
Usai melakukan ritual subuh Lia memilih lanjut tidur dan Ferry pergi lari pagi keliling komplek seorang diri sampai matahari mulai naik Ferry kembali ke rumah tapi sang istri masih asik meringkuk di dalam selimut. Ya Lia memang terbiasa menghabiskan weekend dengan bermalas-malasan seperti ini, hingga sudah menikah Lia belum bisa merubah kebiasaan buruknya.
Ferry langsung masuk ke dalam kamar mandi setelah meneguk segelas air mineral dan melepas sepatu ketsnya.
Usai Ferry rapi dengan kaos oblong warna navy dan celana selutut dengan motif kotak-kotak membuat sang bule terlihat muda dan fresh.
Karena perut Ferry mulai lapar akhirnya dia pun membangunkan istrinya yang masih asik tidur.
"Sayang, bangun yuuk...udah mau jam tujuh, kamu mau bangun jam berapa?"
Lia yang di bangunin tak bergeming membuat Ferry kehilangan akal. Akhirnya lama dia mondar mandir di depan ranjang. 'Ini cewe kalau udah tidur kenapa kebo banget sih?' gerutu Ferry sambil memandangj Lia. ternyata Ferry baru ngeh Lia menggunakan earphone wireless yang tertutup rambutnya saat melihat ponsel Lia menyala.
'Hhmmm...pantes aja dari tadi di bangunin tidak merespon sama sekali, Lia pake earsphone'.
Ferry langsung mencabut earsphone dari telinga Lia sontak yang punya kuping langsung terbangun.
"Maliiiiingg..." teriak Lia sambil terduduk dari tidurnya. "Sayang ihhh...kamu bikin kaget aja sih" Gerutu Lia begitu sadar ternyata ulah suaminya yang membuatnya terkejut dan membuyar mimpi indahnya.
Ferry meletakan earphones yang baru saja dia copot dari telinga Lia. "Besok-besok aku tidak mau lihat lagi kamu saat tidur mengenakan ears phone, paham tidak?" Perintah Ferry membuat Lia sadar sepenuhnya, kalau ada yang tidak beres telah terjadi.
"Kenapa?" mendengar pertanyaan Lia mata biru Ferry menatap Lia tajam.
"Kamu jangan melihat ku seperti itu, menyeramkan sekali" Gerutu Lia sambil menutup matanya tak mau menatap Ferry.
Ferry hanya bisa menarik nafas panjang, dia tak tau lagi bagaimana menghadapi kelakukan wanita yang ada di hadapannya saat ini. Ferry sudah putus asa, tak tau harus melakukan apa lagi agar Lia tak selalu bertingkah kekanakan seperti ini.
'Sebenernya siapa yang lebih muda sih usianya? kenapa jadi Lia yang slalu bertingkah manja dan kaya anak TK yang melakukan semua tanpa aturan'. Gumam Ferry dalam hati sambil menstabilkan emosinya.
Ferry duduk di tepi ranjang membelai rambut istrinya. 'Lia terbuat dari tulang rusuk ku, jika aku terlalu keras padanya dia akan patah namun jika aku biarkan dia akan terus bengkok' Bathin Ferry saat menatap wanita kecil nan cantik dengan mata sipit yang sedang dia tutup menggunakan kedua tangannya.
"Sayang, kamu tau jam berapa sekarang?" mendengar pertanyaan Ferry, Lia langsung membuka matanya dan melihat kearah jam betapa terkejutnya Lia ternyata sudah jam tujuh lewat.
__ADS_1
"Aku berdiri disini dari sebelum jam tujuh membangunkan mu tapi kamu tak bergeming sampai aku lihat ternyata kamu pake ears phone".
"Hehheehe...maaf ya yank, sejak kamu pulang ke negara A. aku jadi kesepian jadi aku kebiasaan tidur pake ears phone untuk membunuh rasa sepi".
"iya tapi itu tidak baik yank, buat telinga mu dan juga ears phone jadi cepet rusak di pake tidur. Lain kali jangan pake lagi ya?"
Perintah Ferry dengan nada lembut sambil merapikan rambut panjang Lia yang masih acak-acakan karena tidur.
Lia yang diperlakukan penuh perhatian dan lembut tak kuasa membantah ucapan Ferry, Lia pun mengangguk tanda setuju dengan keinginan Ferry.
"Anak baik, sekarang mandi lalu kita sarapan. Perut ku sudah lapar sekali" kini Ferry yang mulai manja.
"Tunggu disini aku akan mandi dengan cepet" Lia langsung bergegas ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Lia keluar dari walk in closed dengan mengenakan hot pants di padukkan dengan kaos warna peach model sabrina dan Lia menggulung rambutnya sehingga lehernya terekspos. Lia berjalan mendekati Ferry untuk mengajak turun sarapan.
"Yuukk...turun katanya udah laper, koq malah bengong gitu?" Lia bingung melihat Ferry diajakin turun makan malah bengong menatap Lia tanpa berkedip, padahal sebelumnya merengek bilang laper.
"Baby, You're so hot" ucap Ferry saat sudah berhasil mengikis jarak dengan Lia lalu tanpa babibubebo langsung mengecup bibir mungil Lia karena gemesh.
