
Di tempat lain pada waktu yang sama, kamar Musa di gedor kepala pengurus
"Tok...tok...tok...Tuan...tuan apa anda sudah bangun?"
Berkali-kali kepala pengurus mengetuk pintu tapi tak jua ada sahutan dari dalam, membuatnya mengetuk pintu lebih keras.
"Astaga siapa pagi-pagi begini sudah berani bikin keributan" gerutu Musa sambil mengenakan robe sleepwear
"Ada apa kak?" tanya Anne yang kanget Musa tiba-tiba bergerak dan mengomel
"Kamu tidur lah lebih lama, biar aku yang mengeceknya"
walau malas dan kesal, Musa tetap melangkah menuju pintu tapi
Belum juga Musa berkata-kata, kepala pelayan sudah buka suara lebih dulu membuat Musa kembali menelan kata-kata amarah yang sebelumnya ingin dia lontarkan.
"Tuan...tuan gawat, ada banyak masalah di beberapa perusahaan properti bahkan pihak berwenang sudah melakukan penangkapan para nama-nama yang terbukti korupsi, melakukan kecurangan dalam proyek bahkan pihak berwenang sudah menyegel beberapa tempat dan menutupnya dan bukti-buktinya sangat kongkrit"
"Baik aku akan bersiap ke perusahan sekarang" ucap Musa lalu memutar tubuhnya dan masuk kembali kedalam kamar.
Amarah dalam hatinya seketika hilang saat melihat tubuh mungil Anne meringkut diatas ranjang dengan selimut tersingkap sehingga menampakan sebagian kakinya yang jenjang dan belahan dadannya.
'Gadis ini begitu sembarangan' gumam Musa dalam hati sambil melangkah mendekati ranjang
Senyum di wajah Musa terukir saat dia melihat bercak darah di atas sprei ketika hindak membenarkan selimut untuk Anne.
Hatinya terasa manis sehingga sesaat dia lupa akan masalah yang sedang menantinya sampai bunyi ponselnya menyadarkannya dari perasaan berbunga-bunga.
Kaki tangan Musa yang menelphon dia meminta Musa untuk cepat datang ke perusahaan karena pemegang saham mulai ribut
"Kamu Selidiki siapa yang mengincar kita dalam masalah ini?"
Selesai berkata Musa langsung bergegas bersiap dan berangkat ke perusahaan.
Begitu sampai di perusahaan Musa harus menghadapi para tetua yang tak mau kehilangan uang mereka karena insiden yang terjadi
Musa pun terpaksa mengalah karena tak ingin ribut dengan para tetua, biar bagaimana pun Musa masih butuh mereka untuk naik keposisi teratas.
"Kalian tenanglah aku akan memeriksa masalah ini dengan jelas, dalam waktu dekat perusahan akan beroperasi kembali dalam keadaan normal dan setiap kerugian materiel aku Musa akan menanggungnya dengan rekening pribadi ku"
__ADS_1
Walaupun Musa kesal tapi dia tetap harus mengatakan dan menyetujui semua keinginan para tetua
Setelah beberapa lama akhirnya Musa berhasil menenangkan dan membuat para pemegang saham itu pergi.
Musa pun kembali ke ruangannya dengan perasaan kesal dan lelah dia pun duduk di kursi sambil melonggarkan dasinya dan langsung bertanya pada kaki tangannya dengan tidak sabar
"Jadi sudah diselidiki siapa yang mengincar kita?"
Tangan kananya melihat Musa yang bertanya dengan tidak sabar pun tak berani menunda-nunda, Dia pun langsung menjawabnya
"Sudah tuan, sudah diperiksa. Orang melaporkan kita adalah orangnya Ferry dan sepertinya dia masih memiliki banyak bukti tentang kejahatan kita"
Mendengar hal yang dikatakan wajah Musa berubah sangat mengerikan
"Ferry,,,,ternyata aku sungguh menganggap rendah diri mu, ternyata kamu tidak mudah"
Tangan kananya hanya diam sambil menundukan kepala tak berani menimpali
Musa duduk dengan tenang sambil mengetuk-ngetukan jari-jarinya dengan tidak beraturan
Musa sebenarnya sedikit senang dengan apa yang Ferry lakukan karena biar bagaimana pun hal ini cepat atau lambat akan terjadi karena perusahaannya merupakan perusahaan peralihan dari bisnis ilegal ke bisnis legal.
