Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Makan Malam Romantis


__ADS_3

"Kita sudah sampai" ucap si bule membuatku agak bingung karena yang kulihat ini sebuar resort bukan restoran. 'Dia mau ngajak makan apa mau makan aku?' bathinku mulai gelisah.


"Kenapa? bingung?" tanya Ferry saat membuka pintu yang melihatku tak juga menyambut uluran tangannya, mendengar pertanyaannya aku hanya mengangguk. "Restorannya ada di rooftop". Barulah aku lega saat mendengarnya, dan turun dari mobil.


Saat tiba direstoran aku agak bingung, karena restoran sepi tidak ada pengunjung. 'Apa ini restoran nggak enak ya makanannya koq sepi banget, atau harga terlalu mahal?' bathinku.


"Kenapa lagi?" tanya Ferry yang melihatku ragu untuk melangkah.


"Koq sepi banget sih ini restoran" tanyaku polos membuat Ferry tersenyum dan membisikan sesuatu padaku. "Karena aku sudah menyewa restoran ini hanya untuk kita berdua, Sekali-sekali kita makan malam romantis"


Mendengar ucapan Ferry membuatku tak percaya dan langsung menutup mulutku yang hampir berteriak kegirangan.


"Ayo masuk, masih banyak kejutan yang menantimu di dalam" Ferry kembali mengapit tanganku untuk masuk ke dalam.


"Selama Malam tuan dan nyonya Goucher, mari saya antar ke meja"


Sang pelayan menyambut dengan ramah dan sopan, dia mengantar kami sampai ke meja yang ada di luar ruangan resort.


Lampu kelap kelip menghiasi sekeliling meja kami, hampar laut luas dengan langit biru penuh bintang dan bunga mawar merah dimana-mana, terdengar alunan biola menambah suasanya romantis. Saat aku sedang mengagumi sekitar, tiba-tiba terdengar suara Ferry menyanyikan lagu Indra Lesmana feat Nania "Sedalam Cintamu"


Terasa Kini Pesona mu hadir Debarkan Hari


T'lah kau datangkan Hayal yang terjanji


Kedalam sukma ku, menuai rinduku


Harun tubuhmu, buai lelapku


Sirnakan segala resahku

__ADS_1


Sedalam dalam cintamu kuselami


Warna warna terindah yang ada di bumi


Teralukis di jiwa t'lah membelai kalbu


Sedalam cintamu tercipta untukku


'Ya Tuhan pria ini, lagi-lagi membuatku speachless' Kejutan yang diberikan Ferry kali ini terlalu manis dan indah, membuat air mataku tak bisa ku bendung dan berjatuhan. Apa lagi saat dia berlutut dan memberikan setangkai mawar merah untuk ku, Sambil berucap "Maukah kamu terus hidup dan menua bersamaku hingga maut memisahkan kita".


Tanpa berfikir lama aku langsung mengambil mawar dari tangan Ferry dan berhambur kedalam pelukannya begitu dia berdiri.


"Koq malah nangis" ucap Ferry sambil menghapus air mataku.


"Kamu yang bikin aku menangis, menangis bahagia dicintai sepenuh hati sama pria paling tampan diseluruh dunia".


"Kamu yang bilang ya, aku akan ingat-ingat kata-katamu ini" hehehehee, tawa Ferry membuat tangisku perlahan mereda.


Ferry langsung menggandengku menuju kursi yang sudah disiapkan untuk kami berdua. Tapi saat Ferry menarik kursi untuk ku duduk, aku membalikan badan dan mengalungkan lengan ku dileher si bule sambil berjinjit aku mengecup bibirnya. "terima kasih buat kejutannya benar-benar indah"


Tapi Ferry tak membiarkan ciuman kami sesingkat itu, dia langsung ******* bibirku dengan lembut dan makin lama makin dalam menguasai rongga mulutku hampir membuatku kehabisan nafas kalau Ferry tak juga melepas tautan bibir kami.


"Belajar lah mengambil nafas disela-sela kita berciuman, sudah selama ini menikah masih saja kehabisan nafas" ledek Ferry dengan tidak tau malu membuat wajahku merona dan orang yang ada disekeliling pun ikut senyum-senyum.