"Sayang kamu ... kebiasaan deh nanggung" Ucap Lia yang tak terima Ferry melepas pagutannya.
Ferry pun kembali mencium bibir Lia, ciuman gemas kita berubah makin panas dan bergairah. Seakan kerinduan seminggu tak bertemu ingin ditumpahkan semua pagi itu. Ferry benar-benar tak menduga Lia yang kemarin bersedih kini menggodanya, Ferry tak mau ambil pusing toh papa Lia sudah ditangani dengan baik oleh Gavin, sekarang saatnya Dia dan Lia melepas kerinduan yang sudah ditahannya dari kemarin.
Ferry yang tadinya kelaperan ingin mengajak Lia untuk sarapan bukannya turun sarapan bersama Lia, Justru Ferry malah memakan habis Lia sampai hampir pingsan, Ferry seakan tak pernah puas merengkuh kenikmatan syurga dunia bersama istri tercintanya.
Tapi melihat Lia yang mulai kelelahan dan kehabisan energi mengimbangin permainanya, akhirnya Ferry melepaskan Lia.
Lia yang kelelahan sudah tak sanggup lagi untuk beranjak dari atas ranjang walau perutnya sangat lapar saat ini.
Ferry usai membersihkan diri, dia turun ke bawah mengambil sarapan untuk Lia sedangkan Narti mengikuti langkah Ferry naik ke atas dengan membawa nampan berisi sarapan untuk Ferry.
"Kamu tunggu disini" perintah Ferry pada Narti saat mereka tiba di depan kamar Utama, dimana Lia dan Ferry melepas rasa lelah dan memadu kasih. Narti hanya menunggu dan berdiri diam di depan pintu kamar menunggu perintah masuk atau sang tuan muda keluar lagi.
__ADS_1
'Hhmmm....pasti nyonya muda sedang terkapar bugil diatas ranjang saat ini, makanya aku nggak boleh masuk' bathin Narti yang tau kebiasaan tuannya tak mengizinkan siapa pun masuk saat Lia tertidur tanpa busana.
"Sayang, bangun sarapan dulu yuk" Ferry menciumi kening dan pipi Lia agar mau bangun.
"Nanti aja yank, aku capek banget" rengek Lia masih dengan mata terpejam.
"Iya maaf ya, aku terlalu semangat sampe lupa berhenti. Abis kangen banget sama kamu" Ucap Ferry sambil mengelus rambut Lia yang terurai berantakan.
Ferry jadi tak tega melihat kondisi Lia yang memerah di semua bagian tubuhnya karena keganasan dirinya.
"Sayang, kamu harus makan biar tenaganya cepet pulih. Mau aku suapin?" rayu Ferry agar Lia mau makan karena sekarang sudah jam sebelah siang, waktu sarapan sudah terlewat jauh.
"Sayang, kalau kamu tidak bangun juga aku akan makan kamu lagi" mendengar kalimat Ferry, Lia langsung membuka matanya dan duduk bersandar di tepi ranjang dengan wajah kesal menatap Ferry.
"Hehehehe...bangun juga, tau gitu dari tadi aja aku ngancemnya" ujar Ferry sambil meletakan meja lipat di depan Lia yang diatasnya sudah tersaji sarapan bergizi. Soup burung walet, cah brokoli, ikan dori tepung saos telor asin dan susu jahe hangat.
Lia hanya dia menatap makanan yang ada di depannya. 'Kenapa menu sarapannya kaya gini sih?' gerutu Lia makin tak berselera makan. Dia lagi pengen makan nasi goreng ikan asin pete yang super pedes.
'Padahal kemaren aku udah bilang sama mba Narti buat bikin sarapan itu, kenapa sekarang jadi kaya gini sarapannya...ckckckk'
"Kenapa cuma dilihatin aja yank? Cepet makan nanti keburu dingin, tadi pagi aku request menu sehat buat kamu karena kamu terlihat kurusan sekarang".
'Ternyata dia biang keroknya, pantes aja menu sarapan ku jadi aneh gini...huuffftt' Lia cuma bisa menggerutu dalam hati sambil memaksakan diri memakan sarapannya karena cacing di perutnya menuntut untuk diisi makanan.
"Sayang, kamu kenapa tidak sarapan menu yang sama dengan ku?" tanya Lia saat melirik Ferry yang sedang memegang kebab di tangannya.
"Hehehehehe....aku butuh tenaga buat si junior jadi aku makan kebab kambing guling, ini tadi aku beli banyak saat lari pagi kebetulan di blok F ada yang rumahnya di jadiin resto kebun gitu, aku lihat ada menu kebab kambing guling jadi aku pesen sepuluh tadi"
"Curang" gumam Lia yang masih terdengar Ferry.
"Kamu kalau mau juga boleh koq yank, tapi habiskan dulu sarapan mu ya? menu itu buat kesehatan kamu. Besok masih ada jadwal ujian kan?"
__ADS_1
Lia hanya diam tak lagi bicara dia fokus berusaha menghabiskan menu sarapan terlalu sehatnya.
jangan lupa like and komen ya readers tercintah