
#POV Lia#
Saat matahari mulai menyusup masuk melalui celah-celah tirai. mataku masih terasa berat untuk dibuka tapi panggilan alam ini memaksa ku untuk bangun, hari ini tak biasanya tangan kekar suamiku tak melingkar di pinggangku. ku raba tempat Ferry biasa terlelap ternyata sudah dingin "nampaknya dia sudah lama bangun tapi kemana dia?"bathinku lalu buyar saat panggilan alam itu terasa makin tak tertahankan aku pun berlari ke toilet.
Usai menuntaskan hajatku di kamar mandi dan membersihkan diri aku pun keluar kamar, langsung tercium aroma masakan yang menggugang selera membuat cacing diperutku langsung bergrilia menuntut haknya. Aku pun melangkah menuju dapur dan ternyata si bule ganteng lagi masak, dia terlihat makin seksi pake apron.
"Memangnya aku setampan itu ya sampai tidak berkedip memandangiku dari tadi?" goda Ferry melihatku melamun memandanginnya.
"Iya sangat tampan dan seksi" gumamku spontan membuat tawa Ferry pecah dan menyadarkan ku.
"Kamu itu..."ucapku sambil melangkah mendekati Ferry dan memukul manja lengannya. "Kamu lagi masak apa harum sekali?" tanyaku sambil melongok wajan yang ternyata sedang membuat mie goreng seafood.
"Sudah kamu tunggu di meja makan sebentar lagi Mienya akan siap" ucap Ferry sambil mendorongku keluar dari dapur.
"Pelit amat cuma mau liat aja nggak boleh" gerutuku sambil mencibikan bibir dan pergi ke ruang makan, duduk manis menunggu si bule menyajikan makanan. Tak lama berselang Ferry datang dengan membawa dua buah piring dan dua buah garpu ditangan kanannya dan semangkok mie goreng seafood ditangan kirinya yang makin dekat wanginya makin tercium, benar-benar menggugah selera.
"Silahkan dinikmati nyonya Goucher" Ucap Ferry sambil meletakan semua yang dibawanya diatas meja.
"keliatannya sangat enak" gumamku membuat si empunya makanan terkembang senyumnya.
"Tidak hanya enak dilihat tapi sangat nikmat di makan" ucap Ferry dengan pedenya sambil mengambilkan mie ke piring makan ku.
"Terima kasih" ucapku saat Ferry meletakan piring berisi mie goreng seafood di depan ku.
"sama-sama istriku, ayo kita berdo'a sebelum makan" ucap Ferry setelah dia selesai menyendok mie goreng ke piringnya.
__ADS_1
Mie buat Ferry beneran enak, bahkan ini rasanya nggak kalah sama buatan restoran bintang lima. "Gila nih bule, apa yang dia nggak bisa? udah ganteng, pinter, kaya, dan ternyata jago masak pula...sempurna banget laki suamiku" bathinku sambil memandangin wajah tampan suamiku.
"Sayang memang kamu bisa kenyang hanya memandangiku?" ucap Ferry sambil mencolek hidungku, membuatku tersadar dari lamunanku.
"Makan lah dulu, setelah itu kamu bebas memandangiku sesuka hati mu...hehehehe" goda Ferry berhasil membuat pipiku merona.
"Aku suka kalau kamu sedang malu-malu seperti ini...bikin gemessss" ucap Ferry sambil mengecup pipi kiri.
"Sudah makan yang benar jangan terus menggodaku" ucapku sambil membelalakan mataku sekaligus menstabilkan jantungku yang slalu saja berdetak lebih cepat jika Ferry mulai menatapku intens dalam jarak sangat dekat dan mulai jahil padaku.
"Baiklaaah" ucap Ferry.
Akhirnya kami pun menghabiskan sarapan dengan tenang.
"Cepat lah mandi dan bersiap, kita ke rumah mama hari ini" ujar Ferry membuatku tersenyum bahagia.
"Hari ini mama dan Bimo akan kembali ke rumah lama kalian, aku sudah mengurus ke pindahan mereka" Jelas Ferry membuatku menutup mulutku karena sempet ternganga karena kaget mendengar pernyataan si bule.
"Kamu sudah bilang soal rumah lama sama mama?" tanyaku hati-hati takut salah bicara.
"Belum aku hanya menelphon mama bilang kalau hari ini akan ada orang yang mengurus ke pindahan mereka ke rumah lama, mama sempat tak percaya dengan apa yang dia dengar lalu aku bilang nanti Lia akan menjelaskannya pada mama, sekarang mama mau pindah ke rumah lama kalian tidak? trus mama jawab mau" Jelas Ferry membuatku langsung berhambur ke dalam pelukannya.
