
"Emang kamu mau cerita apa?" Lia mulai penasaran.
"Hhmm...tntang masalah perusahan dan juga masalah Merry yang akan satu kantor dengan mu nanti di YZ Collection"
"Merry?"
"iya Merry"
"Merry yang itu?"
"Iya memang ada Merry yang lain"
Lia langsung bangun lalu duduk lagi dari tidurnya. "cepat ceritakan bagian Merry saja biar aku bisa kembali tiduran".
"Hahahaha ... istri ku kamu saat cemburu menggemaskan sekali, andai aku ada disampingmu pasti sudah ku makan hidup-hidup kamu malam ini...hehehehe"
"Diam, fokus saja sama cerita mu"
"Hhehee...baiklah"
"Cepat ceritakan" Lia mulai kesal karena suaminya malah tertawa nggak jelas.
"iya sayang, Jadi beberapa hari yang lalu Jerry bilang pada ku kalau papi membawa designer baru ke dalam YZ Collection, dia menjadi salah satu designer kepala walau pun masih kuliah dikarenakan hasil karyanya yang terakhir itu viral sekali di negara A"
"Lalu?"
"Saat aku tanya siapa orangnya, Jerry bilang si Merry"
"Cuma itu aja?"
"Iya, itu aja. Aku cerita biar kamu tidak salah paham nantinya. Tapi kalau kamu tidak nyaman makan kamu tidak jadi kerja di YZ Collection juga tidak apa-apa yank"
"Biar kamu makin leluasa bersama Merry, begitu maksud mu?" Wajah Lia sudah mulai masam.
"Ciiihh...sembarangan, sedetik pun hingga kini aku belum bertemu dengannya. Dia pernah sih datang ke kantor ku tapi tidak bertemu dengan ku. Lagian aku tidak pernah menyukai Merry, kalau aku suka dari dulu dia sudah jadi kekasih ku. Bukannya malah meminta Jerry terus melacak keberadaan kamu. Jadi kamu jangan cemburu sama Merry ya, dia nggak punya akses untuk bisa mendekati ku.
"Masa? Kalau papi terus mengupayakan berbagai csra mendakat kan Merry pada mu bagaimana?"
"Ya Kamu harus mau aku mengumumkan prihal pernikahan kita di negara A"
"Hhhmm...kalau kamu umumkan sebelum aku lulus kuliah, aku keberatan"
"Menunggu mu lulus kuliah paling cepat satu tahun itu pun kalau kamu sangat hebat...hehehee"
"Kamu meremehkan ku?"
"Bukan begitu sayang, aku cuma tidak mau kamu memporsir seluruh energi mu saja"
"Kalau soal kuliah dan mendisign kamu tidaj perlu khawatir, istri mu ini sangat ahli...hehehehe"
__ADS_1
"iya sayang, aku percaya. Karena aku sudah melihatnya sendiri bagaimana para klien YZ Collection terpesona pada hasil karya mu?"
"Jadi soal Merry cuma itu aja?"
"iya yank, cuma itu aja. Jadi kamu tidak usah cemburu ya"
"Iissshh...geer banget, siapa juga yang cemburu" Sahut Lia sambil membarikan lagi tubuhnya di atas ranjang karena Lia sudah mulai mengantuk.
"Sayang sebenernya kalau kamu mau cemburu itu sama Arin. Dia itu satu-satunya wanita dikantor yang paling dekat dengan ku, dia cantik, seksi dan pintar. Semua hal yang aku butuhkan dia yang paling tau. Bahkan ukuran pakaian ...."
"Bodo amat" Lia langsung memutuskan sambungan video call dengan Ferry lalu melempar ponselnya sembarang diatas kasur.
'Orang sudah mau tidur malah dibikin kesel, ini bule pengen aku nggak tidur apa semaleman. ahhhggghhh' Lia mengacak-acak rambutnya melampiaskan kekesalannya dia juga meninju-nunju bantal guling dengan piyama Ferry.
Ferry yang melihatnya di layar Macbook hanya bisa geleng-geleng sambil tertawa melihat tinggah istrinya yang tak pernah dia lihat sebelumnya sambil berusaha menelphon Lia lagi. Berharap diangkat Lia tapi sudah tiga kali menelphon Lia tak menggubrishnya malah terlihat ngoceh-ngoceh di depan ponsel dengan wajah kesal.
'Nampaknya dia kesal sekali aku menyebut nama wanita lain...hahahaha. Ternyata kamu kalau cemburu menakutkan juga ya yank' Ferry bergidik ngeri ngebayangin dia yang jadi bantal guling yang sedang Lia unyeng-unyeng dan pukul-pukul.
Setelah tiga kali berusaha menelphon untuk meluruskan permasalahan tapi tak juga diangkat Lia telphonnya akhirnya Ferry mengirimi Lia pesan.
"Sayang, Arin tau semua karena dia itu sekertaris ku. Dia wajib tau semua hal yang ku butuhkan dan ku perlukan, tapi semua itu dia ketahui bukan dari aku melainkan dari Jerry dia yang mementori Arin saat dia mulai jadi sekretaris ku. Satu hal lagi, Arin juga kakak kelas ku di kampus, aku yang meminta Jerry untuk menawarinya menjadi sekretarisku karena dia adalah mahasiswa terbaik diangkatannya, aku tau itu karena saat aku wisuda bareng dengan Arin. Dan kamu tau sayang, suami mu ini jadi lulusan terbaik dan termuda saat itu dengan predikat summa cumlaude yang nyaris sempurna".
