
"Pagi tuan muda, hari ini jam sepuluh sesuai rencana kita akan rapat dengan dewan direksi dan juga pemegang saham" Sambut Jerry begitu Ferry keluar dari mobil sportnya.
"Bagaimana semua bukti sudah kamu siapkan?"
"Sudah tuan muda, semua sesuai perintah tuan muda".
"Bagus"
"Jadwal ku hari ini apa saja" Jerry pun menyebutkan runutan kegiatan Ferry hari ini dia pun hanya bisa menarik nafas panjang.
"Kamu benar-benar ingin membunuh ku ya?" Ferry menatap tanjam Jerry.
"Tidak berani tuan muda, saya juga tidak bisa apa-apa asisten tuan besar yang mengoper semua pekerjaan Presdir begitu tuan muda kembali".
'Tua bangka sialan pasti dia yang mauenyiksaku' Gerutu Ferry dalam hati sambil melambaikan tangannya menyuruh Jerry keluar.
Sebelum Ferry mulai mengurusi pekerjaannya dia membuka ponselnya melihat laporan dari bodyguard Lia kegjatan Lia dua hari kemarin. Dan Foto-foto yang dikirim si bodyguard.
'Syukurlah kamu masih bisa tersenyum dan tertawa seperti biasanya, aku sempat khawatir kamu akan kesepian tanpa ku disisi mu. Nampaknya aku saja yang terlalu khawatir'. Gumam Ferry memandangi wajah cantik wanita yang amat dia rindu kan.
'Biar lah seperti ini dulu, biar Lia juga bisa fokus menghadapi ujian akhir semesternya' Ferry pun mengurungkan niatnya menghubungi Lia.
Ferry meletakan ponselnya dan mulai menenggelamkan dirinya pada pekerjaan yang tak ada habisnya.
Di ruang rapat Jerry sedang mengarahkan para OB untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk rapat dewan nanti.
'Aku tak sabar menyaksikan keterpurukan mu tuan Redrigo karena kamu manusia tak tau terima kasih selama ini tuan besar sangat baik pada mu dan juga keluarga mu, bahkan anak-anak mu dari sekolah dasar sampai masuk perguruan tinggi terbaik dengan beasiswa dari Goucher Corp bisa-bisanya sekarang kamu menikam orang yang sudah baik pada mu...hufft'.
Jerry menggerutu dalam hati sambil memperhatikan para OB mempersiapkan ruang rapat.
"Tuan ruangannya sudah rapi, apa ada lagi yang harus kami kerjakan?" tanya salah seorang OB dengan wajah tertunduk.
"Undangan untuk Metting hari ini tolong sebarkan ke semua dewan direksi, bilang pada mereka semua para pemegang saham akan hadir"
"Baik, kalau begitu kami permisi dulu tuan" pamit salah seorang OB diikuti yang lainnya keluar dari ruangan.
__ADS_1
Dibelahan bumi lainnya, Lia baru saja keluar dari kelasnya langsung dikagetkan karena panggilan seseorang yang ternyata bu Raras, dosen yang menawari Lia untuk ikut lomba Couple dengan seniornya.
"Lia bagaimana kamu mau kan ikut lomba?" bu Raras langsung to the poin.
"Ehh...gimana ya bu? saya bingung lombanya sebentar lagi kan, padahal sebentar lagi juga ujian Akhir semester" Gumam Lia yang terdengar bu Raras.
"Kalau kamu ikut lomba ibu akan kasih kamu nilai A untuk mata kuliah ibu, lumayan kan semester ini kamu ikut dua mata kuliah ibu langsung dapet A kamu nggak perlu repot-repot ikut ujian"
"Seriusan bu?" tanya Lia tak percaya mendengar penuturan bu Raras.
Tawaran bu Raras sangat menggiurkan membuat Lia sumbringah tak percaya, setidaknya semester ini ada delapan mata kuliah dan dua sudah dapat nilai A aku tinggal berjuang enam mata kuliah saja.
"Serius dong, kapan ibu main-main dengan nilai" sahut bu Raras penuh tekat merayu Lia.
"Oke lah kalau begitu saya setuju ikut lomba, nah kalau begitu sekarang kamu ikut ibu kita ke temu Joe di studio design".
Bu Raras menarik tangan Lia, Lia hanya bisa pasrah melangkah mengikutin bu Raras untuk menemui Joe.
Sesampainya di ruang studio bu Raras langsung mengajak ku masuk begitu saja dan di dalam seorang pria sedang asik mengajarin senior melukis secara langsung.
