
Di Kota LA
Ferry dan Jerry baru saja tiba di hotel bintang lima negara LA yang merupakan salah satu hotel milik Ferry diluar Goucher Corp.
"Jerry aku lelah sekali malam ini, jadi jangan ganggu aku apapun masalahnya, Kamu coba selesaikan sendiri"
Ferry memberi Jerry instruksi sebelum dia masuk ke dalam kamar hotel khusus untuknya. Jerry hanya menganggukan kepala tanda mengerti perintah sang tuan muda. Setelah sang tuan muda masuk ke dalam kamar Jerry baru lah pergi ke kamarnya yang berada dilantai yang sama dengan Ferry.
Ferry langsung membersihkan dirinya, usai sholat isya dia lalu membuka macbooknya sambil duduk di atas ranjang. Bukan mengerjakan pekerjaan tapi Ferry ingin melihat istri mungilnya. 'Di sana pasti sudah pagi sekarang' gumam Ferry saat melihat ranjang kamar mereka kosong, tak ada Lia di dalam kamar. Ferry memindai tiap ruangan akhirnya menemukan istrinya sedang sarapan bersama Bimo.
"Kenapa ada Bimo di sana? kemana Mira, kenapa batang hidungnya tidak terlihat? biasanya kalau soal makan dia yang paling dulu sudah ada di depan meja" Gumam Ferry saat melihat layar macbooknya.
Ferry mengambil ponselnya bermaksud menelphon Lia, tapi tiba-tiba mama muncul. 'Ternyata ada mama juga di rumah, kenapa Lia tidak cerita kalau Bimo dan mama menginap disana?'
"Hallo, nyonya dimana?"
"Sedang sarapan bersama den Bimo tuan"
"Bimo? dia menginap disana?"
"Iya tuan, semalam den Bimo datang jam sebelas kurang lima belas menit. Langsung masuk ke kamar tamu tanpa bertemu nyonya tuan, karena dari sejak habis makan malam nyonya dikamar dan tidak keluar lagi".
"Trus kemana Mira?"
"Nona Mira sudah beberapa hari ini tidak menginap di sini tuan karena sibuk mengurus pernikahannya dengan tuan Rendy"
"trus ada siapa lagi di rumah sekarang?"
"Ada nyonya Aghata dan mang Ujang tuan, mereka baru saja datang. Menurut info dari mang Ujang nyonya Aghata abis olah raga di lapangan terbang dekat komplek dengan ibu-ibu arisan, jadi mampur kesini"
"Trus apa jadwal nyonya hari ini?"
"Nyonya bilang nanti mau ke kampus bertemu dengan ibu dosen dan juga Joe terkait dengan lomba design tempo hari tuan"
"Oke, laporkan pada ku jika terjadi sesuatu pada nyonya"
"Baik tuan muda"
Ferry pun memutus sambungan telphonnya dengan sang bodyguard. 'Hhmm..kalau rumah ramai begitu gimana aku bisa menghubungi mu sayang, apa aku kirim pesan saja pada Lia ya?'
"Sayang kamu sudah bangun belum? jangan lupa sarapan dan rindukan aku, suami mu yang tampan ini😍❤️". -Ferry-
Lia yang melihat notifikasi pesan masuk dengan nada khusus untuk Ferry langsung bergegas menyambar ponselnya.
'Ehh...kenapa Lia malah menelphon ku?' gumam Ferry sambil menggeser icon hijau di layar ponselnya.
"Hai sayang, tumben menelphon ku? kangen ya?"
Ferry menggoda Lia tapi yang di goda lagi nggak fokus karena Lia lagi buru-buru jalan ke lantai atas menuju kamarnya bahkan sarapanya pun tidak dia habiskan.
"Koq nafas mu terengah-engah begitu yank?" padahal Ferry sudah melihat tingkah istrinya yang setengah berlari menaiki tangga agar cepat sampai kamar.
__ADS_1
"Aku habis lari naik tangga, tunggu aku minum sebentar" Lia langsung meminum segelas air yang tersedia di kamar tidurnya.
"Kenapa harus berlari?"
"biar cepet sampe kamar suami, jadi bisa ngobrol lebih lama dengan mu"
"Hhmm...manis sekali pagi ini istriku"
"Iya kan semalem tidur ku jadi nyenyak di temenin sama cowo paling tampan senegara A"
"Hahahaha....sayang kamu belajar menggombal dengan siapa?"
"Sama kamu, cowo paling jago gombalin cewe kan sampe yang antri panjang banget"
"Hhahahhaah....aduh aku jadi makin kangen sama kamu, ujian-nya bisa di percepat nggak sih?"
"Mana bisa semuanya kan sesuai jadwal yang sudah di tetapkan".
"Disana jam berapa sekarang?" tanya Lia penasaran karena Ferry belum tidur.
"Jam sepuluh malam"
"Bukannya harusnya sudah mau jam satu pagi?"
"Aku sedang di kota LA selisih waktu makin pendek dengan negara IND"
"Owh..sedang apa kamu di sana?"
"Sedang di kamar hotel sendiri sambil telphonan sama istri tercinta"
"Besok aku ada pertemuan dengan pemilik tanah dan juga kontraktor yang akan membangun area taman bermain di kota LA"
"Owh begitu, kalau begitu kamu tidur lah. Aku juga mau siap-siap ke kampus"
"Bukannya ini weekend koq ke kampus?" Ferry berpura-pura tak tau jadwal Lia, padahal sudah dia kepoin duluan tadi.
