
Jam 23.00, akhiirnya acara selesai juga. Para tamu undangan sudah kembali ke kamar mereka masing-masing termasuk mama, tinggal aku, Ferry dan Juga Jerry di ballroom hotel.
"Jer, tolong kamu urus kado-kado itu". Ucap Ferry sambil menunjuk tumpukan kado sebelum kemudian mengajaku kembali ke kamar. Aku berkali-kali nguap karena mataku rasanya perih sekali ingin segera terlelap.
"Sayang, kamu udah ngantuk?" Tanya Ferry yang melihatku menguap beberapa kali sambil mengusap punggung tangan ku yang bergalayutan dilengannya.
"Sedikit" jawabku malas-malasan. Ferry hanya tersenyum, entah apa yang dipikirkannya yang pasti aku sangat mengantuk. "Semoga dia membiarkan ku tidut nyenyak malam ini" Bathinku.
Begitu sampai dikamar president suit tempat aku tadi make up dan ganti baju. Ferry langsung pamit menuju kamar untuk mandi. Aku malah sibuk memindai ruangan itu ternyata luas sekali kamar ini ada mini kitchen dan meja makan kecil tak jauh dari mini kitchen. lalu didekat jendela ada sofa besar dan juga meja kaca yang di depannya ada tv LED yang sangat besar diatas nakas panjang. Betapa terkejutnya aku begitu sampai di pintu kamar, "Ya Tuhan, kenapa kamar ini jadi kaya kamar pengantin? banyak kelopak bungan mawar diatas ranjang, ada buah yang sudah dihias bebentuk hati dan juga minuman diatas ranjang yang bertabur bunga mawar dan ada dua buah angsa yang sedang beciuman tarbuah dari handuk. Bahkan ada 2 pot bunga besar berisikan bunga sedap malam membuat aroma kamar ini makin wangi seperti kamar pengantin. Belum lagi di meja rias juga dihias dengan bunga-bunga dan ada box yang dipita pink diatas ranjang. Aku pun berjalan mendekati box itu, dan membukanya, "Astaga, lingerie" bathin ku sambil menutup mulutku. Dan aku baru sadar kalau aku datang kesini tadi nggak bawa baju.
Aku langsung membuka lemari berharap baju yang ku kenakan tadi ada di dalam sana tapi ternyata tidak ada. Rasanya kaki ku langsung lemas saat melihat lemari itu hanya berisi pakaian Ferry. "Matilah aku, sekarang bagaimana masa pakai lingerie...bukannya istirahat aku malah digarap Ferry malam ini" Lamunanku terhenti saat tiba-tiba ada tangan kekar melingkar di pinggangku. "Kamu cari apa dilemari,hah?" ucap Ferry di telingaku. Hembusan nafas dengan aroma menyeruak di rongga hidungku, membuatku langsung membalikan badan, dan melepas pelukan Ferry dengan wajah agak shock karena Ferry hanya bertelanjang dada kini di depan ku. Lalu dengan santainya dia mengambil baju tidur dan mengenakannya di hadapanku. "Aaaaaaaa..." teriak ku sambil menutup mata.
"Kamu itu bisa tidak kalau pakai baju di kamar mandi...tidak tau malu", gerutuku, sambil berjalan ke meja rias untuk membersihkan wajahku.
"Sayang kita sudah resmi jadi suami istri sekarang, apa lagi yang harus ku sembunyikan dari mu, nantinya kamu juga akan melihat semuanya, menyentuhnya dan menikmatinya ujar Ferry sambil senyum-senyum menggoda. Aku hanya mengacuhkannya.
"Oh iya, aku lupa bawa baju, aku mencari baju dress yang ku kena waktu kesini tapi tidak ada, kamu tau dikemanain?, atau bisa minta Jerry membelikan ku satu set baju tidur dan satu set baju untuk besok?" ucapku gelisah memikirkan harus menggunakan lingerie.
"Bukannya di box itu ada baju tidur, aku sudah meminta pihak hotel menyiapkannya" jawab Ferry sambil berjalan kearah box yang berisi lingerie berada. Saat dia membukanya, senyum menyeringai dengan mata berbinar langsung terpancar di mata biru Ferry, dan dia pun berbalik badan kearahku.
__ADS_1
"Stop disana, jangan minta aku pakai itu ...aku nggak mauuuuu". Ucapku sambil menujuk ke arah Ferry agar dia tidak mendekatiku apa lagi memintaku mengenakan lingerie.
