Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
I Love You


__ADS_3

"Ini sayang, minum lah" ucap Ferry sambil menyodorkan air mineral.


"Hehehehe, kamu koq tau aku lagi nyari ini untuk minum obatnya". kekeh ku saat melihat Ferry tau isi hati ku. "Terima kasih", ucapku sambil tersenyum menerima air mineral botol pemberian Ferry. kemudian meminum obatnya.


"Sama-sama istriku", ucapku Ferry sambil mengelus pipiku. Hal kecil yang selalu membuaiku, merasa aku dicintai dan diperhatikan suamiku. "Kira-kira istriku akan berubah pikiran nggak ya buat nunda kehamilan?" gumam Ferry yang masih terdengar jelas oleh ku. Membuatku diam seribu bahaya. "Mesti jawab apa nih?, Aduuh aku belum mau hamil pokoknya sebelum kuliahku selesai", bathinku tak mau bernegosiasi.


"Mungkin saja, jika langit berubah jadi warna pink" mendengar jawabanku Ferry langsung tertawa terbahak-bahak sambil menggusrak rambutku.


"Sayang, iiihhh...rambutku jadi acak-acakan ini", ucapku kesal.


"Abis kamu lucu banget sih sayangku, masa langit jadi pink...ckkckckk. Mau nolak permintaan aku aja kamu ngebanyol bikin aku ketawa kaya gini, gimana aku nggak makin cinta sm kamu", ucap Ferry sambil merengkuh tubuhku dalam pelukannya.


Dada bidang ini bule sekarang jadi tempat ternyaman untuk ku bersandar. padahal dulunya dia adalah laki-laki yang paling bikin kesel sejagat raya karena dia adalah orang yang telah membuatku jatuh tersungkur dari sepeda dan luka-luka kini malah jadi suamiku. Dunia memang lucu sekali memutar-mutar roda kehidupan kita. Tapi aku suka dengan takdir ini. Bibirku tertarik keatas membentuk senyum manis saat membayangkan apa yang selama ini terjadi pada hidupku dan Ferry hingga saat ini. "Andai papi mas Ferry merestui kami, akan makin sempurna kebahagian ku ini". Bathinku mulai berharap restu dari papi suamiku.


"Sayang, kamu kayanya nggak pernah bilang cinta deh sama aku?", tanya Ferry tiba-tiba membuatku jadi salah tingkah.


"Masa sih? kamu aja yang nggak pernah sadar pas aku bilang", elak ku.


"Lia Putri Aghata, I Love U". ucap Ferry tiba-tiba sambil menangku kedua pipi.

__ADS_1


"Mati lah aku, aduh apa yang harus ku jawab?, aku malu kalau harus menjawabnya...sekarang saja pipi ku sudah terasa panas" bathinku panik.


"Sayang...suamimu lagi nyatain cinta ini...mana balasannya" tagih Ferry. pada ku. "Aduuh kenapa susah banget sih ini mulut buat jawab "I love you too suamiku". gumamku dalam hati.


Aku pun melepas kedua tangan Ferry yang ada di wajahku, lalu aku mengalungkan tangan ku pada lehernya, membuat alis Ferry melengkung dalam melihat tingkahku. Akhirnya cuma ide ini aja yang ada dikepalaku untuk menghindari Ferry menuntut jawaban atas penyataan cintanya. Aku mencium bibir suamiku pelan-pelan makin lama makin dalam dan lidahku mulai masuk ke dalam rongga mulutnya Ferry.


Ferry tiba-tiba menarik pinggangku mengikis jarak antara kami. Tubuh kami berdua mulai panas karena suasana yang ku bangun.


"Kamu mulai nakal ya sekarang, tapi aku suka" ucap Ferry di sela-sela bibir kami yang saling bertaut.


"Biar bagaimana pun kamu tetap berhutang jawaban pernyataan cintaku sayang...jadi pasti akan ku tagih" jelas Ferry membuat kedua mata ku terbelalak kaget. Ternyata si bule membaca taktik ku. "ahhh sial, rugi dua kali kalau kaya gini", bathinku.


"Sayang, kamu bisa diam nggak? kalau kamu terus begini aku nggak akan nunggu sampai kamar kita untuk memakan mu sampai habis". ujar Ferry sontak membuat seluruh tubuhku kaku. tak lagi berani bergerak sampai tiba di kamar, begitu masuk Ferry langsung menurunkan ku tepat dibalik pintu masuk, belum juga sampai kamar tidur kami. Dia sudah mengurung tubuhku dibalik pintu dengan tubuhnya, menciumi bibirku sampai rasanya aku kehabisan udara. Lalu menggendongku seperti koala dengan tanganku mengalungi lehernya, dengan bibir kami masih saling bertautan terjeda hanya untuk mengambil nafas.