"Makasih ya sayang, aku nggak tau bagaimana hidupku dan keluarga ku tanpa mu" ucapku sambil buliran bening mulai mengalir tanpa bisa ku hentikan. Rasa benar-benar sulit ku percaya Ferry slalu saja berhasil memporak porandakan perasaaan ku dan membuatku makin hari makin yakin dengan cintanya padaku.
"Hei...kenapa malah menangis?" ucap Ferry sambil memegang daguku dan menghapus butiran bening dari pipiku dan mengecup mataku.
__ADS_1
"Ini namanya air mata bahagia, aku bahagia memiliki mu dalam hidupku ini. Aku ...." belum selesai ucapanku bibirku sudah dilumat Ferry dengan manis membuatku terbuai dan membalasnya.Ferry merasakan responku yang tak menolak perlakuannya pun memperdalaman ciuman sambil menggendongku seperti anak kuola menuju ke kamar. Bergulatan panas penuh gairah untuk saling memuaskan satu sama lain pun akhirnya terjadi tanpa ganggungan, desahan demi desahan pun meluncur tanpa bisa ku tahan tiap kali kurasakan cumbuan Ferry yang memabukan sampai kenikmatan dunia itu ku raih berkali-kali barulah lenguhan panjang tanda Ferry sampai puncak kenikmatan dan merobohkan tubuhnya di sebelahku sambil mengatur deru nafas kami yang beberapa saat menderu lebih cepat.
"Sayang, kamu capek nggak kalau kita langsung siap-siap ke rumah mama sekarang?" ucap Ferry sambil menarik ku kedalam pelukannya.
"Aku mandi berendam dulu ya biar fresh dan ilang capeknya baru ke rumah mama" ucapku yang memang rasanya tubuhku lelah sekali kalau langsung berangkat ke rumah mama setelah bergumul dengan si bule hampir dua jam.
"Ya sudah kalau mau mu begitu, aku ikut mau mu saja. Aku pun sedikit lelah mau tidur sebentar" Tak lama setelah si bule bicara pun nafas teraturnya terdengar diikutin dengkurab halus. "Tumben dia langsung tumbang habis sesi bercinta padahal baru satu ronde" gumamku saat menatap wajah tampan suamiku yang terlelap. Aku pun pelan-pelan keluar dari pelukan Ferry dan pergi berendam sambil menelphon mama.
"Hallo sayang" sapa mama diujung telphon begitu panggilan telphon ku tersambung.
"Mama pindah ke rumah lama kita jam berapa?" tanyaku to the poin.
"Ini orang-orang suruhan Ferry sudah mulai merapikan barang-barang mama dan Bimo, barang-barang mu dan nak Ferry katanya tetap disini karena kalian akan tinggal disini selama nak Ferry disini" jelas mama membuatku sedikit kaget dengan rencana Ferry yang diluar dugaanku.
"Sayang, kenapa diam saja? kamu tidak senang mama dan Bimo pindah ke rumah lama kita" tanya mama membuyar lamunanku.
"Bukan ma, bukan begitu. Lia cuma sedikit terkejut karena Ferry tidak bilang kalau kami akan tinggal di rumah itu slama dia di Negara IND, Lia pikir kami akan ikut mama pindah" gumamku
"Nampaknya menantu mama lebih nyaman kalian tinggal terpisah dari mama agar lebih bebas. Memang kamu tidak suka tinggal hanya berdua dengan suamimu saja?" tanya mama dengan nada menggodaku.
"Mama apaan sih, gak lucu ahh" ucapku dengan nada ngmabek agar mama berhenti menggodaku. "Ma nanti Lia ke rumah mama siangan ya karena si bule masih terlelap.
"Iya kalian nikmati saja hari-hari kalian, mama bisa mengurus semuanya. Nak Ferry sudah memberikan fasilitas terbaik, bahkan Bimo kemarin sudah di daftarkan kuliah kedokteran di Univesitas IND ntah bagaimana caranya mama juga tidak mengerti nama Bimo sudah resmi terdaftar dan di terima di universitas IND, adik mu terus saja melonjak kegirangan saat kemarin ada orang yang mengantar surat penerimaan Bimo di fakultas kedokter Universitas IND". Jelas mama sebelum mengakhiri percakapan kami. Aku tak percaya Ferry melakukan semuanya tanpa sepengetahuanku. Suamiku ini benar-benar mewakili ku melakukan semua hal yang harusnya menjadi tanggung jawabku.
Tuhan terlalu baik dengan ku, dibalik musibah yang DIA berikan ada Kebahagian tak terhingga yang ku dapatkan.
__ADS_1
Nikmati saja masa-masa manis kalian, sebelum badai rumah tangga yang sebenarnya menerjang kalian berdua.
jangan lupa like, komen dan vote ya kakak