Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Aku bisa Sendiri


__ADS_3

Dreeet...dreeet....dreeet


Ponsel Ferry bergetar membangunkannya dari tidur nyenyak.


"Tuan Muda Goucher tidak lupa dengan pertemuan kita sore ini bukan?" ujar Musa dengan santainya.


"Tentu tidak, aku sedang bersiap untuk ke villa mu. Kamu tunggu saja kedatangan ku" sahut Ferry dengan nada dingin.


"Sangat bagus, kamu jangan lupa datang sendiri. Jangan bawa anak buah mu" ucap Musa penuh penekanan.


"Aku harus bawa supir, selain aku tidak tau wilayah villa mu aku juga baru kena luka tembak jadi tidak nyaman menyetir sendiri saat ini" ucap Ferry santai dengan nada dingin seperti gaya bicara Ferry biasanya.


"Hhhmmm...baiklaaah, tapi hanya seorang supir tidak ada pengawal atau apapun" ucap Musa pasrah dan mengalah biar bagaimana pun jika berhasil mendapatkan soft copy rancangan proposal dari Ferry, peluang Musa akan makin dekat untuk mendapatkan tender resort dan kota wisata negara S.


"Oke" sahut Ferry lalu mematikan sambungan telphonnya, Ferry sudah muak bicara bertele-tele dengan Musa.


"Tuan muda mau makan siang sekarang?" tanya kepala pelayan melihat Ferry keluar dari kamar dengan pakaian santai dan wajah yang segar seperti habis mandi.


"Boleh pak Lu, tolong siapkan makan siang sekarang dan panggil Jerry dan Leon mememani saya makan siang" ujar Ferry sambil jalan menuju ruang makan.


"Mereka sudah makan siang tadi saat tuan muda sedang tidur" sahut kepala pelayan.


"Kalau begitu untuk ku saja" ucap Ferry lalu menuju ruang makan dan duduk dengan tenang menunggu para pelayan siap menyajikan makanan di meja.


Usai makan siang Ferry memanggil Leon dan Jerry ke ruang baca di villa Luxury


Tok tok tok


Suara ketukan pintu ruang baca membuyar pikiran Ferry, lalu dia mempersilahkan orang yang mengetuk pintu untuk masuk.


"Tuan muda memanggil kami kesini ada apa hal penting apa?" tanya Leon yang memang sedang sibuk mengurus cara membebaskan nyonya mudanya dari Leon.


"Kalian duduk lah dulu" ucap Ferry membuat mereka berdua langsung duduk mengikuti sang tuan muda menuju sofa.


"Leon kamu ikut aku menjadi supir pribadi ku, kita berangkat ke villa Musa sore ini. Sedangkan kamu Jerry temui Kak Dhaniel dan juga Morgan bantu dia mendapatkan tender itu"


Keduanya saling pandang menatap tuan muda yang tiba-tiba memberi perintah diluar dugaan mereka.


"Maksud bos, kamu akan ke villa Musa hanya berdua dengan ku?" ucap Leon khawatir, karena dia sudah mengamati villa Leon sejak peristiwa penembakan dan di sana penjagaannya sangat ketat, tuan mudanya jika mencoba memaksa membawa nyonya muda keluar dari sana hanya dengan membawa dirinya sendiri itu sama dengan cari mati.


"Kenapa? kamu takut?" ujar Ferry dengan nada dingin dan tatapan tajam kearah Leon, membuat buluk kuduk Leon berdiri.


"Tentu saja tidak, aku sudah pernah mati dan kamu lah yang menyelamatkan ku. Suatu kehormatan bisa mati untuk mu bos" sahut Leon penuh keyakinan.


"Bagus kalau begitu bersiaplah kita akan segera berangkat"


"Tapi apa rencana mu sebenarnya kesana karena Jerry tadi menyiapkan pakaian dan segala kebutuhan bos di dalam koper" tanya Leon agak bingung, Ferry tidak menjelaskan apapun.


"Kamu cukup ikut dan antar aku saja kesana, jangan bertindak apapun sampai aku memberi mu perintah"


"Tapi bos in..."


"Tidak ada tapi lagi, lakukan sesuai arahan ku tadi"

__ADS_1


Leon dan juga Jerry akhirnya pasrah dan bangkit dari duduknya untuk bersiap melakukan apa yang tuan muda perintahkan pada mereka.


Sebenarnya Ferry sendiri tidak tau apa yang akan dia lakukan, dia sudah tidak tau lagi harus melakukan apa untuk menyelamatkan Lia tanpa melukainya sama sekali.


Bisa saja Ferry meminta Leon mengerahkan semua anak buahnya menyerang villa Musa bertarung habis-habisan tapi Ferry takut Lia akan dalam bahaya jika ini dia lakukan.


Tapi berpisah dengan sang istri yang dikurung membuatnya tak bisa tidur nyenyak dan terus khawatir sepanjang malam tadi. Jadi saat ini rencana Ferry hanya mengikuti mau Musa sambil melihat situasi yang bisa dia manfaatkan agar bisa tinggal di villa Musa dan menemani sang istri sampai presentasi tender besok dilakukan.


