
Sepanjang perjalanan dari restoran milik Leon, Lia tertidur pulas dan Ferry tak mengganggunya, hingga saat Ferry hendang menggendong Lia naik ke dalam unit apartemen Lia membuka matanya.
"Ehh ... apa yang mau kamu lakukan?" tanya Lia kaget melihat Ferry yang membungkukan badannya ke arah dirinya
"Mau menggendong mu naik ke kamar" sahut Ferry sambil melepas safety belt Lia.
"Aku bisa jalan sendiri suam, kaki ku masih sehat. Cepat berdiri lah" ujar Lia dengan pipi yang sudah merona karena Ferry malah mendekatkan wajahnya ke Lia.
"Kenapa jadi malu begitu? Ap yang kamu pikirkan" ucap Ferry sambil tersenyum jahil dan mencolek hidung Lia.
"Tidak ada yang ku pikir, cepat keluar lah. Kita masih harus pergi ke hotel nyonya Magdalena" ucap Lia sambil mendorong pelan dada Ferry.
"Baiklah, ayo cepat keluar" Ferry mengulurkan tangannya membantu Lia keluar dari mobil.
"Terima kasih suam" sambut Lia sambil keluar dari mobil. Ferry hanya bergumam dan berjalan menggandeng tangan sang istri.
"Malam tuan Goucher, ada penata rias yang menunggu anda di lobby" ucap salah seorang penjaga di pintu masuk apartemen.
"Baik" sahut Ferry sambil berjalan masuk.
"Sayang kamu panggil penata rias?" tanya Lia bingung, 'cuma ke acara ulang tahun hotel saja harus menggunakan penata rias...ckckck'
"Iya" jawab Ferry singkat.
Benar saja penata rias artis no 1 di YZ Collection yang di minta Ferry datang.
"Kamu sudah lama di sini?" mendengar ucapan Ferry sang penata rias langsung berdiri dengan hormat.
"Belum lama tuan muda, baru beberapa menit" sahutnya cepat sambil melirik Lia.
"Kamu saya suruh kesini untuk membantu merias istri saya" ucap Ferry
"Hallo" sapa Lia sambil tersenyum manis pada wanita cantik walau usianya nampak sudah mulai senja.
"Hallo nyonya muda, saya Dilla" sahut Dilla sang penata rias.
"Istri saya juga akan bekerja di YZ Collection tapi dia tidak ingin satu orang pun tau soal statusnya yang merupakan istri saya. Kamu paham apa yang harus kamu dilakukan?" ucap Ferry membuat Dilla mengangguk mengerti sekaligus tak percaya dengan apa yang dia dengar.
'Hari gini ada wanita yang punya status istri minta dirahasiakan padahal sang suami begitu sempurna dan merupakan pujaan banyak wanita di negara A...sungguh aneh. Apa mereka nikah kontrak kaya di novel-novel ya' bathin sang penata rias.
"Ayo mba Dilla kita ke atas" ajak Lia ramah pada Dilla.
Dilla mengikuti langkah dua pasangan muda yang saling bergandengan tangan dengan mesra.
__ADS_1
"Sayang, aku mandi duluan" ucap Ferry berjalan menuju kamar mereka setelah mengecup kening Lia.
"Mba Dilla silahkan minum dan tunggu sebentar ya"
"Baik nyonya muda" sahut Dilla
'Mba Dilla panggil saya Lia aja, jadinya nanti kalau ketemu di YZ Collection nggak kaku"
"Tapi..."
"Nggak pakai tapi" ucap Lia sambil tersenyum dan mengedipkan satu matanya.
'Wanita ini benar-benar berbeda dari wanita-wanita cantik yang menggila-gilai tuan muda Goucher' gumam Dilla sambil menatap punggung Lia yang menjauh.
"Sayang, di mana kamu letakan baju ku?" tanya Ferry yang tak melihat baju di atas ranjang mereka.
"Aku gantung di pintu cabin dalam walk ini closed" sahut Lia sambil berjalan ke kamar mandi.
Begitu Lia selesai mandi di hanya mengenakan under ware dan bath roof keluar kamar untuk memanggil Dilla agar masuk ke dalam kamar untuk mulai merias wajahnya.
"Kalian lakukan ini di kamar sebelah" ucap Ferry dingin saat melihat Dilla yang hampir saja masuk ke dalam kamar mereka.
