Suamiku Brondong

Suamiku Brondong
Tunggu Aku Suam


__ADS_3

"Hallo Lia, kita akan terbang ke negara S malam ini"


"Kamu serius?" sahut Lia bersemangat.


"Tentu saja, kamu packing lah sekarang jangan lupa ingatkan Jeni juga untuk ke Bandara, aku tidak akan menjemputnya" ucap Arjun penuh penekanan dengan nada bossy.


"Baik"


"Aku akan menjemput mu pukul 7.15 malam ini, aku tunggu kamu di depan lobby apartemen, jangan terlambat" ucap Arjun


"Iya" setelah mendengar jawaban Lia, Arjun langsung memutus panggilan telphonnya.


Setelah Mendapat telphon dari Arjun, Lia begitu bersemangat dia menyiapkan semua barang bawaannya di dalam suitcase dengan cepat lalu menelphon Jeni untuk segera packing dan datang ke apartemennya karena Arjun akan menjemput mereka di apartemen Lia. Baru setelah itu Lia menelphon Ferry untuk memastikan keberadaan sang suami masih di nengara S dan masih di rumah sakit Xx, agar begitu Lia sampai negara S dia bisa dengan mudah menemui sang suami.


"Hallo sayang ku, koq baru telphon bukannya sudah sampai apartemen setengah jam lalu" tanya Ferry penuh selidik


"Abis beres-beres trus mandi, kenapa suami ku sudah kangen?" goda Lia membuat Ferry tersenyum pahit


"Kangen banget yank..." belum juga selesai Ferry bicara langsung di potong Lia dengan suara agak tinggi.


"Bohong" sahut Lia cepat membuat Ferry yang tadinya setengah berbaring jadi duduk tegak.


"Koq ngomongnya gitu? siapa yang bohong sih yank?" ujar Ferry dengan nada sedih tak berdaya.


"Kamu lah, kalau bener kangen kenapa aku nggak boleh nyusul ke negara S?" ucap Lia dengan nada sengit penuh emosi yang tertahan.


"Sayang disini kondisinya sedang tidak kondusif aku tidak ingin kamu dalam bahaya, negara S saat ini sangat tidak cocok untuk kamu liburan makanya aku cegah kamu kesini" jelas Ferry berusaha membuat Lia mengerti.


"Kalau tau disana bahaya kenapa tidak cepat kembali kesini?" Celetuk Lia membuat Ferry makin tak berdaya menghadapi sang istri yang terus Jutek dan menggunakan nada bicara ketus penuh kesal karena tidak dapat izin ke negara S.


"Aku belum bisa kembali sekarang yank, tender relokasi resort dan taman wisata masih bergulir dan baru akan diumumkan pekan depan, batas penyerahan dan presentasi proposalnya juga masih tiga hari lagi. Sayang ku yang sabar ya, aku janji semua akan baik-baik saja. Aku mohon kamu juga disana baik-baik, menurut ya"


"Hhmm...mengejar harta sampai hampir kehilangan nyawa, apa pantas?" gumam Lia sengit membuat Ferry tertawa.


"Kenapa ketawa?" tanya Lia jadi makin kesal sendiri mendengar suara sang suami.

__ADS_1


"Abis kamu lucu banget sih yank, Masa suami sendiri dibilang ngejar harta sampai hampir kehilangan nyawa" sahut Ferry di sela tawanya.


"Aku kasih tau ya dari aku lahir kalau aku mau tidak kerja sekali pun, harta keluarga ku sudah berlimpah dan tak akan habis tujuh turunan delapan tanjakan. walau aku cuma tidur saja sepanjang hari tidak akan mati kelaparan. Aku bekerja mengejar materi itu justru karena memikirkan nasib jutaan karyawan Goucher Corp ada di tangan ku bukan semata untuk memperkaya diri ku sendiri, jika perusahaan hanya diam ldi tempat taraf hidup karyawan Goucher Corp tidak akan meningkat dan bisa jadi dalam beberapa tahun yang akan datang terjadi banyak pengurangan karyawan karena perusahaan tak mampu bersaing dengan perusahaan lain yang terus berkembang"


Mendengar penuturan Ferry, Lia langsung dia seribu bahasa. Lia jadi merasa sangat egois dan terlalu asal bicara karena terbawa emosi.


Karena Lia tak bersuara, Ferry yakin Saat ini Lia pasti sedang merasa bersalah dan merasa dirinya terlalu egois, demi tak membuat sang istri larut dalam perasaannya Ferry kembali bicara.


"Aku minta maaf ya, kalau kamu marah karena aku tidak mengizinkan mu ke negara S saat ini, tapi kamu percaya pada ku ini semua demi keselamatan mu". ucap Ferry dengan nada lembut walau sejak tadi Lia bicara dengan nada tinggi dan berapi-api setiap menanggapi ucapan Ferry.