Di ruang tv di Villa Ferry mereka bertiga tercengang saat dipaksa Ferry ikut nonton tv bersamanya
"Mau nonton apaan sih?" tanya Lia, Dhaniel dan Morgan bersamaan karena penasaran tidak biasanya si beruang kutub antusias dengan tv.
"Jangan berisik kalian perhatikan saja tvnya"
Ferry mengganti film di tv dengan saluran berita. Seketika ketiga orang itu terkejut saat mendengar beberapa perusahan properti milik Musa ditutup dan beberapa anak buahnya pun di tangkap dengan bukti-bukti yang kuat
"Tuan muda Goucher anda sangat mengerikan" kalimat ini terlontar begitu saja dari mulut Morgan saat menyaksikan berita di tv
Musa benar-benar menjadi trading topic paling panas di dunia bisnis, beritanya berseliweran dimana-mana membuat Musa sibuk mengatasi permasalahan yang disebabkan oleh Ferry
"Bagaimana bisa kamu melakukannya semuanya dalam semalam...ckckck .... kamu benar-benar monster Ferry Goucher" kometar Dhaniel tak percaya adik sepupunya mampu memporak-porandakan perusahaan properti Musa yang sudah lumayan lama bercokol di negara S dalam semalam.
"Bukan aku yang melakukannya tapi Leon dan Jerry, aku cuma kasih perintah doang koq"
Sahut Ferry santai membuat kedua pria lainnya hanya menggelengkan kepala tak berdaya dengan sikap sok cool Ferry.
__ADS_1
Beda dengan Lia dia justru tidak ikutan mengagumi tindakan sang suami seperti Dhaniel dan Morgan, dia justru menyalahkan Ferry
"Suami, kamu ini benar-benar sedang cari musuh ya? tidak capek apa terluka, tidak lelah punya banyak musuh?"
Setelah mengatakannya Lia melepaskan tangan Ferry lalu bangun dan meninggalkan ruang tv.
"Aish...koq jadi begini sih?" Ferry menggaruk kepalanya yang tak gatal melihat tanggapan Lia yang berbeda dari ekspektasinya.
"Hahahaha...orang jenius sekali pun ternyata akan tetap kalah dihadapan cinta"
Ledek Morgan melihat tingkah Ferry yang tak berdaya menghadapi Lia sang istri
"Memang akan selalu begitu, pria bisa garang bak singa tapi saat di depan wanita yang dicintainya dia akan berubah jadi kucing imut"
Sahun Dhaniel yang juga bernasib kurang lebih dengan Ferry jika menghadapi Margaret jika sedang merajuk
"Itulah sebabnya aku lebih suka sendiri, wanita hanya untuk dipakai bukan untuk dimiliki"
Mendengar celoteha. absurd Morgan, Dhanir langsung menoyor kepalanya membuat Morgan terkaget
"Ehh...apa-apaan nih bro?"
"Itu buat hukuman karena mulut mu sangat sembarangan. Kamu bisa berkata seperti itu karena kamu belum bertemu saja dengan wanita yang bisa menaklukan hati mu. Saat kamu sudah menemukannya kamu akan mengalami apa yang kami alami"
Ujar Dhaniel sambil menghembuskan nafas beratnya.
"Tidak akan pernah terjadi, buat ku selamanya wanita hanya untuk digunakan saat aku butuh jika aku tidak butuh dan bosan aku bisa membuangnya kapan pun aku mau"
Morgan tetap kukuh dengan pendiriannya dan Dia tak akan pernah percaya dengan cinta selamanya walau dia sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri kebucinan Ferry si manusia es saat bersama Lia.
"Suatu hari kamu akan kena karma mu sendiri" selesai berkata Dhaniel langsung bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan ruang tv.
"Ehh...kamu mau kemana?" teriak Morgan melihat Dhaniel pergi dengan membawa kontrak kerja samanya
"Aku pulang dulu, urusan kita disini juga sudah selesai"
Dhaniel menjawab pertanyaan Morgan tanpa menoleh dan terus berjalan menuju pintu luar dan menaiki mobilnya untuk pulang
Morgan akhirnya mengikuti Dhaniel pergi dari villa Ferry tapi dia tidak pulang melainkan kembali ke perusahaannya dan menenggelamkan dirinya dengan pekerjaan.
__ADS_1
Ferry tak pernah tau kalau Dhaniel dna Morgan sudah meninggalkan villanya fia hanya fokus membujuk Lia agar tidak merajuk.