Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
meyakin kan mama


__ADS_3

Ting tong....Ting tong


Suara bel pintu, sepertinya orderan makanan ku sudah sampai. Benar saja, lauk pauk yang ku order dari restoran padang sudah sampai. Aku pun kembali ke dapur untuk mencuci berasa dan memasaknya dengan Rice cooker. Lalu memindah-mindahkan Rendang, ayam bakar, cabe hijau dan sayur nangka ke wadah untuk ku susun di meja makan. Kelar semuanya kembali Bel pintu berbunyi. "kali ini pasti si tukang Pizza". Gumam ku.


Ehh ternyata yang datang itu si mbok dan mang Ujang, membuat alis ku berkerut. "Kalau semua di rumah, siapa yang menjaga papa di RS XY?" pikirku.


"Mang Ujang, koq disini trus yang jaga papa siapa dunk?" ucapku spontan.


"Ada orang suruhan Tuan Ferry neng Lia, mamang Disuruh pulang katanya nemenin Den Bimo di rumah, tadi juga orang suruhannya tuan Ferry yang anter mamang dan si mbok" jelas mang Ujang.


"Ya sudah mang kalau begitu masuk lah, kamar kalian ada di samping lewatnya sih dari bagasi bisa dari pintu dapur bisa" jelasku. sambil menutup pintu, mereka pun kearah dapur menuju kamar barunya masing-masing.


Dan lagi... lagi bel rumah berbunyi. Kali ini benar di babang Pizza yang datang. Aku meletakan lima piring di meja makan dengan empat Box Pizza ku jejer di tengah-tengah meja. Lalu aku menyuruh Bimo turun untuk makan Pizza dulu baru bangunin mama. Dan memanggil si mbok dan mang Ujang untuk makan Pizza sama-sama tapi di mereka memilih makan di belakang setelah mengambil satu potong pizza dari tiap box.


Bimo lah yang paling semangat makannya kalau yang berbau-bau junk food. Walau nggak sehat, Junk Food itu emang weeeenaaak, karena author juga suka makan junk food.


Usai makan Pizza, Bimo meminta si mbok membantunya merapikan kamarnya dan meminta ponselnya pada ku karena dia sudah kelar beresin baju-bajunya. Tak mau berdebat aku pun mengembalikan ponselnya Bimo.


Lalu aku dibantu mama merapikan meja makan dan mencuci piring. empat box Pizza ludes kami makan berlima, Bimo lah yang makan Pizza paling banyak.


Setelah itu aku mengajak mama ke kamarku, membicarakan apa yang Ferry jelaskan pada ku. Awalnya mama tidak mengizinkan ku lanjut menikah dengan Ferry setelah mengetahui papi Ferry tak merestui kami. Tapi aku berusaha meyakin kan mama bawa apa yang aku pilih ini yang terbaik untuk saat ini, karen aku mencintai Ferry dan juga nantinya setelah aku tinggal dan kuliah di Negara A otomatis akan sering berhubungan dengannya. Jika aku kini menolaknya dan menjauhinya itu hanya akan menyiksa bathin ku kedepannya. Akhirnya mama pun luluh dan merestui kami. Dan setuju nanti hadir di acara akad nikah ku dengan Ferry.


Kami pun kembali ke kamar masing-masing karena hari sudah gelap sebentar lagi jam 6.30, Jerry akan datang menjemput ku dan mama.

__ADS_1


Aku pun mandi sambil luluran, aku mau malam ini jadi malam special kamu karena malam ini akan jadi malam pertama ku, malam yang merubah statusku dari single menjadi Merried. Rasanya sulit percaya semua ini benar-benar terjadi dalam hidupku, kurang dari sebulan sejak aku berinteraksi dengan Ferry, kurang dari sehari jadi kekasih dan sebentar lagi kami malah akan menikah, menjadi suami istri yang sah secara agama. Semuanya berjalan begitu singkat dan cepat, "Bahkan aku mengizinkan nya menjamah tubuhku sesuka hatinya setelah kami resmi menjadi sepasang kekasih". bathin ku sambil senyum-senyum sendiri membayangkan semua yang terjadi slama ini.


