
'Ahhh...badan ku pegal semuanya, benar-benar beruang kutub satu ini. Dia yang bekerja keras sepanjang malam kenapa jadi badan ku yang pegal-pegal semuanya'
'Dia malah nampak happy dan berstamina saat bangun subuh tadi, bahkan langsung bersiap untuk ke kantor sedangkan aku sudah tidur lagi sampai matahari naik masih saja merasakan pegal-pegal'.
'Rasa malas sekali bangun dari ranjang ini, aku lebih baik lanjut tidur saja lagi toh aku tidak punya aktivitas apapun hari ini'
Ting tong...ting tong
'Hadoh siapa yang datang mengganggu orang istirahat saja' gerutu Lia lalu bangkit dari atas ranjang untuk melihat siapa yang datang.
Lia mengintip dari door viewer untuk melihat siapa yang datang karena Lia baru di negara A jadi tidak mungkin ada yang akan mengunjunginya kecuali itu Shella dan benar saja dugaan Lia Shella lah orang di balik pintu.
"Akhirnya kak Lia buka pintunya juga, kakak baru bangun tidur? apa ini merah-merah di leher kak Lia, jangan bilang ini perbuatan kak Ferry ya? hahahaha....ternyata beruang kutub liar juga mainnya"
"Huusssh...jangan ribut di depan pintu masuk lah dulu"
"Kak Lia, cepat lah mandi kita pergi shopping atau ke salon hari ini. Aku lagi bete nih liburan musim panas tapi tidak dapet izin untuk pergi dengan teman-teman ku...huuffft" Gerutu Shella sambil mendudukan bokongnya di atas sofa ruang tamu apartemen Ferry.
"Shella, Kamu sudah sarapan? mau sarapan bareng kakak nggak?" teriak Lia dari pantry.
"Aku sudah sarapan, kak Lia sarapan lah aku temani" Shella bangkit dan menuju ruang makan.
"Kamu mau juice?" Lia keluar dari pantry membawa satu jar penuh juice dan dua buah gelas dan meletakannya di atas meja di depan Shella lalu dia kembali lagi ke dalam pantry untuk mengambil sandwich isi daging dan sayur yang sudah Lia panggang ulang agar hangat.
"Kak Lia ini juice apa? enak banget".
"Jangan banyak tanya lebih baik nikmati saja, toh kamu nggak akan membuatnya sendiri" 'karena aku juga nggak tau cara bikinnya dan nggak tau itu juice apa, kakak mu yang membuatnya' gumam Lia dalam hati.
"Iya juga ya, baiklah kalau begitu aku tambah lagi...hehheehe"
"Minumlah sepuas mu, tidak perlu sungkan anggap rumah sendiri"
"Kalau begitu aku tidak sungkan lagi..hahahaaha"
"Shella, kamu habis ini ikut kak untuk ukur badan untuk bikin gaun yang kamu minta"
"Seriusan kak, kamu beneran sudah menyiapkan design gaun untuk ku seperti di foto yang kakak kirim waktu itu?"
"Iya tentu saja, kamu pikir kakak bercanda"
"Ahhh...aku sayang kak Lia" Shella langsung berhambur memeluk Lia.
"Tunggu kakak cuci piring dan gelas ini dulu baru kita ukur badan mu"
__ADS_1
"Oke"
"Kak Lia sepertinya ponsel mu bunyi, boleh aku ambil ponsel mu dari dalam kamar".
"Boleh, ponselnya ada di atas nakas" teriak Lia dari pantry dengan tangan penuh busa cuci piring.
"Iya mi, Shella baru sampe apartemen kak Ferry. Cuma ada kak Lia, sedang di pantry mencuci piring"
"Kak Lia, mami yang telphon" ujar Shella sambil memberikan ponselnya ke Lia.
"Lia, jangan lupa ajak Ferry ke rumah utama makan malam hari ini"
"Iya Mi, nanti malam kami akan datang ke rumah utama, tadi pagi Ferry bilang akan menjemput Lia sepulang dari kantor".
"Jika Shella merepotkan mu usir saja suruh dia pulang, anak itu memang kurang kerjaan pagi-pagi sudah sampai sana saja...ckck"
"Lia malah seneng koq Shella kesini jadi ada temen ngobrol, Lia kan seminggu ini belum ada aktivitas apa pun".
