Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Terkunci


__ADS_3

Setelah satu setengah jam perjalan akhirnya Lia dan Ferry sampai di hotel milik Nyonya Magdalena di mana acara ulang tahun hotel milik nyonya Magdalena di selenggarakan.


"Sayang, kamu tidak boleh jauh dari ku selangkah pun" pinta Ferry dengan nada tegas sambil meletakan tangan Lia di lengannya.


"Ehh...kita kesini itu bukan pasang suami istri tapi bos dan karyawan, nggak usah aneh-aneh" sahut Lia tak kalah dinginnya, sambil melepas tangannya dari lengan Ferry.


'Wanita ini selalu saja membantah ku, dasar keras kepala' gerutu Ferry kesal pada Lia tapi tak bisa membantahnya karena dia sudah setuju dengan syarat Lia merahasiakan hubungannya.


"Tuan Ferry Goucher silahkan masuk saya akan tunjukan meja anda"


Ferry dan Lia mengikuti pelayan itu menuju meja mereka. "Silahkan duduk tuan dan nyonya saya tinggal dulu" Ferry hanya bergumam dengan wajah masih dingin karena menahan kesal pada Lia.


"Ternyata acaranya resmi sekali menggunakan meja" ucap Lia agak aneh tidak seperti perjamuan biasanya.


"Iya ini karena jam makan malam jadi semuanya di beri meja usai makan biasanya baru akan acara seperti biasanya" jelas Ferry.


"Owh begitu mungkin karena ini ulang tahun hotel?" tanya Lia lagi penasaran


"Bukan yank, nanti acara ulang tahun Goucher Corp juga seperti ini, malahan sepanjang acara hanya duduk di meja masing-masing"


"Oo..." Pelayan mulai berdatangan satu persatu menyajikan makan malam seiring dengan arahan host di atas panggung.


"Selamat datang dan selamat menikmati hidangan hotel kami semoga tidak mengecewakan tuan dan nyonya"


Mendengar ucapan sang host semuanya bersorak dan mulai mengucapkan selamat dan melakukan toss untuk memberi selamat pada nyonya Magdalena.


Sambil makan para tamu di suguhi penampilan live music dari beberapa artis yang sedang digandrungi.


"Malam designer Lia, tuan muda Goucher" sapa Ami mengejetkan Lia karena dia tak percaya gadis yang kini berdiri di depannya adalah Ami.


"Wow, Ami kamu cantik banget" gumam Lia spontan membuat Ferry yang tadinya acuh tak acuh menjadi ingin melihat Ami.


'Luar biasa istri ku, gadis secupu dan rata seperti Ami pun bisa dia bikin jadi cantik dengan gaun hasil karyanya'


"Designer Lia jangan menggoda ku, nenek sudah menggoda ku terus sepanjang hari ini saat melihat ku bersiap ke pesta.


"Ami kamu duduk lah, tidak enak di lihat yang lain kamu terus berdiri" ajak Lia yang di setujui Ami walau dia agak ragu pada awalnya untuk ikutan duduk.

__ADS_1


"Apa aku tidak mengganggu kalian berdua?" tanya Ami tak ingin jadi obat nyamuk.


"Tidak sama sekali tidak, aku malah senang ada kamu menemani di sini" sahut Lia cepat.


'Sudah tau mengganggu tapi masih duduk betah banget bikin aku jadi obat nyamuk, susah payah kesini biar bisa pamer kemesraan sama istri ehh di gangguin...huufft' bathin Ferry sambil makan dan berusaha acuh pada dua wanita di depannya yang asik mengobrol.


"Designer Lia teman-teman ku banyak yang ingin minta dibuatkan gaun oleh mu, apa boleh aku memberi nomer kontak mu pada mereka?"


"Tentu saja boleh" sahut Lia senang tak dia sangka lagi-lagi rancangannya di sukai banyak orang.


setelah lama Ami dan Lia mengobrol dan sangat membuat Ferry kesal karena Lia mengacuhkannya lebih memilih mengobrol dengan Ami.


"Aku kembali ke meja nenek dulu ya, sudah di panggil" pamit Ami dengan senyum manis. "Oke"


"Akhirnya pergi juga" gumam Ferry membuat Lia tersenyum.


"Suami ku jangan bilang kamu cemburu sama Ami ya?" goda Lia sambil senyum manis.


"Issshh...jangan narsis"


"Hahahaha..." Lia kembali tertawa kecil mendengar jawab sang suami.


"Kamu mau kemana?" tanya Ferry heran melihat Lia yang tiba-tiba berdiri.