"Kenalin Ini Lia anak semester enam adik tinggat kamu, dia yang akan jadi pasangan kamu untuk ikut lomba design couple" Jelas bu Raras pada Joe.
"Halo Lia, aku Joe Herlambang. Semoga kita bisa jadi patner lomba yang serasi ya" Ucap Joe sambil mengulurkan tangannya.
"Halo juga kak, mohon bimbingannya" ucap Lia merendah.
"Hahahaha...kamu bercanda ya, mana berani aku membimbing Lia Putri Aghata peraih juara pertama lomba design international dan designnya tiap di posting selalu diperebutkan para senior desinger international"
"Ehhh...mana ada seperti itu, kak Joe jangan terlalu melebih-lebihkan" sahut Lia jadi salah tingkah mendengar pujian Joe.
"Sudah kamu Joe jangan menggoda istri orang, perusahaan Suaminya Lia ini merupakan donatur sekaligus pemegang saham terbesar kampus kita".
"Ibu bercanda kan? Lia sudah menikah?" Wajah Lia sudah merah padam karena malu tiba-tiba Bu Raras membebarkan status Lia di depan Joe.
"Ibu nggak bercanda, jadi kamu jangan macem-macem. Fokus sama lomba saja, kamu nggak boleh jadi perusah rumah tangga orang".
__ADS_1
Mendengar penuturan bu Raras yang begitu yakin dan juga tak ada sanggahan dari Lia, mau tidak mau Joe pun harus mempercayai info yang baru saja dia dengan. 'Padahal baru niat mau PDKT sama Lia biar tahun ini status jomblo bisa lepas dari dirinya, tau-tau malah bini orang...nasib...nasib' gumam Joe dalam hati.
Diluar ruangan
Mira yang dari toilet melihat bu Raras menarik Lia dia pun berlari bergegas menyusul Lia. Biasa jiwa kepo Mira meronta-ronta mau tau apa yang terjadi.
Saat sampai di depan ruangan studio, Mira melihat bodyguard Lia berdiri tegak mematung menunggu majikannya.
"Mas-mas, Lia beneran masuk ke dalam sini kan ya?" tanya Mira takut-takut pada si bodyguard.
"Benar non, tadi dosennya yang mengajak kesini untuk bertemu dengan seseorang yang bernama Joe saat nyonya muda setuju untuk ikut lomba design".
"Wow, hebat juga kamu nguping pembicaraanya sampai bisa lengkap banget gitu informasinya" Mira mengangkat dua jempotnya dan mengarahkannya pada si bodyguard membuat si bodyguard salah tingkah menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Mira pun masuk ke dalam studio design, tempat ini biasanya hanya dipake jika ada praktikum mendesign secara langsung.
"Mira, kamu koq bisa kesini?" tanya bu Raras saat Mira membuka pintu ruang studio design.
"anu,,,itu saya menyusul Lia kesini bu. Emang saya nggak boleh disini bu?" tanya Mira salah tingkah.
"Gak apa-apa bu, Biar Mira disini aja nemenin saya. Saya juga nggak nyaman kalau diruang tertutup cuma berduaan aja sama laki-laki" sahut Lia cepat agar bu Raras tak mengusir Mira.
"Owh kalau mau kamu begitu, ibu sih nggak masalah...inget baik-baik tema lombanya dan baca lagi syarat-syarat yang tetapkan panitia lomba jangan sampai kena diskualifikasi, dan pastikan design ini selesai paling lama tiga hari lagi biar kalau ada yang belum pas nanti kalian masih punya waktu untuk menyempurnakannya, bagaimana?"
"Oke" jawab Lia dan Joe bersamaan.
"Sangat bagus kalian sudah mulai kompak" ujar bu Raras sambil meninggalkan ruang studio.
"Lia, kamu pelajari dulu ini syarat dan ketentuan lombanya kalau ada yang tidak kamu pahami boleh tanya aku. Owh iya aku boleh minta nomer telphon kamu, biar komunikasi kita gampang nantinya kalau ada apa-apa?".
"Boleh, Lia pun menyebutkan nomer ponselnya +628121026****"
"Oke sudah aku save nomer mu, dan barusan aku miscall ke nomer ponsel mu jangan lupa di save ya".
"Oke, kalau gitu aku pamit dulu ya kak. Nanti kalau ada apa-apa jangan sungkan telphon aku ya kak"
__ADS_1
"Oke" sahut Joe dengan senyum manis dan sebuah jempol mengacung ke arah Lia.