"Owh ya, bagus lah kalau begitu lusa kami temani mami ke pertemuan ibu-ibu sosialita".
"Apa tidak aneh mami bawa Lia?"
"Apa yang aneh, mertua membawa menantunya bermain?"
"Oke Lia ikut mi"
"Baik, sampai jumpa"
"Kak Lia kenapa narik nafas kaya gitu?" tanya Shella melihat Lia tak bergairah seperti habis di bully.
"Kakak baik-baik aja koq, cuma kak nggak terbiasa aja ikut acara-acara sosialita. Ehh, malah mami ngajakin kakak ikut lusa nanti" gumam Lia lesu.
"Kalau begitu ikut saja, kenalan mami itu ibu-ibu pejabat yang banyak duitnya. Kakak di sana pasti dapet job ngedesign baju deh aku yakin banget"
"Maksud mu?"
"Mami lagi bantuin kak Lia biar makin terkenal sebagai designer sehingga papi tidak akan terus-terusan bilang kak Lia nggak pantes buat kak Ferry".
Wajah Lia berubah murung tapi hanya dalam sekejap karena dia tak ingin adik iparnya yang polos dan manis ini bersedih, cukup dia saja yang sedih dan terluka.
'Upsss...aku keceplosan'. Shella langsung menutup mulutnya. 'Ahh,,mulut sialan kenapa kamu menghianati ku' gerutu Shella saat sekilas melihat wajah sedik kakak iparnya.
"Kak Lia jangan sedih ya, aku yakin koq suatu hari papi akan sadar kalau kakak wanita terbaik untuk si beruang kutub".
__ADS_1
Shella memeluk Lia erat seakan memberikan kekuatan untuk Lia terus berjuang di sisi kakaknya Ferry tak perduli seberapa berat rintangan di depan yang akan mereka hadapi.
"Ayo kita ukur badan mu sekarang"
"Oke"
Sehari itu Shella menemani Lia membuat pola dari hasil ukuran badannya, mencetak pola di atas banyak jenis bahan yang berbeda. "cantik sekali bahannya"
"Akan sangat cantik begitu kamu yang memakainya"
"Aku jadi tidak sabar ingin segera mengenakannya"
Saat Lia sedang asik menggunting ponselnya kembali berdering. Kali ini sang suami yang menghubunginya dab Shella yang mengangkatnya setelah dapat izin dari Lia, Shella sudah tidak sabar ingin mengerjai kakaknya yang super nganteng.
"Halo sayang ku, kamu lagi apa? sudah kangen sama aku belum?"
"Hahahahaa...menjijikan sekali, tidak ku sangka kakak ku yang super dingin bisa begitu manis pada seorang wanita"
"Shella, kamu...Cepat berikan ponselnya pada Lia!"
Mendengar nada marah dari mulut Ferry Shella langsung memberikan ponselnya pada Lia.
"Hai suami ku, kenapa galak banget sih? Sudah makan siang belum?"
"Kenapa kamu biarkan Shella mengangkat telphonnya?" tanya Ferry dengan nada datar.
"Aku lagi menggunti pola gaun Shella, jadi tadi aku yang memintanya mengangkat telphon, Maaf ya suami ku. Jangan marah lagi nanti gantengnya luntur low"
"Iya sudah tidak marah lagi, tapi janji lain kalo tidak izinkan siapa pun mengankat telphon dari ku"
"Iya suami janji, sekarang jawab pertanyaan ku. Kamu sudah makan belum?"
"Belum, tapi abis telphon ini aku akan makan. Kamu sendiri juga jangan lupa makan"
"Aku baru makan sandwich masih kenyang"
"Baiklah, Shella ngapain di sana?"
"Menemani ku. Tadinya Shella mau ngajakin aku shopping atau ke salon cuma aku pikir seminggu ini niat ku mau bikin gaun Shella dan bertemu Ami. Akhirnya ya tadi sibuk membuat gaun deh.
"Makanan mu sudah datang, kamu makan lah dulu pelan-pelan nanti ada waktu luang bisa telphon aku lagi"
"Baiklah, aku kangen banget sama kamu"
__ADS_1
"Iya aku juga suam, sampe ketemu nanti malam, bye"
jangan lupa like and komen ditunggu kritik dan sarannya. tks