Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Perasaan Leon


__ADS_3

tok...tok...tok


"Masuk lah" ucap David yang sedang asik main ponselnya sambil menunggu Leon selesai memasak makanan untuknya.


"Maaf tuan David, bos bilang silahkan ke meja depan makanan untuk tuan sudah akan siap" ujar seorang pelayan begitu masuk kedalam ruangan Leon.


"Oke, saya keluar sekarang" sahut David sambil bersiap keluar dari ruangan David.


"Silahkan duduk tuan, makanannya sebentar lagi akan kami hidangkan" ucap seorang pelayan dengan ramah, David hanya mengangguk dan kembali menekuri ponselnya.


"Sorry bro lama nunggunya, nih semuanya aku masak khusus buat Dokter David yang terhormat. Silahkan dinikmati" ucap Leon ramah penuh hormat membuat David curiga.


"Mulut mu begitu manis, jangan-jangan kamu memberi racun di dalam masakan mu ini ya?" sahut David menatap Leon penuh curiga.


"Hahahaha...ternyata dokter David begitu takut pada ku, baiklah aku akan mencicipi semua hidangan ini lebih dulu biar kamu bisa makan dengan tenang" ujar Leon sambil mengambil sumpit dan mencicipi semua makanan yang disajikan di meja.


"Bagaimana dokter David apa sekarang sudah bisa berikan botol ramuan cintanya pada ku?" tanya Leon sudah lelah mengikuti kemauan David.


"Baiklah, ini ambil ramuannya" David pun bersiap makan dengan penuh nikmat setiap makanan yang disajikan.


"Kalau begitu kamu makanan dengan tenang aku tinggal ke club dulu. Bye" ucap Leon lalu pergi meninggalkan restoran menuju club di mana Roman Chan biasa menghabiskan malam dengan wanita-wanita cantik nan seksi.


Begitu mobil Leon melaju dia langsung menghubungi Andre.


"Iya bos, ada perintah apa?" sahut Andre begitu sambungan telphon terhubung.


"Kamu kirim beberapa orang bikin ulah di Chan Nite Club malam ini, ingat jangan sampai ada korban jiwa"


"Siap bos"


"Satu lagi kamu sudah suruh tuan muda Li dan Song untuk mengundang tuan muda Chan ke Ekslusif Club?"


"Sudah bos, semua sudah di atur dengan baik"


"Bagus, kamu tunggu aku"


"Oke bos hati-hati di jalan jangan ngebut-ngebut"


"Kenapa kamu sekarang cerewet sekali?"


"Karena Lidya suruh aku bilang itu waktu


aku memintanya datang ke club malam ini"


"Hhhmm" gumam Leon sebelum mematikan sambungan telphonnya.


Leon melajukan mobilnya dia membatalkan niatnya untuk langsung menuju ke Ekslusif Club setelah Andre menyebut nama Lidya. Gadis cantik yang jadi primadona di Ekslusif Club sejak pertama kali dia muncul jadi penyanyi disana. Lidya hanya akan menemani tamu-tamu VVIP di ekslusif club tapi tidak sampai menemani tidur dan itu lah sebabnya Lidya begitu di idam-idamkan para hidung belang.


Banyak tuan muda sudah mengimingi Lidya uang dan kekayaan tapi Lidya tetap menolak, karena prinsip di Ekslusif Club hubungan ranjang hanya boleh terjadi jika suka sama suka maka tidak ada yang berani memaksa atau main kasar untuk mendapatkan tubuh Lidya apalagi semua tau Lidya wanita kesayangan Leon sang Ketua Harimau Terbang yang terkenal sadis tanpa ampun. Jika mereka main paksa mereka sendiri yang akan bernasib sial.


Selain kartu keanggotaannya mereka akan di cabut, yang artinya seumur hidup mereka tidak akan bisa masuk kedalam ekslusif club lagi. Mereka juga akan di hajar para penjaga di club dan dklempar keluar bak hewan peliharaan yang sudah tak diinginkan.

