
ting...suara lift menandakan pintu lift akan terbuka.
Lia melangkahkan kaki menuju departemen design diantar satpam yang bertugas dilantai delapan untuk bertemu dengan ibu Cesil sesuai arahan pak Danu tadi.
"Ini mba, ruangan bu Cesil diketuk aja pintunnya. Saya permisi dulu" pamit pak satpam dan meninggalkan Lia sendirian dengan tatapan para karyawan yang melihat kearahnya dengan pikiran masing-masing membuat Lia jadi canggung.
tok...tok...tok
akhirnya Lia mengetuk pintu ruangan ibu Cesil.
"Masuk" mendengar suara seorang wanita begitu enak ditelinga kecanggungan Lia berkurang.
'Kelihatannya wanita yang bernama Cesil ramah' bathin Lia, lalu melangkah masuk kedalam ruangan Cesil.
"Silahkan duduk, kamu pasti designer Lia" ucap Cesil melihat Lia dengan senyum penuh arti. 'Cantik dan terlihat pintar' gumam Cesil dalam hati.
"Terima kasih bu Cesil" sahut Lia sambil duduk di kursi tepat di depan Cesil.
"Kamu panggil aku mba Cesil aja, disini tidak perlu terlalu kaku yang penting bertanggung jawab dengan tugas yang diberikan" pinta Cesil pada Lia
"Jadi apa hubungan mu dengan tuan muda Goucher?" Lia terbatuk tersedak salivanya saat mendengar pertanyaan Cesil.
"Kamu baik-baik aja kan?" tanya Cesil melihat wajah Lia memerah karena batuk.
"Saya tidak apa-apa" ucap Lia sambil menenggak air mineral yang diberikan Cesil.
"Maaf ya kalau pertanyaan saya keterlaluan" ucap Cesil dengan wajah usil penuh arti.
"Tidak apa-apa bu Cesil, saya cuma kaget denger pertanyaan ibu" sahut Lia begitu hatinya sudah tenang.
"Jadi kamu bener punya hubungan khusus dengan tuan muda?" tanya bu Cesil lagi kepo, abis aneh pak Dee pesan aku disuruh baik-baik dengan designer Lia. Pasti ada apa-apa kan? tidak mungkin kan kamu punya hubungan khusus dengan pak Dee?" gumam Cesil yang terdengar Lia.
'Syukur lah nampaknya Cesil tidak tau hubungan ku dengan Ferry'. guman Lia dalam hati saat mendengar ucapan tanpa sadar Cesil yang pelan tapi masih terdengar Lia.
"Saya hanya membantu Ferry, eh maksud saya tuan muda saat di negara M saat itu saya kebetulan sedang liburan di snaa dan setelah berhasil mendapatkan tender tuan muda menawarkan saya pekerjaan jadi designer karena kebetulan saya berkuliah di negara A maka saya setuju lalu ikut tuan muda ke negara SG untuk mendesign lagi permintaan Nyonya Magdalena" Lia menceritakan kisahnya dengan Ferry tanpa canggung seakaan apa yang dia ucapan benar hanya begitu saja kejadiannya.
"Owh bgtu, kalau dengan pak Dee?" tanya Cesil masih kepo.
"Saya malah belum pernah bertemu dengan pak Dee" sahut Lia jadi bingung sendiri kenapa dia jadi di introgasi gini...ckckck.
__ADS_1
"Dasar pak tua, buat apa dia berpesan pada ku seperti itu?" gumam Cesil yang tak begitu jelas di dengar Lia.
"Ada apa mba Cesil?" tanya Lia bingung melihat ekspresi wajah Cesil.
"Sudah lupa kan saja, ayo ikut aku" ucpa Cesil sambil berdiri keluar dari ruangannya diikutin Lia.
"Aku akan mengajak mu berkeliling department design dan memperkenalkan kamu pada dua asisten yang akan membantu mu" ujar Cesil.
"Semuanya kenalkan ini designer Lia Putri Aghata mulai hari ini resmi bergabung dengan YZ Collection"
Mendengar ucapan Cesil department Design jadi riyuh dan ramai ingin mengenal Lia terutama para Pria yang ada di sana begitu antusias melihat Lia begitu cantik dan lembut.
'Ternyata si Merry tidak terlihat kemana dia?' bathin Lia, tapi bagus lah dia tidak disini.
Setelah sesi perkenalan Cesil membawa keruangannya, dimana disana Denis dan Rose sudah menunggu Lia sambil merapikan ruangan kerja Lia.
