pulang dulu" Pamit Lia dan Ferry pada nenek tua.


"Castle Veenew akan kembali sepi lagi, kemarin keluarga Mananta semuanya sudah kembali ke negara J, sekarang kalian berdua pun akan pergi"


Mendengar keluhan nenek tua, Lia tak tega meninggalkannya tapi bagaimana mungkin mereka tetap tinggal Castle Veenew jarak ke kantor Ferry dan Ke kampus Lia sangat jauh.


"Kami akan main ke sini begitu tuan sibuk satu ini memiliki waktu luang". Bujuk Lia agar nenek tua tidak terlalu sedih lagi.


"Kalian janji ya akan sering kunjungi nenek tua di sini. Dan cepat berikan aku cicit" ujar nenek tua.


'Haduh,,,lagi..lagi cicit. Tak adakah hal lain yang ingin di mintanya dari kami...huuuffft' keluh Lia dalam hati.


"Iya nenek, begitu Ferry memiliki waktu senggang aku akan bawa Lia ke sini. Bukan kah Willy dan Cindy harusnya menemani nenek di sini?" tanya Ferry heran kenapa nenek tua bilang akan kembali sepi.


"Willy sekarang tinggal di asrama sedangkan Cindy tinggal di rumah papi mu karena dia dan Shella satu sekolah sekarang" jelas nenek membuat Ferry mengangguk.


Ferry benar-benar tidak tau apa yang sudah terjadi pada keluarga besarnya karena dia tidak pernah kembali ke rumah orang tuanya sejak setahun belakangan ini, selain sibuk dengan pekerjaan dan kuliah masternya, Ferry sibuk mencari cara mendekati Lia. Jadi banyak hal terlewatkan oleh Ferry.


Akhirnya setelah pamit yang banyak drama, Ferry dan Lia pun masuk ke dalam mobil untuk kembali ke apartemen. Sepanjang perjalanan Ferry sibuk dengan MacBook-nya sedang Lia sibuk membuat design gaun untuk teman-teman Shella, beberapa kali Lia menguap karena mengantuk.


"Kalau mengantuk berhentilah menggambar tidurlah dulu. Perjalanan masih jauh" ucap Ferry tanpa mengalihkan pandangan dari macbook-nya.


"Selesai satu ini aku baru tidur" sahut Lia yang hanya di balas gumaman oleh Ferry.


Lia terus menguap, lama-lama Ferry gemesh dan menutup macbook-nya lalu mengambil buku gambar Lia.

__ADS_1


"Tidurlah, mata mu sudah lima watt masih juga memaksakan diri menggambar. Apa yang sedang kamu buat sebenarnya?" tanya Ferry penasaran karena tadi Ferry langsung menutup buku gambar begitu merebutnya dari Lia, Ferry lupa melihat apa yang sedang Lia gambar.


"Gaun untuk acara prom nite sahabanya Shella" jawab Lia membuat Ferry mengerutkan alis.


"Kapan dia minta kamu membuatnya?" Ferry mulai menyelidiki, dia agak kesal karena Shella bisa-bisanya masih meminta Lia mendesign disaat sedang pemulihan. 'Anak ini benar-benar minta diberi pelajaran' bathin Ferry gemesh sama adik semata wayangnya.


"Waktu masih di rumah sakit, kenapa?" sahut Lia agak heran melihat mimik wajah Ferry yang terlihat tak senang.


"Anak itu keterlaluan, orang lagi sakit masih aja dibikin susah" gumam Ferry mulai kesal.


"Suam, ini gaun di gunakannya untuk tiga bulan lagi dan hanya satu design, cuma aku aja yang sengaja buat beberapa model untuk jadi alternatif karena aku cuma akan membuatkan designnya sahabatnya Shella akan menjaitkannya di tempat lain karena aku takut tidak sempat" jelas Lia membuat wajah murah Ferry lebih baik.


"Ya sudah sekarang kamu tidur lah" Ferry menarik tubuh Lia kedalam pelukannya.


Lia yang mencium aroma tubuh Ferry yang familiyar membuatnya nyaman sehingga tubuh lelahnya langsung tertidur pulas dalam pelukan Ferry.