"Sayang kita lakuinnya disofa aja gimana?", ajak Ferry yang ku anggukan. Dengan sigap Ferry menggndongku menuju sofa. saat sudah di depan sofa, Ferry menurunkan ku. Dia melepas jas ,dasi dan kemejanya dengan cepat lalu kembali merengkuhku dalam dekapannya...bibir kami saling bertaut makin dalam dan intens, sesekali Ferry aku turun ke leherku sambil tangannya meremat gunung kembarku, menurunkan resleting dressku dari belang tangannya mulai menyusup masuk sambil menurunkan dressku sampai terlepas dari tubuhku. Kini aku hanya mengenakan underware, Ferry makin leluasa menggerayangi tubuhku tiap inchinya...desahan demi desahan sudah tak bisa lagi ku kontrol, apa lagi saat jari tangan Ferry menyusup masuk ke dalam intiku...tubuhku meremang, mengejang, rasanya seperti tersengat listrik. Tubuhku makin menggila mengingikan sentuhan dan cumbuan dari suamiku.


"Sayang kita lakuinnya sambil duduk ya?", Pinta Fery yang lagi-lagi ku angguki tanda setuju.


Kini suamiku sudah polos tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya, begitu pula aku. Ferry memintaku duduk dipangkuannya menghadap dirinya, aku hanya menuruti semua keinginanya karena buatku semua posisi yang dimintanya membuatku merasakan nikmatnya dunia maka itu aku tak menolaknya.

__ADS_1


posisi duduk seperti ini membuat Ferry makin leluasa menjamah setiap inchi tubuhku. Gunung kembarku jadi sasarannya...dirematnya, di cium dan di cucup sepuas hatinya membuat desahan kembali lolos dari mulutku. begitu Ferry menyentuh intiku, "sudah basah banget yank, aku masukin sekarang ya?", pertanyaan Ferry membuat wajahku makin memerah, lalu aku pun mengangguk dengan malu-malu.


"Kenapa masih malu aja sih istriku ini, sepertinya kita harus sering-sering melakukannya sayang". ucap Ferry sambil pengarahkan adiknya memasuki intiku.


"Aaaahhhh...sayang" desahku lolos begitu saja saat Ferry menggoyang adiknya membuatku naik turun dari pangkuannya, Ferry terus menggoyang intiku sedang tangannya dan bibirnya mengeksploitasi gunung kembarku habis-habisan. Membuatku mengelinjang kenikmatan,,aku mencapai klimaks ku tapi kelihatannya Ferry baru mulai on.


"Gawat ini kayanya akan makan waktu berjam-jam" gumamku dalam hati. Padahal tubuhku mulai lelah dengan nafas terengah-engah.


Tapi Ferry tak berhenti sedetik pun menjamahi tubuhku sehingga pelan-pelan gairah kembali bangkit dalam diriku... "Ahhh...sial ini nikmat banget", saat Ferry membaringkan tubuhku di sofa dan dia main dengan lidahnya di intiku.


Tubuhku sudah benar-benar tak dapat ku kontrol lagi. aku sudah menggeliat ke kanan dan kiri, desahan trus keluar dari mulutku. "sebut namaku sayang", pinta Ferry.


"Sayang ku, Ferry Goucher aku mencintaimu...sangaat mencintai mu....ahhhhh" ucapku saat mencapai klimaks kedua kalinya berbarengan dengan ambruknya Ferry diatas tubuhku.


Dia mengecup seluruh bagian wajahku. "Aku juga sangaaaat mencintamu istriku Lia Putri Aghata". ucap Ferry sebelum berbaring disebalahku dan merangkulku dalam pelukannya.


"Sayang pindah ke kamar yuuk", pintaku. karena malu berpelukan dengan tubuh polos tanpa selimut. Ferry langsung mengangkat tubuhku menuju kamar tidur kami dan membaringkan ku di ranjang. Ferry duduk disamping tubuh ku mengecup seluruh wajaku, membuatku ku kegelian karena ulahnya. lalu tangannya mulai menjelah lagi.


"Sayang udah dulu ya, aku udah capek banget. lagian ituku agak perih kelamaan kamu mainin", ucapku sambil menunjuk intiku.

__ADS_1


Ferry pun tak memaksakan keinginanya. Akhirnya dia membaringkan tubuhnya disisiku dan menarik ku dalam pelukannya, yang tak lama kemudian terdengar suara dengkuran halus tanda Ferry sudah terlelap. Lama kelamaan mataku pun mulai terpejam mendengarkan dengkuran Ferry.


__ADS_2