"Semalam bukannya aku sudah cerita ya terkait sama lomba design...owh iya sebentar aku mau fotoin hasil design ku yang baru sesuai ide yang kamu berikan semalam, kamu lihat dan beri komentar oke"
"oke"
Lia pun memfoto design yang sudah dia buat sejak habis subuh tadi.
"Bagaimana?"
"Cantik, elegant dan menawan, karakter kamu banget. dan kesan tegas, keras dan tangguhnya seorang pria juga dapet banget di design ini...Good Job baby, you're always be the best designer in this world"
"Pujian mu terlalu tinggi sayang, kalau nanti design ku kalah. Aku akan sangat sedih karena kamu pasti akan kecewa padahal sudah memuji design ku sedemikian rupa".
"Menang kalah dalam lomba itu normal sayang, tapi aku yakin design mu akan jadi juara"
"Makasih ya sayang buat pujian dan juga support-nya selama ini. Sayang suamiku selamanya"
__ADS_1
"Sayang istriku selamanya dan tak akan pernah ada yang lain di sisi ku selain kamu"
"Aamiin"
"Sayang Video Call yuuk, kamu temenin aku sampai aku bobo kaya kamu semalem"
"Hhhmmm...sejak kapan suami jadi manja gini? biasanya kalau sudah sibuk ketemu kasur langsung molor pules"
Gerutu Lia yang langsung di sambut gelak tawa Ferry karena memang begitu Ferry tiap habis sibuk pulang tengah malem langsung mandi bersih-bersih trus molor sampai pagi.
"Kamu soulmate aku banget sih" gemesh Ferry pada Lia, andai dekat sudah pasti Lia habis di hujanin ciuman sama si bule tampan satu ini.
"Aku mau ke kampus yank, udah ya bye". Mendengar ucapan Lia, Ferry langsung terdiam tak bergeming. Lia melihat reaksi Ferry yang menganggap ucapannya serius langsung berinisiatif merubah panggilan telphon menjadi video.
Lama Ferry baru tersadar Lia merubah mode panggilannya.
"Sayang, kenapa wajah mu lesu begitu? aku kan cuma bercanda kamu jangan ngambek gitu nanti tampannya hilang low"
Lia menggoda Ferry berusaha membuat mood si beruang kutub kulkas dua pintu ini kembali happy. Lama Lia berusaha tapi si bule tetep saja manyun.
"Sayang, aku minta maaf ya...tadi beneran cuma niat bercanda-in kamu aja koq nggak serius. Aku kan juga kangen sama suami ku, sampai sarapan aja aku tinggal saat telphon dari mu masuk. Please udah dong ngambeknya"
Aslinya Ferry sudah tertawa bahagia mendengar wanita pujaan hatinya merayu dirinya sampai memelas dan mohon-mohon buat di maafin tapi wajahnya masih dengan mode ngambek bener-bener deh tuan muda satu ini jago banget actingnya.
"Kamu mau lihat aku menari nggak sayang" Lia mulai berfikir erotics karena biasanya cuma hal-hal mesum yang bisa bikin suaminya yang lagi mode ngambek berubah jadi mode happy. Tapi sekarang jarak mereka jauh Lia nggak bisa kan mencium Ferry sambil merengek minta maaf, jadi jalan satu-satunya ya nari stripteases.
Ferry langsung membelalakkan matanya melihat aksi liat di layar ponselnya. 'Gila banget sejak kapan Lia bisa nari kaya gini, aduh sial banget nih junior ku pake bangun lagi'.
Ferry membawa ponselnya ke dalam kamar mandi, memandangi aksi Lia dari layar ponselnya tanpa berkedip sambil menuntaskan hasratnya sendiri.
"Sayang, mendekat lah ke kamera ponsel mu. Aku ingin melihat mu lebih jelas"
Lia pun menuruti keinginan Ferry dan betapa shocknya Lia saat Ferry menampilkan juniornya yang siap meledakkan lahar panas.
"Sayang kamu...ahhhh" teriak Lia saat melihat layar ponselnya.
"Ahhhh....ini semua karena ulah mu, aku jadi harus bersusah payah sendirian di sini. Kamu jahat banget yank" gerutu Ferry sambil berlalu menuju shower untuk membersihkan diri lagi.
"Hhhehehe...abis kamu manyun aja sih aku udah mohon-mohon jadi cuma kepikiran cara ini aja". Ucap Lia sambil mengenakan kembali pakaiannya.
"Kalau kita ketemu nanti kamu harus melakukannya lagi live di depan aku. itu tadi sumpah seksi dan hot banget kamu narinya".
Ujar Ferry sambil menaikan kedua alisnya seakan tak percaya dengan apa yang baru saja di pertontonkan Lia di hadapannya. Istri mungilnya yang berprilaku tomboy dan super cuek bisa nari stripteases, sungguh diluar perkiraan.
"Hehehehe...bisa di atur suamiku asal tuan muda Goucher happy aku sebagai istri akan siap melakukan semua mau mu" sahut Lia sambil mengedipkan matanya menggoda Ferry.
"Sayang kamu sekarang bener-benar nakal banget sih, pasti ini karena pengaruh Mira..Huuuffft" Ferry menarik nafas panjang akibat kesal karena saat ini jarak mereka berdua begitu jauh.
"Sayang kamu istirahat lah, sekarang aku beneran harus ke kampus nanti telat nggak enak sama bu Raras"
"Oke, hati-hati di jalan"
__ADS_1
"Siap"
Sambungan telphon pun berakhir. Lia langsung berangkat menuju kampus dan Ferry mulai masuk ke alam mimpi.