"Terus saja" Aku melepaskan rangkulanku dan langsung duduk.


"Tidak menggoda lagi, jangan manyun dong ntar aku cium lagi nih" aku langsung memelototinya dan dia mengangkat tangannya tanda menyerah.


Kami pun mulai menikmati makanan sekaligus pemandangan yang tersaji sambil berbincang hal-hal ringan membuat suasana romantis makin terasa karena Ferry berkali-kali menyuapiku dan minta disuapin makanan ku, karena jenis makanan kami berbeda. Suasana malam ini terlalu indah hingga sulit ku ungkapkan dengan kata-kata, yang pasti aku sangat bahagia malam ini.

__ADS_1


Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 2.05 walaupun Bar Rooftop ini disewa Ferry sampai jam operasional selesai yaitu pukul 04.30 tapi melihatku yang mulai kedinginan padahal aku sudah mengenakan jas dari Ferry yang dia berikan saat kami melangkah lebih dekat dengan laut.


"Kita kembali ke hotel sekarang?" ajak Ferry yang ku anggukan. Tapi Ferry tidak membawaku kembali ke hotel tapi dia memesan kamar president suit di resort itu. "Aku sudah mengantuk, males nyetir lagi ke hotel" ucapnya yang hanya ku dengar tanpa merespon.


Mataku sudah lelah sekali, sedangkan aku harus bersih-bersih. Alamat deh ini mah besok kesiangan, 'Yah, sayang banget kan kalau udah sampe sini nggak jalan-jalan' bathinku. sambil bergelayut dilenggan Ferry saat masuk ke dalam lift.


"Wow, kamarnya lebih mewah dari hotel yang kita tempati" ucapku yang disenyumi Ferry.


"Cepatlah bersih-bersih, sini aku bantu melepas gaun mu" Ucap Ferry yang langsung ku tolak dan berlari ke kamar mandi.


'Apa-apaan ini kamar mandi nggak ada kuncinya dan semuanya kaca...huffft.


"Mandilah cepat jangan lama-lama nanti flu, kita kan habis main angin-anginan diatas tadi. Kamu tenang lah aku tidak akan memakan mu malam ini"


'Issshhh si bule tau aja pikiran ku...hhahaaha'. Aku pun mandi dengan cepat lalu keluar dengan bathroob, dan aku baru sadar kalau aku nggak punya baju tidur atau baju ganti apapun. 'Bagaimana ini?'


"Ambil lah" Ferry muncul dengan paperbag berisi baju tidur lengkap dengan under ware dan juga ada baju ganti buat besok pagi. Melihat semua ini, aku memicingkan mataku menatapnya.


"Iya aku memang sudah mempsersiapkan semuanya saat kamu tidur tadi sore" jelas Ferry sambil terkekeh. "Aku mandi dulu" ucapnya sambil berlalu ke kamar mandi.


'Oh Gosh...ini gila aku nonton si bule mandi,,OMG' Karena tubuh Ferry yang tinggi sehingga setengah bagian tubuh Ferry terpampang nyata di depan ku, yang setengahnya lagi terlihat samar-samar tapi masih bisa tergambar dibenak ku. Membuat rona merah muncul di wajahku hingga telingaku pun memerah. 'Ini si bule sadar nggak sih gw bisa liat dia?'


'Ya ampun badan gw jadi panas gini sih' gerutuk ku saat menarik selimut menutupi seluruh tubuhku karena nggak sanggup mandangin Ferry mandi.


"Sayang kamu kenapa?" ucap.Ferry menarij selimut yang menutupi seluruh tubuhku.


Aku mengintip sedikit, ternyata si bule sudah pke boxer dan juga kaos oblongnya.


"Nggak kenapa-kenapa, cuma ngantuk dan agak dinging tadi sekarang sudah jadi gerah" kilahku pada Ferry males banget kalau sampe dia tau alasenku yang sebenarnya.

__ADS_1


"Tidur yuk, besok katanya mau jalan-jalan" ajak Ferry yang sudah berguling melewati ku dan menunjukan lengannya untuk ku tiduri.


Malam pun berlalu dengan tenang dan damai membuat tidurku sangat nyenyak dalam pelukan Ferry.


__ADS_2