Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Kuliah pagi


__ADS_3

Well up your mind and see like me


Open up your plans and damn you're free


Look into your heart and you'll find love love love love


Listen to the music of the moment people, dance and sing


We're just one big family


And it's our God-forsaken right to be loved loved loved loved


So I won't hesitate no more,no more


It cannot wait,I'm sure


There's no need to complicate,our time is short


This is our fate I'm yours


Lagu Jason Mraz yang berjudul I'M Yours, menjadi awal pagi yang begitu berisik dan mengganggu tidurku. Dengan berat, mau tidak mau, aku terpaksa harus membuka mataku dan bangun untuk bergegas ke kampus, karena lagu itu ku jadikan alarm.


"Tidur lah sebentar lagi ini masih terlalu pagi" suara serak khas bangun tidur Ferry terdengar ketika aki hendak melepaskan pelukannya.


"Nggak bisa yank, lima menit saja aku telat bangun maka aku akan terlambat sampai kampus" jelasku sambil melepaskan diri dari dekapan suamiku dan berlari ke bathroom.


Seperti biasa aku mandi kilat tanpa sesi berendam dan memanjakan diri tiap ada kuliah pagi. Begitu selesai mandi, dan memakai pakaian serta merias wajahku senatural mungkin sekedar agar tidak terlihat pucat. Ferry masih belum beranjak dari ranjang.


"Sayang aku jalan ke kampus dulu ya, maaf nggak bisa nemenin kamu sarapan" ucapku sambil mencium kening dan pipinya. kemudian aku menyambar tas ransel dan juga buku gambarku dan alat-alat gambarku dan memasukannya ke dalam ransel, lalu bergegas menuju pintu untuk keluar dari kamar namun terhenti ketika suara bariton itu mengeluarkan suaranya.


"Tunggu" ucap Ferry tiba-tiba, membuatku menoleh ke arah si bule yang sekarang sudah dengan posisi duduk bersandar di ranjang.


"Ada apa lagi sih yank?, aku bisa terlambat karena ulah mu ini" ucapku tak sabaran.

__ADS_1


"Kamu ke kampus bawa mobil sendiri apa sama mang ujang?", tanya Ferry sambil senyum-senyum nggak jelas.


"Aku nyetir sendiri yank, kan mang ujang harus anter Bimo kan dia ujian Nasional hari ini" jelasku membuat si bule manggut-manggut.


"Ada lagi?, kalau nggak aku jalan sekarang ya suami" Pamitku sambil memberi ciuman jarak jauh yang disambut Ferry dengan senyum manisnya.


"Ati-ati dijalan, jangan ngebut-ngebut" pesannya, yang aku acungkan jempol tanda mengamini pesannya dan berlalu meninggalkan kamar menuju ruang makan karena biasanya pagi-pagi gini semua sudab kumpul disana.


"Pagi semuanya" ucapku sumbringah


"Ya Tuhan kak Lia, kapan kamu pulang?" sahut Bimo begitu melihatku muncul tiba-tiba.


"Kenapa? tidak senang melihat kakak disini, hah?" ucapku sambil mengacak-acak rambut Bimo.


"Bukan begitu kak, semalam sebelum aku masuk kamar kakak tidak ada dirumah tau-tau sekarang muncul. Kakak hutang banyak cerita padaku" Ujar Bimo.


"Nanti lah kakak ceritakan sekarang kakak harus ke kampus ada kuliah pagi". ucapku sambil mencium kedua pipi mama untuk pamit


"Mobil mu sudah disiapkan mang Ujang, kemarin sore ada kurir yang mengantar kesini mobil mu dan juga mobil papa mu, ada apa sebenarnya Lia?" ucap mama.


"Pagi mang Ujang, apa kabarnya?" sapa ku ramah.


"Alhamdulillah baik neng" jawab mang Ujang sambil memberiku kunci mobil.


"Ok makasih mang, Lia jalan dulu yang mang", ucapku sambil masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil ku dengan cepat karena jalanan masih sepi.


