
tok tok tok
Untuk pertama kalinya Anne terpaksa mengetuk pintu kamar yang di tempati Lia, sejak ada Ferry di dalam kamar yang di tempati Lia, Anne tidak lagi mengunci pintu kamar Lia dari luar sesuai arahan dari Musa.
"Masuk" ujar Ferry dari dalam kamar, Ferry masih mengenakan bath robe dengan rambut basah dan masih sibuk memilih baju yang akan dia kenakan.
Anne yang melihat tampilan Ferry yang menampakan dada bidang dengan perut six-pack, membelalakan mata tak ingin berkedip takut pemandangan indah yang seumur hidup baru dia saksikan akan lenyap begitu dia berkedip.
"Masih mau memandangi ku berapa lama?" Suara bariton Ferry yang terdengar dingin dan juga tatapan tajam dan jijik melihat Anne yang terpesona seperti wanita-wanita lainnya setiap memeliki kesempatan memandangi Ferry.
"Ehh...maaf tuan muda Goucher, itu saat kesini mau mengantarkan pakaian untuk nona Lia"
Anne hanya bisa menunduk karena malu sekaligus takut dengan tatapan tajam Ferry bak pedang yang menghunus ke jantungnya saat memberika goodie bag yang diberikan Anne.
"Oh, Lia masih ada di kamar mandi, kamu letak saja di sana" ujar Ferry sambil menunjuk nakas di yang tidak jauh dari pintu.
"Saya permisi dulu" ucap Anne sambil menunduk dan keluar dari kamar.
"Huuuuhh" Anne menghembuskan nafas panjang sambil mengelus dadanya seakan menetralkan detak jantungnya yang hampir saja loncat mendengar suara dingin dan tatapan Ferry tadi.
"Gila...gila,,,sempurna banget sih tuan muda Goucher itu...ya ampun udah ganteng, kaya ternyata bodynya kaya roti sobek....pengen haap aja begitu ngeliatnya" Anne memegangi kedua pipinya yang memanas membayangkan tubuh Ferry yang baru saja dia pandangi beberapa menit lalu.
"Nona Lia beruntung banget bisa nikah sama tuan muda Goucher....coba itu aku....ahhhh" Anne yang lagi asik menghayal terkejut dan jatuh karena pintu kamar Lia yang dia gunakan untuk bersandar tiba-tiba dibuka.
"Kamu ribut apa di depan pintu?" tanya Ferry yang sudah rapi dengan baju casual yang dia bawa.
"Tidak ada, saya permisi" Anne langsung berdiri dan berlari.
"Orang aneh" gumam Ferry lalu masuk kedalam kamar.
"Siapa yang aneh suam? tanya Lia yang mendengar gerutuan Ferry saat dia keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Itu wanita yang menculik mu, tadi dia kesini anter itu" ucap Ferry sambil mengendikan dagunya ke arah goodie bag diatas nakas.
"Trus apa yang aneh?" tanya Lia makin penasaran, masa anter goodie bag aja dibilang 'Aneh'.
"Gimana nggak aneh, dia begitu masuk memandangi tubuh ku yang cuma menggunakan bath robe sampai matanya mau keluar trus begitu keluar dia bukannya pergi malah berdiri bersandar di pintu sambil bicara sendiri kaya orang gila pake nyebut-nyebut nama ku dan kamu segala, trus pas aku buka pintu dia jatoh langsung lari kocar kacir...apa itu tidak aneh?"
Lia yang mendengar cerita Ferry sambil mengambil goodie bag diatas nakas lalu jalan mendekati Ferry. Lia menyentuh pipi sang suami pake satu tangannya.
"Kamu yang setampan ini berpakai begitu terbuka wanita mana yang tidak akan membelalakan matanya? jantung wanita mana yang tidak akan berdegub dengan cepat, jadi lain kali jangan buka pintu kalau kamu masih mengenakan bath robe jika tak ingin hal yang sama terulang" ucap Lia lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mengganti baju.
"Aiishh....kenapa bajunya model sabrina gini sih, gimana cara menutupi merah-merah perbuatan Ferry" Lia menggerutu tapi tetap memakai dress yang diberikan Anne karena dia tak punya pakaian lain.
Lia yang keluar dari kamar mandi dengan wajah cemberut membuat Ferry jadi heran. "Kenapa yank, koq mukanya ditekuk gitu?"
"Gimana aku bisa keluar dari kamar dengan baju seperti ini? kamu sih lagi diculik bisa-bisa melakukan hal itu" gerutu Lia
"Iya..maaf ya, abis kangen sama kamu. kan udah lama juga yank junior puasa wajar lah dia jadi lepas kontrol" Ucap Ferry dengan wajah nakalnya.