"Jerry, tuan muda mu sebenarnya mau melakukan apa?, aku takut karena cinta, bos sampai melakukan hal gegabah disana" ujar Leon sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tidak mungkin, sudah ikuti saja perintahnya. Aku yakin bos tidak akan membahayakan siapa pun saat bertindak" sahut Ferry santai, walau dalam hati dia juga cemas dengan tuan muda yang sedari kecil sudah menjadi majikannya.


Mendengar ucapan Jerry, Leon menganggukan kepala, Leon juga tau selama lima tahun mengikuti Ferry tidak ada satu keputusan maupun tindakan Ferry yang tidak menghasilkan keuntungan apa lagi membahayakan mereka.


"Ya sudah aku pergi dulu, aku titip tuan muda pada mu. Pasti tuan dan nyonya muda aman" pesan Jerry sebelum meninggalkan Villa Luxury menuju perusahaan Dhaniel.


"Kamu tenang lah, walau kehilangan nyawa aku tidak akan membiarkan terjadi apapun pada mereka" janji Leon pada Jerry, lalu Jerry menepuk bahu Leon dan menaiki mobilnya meninggalkan villa Luxury menuju perusahaan Dhaniel.


"Kamu bengong apa? ayo kita pergi sekarang" ujar Ferry sambil menepuk bahu Leon yang berdiri melamun sejak kepergian Jerry.


"Ehh,,boss, mengagetkan saja" sahut Leon lalu mengikuti langkah Ferry menuju mobil yang akan mereka kendarai ke villa milik Musa.


"Silahkan tuan muda" ucap Leon sambil membukakan pintu belakang mobil untuk Ferry.


"Kamu begitu sungkan, cepat lah. Aku tak ingin datang terlambat sehingga si Musa bisa cari-cari kesalahan ku"


"Tidak akan terlambat perjalanan hanya butuh dua jam ini masih ada hampir tiga jam sebelum waktu yang dijanjikan" sahut Leon santai sambil mengendarai mobil ke arah villa Musa


Mendengar ucapan Ferry, Leon bersiap membantah tapi Ferry langsung memotongnya duluan. "Kamu lakukan sesuai perintah ku, jangan banyak membantah saat ini kamu sedang menjadi supir ku bukan Leon ketua genk harimau terbang" ucap Ferry membuat Leon menelan kembali kata-kata yang ingin dia lontarkan.


"Aku akan mencari cara agar malam ini bisa berada di villa Musa menemani Lia, aku merasa cemas akan apa yang akan terjadi besok. Jadi kamu siapkan semua anak buah mu nanti malam untuk mengepung Villa Musa, jika dia ingkar janji setelah presentasi tender besok dia tidak membebaskan Lia dan aku kamu langsung beri perintah semuanya untuk bergerak"


"Baik, bos kamu juga tetap lah waspada di dalam villa. Jangan bahayakan diri mu sendiri"


"Iya, aku tau. Kamu dan sepuluh anak buah mu yang paling handal melawan ku pun tidak akan menang, bagaimana kamu bisa begitu khawatir pada ku" sahut Ferry jumawa.


"Bos saat ini masih terluka, dan tubuh mu tidak kebal dengan peluru bagaimana aku tidak khawatir. Anak buah Musa gila semua mereka dibekali senjata ilegal jadi kapan saja tangan kosong tidak berhadil mereka dengan ringan tangan akan membidikan senjatanya" ucap Leon penuh ke khawatiran pada bos yang sudah menyelamatkan nyawanya dari kematian.


"Hhhhmmm....baik aku akan lebih hati-hati nantinya" sahut Ferry sambil menghembuskan nafas pasrah.


Perjalanan terasa sangat panjang, ya memang villa Musa jauh dari pusat kota S, dan wilayahnya terbilang sangat sepi, sebagian besar wilayah di perumahan dimana Villa Musa dibangun merupakan milik Musa itu sebabnya anak buah Leon kesulitan menerobos masuk tanpa ketahuan Musa, tapi kini sistem keamanan perumahan itu sudah Leon kuasai sehingga semua anak buahnya bisa masuk dengan santai dengan penyamaran menjadi anggota keamanan perumahan.


Sedangkan Lia akhirnya tersadar juga dari tidur panjangnya namun saat itu sudah mulai naik matahari menunjukan hari sudah tidak pagi lagi.


Anne yang melihat Lia mulai bergerak pun mendekati ranjang Lia. "Akhirnya kamu sadar juga? apa kamu ingin makan sesuatu?"


"Apa yang terjadi dengan ku? jam berapa sekarang?" tanya Lia mengabaikan pertanyaan Anne sebelumnya.


"Sudah jam dua lewat, kamu sudah melewatkan waktu sarapan. Kamu mau makan sesuatu tidak?"


"Nanti saja, sekarang kamu bisa tolong bantu aku ke kamar mandi" ucap Lia membuat Anne mengerutkan keningnya.


