
"Kenapa menghindariku terus?" ucap Ferry yang sudah ada di sampingku. Dia kemudian mengambil box yang berisi foto-foto dari tangan ku. Lalu memegang tangan ku, "Dengar aku baik-baik Lia Putri Aghata. Aku Ferry Goucher ingin kamu mulai hari ini jadi milik ku, hanya milik ku". lalu dia mencium punggung tangan ku, mengecup keningku dan memeluk ku erat. Aku seperti sapi di cocok hidungnya, tak bergerak tak menolak menikmati setiap moment yang terjadi.
"Kita akan menikah setelah kamu selesai kuliah dan magang mu di perusahaan papa" ucap Ferry masih memeluk ku. mendengar kata menikah aku langsung melepas pelukannya.
"Menikah? kita saja baru kenal, kamu sudah bicara soal menikah...ckckk" dengus ku kesal. "Dia pikir menikah kaya beli baju di departemen store apa...huuffft" Bathinku.
"Kita sudah saling mengenal sayang sejak 12 tahun lalu. Mungkin kamu tidak ingat siapa aku?" jelasnya membuatku kebingungan.
"Kenal 12 tahun lalu?" gumam ku yang terdengar Ferry.
"Iya sayang, aku cowo bule yang imut-imut yang kamu dorong masuk kolam renang untuk balas dendam karena aku bikin kamu nyungsep dari sepeda..hehhehee" kekeh Ferry saat bercerita. "Tapi kamu bodoh begitu tau aku tidak bisa berenang malah melompat menolongku dan mencari Jerry untuk menolongku yang sudah pingsan" Jelasnya mengingatkan ku pada kejadian 12 tahun lalu.
"Apa? itu kamu?" Rasanya aku tidak percaya semua itu. ini kebetulan apa semua sudah dia rencanakan. alisku mengkerut menatap Ferry.
"Aku yang sengaja mencari mu, mendekati mu karena hutang nyawa ku pada mu membuatku jatuh cinta pada mu, hingga kini aku terjebak disisi mu tak bisa pindah kelain hati. Sudah mentok sama kamu". Ujar Ferry yang seperti menangkap tatapan ku yang curiga padanya sambil mencolek dagu ku.
"Jangan colek-colek" ucapku sambil berjalan mengambil lakban dan gunting di laci nakas untuk melakban box-box yang sudah rapi tertata barang-barang pribadiku. Ferry malah duduk santai di atas ranjangku.
"Kamu kesini mau membantu ku atau menyatakan cinta?" gurutu ku melihat dia leyeh-leyeh.
"Tentu saja menyatakan cinta, mana bisa aku melakukan apa yang kamu lakukan" ucapnya santai.
"Dasar bule tengil nggak guna". dengusku kesal. Lalu melakban semua box yang berisi barang-barangku. Lalu aku menghapiri Ferry mengulurkan tangan ku, ayo cepat bangun angkat box-box ini semua ke bawah dan juga koper-koper itu" ucapku pada Ferry, tapi dia tidak juga bangkit dari duduk santai diatas ranjangku.
"Ferry ayo cepat" Ujarku mulai kesal, lalu berlalu meninggalkannya dan mengambil box yang ringan untuk ku angkat dan bawa turun ke bawah.
Tiba-tiba Ferry malah memeluk ku dari belakang dan menahan pintu kamar agar aku tidak keluar "Apa lagi Ferry Goucher, aku sedang sibuk, berhentilah main-main dan bantu aku bawa box-box itu ke bawah". ucap ku dengan nada meninggi.
__ADS_1
Ferry membalik tubuhku menghadap dirinya, mengambil box dari tangan ku. memeluk ku dan kami masih saling tatap, jantungku sudah tidak karuan. Lalu dia membisikan sesuatu ditelinga ku "Jika ingin aku menolong mu bersikaplah lebih manis, jangan galak-galak kaya singa begitu". lalu dia meniup telinga ku. membuat seluruh tubuhku meremang seperti disengat aliran listrik.
"Cukup tuan Ferry, cukup anda jangan seperti ini lagi". Ferry langsung melepas pelukannya dari tubuhku dan menatapku tajam seperti ingin memakan ku.
"Jangan pernah sekali lagi berani kamu panggil aku tuan Ferry. kamu ini calon istriku, kamu paham tidak sih. Susah sekali aku bicara dengan mu" gerutu Ferry kesal. Aku langsung membungkam mulut ku, tak berani menatapnya, auranya sepeti mafia ingin membunuh musuhnya sangat menakutkan.
"Kenapa sekarang diam saja, hah". dengus Ferry lalu menarik tangan ku untuk duduk di sofa di samping dirinya.