"Mau ke toilet" jawab Lia singkat


"Aku temani" ujar Ferry membuat Lia membulatkan matanya tak percaya sang suami benaran keterlaluan posesifnya. Masa ke toilet aja pake diintilin...ckckck


"Nggak usah suam, kamu duduk saja di sini" ucap Lia sambil melangkahkan kaki menuju toilet, Lia mengikuti arah panah menuju restroom.


Lia tak tau ada bahaya yang mengintainya. Ternyata dari kejauhan Merry sudah melihat ke mesraan Lia dan Ferry membuat Merry jengkel dan mengikuti Lia untuk mengerjainya.


"Rasakan kamu wanita murahan, beraninya menggoda pria ku" ucap Merry setelah mengunci pintu toilet yang di masuki Lia.


Lia yang di dalam toilet tak pernah tau kalau pintu keluar sudah di kunci dan dia tidak bisa kemana-mana.


Lia sibuk melakukan touch up usai membasuh tangan dan wajahnya. "Sempurna" gumam Lia setelah merapikan riasan di wajahnya usai makan.

__ADS_1


"Ehh..kenapa pintunya terkunci?" gumam Lia sambil trus mencoba membuka pintu kamar mandi tapi tak juga membuahkan hasil. Lia mulai panik, dia pun mengambil ponselnya untuk menelphon Ferry namun sialnya di dalam kamar mandi tak ada signal.


"Benaran sial ini sih, aneh banget sih siapa coba yang ngunci usil banget" gerutu Lia merutuki orang yang mengerjai dirinya.


Lia mulai menggedor-gedor pintu tapi tak juga ada orang yang menolongnya sampai setelah Lia mulai putus asa tiba-tiba suara kunci pintu di putar dan tak lama pintu kamar mandi terbuka.


"Ternyata benar ada orang" ucap Arjun Khan senang saat melihat Lia. "Kenapa kamu bisa terkunci di sini?" tanya Arjun heran.


"Aku juga tidak tau, tadi pas masuk tidak ada masalah dengan pintunya tau-tau saat aku mau keluar malah terkunci" oceh Lia dengan nada kesal.


"Owh begitu"


"By the way thanks ya, kalau kamu nggak nolongin aku bukain pintu nggak tau deh berapa lama lagi aku harus nunggu di dalam" ujar Lia dengan senyum manisnya.


'Ya ampun nih gadis, makin cantik aja dari pertama kali aku lihat. Apa lagi senyumnya' gumam Arjun dalam hati.


"Mungkin kita berjodoh" Mendengar ucapan Arjun, Lia tak begitu ambil pusing.


"Kalau begitu aku kembali ke dalam duluan ya" ucap Lia pamit pada Arjun.


"Tunggu dulu, kita belum saling kenal. Nama ku Arjun Khan" ucap Arjun sambil mengulurkan tangannya.


"Ternyata Tuan Arjun Khan, aku Lia Putri Aghata" sahut Lia tak percaya akhirnya dia malah di tolong pria yang paling di cemburui sang suami.


'Mati lah aku kalau sampai Ferry melihat ini, dia bisa salah paham. Sebaiknya aku segera kembali kedalam' bathin Lia sambil memikirkan kalimat yang tepat untuk segera pergi tanpa menyinggung Arjun.


"Sepertinya kamu sudah mendengar nama ku ya? Wajar sih, cowo seganteng aku emang sering jadi buah bibir para gadis cantik...hehehe" Ujar Arjun dengan penuh percaya diri.


"Narsis sekali anda tuan Arjun, tapi yang anda katakan memang benar" sahut Lia sekenanya malah bikin Arjun makin percaya diri.


"Tuh kan benar, sudah ku duga...hahahaa" ucap Arjun jumawa.


'Aduh ini orang emang ganteng tapi kalau di banding si beruang kutub ya ganteng si beruang kutub, untuk beruang kutub nggak narsis kaya dia' gumam Lia dalam hati mulai jengah menghadapi Arjun.


"Aku kembali duluan ya, bye" ucap Lia yang langsung mau meninggalkan Arjun, baru juga selangkah Lia berjalan Arjun menarik tangan Lia sehingga dia menoleh.


saat Arjun sedang memegang tangan Lia tiba-tiba ada yang memanggil namanya.

__ADS_1


"Lia"


kira-kira siapa ya itu??? yuukk di like and komen biar makin semangat nulisnya dikasih vote dan hadiah dong...hehehe


__ADS_2