"Pokoknya aku mau ke negara S, aku mau mastiin dengan mata kepala ku sendiri kamu benar baik-baik saja" ucap Lia ngotot dan memaksa.


"Maaf yank, aku terpaksa tak bisa menuruti keinginan mu yang satu ini. Di sini terlalu berbahaya untuk mu" Ucap Ferry masih dengan pendiriannya.


"Bagaimana pun caranya aku akan tetap ke negara S" ucap Lia lalu mematikan sambungan telphon.


Ferry yang melihat kekeras kepalaan Lia yakin wanita itu akan melakukan segala cara untuk melakukan apa yang dia katakan.


"Deni kamu dimana?"


"Bagus, pastikan terus keberadaan nyonya muda. Jangan sampai lengah karena aku yakin dia akan melakukan sesuatu untuk bisa tetap berangkat ke negara S"


Mendengar ucapan Ferry, Deni jadi was-was karena keselamatan istri sang tuan muda jadi tanggung jawabnya dan taruhannya adalah nyawanya sendiri.


"Baik tuan muda"


"Kamu koordinasi dengan pengawal bayangan, jika sesuatu terjadi cepat kabari aku"


"Mengerti tuan muda"


Panggilan telphon pun segera diakhiri dan Ferry memanggil Jerry masuk kedalam ruangannya.


"Jerry kamu cek bandara negara A maalm ini pesawat apa saja yang akan berangkat ke negara S"


"Semua jenis pesawat atau termasuk pesawat pribadi juga?"

__ADS_1


"Termasuk itu, beri aku laporannya secepat mungkin!"


"Baik"


Beberapa saat kemudian Jerry masuk ke ruang rawat Ferry dengan membawa kertas daftar penerbangan umum dan pribadi yang akan terbang ke negara S malam ini.


'Sial, jangan bilang Lia meminta bantu orang ini untuk bisa sampai ke sini' Ferry menggeretakan giginya dan meremas kertas yang di bawa Jerry.


"Kamu siapkan orang untuk menjemput nyonya muda tiga jam lagi dia akan sampai di bandara negara S dengan pesawat jets milik Khan Enterprises"


"Bagaimana mungkin?" celetuk Jerry saat mendengar perintah Ferry.


"Karena selain pesawat jets milik keluarga si Arjun sialan itu pesawat lain tidak akan mungkin membawa Lia ke negara S, tapi wanita itu tadi berani begitu ngotot untuk tetap ke sini itu artinya dia sudah melakukan persiapan untuk bisa tetap kesini"


Mendengar penuturan Ferry, Jerry pun mengangguk mengerti dan langsung memerintahkan anak buahnya untuk segera bersiap mengamankan bandara.


Jerry turun langsung ke bandara untuk menjemput Lia karena Leon harus tetap di sisi Ferry untuk memastikan keamanan sang tuan muda.


Setelah Jerry keluar, Ferry memerintahkan Leon mengirim pengawal bayangan lebih banyak untuk melindungi Lia dan memastikan keselamatan Lia saat menuju bandara.


Sedangkan Lia dan Jeni tak pernah tau kalau pergerakan mereka di awasi terus. Lia mulai gelisah karena sudah lama menunggu jemputan Arjun yang janji datang jam 7.15 tapi sampai pukul 7.20 masih belum tiba juga.


"Jeni kamu telphon lah kakak sepupu mu itu kenapa sudah pukul 7.20 dia belum sampai juga" ujar Lia mulai yang mulai cemas dan mondar mandir di dalam lobby apartement.


"Tidak diangkat, kita tunggu lima menit lagi kalau belum datang juga kita pakai mobil ku saja langsung ke bandara" ucap Jeni mantap.


"Baiklah" Lia terus mondar mandir sampai akhirnya pukul 7.35 saat Lia dan Jeni sudah bersiap pergi dengan mobil Jeni, Arjun tiba di depan lobby apartement.


"Sorry jalanan macet banget tadi saat dari tempat proyek kesni" ucap Arjun yang diacuhkan kedua gadis yang baru saja masuk dan duduk dalam mobil.


Lia mengacuhkan Arjun karena Lia sedang mengagumi mobil Arjun yang super mewah dimana didalam mobil itu apa aja ada berbeda jauh dengan Ferry yang suka mobil sporty.


Mobil Arjun melaju dengan cepat begitu masuk gerbang toll menuju bandara membuat para pengawal Lia kesulitan mengejar mobil Arjun.


'Tunggu aku suam, sebentar lagi aku akan mendatangi mu' bathin Lia bersemangat.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen and jadikan novel suamiku brondong favorite kalian.tks


__ADS_2