
Dreeet....Dreeeet...Dreeeeet.
"Hallo pi", ucap mami sambil memberi kami kode untuk diam dengan jari telunjuknya.
"Mami lagi makan siang nih, papi gimana urusannya udah selesai?". tanya mami pada papi
"owh masih dua jaman lagi disana..baiklah". jawab mami.
"Iya mami masih mau jalan-jalan dulu sebelum kembali ke hotel. Bosen pi sendirian nunggu papi yang sibuk, padahal katanya mau nemenin mami liburan malah tetep asik kerja". Ekting mami pura-pura merajuk.
Ya sudah, bye papi...muaachh...muaachhh". kecupan mami mengakhiri pembicaraannya dengan papi dan memasukan kembali ponselnya ke dalam tas tangannya.
"Sayang mami titip jaga anak mami ya, ini anak kalau sudah belajar sama kerja suka lupa makan. Jadi tolong diingatkan ya Lia. Mami percaya kamu akan jaga anak mami dengan baik selama disini" ucap mami sambil mengecup keningku, yang ku anggukan tanda setuju dengan permintaanya.
"Kamu juga jangan terlalu sering merajuk dan posesif berlebihan...kasian istri mu, dia juga butuh waktu menikmati hidupnya tidak hanya berkutat dengan mu" pesan mami pada Ferry yang juga sambil mencium keningnya.
"Mami harus banget berangkat sekarang?" tanya Ferry yang masih ingin maminya ada disini.
"Pesawat mami setengan jam lagi take off", ucap mami sambil melihat jam tangannya.
"Ngapain sih mi buru-buru banget ngejadwalin pesawat buat take off?" gerutu Ferry.
"Karena mami harus sampai hotel tempat mami sama papi menginap sebelum papi sampai, sayang" jelas mami yang akhirnya membuat Ferry mau nggak mau harus merelakan ke pergian mami.
"Mami sama siapa kebandaranya? Ferry anter ya" ucap Ferry khawatir pada maminya.
"Ada driver bandara yang tadi mami sewa, Udah ahh mami jalan sekarang ntar keburu abis jatah parkir di bandaranya...bye" ucap mami berlalu keluar dari restoran meninggal kan aku dan Ferry.
Ada rasa lega dihatiku, ternyata mami Ferry tak semenakutkan ibu mertua dalam sinetron atau kehidupan nyata, mertuaku sangat manis dan menyayangiku. "PR ku tinggal membuat papinya saja merestuiku?", "apa ikut saran mami, hamil?", "tidak...tidak....tidak, aku belum mau hamil sekarang" bathinku sambil geleng-geleng sendiri.
__ADS_1
"Sayang, kamu kenapa?",Ucap Ferry membuyar lamunanku.
"Suamiku, kita balik ke hotel sekarang yuk" pintaku ingin buru-buru ke apotik beli obat pencegah kehamilan krn tadi siang Ferry sudah melakukannya aku nggak mau sampai hamil. "Pokoknya aku nggak akan mau hamil sebelum papi merestui kami", bathiku penuh keyakin.
"Tunggu sebentar aku bayar dulu, baru kita kembali ke hotel" jelas Ferry sambil memanggil pelayan dan memberikan sebuah kartu pada pelayan itu.
"Aku ke toilet sebentar kamu tunggu aku disini" ujar Ferry sebelum bangkit menuju toilet.
"Bule ini benar-benar menganggapku anak kecil sepertinya, kalau pesen apa pun detail sekali....,ckckckkkck" Bathinku sambil menatap tubuh suamiku yang mulai menghilang. Tak lama kemudian pelayan datang membawa bukti pembayaran dan juga bon tagihannya serta mengembalikan kartu milik Ferry. Setelah aku menerimanya, aku iseng melihat bon tagihannya. "Wow, nominal tagihannya setara dengan beli motor metic", gumamku dalam hati. ini sih keterlaluan mahalnya.
"Sayang, kamu kenapa senang sekali melamun,hah" ucap Ferry mengaketkan ku.
"Sayang, kamu bikin kaget aja" gerutu ku kesal dibikin kaget Ferry.
"Gimana nggak kaget kamu nya asik melamun aja sampe nggak sadar aku datang", jelasnya.
"Hhhmmm,,, baiklah. Ayo pulang" ajak ku sambil berdiri dari duduk ku.