__ADS_1


Leon memarkir mobilnya di tepi pantai yang berjarak lumayan jauh ke club untuk menenangkan pikirannya. Sebenarnya dia tidak ingin melibatkan Lidya malam ini tapi dia tidak punya pilihan lain karena kalau bukan Lidya tuan muda Roman belum tentu akan masuk dalam jebakannya malam ini.


Leon menghisap beberapa batang rokok untuk menemaninya melamun di pinggir pantai sambil menenangkan perasaan Leon. Dia tak ingin rencananya gagal malam ini karena kebodohannya sendiri.


Saat sedang asik menghisap rokok ponsel Leon berbunyi, nama Andre yang tertulis di layar ponselnya.


"Bos kenapa kamu belum sampai?"


"Ada apa? tadi kamu yang suruh aku jangan ngebut-ngebut"


"Yah bukan gitu juga kali bos, cepatlah kesini tuan Li dan tuan Song sudah muncul sebentar lagi pasti tuan Chan juga akan datang"


"Baik"


Leon pun bergegas melajukan mobilnya menuju Ekslusif Club, tidak sampai setengah jam mobil Leon sudah tiba di parkiran ekslusif club.


Leon masuk melalui jalur berbeda dari tamu club.


"Bos Leon sudah lama tidak melihatnya makin ganteng aja" goda salah satu wanita seksi yang bekerja di club.


Leon hanya memukul bokong si wanita lau berjalan menuju ruangan kontrol dimana Andre sudah menunggunya.


"Bos sudah sampai, jadi apa rencana bos mau dilaksanakan sekarang nih?"


"Dimana orangnya?" tanya Leon sambil memindai layar besar yang berisi CCTV setiap sudut club.


"Tuh bos orangnya lagi asik ngobrol dan minum" tunjuk Andre pada salah satu gambar di layar monitor.


"hahaha...namanya juga bos club wajar kalau maunya sama barang baru tapi bos Leon rela nih Lidya bakalan di maenin sama si Roman malam ini?"


Mendengar ucapan Andre, wajahnya Leon jadi suram dan sorot matanya penuh amarah tapi dia tak punya pilihan lain.


"Cuma Lidya yang bisa bikin misi malam ini berhasil, aku tidak punya pilihan" Ucap Leon sambil menahan amarahnya.


"Di mana Messi dan Lidya sekarang?" lanjut Leon lagi karena tak melihat keberadaan mereka berdua.


"Itu Messi sudah standby di sebelah kamar yang akan Lidya dan Roman gunakan" jelas Andre.


"Lidya?" tanya Leon lagi.


"Masih di kamar yang biasa dia gunakan buat istirahat.


"Aku kesana dulu kalau begitu" ucap Leon lalu keluar dari ruang kontrol


tok...tok...tok


Leon mengetuk pintu kamar Lidya tak lama gadis cantik dengan tubuh seksi yang mengenakan pakai yang memonjolkan semua keindahan tubuhnya membuat Leon menelan slavinanya.


"Ehh...kak Leon, masuk kak" ucap Lidya santai sambil menarik lengan Leon.


"Maaf ya Lid, aku menyusahkan mu malam ini" ucap Leon mengawali pembicaraan.

__ADS_1


"Tapi ini tidak gratis low kak, kamu harus bayar kompensasi besar untuk ku" sahut Lidya penuh senyum.


"Tentu saja, nanti kamu minta sama Andre dia akan kasih kamu bayaran yang memuaskan" ucap Leon dengan tenang walau hati berkecamuk.


"Tapi buka itu yang Lidya mau?" mendengar ucapan Lidya membuat Leon bingung dan menatap wajah cantik yang tiba-tiba saja mendekati Leon dan duduk dipangkuannya.


Lidya mengalungkan tangannya di leher Leon membuat detak jantung Leon tak karuan.


"Aku tau malam ini walau pun tidak akan sampai menemani tuan Roman tidur, tapi pasti dia akan mencium dan menggerayangi tubuh ku. Aku tidak rela"


Deg....'Kacau nih kalau Lidya tidak mau' bathin Leon saat mendengar penuturan Lidyan.


