
"Sayang kita mampir ke toko kue sebelum ke rumah mama ya, sekalian disebelah toko kue ada warung soto mie rasanya enak banget. Udah lama aku nggak makan disana" ujarku dengan antusias membayangkan soto mie nyam...nyam.
"Soto mie?" ulang Ferry nampak bingung.
"iya Noodle with risoles and beef trus dimasak model soup gitu...pokoknya enak deh" Jelasku pada Ferry.
"Terdengar enak, aku mau coba juga kalau begitu" jawab Ferry penasaran
Jadilah kami mampir beli kue-kue untuk di bawa ke rumah mama dan juga makan soto mie.
"Gimana enak nggak?" tanyaku penasaran melihat si bule yang nggak komen apa-apa saat makan soto mie tadi.
"Lumayan, masih dalam tolerasi ku"...."ehhh, jawaban macam apa itu?" bathinku sambil mengerutkan alis mendengar jawaban Ferry, Karena malas juga bahasnya maka pembicaraan soal soto mie sampai disitu saja...hehehehee
Kami pun melanjutkan perjalanan ke rumah mama usai makan dan membeli kue. Saat sampai rumah mama betapa terkejutnya aku ternyata banyak bahan makanan di bagasi mobil Ferry.
"Sayang kamu lagi ngapain?" tanyaku bingung Ferry mulai menurunkan sembako dari mobilnya.
"Nurunin semua ini sayang untuk dibagi-bagi sama anak-anak yatim". ujar Ferry sambil menurukan sembako satu persatu dan meletakannya di teras depan garasi.
"Kapan kamu membelinya?" tanyaku penasaran.
"Saat mendapat telphon dari mama, aku pikir karena mama mau ngadain pengajian dengan anak-anak yatim piatu dan dhuafa jadi aku kepikiran berbagi dengan mereka juga, jadi dari pada nungguin kamu masih lama jadinya aku ke supermarket nggak jauh dari kampus mu...hehehehe" jelas Ferry.
"Manis sekali suamiku, pantas tadi tau-tau sudah diparkiran. Lalu aku meninggalkan Ferry melangkah mendekati mang Ujang
"Sore mang Ujang". Sapa ku saat ku lihat mang ujang sedang menyiram bunga di halaman.
"Ehh...neng Lia, apa kabar neng?" sapa mang ujang ketika melihatku.
"Alhamdulillah Baik mang, mamang masih sibuk ya? Lia mau minta tolong ini bantu Suami Lia menurunkan barang-barang di bagasi bawain ke dalam" ujar ku saat melihat si bule ribet sendirian menurunkan barang-barang.
"Bisa neng" ucap mang ujang buru-buru menghentikan aktivitasnya. "Sini den biar mamang aja yang angkut ke dalam" ucap Mang Ujang sambil mengankut dus-dus dari bagasi mobil dan langsung membawanya ke dalam dapur lewat pintu garasi.
"Sudah kamu bawa kue-kue itu aja ke dalam yuk, mama pasti sudah nungguin kita dari tadi, tinggalin aja semuanya biar sisanya mang Ujang yang urus" Ajak ku sambil menggandeng lengan Ferry mengajaknya masuk.
__ADS_1
"Tapi itu masih banyak Lia, kasian mang Ujang kalau sendirian mengangkutnya" ujar Ferry yang tak tega membiarkan mang Ujang yang sudah berumur harus ngangkut barang lumayan berat-berat dan banyak lagi.
"Nanti biar ku minta Bimo membantu mang Ujang ya sayang, sekarang kita temui mama dulu" akhirnya Ferry menyetujui permintaanku.
Begitu kami masuk ke rumah, suasana di dalam sudah berubah....karpet-karpet sudah digelar karena akan ada pengajian habis isya nanti.
"Assalamualaikum, ini nggak ada yang nyambut Lia datang apa ya?" ucapku saat melangkah masuk.
"Akhirnya penganten baru muncul juga" ucap Tante Linda begitu melihatku, aku pun mendekat lalu mencium pipi dan tangan tante Linda diikutin Ferry. "Mba Lia dan nak Ferry sudah datang ini" teriak tante Linda memanggil mama yang masih sibuk di dapur membatu si mbok menatap makanan di piring-piring.
"Maaf ya ma, Lia baru dateng sekarang" Uajarku sambil mencium pipi dan tangan mama. "nggak apa sayang, mama paham kalian butuh waktu banyak berdua" ucap mama sambil mengedipkan matanya menggodaku. "Iiisssshhh mama" semua yang mendengar tertawa bahkan si bule tanpa malu-malu malah terlihat bahagia.
" Mama emang the best mom of the years, pengertian banget" ujar Ferry sambil mencium pipi dan tangan mama. membuat suara tawa makin riyuh.
"Pantas langsung ramai ternyata kak Lia sudah datang" ucap Bimo sambil memeluk ku dan juga Ferry.
"Hai Bim, gimana ujian mu?" tanya Ferry saat mereka pelukan mereka terurai.
"Everything gone be oke" jawab Bimo santai " By the way any way nih makasih banyak ya kak Ferry udah membantu ku masuk Fakultas kedokter, aku janji nggak akan menyia-nyiakan kesempatan yang kakak kasih" ucap Bimo membuat senyum diwajah Ferry terkembang.