'Hhhmm...gadis ini masih terlelap, biar saja lah aku gendong dia sampai ke kamar saja' bathin Ferry akhirnya turun dar mobil kemudian menggendong Lia menuju unit apartemennya. Lia masih tak bergeming, dia tidur begitu nyenyak kaya kebo.


Saat Lia terbangun dia sudah ada di atas ranjang apartemen seorang diri.


'Eh, kenapa sudah sampai di kamar aja. Kelihatannya aku tidur pules banget sampai nggak sadar udah sampai kamar' bathin Lia dengan pipi merona membayangkan Ferry menggendongnya dari lobby sama kamar di apartemennya.


Lia turun dari atas ranjang mencari keberadaan Ferry. Tapi di kamar batang hidung Ferry tidak Lia temukan. Lia pun keluar dari kamar, tercium aroma masakan yang harum membuat cacing di perut Lia langsung meronta minta dikasih makan.


Lia pun berjalan menuju dapur dan benar saja sang suami sedang bertarung dengan wajan dan spatula.


Lia tak mengganggu Ferry dia berdiri memperhatikan sang suami yang begitu serius dan memasak dengan mahir.

__ADS_1


'Pria ini makin tampan tiap kali sedang serius, pantas saja dia jadi idola di negara A, sebenernya nggak cuma di negara A tapi tiap cewe Lia wajah Ferry juga mereka langsung terpesona. Untung aja aku juga nggak jelek-jelek amat jadi Ferry nggak malu lah bawa aku kondangan...wkwkwkwkk"


Lia asik melamun sambil memandangin sang suami yang berguji baku di dapur, sampai sang suami mencium pipinya Lia baru tersadar dari lamunannya.


"Suami, koq kamu tau-tau ada di depan ki sih?" gerutu Lia kaget karena tiba-tiba ada yang menyentuh pipinya dan membuat buyar lamunannya.


"Kamu kenapa berdiri di sini dan melamun, hah? kaki mu ini belum boleh terlalu lelah" usai Ferry berucap dia menggendong Lia menuju ruang TV.


Lia hanya bisa pasrah menuruti sang suami, mau gimana lagi memang kakinya terasa agak sakit karena berdiri cukup lama di dapur.


"Kamu tunggu aku di sini, jangan jalan-jalan duduk diam-diam dengan tenang" ujar berpesan pada ku Ferry meninggalkan ku diruang TV dan kembali ke dapur menyelesaikan masak untuk makan siang mereka.


Betapa terkejutnya Lia saat dia menyalakan saluran TV lokal negara A dia melihat wawancara seorang designer tentang design baju yang begitu viral dan laris bahkan terjual seribu dalam waktu satu hari. 'itu Merry, dasar plagiat' bathin Lia kesal. 'Dia benar-benar tidak malu berbicara di depan tv seperti itu mengatakan inspirasi design yang dia dapat sungguh tidak nyambung dengan model dan motif design yang dia buat'


Lia terus saja menggerutu sepanjang melihat wawancara Merry di tv sampai dia tidak sadar kalau Ferry sudah duduk di sebelahnya memperhatikan wajah Lia yang geram pada Merry.


Ferry tau cerita plagiat Merry dari Jerry dan Lia pun sudah mengatakannya tapi dia bilang tidak bisa menuntut karena designnya tidak sama persis dalam dunia design belum bisa dikatakan plagiat dan Lia tak ingin memperpanjang masalah ini.


"Kelihatannya kamu belum ikhlas ya design mu di contek dia?" gumam Ferry yang menyadarkan Lia dari lamunanya.


"Suam, kamu dari kapan ada disini?" tanya Lia dengan mimik malu.


"Sejak wajah istri ku terlihat kesal dan ingin makan orang...hehehehe" goda Ferry membuat pipi Lia langsung memerah sampai ketelinganya.


"Isshh...siapa juga yang kesal padanya, nggak level" kilah Lia, membuat tawa Ferry makin menjadi.


"Sudah lupakan saja kita makan siang yuk" ajak Ferry yang diangguki Lia, dan TV pun langsung di matikan. Mereka berdua berjalan menuju ruang makan.

__ADS_1


jangan lupa like, komen syukur-syukur di vote...hehehe


__ADS_2