"cinta benar-benar membuatku menjadi cewe murahan dan gampangan sekali". ujarku sambil bercermin melihat makin banyak bekas ciuman Ferry , tidak hanya di leher tapi juga di bahu ku. "Liat saja nanti malam akan ku balas bule tengil itu hingga besok saat dia kembali ke negeri A dia akan merindukan ku saat memandang bekas ciuman ku" Bathin ku mulai piktor, dan terkekeh sendiri. "kaya nantinya aku tidak akan merindukannya saja?" ujarku mulai melow. "Apa-apaan ini masa abis nikah langsung pisah😭". "Pokoknya aku akan bikin dia nggak jadi balik besok, awas kalau dia sampe masih tetep pergi". Ujarku penuh keyakinan bisa membuat Ferry tetap disisiku.


As long As you love me...dering ponselku, si buke tengjl yang telphon.


"Hhhhmmm" gumamku males-males.


"Ehhh...kamu kenapa?, koq gitu sih" ucap Ferry nggak terima ku jawab males-malesan.


"Aku baik-baik aja, cuma sedang sedikit kesal" ujarku.


"Kesal dengan siapa?, kenapa juga aku yang kamu jadi ketusin gitu...ckckckk" ucap Ferry mulai tidaj terima


"Aku?, salah apa aku?".ucap Ferry kebingungan.


"Kamu aneh menikahi ku lalu besok langsung meninggalkan ku sendiri, aku nggak mau menikah dengan mu" ucap ku merajuk.


"Sayang kita udah bicara kan ini kan tadi kenapa sekarang baru merajuknya....ckckckkk". "Ya sudah kita bicarakan lagi nanti ya semua itu, sekarang Jerry sudah on the way menjemput kamu dan mama. Kamu sudah siap kan? tidak usah make up, disini saja sekalian pake kebayanya" Jelas Ferry.


"Aku masih luluran, dan abis ini baru mandi dan siap-siap" ucap ku


"Luluran?" suara Ferry terdengar mesum.

__ADS_1


"Wah, wanitaku sedang bersiap-siap untuk menyerahkan diri pada ku dengan sempurna ya" goda Ferry langsung membuat wajahku merona dan tanpa berucap lagi telphon langsung ku matikan.


"Dasar bule tengil, bisa-bisanya menggodaku seperti itu..hahahaha" Dasar bodoh kenapa juga aku jawab jujur banget sih tadi...huuuffft" bathinku.


Tok....tok ..... tok


"Sayang, kamu sudah siap belum?",ucap mama setelah mengetuk pintu kamarku lalu masuk ke dalam mencari keberadaanku.


"Aku masih mandi ma, sebentar lagi selesai. Mama sudah siap". tanyaku sambil berteriak.


"Mama sudah siap, ini mama bawakan kebaya waktu mama menikah...kamu coba lah siapa tau pas untuk mu", ujar mama.


"Ferry sudah nyiapin kebaya dan bridal make up juga ma, jadi aku cukup mandi aja dan gunakan baju yang mudah biar gampang saat ganti baju dengan kebaya saat selesai di rias". Jelasku.


"Baiklah kalau gitu mama bawa lagi kebaya nikah mama dulu". ucap mama sambil keluar dari kamarku.


Begitu selesia luluran, keramas dan mandi, aku mengeringkan rambutku dan mencari dress dengan resleting belakang warna tosca. tanpa merias wajahku dan rambut hanya ku gulung keatas dengan jepit rambut plus slop rumahan keluar dari kamar.


"sayang ayo cepat, asisten nak Ferry sudah menunggu kita diluar" ucap mama begitu melihatku keluar dari kamar. "ini kenapa mama yang nafsu banget aku nikah sih....ckkckk" Bathin ku.


"Ayo cepet-cepet" ucap mama sambil menarik tanganku dan menggeretku keluar.


"Pelan-pelan ma, santai sedikit kenapa sih..kan acaranya juga masih dua jam lagi" ujarku kesal digeret-geret mama.

__ADS_1


"Malam Nyonya Aghata, malam nona Lia" ucap Jerry ramah saat melihatku dan mama. Lalu membuka pintu belakang mobil, tapi bukan mobil yang kemarin digunakan Ferry, tapi tetep keren dan mahal. Tanpa banyak bicara aku pun masuk kedalam mobil. Sepanjang perjalanan hanya mama dan Jerry yang bicara. Mama kepoin Ferry melalui Jerry. Aku hanya diam mendengarkannya.


__ADS_2