"Ini ruangan mu designer Lia, semoga kamu suka dan kenal kan ini Denis dan juga Rose yang akan menjadi asisten mu selama bekerja disini" ucap Cesil
Usai meletakan tas ranselnya Lia mengambil ponselnya kedalam saku lalu ikut dengan Cesil lagi untuk ke tempat direktur pemasaran yang merupakan atasan departemen design sebelum ke presdir.
Tok...tok...tok
"Masuk" Setelah diizinkan pak Dee, Lia dan Cesil masuk kedalam ruangan pak Dee.
"Senang bertemu dengan anda pak Dee" ucap Lia mengulurkan tangannya.
"Duduk..duduk" ucap pak Dee jadi salah tingkah.
"Cesil kamu kembali lah sibuk, sebentar lagi juga jam makan siang aku tak ingin mengganggu waktu istirahat mu"
mendengar ucapan pak Dee, Cesil jadi makin penasaran sebenarnya siapa Lia? ada hubungan apa dengan pak Dee, dan tadi pak Dee mau ngomong apa koq tidak jadi' pikiran Cesil kemana-mana.
"Kamu ya kalau sudah tidak butuh langsung mengusir" ucap Cesil bangkit dan meninggalkan ruangan pak Dee.
"Nyonya muda, tuan muda meminta saya mengantar anda ke ruangannya untuk makan siang" ucap pak Dee begitu Cesil pergi.
"Pak Dee siapa saja yang tau status saya di Sini?" tanya Lia menyelidiki karena dia agak kesal Ferry membocorkan statusnya.
"Hanya saya saja nyonya itu pun karena pak Jerry yang keceplosan bicara" jelas Pak Dee membuat Lia lega ternyata bukan Ferry yang mengingkari janjinya.
__ADS_1
"Ayo nyonya ikut saya" ajak pak Dee penuh hormat pada Lia.
"Pak Dee boleh tidak bersikap biasa saja pada saya seperti pada mba Cesil agak aneh kalau pak Dee seperti ini dilihat karyawan lain" ucap Lia sebelum bangkit dari duduknya
"Baik, ayo designer Lia ikut saya. Tuan muda sudah menunggu dari tadi" Lia pun akhirnya mengikuti langkah sang direktur pemasaran.
"Kenapa lewat sini pak Dee?" tanya Lia bingung.
"Kantor tuan muda ada di gedung Goucher Corp jadi kita lewat sini menyebrang menuju gedung sebelah" jelas pak Dee membuat langkah Lia terhenti untuk melihat pemandangan diluar gedung.
"Designer Lia" panggil pak Dee menyadarkan Lia dari kekagumannya pada pemandangan di luar sana.
"Akan lebih indah saat dilihat pada malah hari" ucap pak Dee saat mereka mulai melanjutkan langkahnya menuju lift khusus para eksekutif perusahan dan tamu kehormatan agar tidak berdesakan dengan karyawan lainnya.
"ini lift khusus, jadi designer Lia kalau besok-besok ke ruangan tuan muda naiknya lift ini jangan lift yang disana itu untuk karyawan" jelas pak Dee yang diangguki Lia.
'Jelas aku akan naik lift yang disana jika aku sendiri, kan aku hanya karyawan disini' gumam Lia dalam hati.
dreeet...dreeet ponsel Lia terus bergetar
"Pak Dee saya izin angkat telphon dulu ya" ucap Lia yang dipersilahkan pak Dee
"Lia sayang kamu dimana?" tanya mami
"Lia lagi menuju kantor Ferry mi, mami dimana?" tanya Lia balik
"Mami udah sampe lobby YZ Collection nih, mami harus kemana?"
'Bentar mi, Lia tanya dulu"
"Pak Dee, di YZ Collection ada nyonya besar, mami Ferry mau minta bikin gaun. Beliau harus kemana ya pak?" tanya Lia berbisik setelah meminta mami menunggu.
"Suruh cari Cesil aja atau kepala design disana, nanti juga resepsionis akan mengantar istri presdir mereka kan kenal istri presdir" ucap pak Dee
"Mami, langsung masuk aja bilang mau bikin gaun nanti mereka anter mami"
"Oke" sahut mami sumbringah
"Mami, inget low status Lia disini cuma designer jadi jangan pakai embel-embel sayang nanti kalau ketemu" ucap Lia mengingatkan sang mertua.
__ADS_1
"Iya mami inget, ribet banget sih kamu jadi menantu" gerutu mami lalu mematikan sambungan telphonnya.
jangan Lupa like and komennya ya kakak