"Tapi..." Lidya menutup mulut Leon dengan jari telunjuknya menyuruh Leob untuk diam dan mendengarkan maunya.


"Aku akan rela melakukannya setelah kak Leon jadi orang pertama yang melakukannya" bisik Lidya ditelinga Leon.


"Gimana?" tanya Lidya memastikan keinginannya dapat di penuhi Leon malam ini.


Leon mengambil ponsel dari saku celananya. "Matikan CCTV di kamar Lidya sekarang, kalau sampai masih menyala dalam hitungan sepuluh detik kamu terima akibatnya"


Mendengar ucapan Leon, Andre mau tak mau mematikan cctv di kamar Lidya. "Baru juga mau liat aksi panas bos. Dia inget aja buat nyuruh matiin cctv..huh" gerutu Andre yang membuat dua penjaga ruang kontrol tertawa.


"Bos Andre kurang kerjaan mau nontonin begitu bos besar cari mati namanya"


"Diam kalian, kalau tadi cctv nyala kalian juga pasti bakalan ikutan nonton"


mendengar jawaban Andre mereka bertiga tertawa bersama.


Sedangkan Lidya mendengar ucapan Leon ditelpon langsung tersenyum lebar, karena akhirnya setelah dua tahun mengharapkan Leon mencintainya tapi tak juga kesampean setidaknya malam ini dirinya akan jadi milik Leon.


"Aku setuju semua syarat mu, tapi kamu jangan menyesal" ucap Leon dengan tenang walah jantungnya berdetak tak beraturan karena ini juga merupakan kali pertamanya bersentuhan fisik dengan wanita.


Lidya tak lagi membuang waktu dia mencium bibir Leon penuh hasrat membuat Leon terbawa suasana dan membalas ciuman Lidya. Kini ciuman mereka makin panas. Bahkan Lidya tak sungkan mencium leher dan membuka beberapa kancing kemeja yang Leon kenakan.


"Kak Leon aku sudah lama mengharapkan kakak melakukan ini pada ku" ucap Lidya disela-sela ciuman mereka.


Mendengar ucapan Lidya membuat Leon makin lupa diri dan berhasrat, kini tangan Leon mulai menurunkan resleting dress yang Lidya kenakan membuat dua gunung kembar milik Lidya bergelayut manja di depan mata Leon meminta untuk dijamah dan dinikmati.


Saat suasana makin panas ponsel Leon berdering membuat Leon tersadar kalau ada misi yang harus dia lakukan malam ini.


"Lidya cukup, rapikan diri mu lalu secepatnya bawakan minuman untuk mereka bertiga bilang hadiah dari ku" Mendengar ucapan Leon, ada kecewa dihati Lidya tapi dia juga tau kalau misi malam ini sangat penting untuk Leon makanya dia juga bersedia melakukan semua keinginan Lidya.


"Baik" sahut Lidya sambil merapikan dirinya.


"ini masukan cairan ini kedalam gelas anggur milik Roman yang sudah di sediakan di dalam kamar, pastikan dia meminumnya sebelumnya kamu minta dia untuk menunggu mu mandi diluar kamar. Ulur waktu agar obat bereaksi. Kamu atur lah bagaimana baiknya" jelas Roman dengan hati-hati memperingatkan Lidya karena jika salah taruhannya adalah Lidya sendiri yang akan dimakan Roman dan misi gagal.


"Aku mengerti" jawab Lidya


"Aku pergi keruang kontrol dulu kalau begitu" mendengar ucapan Leon, Lidya menarik tangan Leon dan mencium bibir Leon dengan penuh cinta.


"Aku mau yang tadi dilanjutin saat misi ini berhasil, anggap hadiah untuk ku" bisik Lidya pelan yang diangguki Leon.

__ADS_1


jangan lupa like and komen ya kakak yang baik mau kasih vote dan klik favorite boleh banget yes


__ADS_2