"Ya sudah aku telphon Jerry sekarang ya. Kamu jangan bereaksi berlebihan seperti itu, aku jadi takut melihat mu seperti itu" pinta Ferry sambil berjalan ke nakas samping ranjang mengambil ponselnya menelphon Jerry.
Selesai membersihkan make up dan juga melepas sanggul kecil dan rambut sambung dikepalaku dan juga pernak perniknya, aku bergegas ke kamar mandi. Namun aku kesulitan melepas kebaya yang ku kenakan karena pres body, berkali-kali ku coba tapi tak juga berhasil membuka resleting kebaya ini. Akhirnya aku keluar lagi mencari suamiku tapi tak terlihat batang hidungnya di dalam kamar. Aku pun akhirnya berjalan keluar untuk mencari Ferry.
"Suamiku, kamu dimana?" Ucapku sambil jalan keluar kamar.
"Kamu tunggu di kamar aja yank, ada Jerry diluar tidak usah keluar kamar". teriak Ferry saat mendengar ku memanggilnya.
"Ternyata Jerry sudah datang, baiklah"....aku pun mengurungkan niatku untuk keluar karena Ferry melarangku. Akhirnya aku pun duduk di atas ranjang, sambil menunggu Ferry.
"Sayang, kamu belum jadi mandi?" ucap Ferry dengan alis mengerut dalam.
"Heheheehe, blm. Aku nggak bisa buka resleting kebaya ini" ucapku sambil nyengir salah tingkah.
"Hahahaaha,,,jadi kamu tadi nyari aku mau minta aku bukain resleting kebayanya ya?" tanya Ferry sambil tertawa dan mendekatiku. Aku hanya mengangguk wajahku sudah merona karena malu.
Saat Ferry membalik tubuh ku lalu membuka resleting kebayaku. "Sial jantung kamu bisa tidak jangan berdegup kencang seperti ini, bikin aku makin grogi aja" gerutuku dalam hati.
__ADS_1
"Sudah, kait branya mau skalian aku bukakan?" tanya Ferry sambil memeluk ku dan menyandarkan kepalanya di cengkuk leherku.
"Nggak usah, aku bisa sendiri. Sekarang kamu mending istirahat, besok kan kamu ada penerbangan" ucapku sambil melepas pelukan Ferry dan berjalan ke kamar mandi, tak lagi memperdulikan sautan Ferry.
Akau sengaja berlama-lama di kamar mandi, berharap begitu aku keluar Ferry sudah terlelap. Tapi harapan tinggal harapan, yang diharapkan sudah tertidur lelap malah masih asik di depan laptopnya dengan beberapa berkas berserakan diatas meja kecil dipojokan jendela kamar.
"Hei, kenapa belum tidur" ucap ku sambil mengusap punggunya.
"Ada yang harus aku selesaikan, kamu tidur lah lebih dulu" ucap Ferry sambil mendongakan kepalanya dan mencium daguku.
"Baiklah kalau begitu, aku tidur duluan ya". Ucapku bahagian karena sesuai harapan ku malam ini tidur nyenyak tanpa melakukannya. "Aku nggak mau ditinggal pergi suami dan nggak tau kapan ketemu lagi kondisi sudah diperawanin, enak aja" Bathin ku sambil berjalan menuju ranjang. Tak lama setelah aku berbaring, aku pun langsung terlelap.
Tidurku agak terusik ketika ada benda berat yang tiba-tiba melingkar di pinggangku dan ada lengan besar menyusup dibawah kepalaku. "Apaan sih ini ganggu tidur orang aja", gumamku kesal sambil menghempas benda berat di atas pinggangku.
"Kenapa sayang?, nggak nyaman tidur aku peluk, hah?", suara bariton berat milik suamiku terdengar membuatku membuka mata lebar.
"Koq ada kamu?" celetuk ku langsung bangkit duduk.
Yang ditanya hanya tersenyum sambil tetap berbaring.
__ADS_1
"Ya Tuhan, aku lupa kalau kita sudah menikah ya...hahahaaha", ucapku selanjutnya sambil terkekeh dan menyambut rentangan tangan Ferry, yang mengingankan ku berbaring dalam pelukannya. "Kamu tuh udah ganteng, wangi banget sih yank, cewe mana yang bisa nolak kamu?", gumam ku saat menatap wajah tampan suamiku yang sudah terlelap. Akhirnya aku pun tertidur pulas dalam pelukan Ferry hingga mentari pagi mengintip malu-malu dari balik tirai.