"Ups...maaf ya mba Dilla, aku lupa kalau Ferry punya penyakit cinta kebersihan yang lebay jadi dia tidak pernah mengizinkan siapa pun untuk masuk ke dalam kamar kami".
"Tidak masalah nyonya"
"Rasanya sangat aneh jika memanggil nyonya hanya dengan nama saja"
"Kalau begitu panggil aku designer Lia saja, bagaimana?" tanya Lia sumbringah.
"Baiklah, ayo sekarang designer Lia bisa duduk di sini biar saya merias wajah mu"
Setengah jam Dilla mendandani wajah dan mengeringkan rambut Lia. "Oke Done, designer Lia bisa mengganti baju sekarang agar saya bisa menata rambut mu"
Lia menuruti setiap perintah Dilla. "Wow, designer Lia kamu jadi terlihat sangat cantik dan sempurna sekarang, aku tidak bisa membayangkan akan secantik apa kamu setelah rambut mu rapi tata" ucap Dilla kagum dengan kecantikan Lia.
"Ini semua karena karya mu mba Dilla makannya aku jadi cantik" sahut Lia yang menatap pantulan dirinya di cermin.
"Tidak-tidak ini memang karena wajah designer Lia yang sudah cantik aku hanya merias natural tidak terlalu tebal meriasnya karena semua sudah terlihat cantik alami"
"Berhenti lah memuji ku mba Dilla, kamu akan membuat ku terbang"
"Hahahaha...designer Lia kamu benar-benar wanita cantik yang berhati baik, pantas saja tuan muda Goucher memilih mu jadi istrinya"
__ADS_1
"Kamu sedang tidak menjilat ku kan Mba Dilla?"
"Hahahaha...aku sangat ingin menjilat dan menggigit kuping mu" sahut Dilla sambil tertawa.
"Memangnya kamu anjing? suka menggigit...hehehe" sahut Lia sambil tertawa membalas ejekan Dilla.
"Aku bukan anjing tapi serigala berbulu domba yang cantik...wkwkwkk" tawa meraka berdua terdengar keluar membuat Ferry yang sedang duduk di luar merasa heran.
'Apa yang mereka tertawakan? kenapa baru ketemu langsung sangat akrab? wanita ini benar-benar terlalu ramah, sangat berbahaya kalau dibiarkan sendirian bisa akrab dengan siapa pun...huufft' gumam Ferry dalam hati.
"Suami ayo kita berangkat" ajak Lia begitu keluar dari kamar.
Ferry yang dari tadi asik dengan ponselnya langsung berdiri dan menatap Lia dengan wajah terpesona.
"Suam, kamu kenapa malah diem aja" mendengar ucapan Lia membuat Ferry tersadar dari pesona Lia.
"Kamu jangan jauh-jauh dari ku di pesta nanti" Ferry merangkul pinggang Lia membuat
mendengar ucapan Ferry Dilla diam-diam tersenyum. 'Ternyata tuan muda sangat mencintai designer Lia, kasian sekali wanita diluar sana mereka semua akan patah hati begitu mengetahui kebenaran ini' bathin Dilla.
"Dilla, bayar mu akan langsung di transfer ke rekening mu"
"Terima kasih tuan muda, kalau begitu saya pamit dulu.
"Ehh...mba Dilla kita turun barengan aja, ayo suam" mendengar ajakan Lia, Ferry hanya bergumam dan berjalan keluar sambil menggandeng tangan Lia.
Dilla hanya diam di dalam lift tak berani banyak bicara di depan presdir YZ Collection yang merupakan bosnya.
Saat keluar dari apartemen Lia mobil Ferry sudah terparkir dan seorang penjaga memberikan kuncinya pada Ferry.
"Mba Dilla mau kita antar pulang?"
"Tidak usah designer Lia, saya bawa mobil kesini koq kamu tidak usah repot" sahut Dilla cepat.
"Kalau begitu kami duluan, sampai jumpa" pamit Lia di dengan senyum manis membuat para penjaga yang berdiri disana makin terpesona dengan istri bos besar satu ini.
"Bener-bener pantes jadi istri bos besar, cantiknya kebangetan"
"Iya coba bini gw di rumah cantik kaya nyonya Lia betah dah gw di rumah"
"Mimpi aja lo, muka kaya lo mau bini secantik itu"
"Lo sirik aja sih tak"
__ADS_1
Lia dan Ferry mengacuhkan apa yang mereka dengar dan masuk dalam mobol menuju hotel dimana pesta ulang tahun di adakan.
jangan lupa like and komen yes