"Lia, aku mencintai mu, sangat mencintai mu...mau kah kamu jadi kekasih ku, menerima segala kekurangan dan kelebihan ku" ucap Ferry sambil menatap ku.
"Kamu serius? bisa kita bahas ini nanti. Saat ini perioritas utamaku pendidikan Bimo, perawatan papa dan kebutuhan mama. Aku benar-benar minta maaf aku nggak bisa menjalin hubungan apapun sa....." ucapku belum selesai karena Ferry tiba-tiba mencium bibir ku sampai aku kehabisan nafas dia baru melepasnya. Aku memberinya banyak cubitan dan bukulan.
"Dasar brengsek....mesum, kamu mencuri ciuman pertamaku". maki ku sambil terus memukuli dan mencubiti lengan Ferry dia hanya sesekali mengaduh kesakitan.
"itu juga ciuman pertama ku koq, jadi kita impas...siapa suruh kamu cerewet sekali, aku menyatakan cinta, kamu malah bicara panjang lebar nggak penting". gerutu Ferry.
Aku malah diam terpaku di tempat memegang bibirku. "Manis sekali ciumanya aroma mint dari mulutnya masih terasa". gumam ku sambil terbayang adegan tadi membuat pipi ku panas rasanya. "aku mikir apa sih?" sambil menggetok jidat ku dan seyum-senyum sendiri.
"Kenapa masih duduk disini?, mau aku cium lagi", bisik Ferry menyadarkan ku dari lamunan dan langsung bangkit mengambil dua buah box berisi boneka dan foto-foto ku. lalu secepat kilat turun ke bawah. "Cepat sekali dia sudah muncul lagi di atas" gumam ku yang terdengar mama.
"Siapa? nak Ferry?" tanya mama. Aku hanya menganggukan kepala.
"Gimana nggak cepet orang begitu koper sampe bawah dia langsung berlari ke atas lagi" Jelas mama.
"Ayo membicarakan ku ya?" suara si bule tengil terdengar sambil meletakan tiga buah box sekaligus.
"nggak berat bawa tiga sekaligus?" tanyaku karena tak kulihat gurat lelah atau capek diwajahnya.
__ADS_1
"Tidak sayang, ayo cepat diatas masih banyak box yang harus dibawa turun" ujar Ferry sambil menarik tanganku.
"Pelan-pelan saja nak, jangan buru-buru nantinkaloan jatuh" teriak mama meliat ku di tarik Ferry kembali ke atas.
"Ferry pelan-pelan sedikit bisa tidak ini aku nanti kesandung tidak bisa mengimbangi langkah kako mu" ucapku yang kemudian membuat Ferry memperlambat langkahnya.
"Sudah lepaskan tangan mu, aku bisa jalan sendiri" ucap ku sambil berusaha melepas genggaman tangan Ferry.
"Kalau itu tidak akan, kecuali kamu membayarku dengan sebuah ciuman" jawab Ferry sambil tersenyum licik.
"Dasar mesum, bule gila" maki ku malah membuat Ferry terkekeh.
Begitu sampai di kamarku Ferry menutup pintu dan langsung memeluk ku, mencium seluruh wajahku, leherku dan kembali mencium bibir ku, kali ini aku membalasnya, aku menikmatinya. cukup lama pagutan bibir kami bersatu baru akhirnya Ferry lepaskan namun kembali dia mengecup bibir ku berkali-kali hanya kecupan kecil, membuatku jadi gemesh karena aku menginginkan yang lebih. Ferry seakan tau keinginan ku dia menggandeng tangan ku menuju sofa dan duduk disofa kemudian menarik ku untuk duduk diatas pangkuannya menyamping.
Dia memeluk pinggangku aku tanganku berada di lehernya dan ciuman panas pun terjadi lagi dan lagi seakan kami kecanduan satu sama lain. Suasana makin panas dan bergairah, tangan Ferry pun mulai bergerilia sampai sebuah ketukan pintu menghentikan aksi panas itu. aku cepat-cepat merapikan diri ku, Ferry ke kamar mandi karena adik kecilnya sudah bangun. "heehehehe", aku sudah gila hampir saja kami melakukan sesuatu yang tak seharusnya kami lakukan. bathin ku sambil berjalan ke pintu.
*****************************************************
Hai Readers
Makasih banyak ya readers sudah mau mampir dan baca novel buatan author.
Semoga kalian semua bisa menikmati membaca tulisan author ya.
Ditunggu LIKE, KOMENTAR sama dukungannya ya readers, karena tanpa kalian apalah arti sebuah novel tanpa pembaca.
thks alot
__ADS_1