"Ma ini tadi kita mampir ke toko kue buat nambah-nambah snack pengajian. dan di belakang juga ada sembako dan juga goodie bag bisa untuk dijadiin bingkisan buat anak-anak yatim bawa pulang nanti" ucapku pada mama.
"Ya ampun kalian kenapa repot-repot gini sih, tapi makasih ya nak Ferry" ucap mama
"Koq makasihnya ke Ferry sih ma?, kan Lia yang beliin" gerutuku kesal.
"Uang mu pasti dari nak Ferry" jawab mama santai sambil ngeloyor ke dapur di ikutin tante Linda.
"Iiissshh...apa-apaan itu mama, benar-benar mikir anak gadisnya nggak bisa ngasilin duit sendiri apa...ckckck" gerutuku pelan tapi terdengar Ferry.
"Udah ahh ngomelnya, nanti cantiknya berkurang low. sekarang aku aja yang berterima kasih pada mu" mendengar ucap Ferry aku jadi terdiam.
"Makasih ya sayang udah jadi istri mandiri yang saat belanja untuk mama nya tidak mau pake uangku, padahal uangku sangat banyak dan tak akan habis walau kamu pake setiap hari untuk berbagi, yang ada makin banyak...sampai semua orang mengira apa yang kamu beri itu dariku...hahahaha" tawa Ferry membuat kesal ku bertambah.
"Dasar sombong" ucapku sambil mencubit perutnya dan berlalu menuju dapur dimana semua orang berkerumun.
__ADS_1
"Kak Lia" ucap Malika dan Aisyah, anak-anak tante Linda dan om Pras berlari memeluk ku.
"Kak Lia, kamu masih hutang mengajariku melukis low" ujar Malika
"Iya, kak, kamu juga masih hutang mengajariku menyulam" sahut Aisyah sambil terus memeluk ku.
"Kalian di sini berapa lama?" tanyaku
"Sampai hari minggu,senen subuh pesawat untuk pulang" jelas Aisyah.
"kalau begitu besok kita beli peralatan lukis dan juga sulaman, kakak akan mengajari kalian sampai hari minggu. Bagaimana?" ujarku sambil meliri ke si bule yang ternyata duduk di sofa ruang TV bersama om Pras. "Pantas dia tidak menyusulku ternyata sudah punya teman ngobrol.huh" gumamku dalam hati.
"oke deal" sahut Malika dan Aisyah bersamaan dengan mata yang berbinar-binar bahagia.
"Kalau begitu kembali lah kerjakan tugas kalian sekarang" ucapku yang langsung di anggukan meraka lalu berlalu meninggalkan ku sendiri menuju ke mama yang sedang sibuk di depan meja makan dengan hamparan banyak snack dan buah di piring-piring bambu beralaskan kertas.
"Ma, apa yang bisa Lia bantu?" tanyaku sambil celingukan memlihat apa yang bisa ku bantu.
"Kamu duduk manis lah temani suami mu, kalau kalian lapar makan lah dulu kami semua sudah makan" ujar mama sambil menata kue yang ku bawa di piring-piring bambu yang sudah diberi alas kertas.
"Kami tadi sudah makan soto mie pak Min disebelah mana bakery tempat Lia beli kue-kue ini" ucapku sambil menyomot kue lumpur kesukaan ku.
"Kamu itu kebiasaan sekali makan sambil berdiri nyomot-nyomot kaya gitu, apa kata suami mu kalau dia liat" omel mama saat aku menyomot kue lumpur dan mencaploknya dalam dua kali gigit...hahaahaha
"Jangan ngomel-ngomel terus nyonya Aghata Wicaksana nanti cepet tua" ujarku sambil mencium pipi mama dan belalu menuju dapur kotor dekat garasi dimana Bimo, si mbok, mang Ujang, tante Linda, malika dan Aisyah sedang sibuk memasukan sembako yang dibawa Ferry ke dalam goodie bag.
"Ada yang bisa ku bantu?" tanyaku saat melihat mereka semua sibuk sekali memasukan satu persatu jenis sembako kedalam goodie bag.
"Nggak perlu neng, sebentar lagi juga selesai". ujar Si mbok.
"Mending kakak bikinin kita minuman dingin yang enak aja, auuus nih dari tadi ngangkut-angkut semua ini" pinta Bimo sambil mengeluh
"Baiklah kalau begitu" aku pun berlalu menuju dapur bersih dan membuat minuman dari campuran sirup cocopandan, air kelapa muda yang ada di kulkas lalu ku beri potongan jeruk dan selasi terakhir memasukan es batu dan soda.
"Sempurna" ucapku saat mencicipin minuman yang sedang ku racik. "Bagaimana caraku mengangkat termos ini?" gumamku dalam hati sambil menggaruk kepalaku yang tak gatal.
__ADS_1
Sampai sini dulu ya reades terlophe lophe. Jangan Lupa di like, dikomen, ditunggu kritik dan sarannya biar emak makin semangat nulisnya. syurkur-syukur pada baik hati ngasih votenyağŸ¤