"Mencintaimu seumur hidupku..selamanya"


ringtone ponselku berdering dengan alunan lagu KD yang berjudul "mencintaimu" menandakan suamiku yang menelphonku. Aku pun mengaktifkan bluetooth untuk menconectkan dengan earphoneku.


"Hallo sayang, sudah bangun?" sapaku mengawali pembicaraan.


"Sebelum kamu berangkat aku juga sudah bangunkan...ckckckc" ujar Ferry dengan nada mengejek ku karena aku terlalu basa basi.

__ADS_1


"Hehhehee,,,ada apa sayang?" tanyaku sambil terkekeh karena ledekan Ferry pas banget.


"Kamu jangan ngebut-ngebut, jalan sepi kamu jalan pelan pun tidak akan terlambat" pinta Ferry padaku.


"Aku tidak ngebut sayang, aku melajukannya dengan kecepatan normal koq" kilahku


"Normal? berapa kecepatan mu saat ini?, jangan kamu perlambat karena aku bertanya". ucap Ferry membuatku tertawa.


"Sayang kamu itu kenapa bisa tau apa yang akan aku lakukan...bener-bener cenayang ya kamu...hahaha" tawaku langsung pecah mendengar ucapan Ferry yang lagi-lagi pas dengan apa yang ku pikirkan.


"Tuh kan bener kamu ngebut...ckckkck" gerutu Ferry dengan intonasi yang menahan marah.


"iya aku akan pelan-pelan sekarang kamu bisa tenang, dan pergi sarapan...nanti kamu kan ada metting kan jam 9.30. Sudah Dulu ya sayang, aku sedang menyetir ini" kilahku agar Ferry mau menutup telphonenya, sebelum dia mulai ceramah tentang keselamatan dalam berendaraan.


"Hhhmm...baiklah, tapi kamu bener ya tidak ngebut lagi sekarang" pinta Ferry sebelum mengakhiri percakapan kami.


"Iya suamiku" ucapku sebelum menonaktifkan bluetooth earphonenya.


Aku pun memelankan laju mobil ku seperti janjiku pada Ferry, karena memang benar apa yang dikatanya dengan kecepatan normal pun aku akan sampai kampus sebelum kelas dimulai. Tak beberapa lama aku pun tiba di parkiran kampus yang tidak jauh dari kelas pagi ku.


"Pagi Ny. Goucher tercinta" sapa Mira sambil menepuk bahuku.


"Pagi gadis petualang ranjang" sahutku sekenanya.


"Hei...Hei...Ny. Goucher mulut mu itu kenapa sudah setajam silet pagi-pagi begini,,,,ckckkck" gerutu Mira mendengar ledekan ku padanya. "Jangan bilang semalam bule itu tidak memuaskan mu diatas ranjang....wkwkwkkwk" ledek balik Mira pada ku.


"Bagaimana bisa memuaskan ku diatas ranjang, kalau aku saja sampai hampir pagi baru bisa tidur karena harus menyelesaikan tugas mendesign perhiasan....huuuffft" ujarku dengan nafas panjang.


"Haahahaa...kasian sekali, ya sudah ayo kita ke kelas nanti keburu si botak masuk kelas duluan" ucap Mira membuat kami berdua tertawa membayangkan dosen tanpa rambut itu masuk kelas dengan rambut palsunya.


"owh iya kamu sudah menyiapkan berkas-berkas untuk mengurus beasiswa kan, hari ini merupakan hari terakhir pengumpulan berkasnya. Jangan mentang-mentang perusahaan mertua mu yang memberi beasiswa kamu seenaknya tidak mengikuti aturan" celoteh Mira membuatku tertawa.


"wkwkwkkwkk...Sejak kapan kamu jadi cerewet seperti nenek-nenek begini Mir?" ledek ku karena tidak biasanya dia bawel sekalj soal urusan kuliah ku.

__ADS_1


"kamu ini di perhatiin malah ngeledek", ucap Mira dengan gaya merajuk yang dibuat-buat yang bener-bener bikin aku gemeshin.


"hahahahaha...maaf, maaf aku tidak bermaksud meledek mu, hanya tidak biasanya kamu sebawel itu soal urusan kuliah slama ini" ujarku panjang lebar.


__ADS_2