"Pak nanti kalau liat apotik mampir bentar ya ke apotik saya mau beli obat" . pintaku pada sang sopir membuat Ferry mengerutkan alisnya dalam.
"Mau beli apa?", tanya Ferry heran.
"Obat pencegah kehamilan", bisik ku pada telinga Ferry.
"kamu yakin mau menundanya?, nggak mau ikut saran mami agar papi segera merestui hubungan kita" ujar Ferry sambil membelai rambutku.
"Yakin yank, aku bener-bener belum siap hamil sekarang, aku masih mau kita berdua aja dulu kaya gini sambil memahami karakter satu sama lain dulu, baru setelah aku lulus kuliah kita program hamil ya.
"Baiklah aku ikut semua mau mu saja, karena kamu lah yang akan menjalani kehamilan itu. Aku nggak mau maksa kamu". Ujar Ferry sambil menghujani ku dengan kecupan.
__ADS_1
"Sayang, besok aku ada kuliah pagi. kamu izinin aku pergi ke kampus kan?" tanyaku hati-hati.
"Tentu saja aku izinin sayang, kita masih disini kan karena kuliah mu", Ucap Ferry sambil mengeratkan pelukannya.
"Nyonya kita sudah disampai", ucap sang sopir saat berhenti tepat di depan sebuah apotik.
"Saya turun sebentar ya pak", ucapku bersiap mau turun.
"Aku saja yang beli obatnya, kamu tunggu lah di mobil. Ada yang lain yang ingin kamu beli?" tanya Ferry yang ku jawab dengan gelengan.
"Kalau begitu kamu tunggu disini, aku turun sebentar". ucap Ferry sebelum keluar dari mobil.
Akupun duduk sambil menatap sosok tubuh bagian belakang suamiku yang mulai memasuki pintu apotik. Setelah Ferry tidak terlihat aku mengeluarkan ponselku. Banyak pesan masuk, aku membuka pesan dari mama. Mama menanyakan "kapan aku pulang? mama kangen, rasanya rumah makin sepi tanpa papa dan kamu", tulisan pesan mama membuat butiran bening mulai menggenang. "Ya Tuhan anak macam apa aku ini, berbahagia sendirian sedangkan mama dan Bimo sibuk mengurus papa yang sedang koma di RS XY".
"Maafin Lia ya ma, Lia bener-bener anak nggak tau balas budi, bahagia sendirian disini sampai lupa mama dan Bimo repot disana mengurus papa". -Lia-
"Bukan gitu maksud mama sayang, mama cuma kangen sama kamu aja koq, bukan minta kamu jaga papa di rumah sakit, nak Ferry sudah membayar orang untuk menjaga papa disana, mama juga hanya sebentar-sebentar saja menengok papanya karena Bimo besok juga kan harus Ujian Nasional". -Mama-
"Nanti Lia bicarain sama Ferry ya ma, kapan Lia boleh ngjnep di rumah mama?" -Lia-
"Kamu kalau kesini menginaplah bersama nak Ferry jangan sendiri".-Mama-
"Oke ma" -Lia-
Pesen terakhirku hanya dibaca oleh mama. "Besok pulang kuliah sepertinya aku harus mampir ke rumah mama, sekalian aku memberi tahu soal mahar pemberian Ferry" gumamku yang terdengar Ferry persis sesaat sebelum Ferry masuk.
"Kamu mau ke rumah mama sayang?" tanya Ferry saat sudah duduk dalam mobil dan mobil sudah melaju menuju hotel.
"iya sayang, tadi mama kirim pesan katanya kangen. Rumah jadi berasa sepi karena Bimo sedang sibuk belajar kan besok dia Ujian Nasional" jelasku sekalian minta izin pada Ferry.
__ADS_1
"Owh begitu, ya sudah besok pulang kuliah pergilah ke rumah mama karena besok aku juga akan sibuk dengan pekerjaan ku" jelas Ferry sambil memberiku obat pencegah kehamilan. "ini sayang obat pesenan mu". Di minum setelah berhubungan jangan lewat dari 24 jan setelah berhubungan, karena efeknya bekerja sebelum 24 jam" jelas Ferry membuatku ingin buru-buru meminumnya, tapi aku aku nggak punya air mineral.