"Ehh...suam, kamu mau kemana lagi?" tanya Lia bingung.
"Wudhu, kan tadi kamu pegang pipi aku" sahut Ferry sambil jalan. Lia pun menunggu Ferry sambil sholat sunnah dua rakaat.
Usai Sholat Ferry menelphon Leon untuk mengambilkan goodie bag berisi baju untuk Lia agar diberikan kepada penjaga untuk di antar ke kamar.
"Emang kamu bawain aku baju kesini?" tanya Lia saat mendengar ucapan Ferry di telphon.
"Bawa yank, jaga-jaga aja takut mereka tidak memberikan mu pakaian" sahut Ferry santai.
"Pakaian tiap hari baru dan bermerk, ini aku diculik beneran dirawat dengan baik, kaya-nya si Musa itu takut sama kamu deh suam, tapi karena dia maruk pengen dapat untung gede dari tender alhasil dia kaya orang kepepet nggak punya pilihan cuma bisa menculik aku buat ngancem kamu"
Ferry yang jengah melihat Lia ngomong sambil berdiri, akhirnya menarik Lia hingga tubuhnya jatuh ke pangkuannya.
__ADS_1
"Suam, iihhh....bisa nggak jangan maen asal tarik bilang baik-baik kan bisa" omel Lia sambil mencubiti lengan Ferry.
"Gimana mau ngomong kamu aja masih ngoceh bahas si Musa...ckckckck"
"Tetep aja sih, kam...." belum juga selesai Lia bicara Ferry sudah membungkam mulut Lia dengan ciuman lembut nan memabukan membuat Lia tebawa suasana dan membalas ciuman Ferry jika bukan karena suara ketukan pintu mungkin percintaan panas sesi ketiga akan terjadi di sofa.
"Aiisshhh....siapa sih? ganggu banget" gerutu Ferry begitu pagutan mereka berdua lepas.
"Buka gih, paling pelayan anter baju kesini" ujar Lia turun dari pangkuan Ferry agar Ferry bisa bangun dan membuka pintu.
Ferry yang masih kesel membuka pintu dengan cepat "Ada apa?" tanya Ferry dengan nada ketus saat dia melihat seorang pelayan berdiri di depan pintu membawakan goodie bag.
"Ini tuan pakaian untuk nona Lia yang diberikan supir di depan" ucap pelan kecil sambil menunduk, dia tak berani menatap Ferry yang suaranya saja terdengar lebih menakutkan dari tuan Musa yang kejam.
Ferry mengambil goodie bag-nya lalu masuk dan menutup pintu tanpa berucap apapun lagi.
Lia yang melihat wajah sang suami masih kesal pun tak mau menggubrisnya, Lia pura-pura tak tau saja jadi begitu Ferry memberikan goodie bag-nya Lia langsung mengambilnya dan mengeluarkan isinya, senyum di wajah Lia terkembang karena baju yang dibelikan Ferry itu baju musim dingin dengan model turtle neck sehingga semua tanda merah yang Ferry buat tertutupi sempurna.
"Puaskan dengan baju pilihan ku?" ujar Ferry saat melihat senyum terkembang diwajah sang istri.
"Hhmm...kamu pasti udah rencanain ya dari awal mau makan aku dan bikin tanda di seluruh tubuh ku makannya beli baju model gini?"sahut Lia sambil mengerenyitkan matanya dan menatap Ferry penuh curiga.
"Hahahaha....istri ku memang pintar" tawa Ferry langsung menggelegar membuat Lia kesal
"Tuh kan, jadi bener udah niat...ckckckk" Lia meletakan bajunya lalu mendekati Ferry yang masih tertawa. Dengan sebel Lia mencubiti pinggang Ferry dan menggelitikinya.
"Ampun yank, ini aduuh....sakit yank" Ferry tak bisa melawan Lia yang kesal jadi dia hanya bisa pasrah menahan sakit dan geli sambil minta ampun.
Begitu puas dan lelah Lia berhenti mencubiti dan menggelitiki Ferry. Lia melipat tangannya di dada dan memasang muka juteknya. Ferry hanya bisa menghembuskan nafas kasar dan sekuat tenaga mengeluarkan jurus rayuannya agar Lia berhenti ngambek.
jangan Lupa like, komen dan jadikan Favorite novel "Suamiku brondong" yess....yang baik bagi vote sama hadiahnya juga monggo...hehehe
__ADS_1