"Sebenarnya bukan hanya itu alasan ku meminta Arin menjadi sekretarisku tapi karena aku pernah melihat Arin saat menjadi sekretaris salah satu direktur perusahan kecil yang sedang meminta kerja sama dengan perusahan Goucher Corp. Rasanya sayang saat aku melihat potensinya Arin jika dia hanya bekerja di perusahaan kecil yang hidup karena kebaikan perusahaan Goucher Corp jika Perusahaan berhenti mengorder bahan tekstil darinya maka dalam hitungan bulan perusahaan itu akan gulung tikar".
"Dia juga tau tentang kamu sayang, karena dia pernah melihat Foto kita berdua diatas meja kerja ku, Arin juga bukan seperti wanita-wanita kegenitan diluar sana, dia sangat profesional"
Sontak tawa Lia pecah saat membaca pesan Ferry yang terakhir diikuti emot menangis.
Ferry yang melihat istri kesayangannya tertawa langsung menelphon Lia, dia tak mau melewatkan kesempatan emas untuk kembali merajut rindu dengan istrinya.
"Hhmm" Lia mengawali percakapan dengan berdehem sambil menahan tawa.
"Sayang kamu masih marah ya?" Ferry bicara dengan nada sedih biar Lia kasihan.
"Sudah hentikan akting mu, nggak cocok dengan karakter beruang kutub mu" Sahut Lia dengan nada kesal.
"Hehehehe...sayang udah dong marah-marahnya. Harusnya kita itu kangen-kangenan, manja-manjaan kan jarang kita bisa kaya gini"
"Iya sih, tapi kan kamu yang mulai duluan"
"Kamu yank, orang aku belum selesai bicara mode cemburu mu sudah nyala duluan"
"Siapa yang cemburu..iiishh"
"Kamu yank, masa aku...heheehe"
"Udah ahh...aku mulai ngantuk, besok aku masih harus ke kampus"
"Mau ngapain?"
__ADS_1
"Ngerjain Design untuk lomba, karena tadi bu Raras belum cocok dengan design yang aku serahkan"
"Kenapa begitu? tidak biasanya design mu tidak disukai orang"
"Ini karena design yang ku buat berbeda karakter dengan ku?"
"Maksudnya?"
"Jadi lomba design couple ini, adalah memadukan karakter wanita dan pria dalam satu design gaun pesta untuk wanita. Simplenya bikin gaun yang terlihat macho tapi feminine"
"Hhhmmm...coba tunjukan pada ku design mu?". Ferry mulai penasaran.
"Tunggu aku ambil dulu" Lia pun bangkit dan bergegas mengambil kertas designnya lalu menunjukannya pada Ferry.
"Sayang kamu Foto saja lalu kirim ke aku biar lebih jelas"
"Wait" Lia pun memfoto designnya lalu mengirimnya ke Ferry.
"Hhmm...sayang ini bahunya kenapa kamu buat model begini, ini akan membuat wanita yang mengenakannya terlihat gendut lengan atasnya dan juga ini dres bagian belakannya jika wanita berbokong besar yang memakainya dia akan sangat tidak pede"
"Komentar mu sama persis dengan bu Raras. Menurut mu model apa yang harus aku buat agar kesan maskulinnya dapet. Tadinya aku dan kak Joe berfikir wanita tomboy itu kan lenganya pasti berotot dan nggak mungkin besar jadi untuk nunggukin itu dibuatlah lengan model begini nah begitu juga sola bagian belakannya, rata-rata wanita tomboy itu bokongnya rata jadi akan bagus dibikin model seperti itu biar bokongnya terekapos"
"Sayang maksudnya bukan seperti itu, tapi kamu disuruh buat gaun dimana di gaun itu pancar kekuatan, ketegas, ketegaran, kegigihan seorang pria namun tetap anggun, elegan dan seksi saat wanita mengenakannya"
"Memang bisa begitu?"
"Bisa sayang, aku liat design mu yang kamu posting bebarapa hari lalu di forum, hiasanya menunjukan kekuatan seorang pria kamu bisa gunakan ornamen itu di dress mu ini lalu kembalikan bentuk bajunya seperti dress cantik yang biasa kamu gambar".
"Tunggu aku ambil kertas dan alat gambarku dulu"
"No baby, besok pagi saja sekarang sudah mau jam sepuluh malam mata mu pun sudah terlihat lelah. Istirahatlah dulu".
"Oke kalau begitu aku tidur duluan ya"
"Beneran tidur ya sayang jangan mendesign lagi kalau aku sampai lihat kamu mendesign lagi malam ini aku pastikan semester ini kamu nggak lulus"
"Mana bisa begitu?"
"Apa yang tidak bisa Ferry Goucher lakukan?"
"Muncul dihadapan ku sekarang"
"Hehhee...kamu itu ya bener-bener minta digigit"
"Oke suamiku..good nite"
"Have a nice sleep and sweet dreams..muuuchh".
Dan tak berapa lama pun Lia sudah terlelap dan masuk ke alam mimpi. Ferry pun langsung menelphon Jerry sambil menuju meja di pojok ruangannya untuk makan siang yang kesorean.
__ADS_1