"Aku mau pipis dan wudhu, kamu mau bantu tidak?" tanya Lia memastikan karena Anne terus saja bengong di tempatnya berdiri.

__ADS_1


"Iya aku bantu" akhirnya Anne pun memapah Lia yang nampak lemas. Anne membantu Lia sampai masuk kedalam kamar mandi.


"Kamu keluar lah, aku bisa sendiri"


"Kamu yakin?, kalau butuh bantuan kamu panggil aku segera. Aku akan berdiri di depan pintu kamar mandi"


Mendengar ucapan Anne, Lia hanya menganggung kemudian mulai melakukan hajatnya di dalam kamar mandi. namun sialnya saat dia mau mengambil wudhu tubuhnya agak oleng dan terjatuh.


Anne yang mendengar suara benda terjatuh di dalam kamar mandi langsung berhambur masuk.


"Astaga nona Lia kamu baik-baik saja kan?" tanya Anne khawatir


"Sepertinya kaki ku terkilir" sahut Lia sambil meringis menahan sakit di pergelangan kaki kirinya.


"Ayo aku bantu berdiri" Anne membantu Lia berdiri dan bersiap memapahnya kembali ke kamar.


"Tunggu dulu aku belum wudhu" ujar Lia membuat Anne menghentikan langkahnya yang akan memapah Lia keluar.


"Cepatlah wudhu, aku tunggu kamu di sini" ujar Anne berdiri dibalik pintu kaca menunggu Lia yang mulai membersihkan dirinya sebelum berwudhu.


Anne dengan sigap mengambil bath robe saat melihat Lia menatap bath robe yang terletak di atas nakas.


"Terima kasih" ucap Lia menerima bath robe pemberian Anne dengan senyum manis. Lalu dia melepaskan baju yang dia kenakan karena sudah setengah basah.


Anne langsung membalik badannya tak ingin membuat dirinya dan Lia malu karena dia terus menatap Lia dari balik pintu kaca.


Lia yang sudah selesai pun membuka pintu kaca yang langsung dipapar Anne keluar dari kamar mandi.


"Kamu gantilah baju, aku akan panggil dokter untuk merawat kaki mu" ucap Anne setelah meletakan Lia diatas ranjang dan memberikan Lia sebuah dress cantik.


"Musa tidak takut bangkrut mengurung ku di sini terlalu lama?"


Mendengar ucapan Lia, alis Anne ngerut dalam. "Apa maksud mu?" tanya Anne bingung.


"Coba saja kamu lihat baju-baju yang kamu berikan pada ku semua bermerk dan pasti tidak murah harganya, makanan yang dia berikan juga semuanya kualitas terbaik, bahkan aku sakit, Musa memanggil dokter untuk ku. Kalau lama-lama begini bukannya dia akan rugi?" ujar Lia membuat Anne tertawa.


"hahahaaha....Dasar gadis bodoh, suami mu itu jauh lebih kaya raya dan anak buahnya juga jauh lebih hebat dari Musa, jadi Mana mungkin Musa berani mengabaikan kesehatan mu dan memberi mu barang murahan dan tidak merawat mu dengan baik"


"Kalau begitu kenapa dia menculik ku?" tanya Lia heran dengan jalan pikiran Musa.


"Musa hanya ingin menang tender kota wisata, tidak ingin menyakiti atau pun bermusuhan dengan suami mu tapi karena suami mu terus memaksa ikut tender padahal sudah dihalangi berkali-kali. akhirnya Musa tidak punya pilihan lain selain menyandra mu, kebetulan sekali kamu mengantarkan diri ke negara S, padahal sudah berhari-hari kamu mengintai mu di negara A tak berhasil sepuluh meter pun mendekati mu, karena kamu begitu dilindungi di negara A, dan kekuatan suami mu begitu penuh disana".


'Ahh...ternyata aku datang kesini benar-benar cuma untuk menyulitkan Ferry, pantas dia melarang ku kesini' bathin Lia sendu, merasa bahwa dirinya lah yang menyebabkan suaminya menanggung kerugian materil dan juga jadi repot mengurusinya padahal sang suami sedang terluka.


Anne yang tak tau pikiran Lia terus saja bicara apa yang ada di hatinya.


"Kamu pikir jika suami mu melawan kami semua, dia tidak akan menang? kamu salah besar, aku yakin dia akan menang. Hanya karena cintanya pada mu baru lah tuan muda Goucher mengalah karena suami mu itu tak ingin kamu dalam bahaya barulah suami mu itu merelakan proyek kota wisata itu untuk Musa, toh suami mu juga tidak akan jatuh miskin kehilangan proyek itu"


Lia hanya diam saja mendengarkan ocehan Anne yang membuat hatinya kesal sendiri. Maksud hati untuk merawat suami malah dirinya ternyata yang membuat suaminya susah.


Keras kepala tanpa logika memang tak pernah bisa menghasilkan sesuatu yang baik. Seperti yang Lia lakukan saat ini


jangan Lupa like, komen dan jadikan novel "Suamiku brongdong" favorite kalian yess. tks readers.

__ADS_1


__ADS_2